Cincin

"Percuma saja aku bertanya. " Beby kembali masuk untuk berganti pakaian.

"Mau kemana? Itu sudah cocok denganmu, "

"Aku tau, aku juga tau kalo kamu menyukainya. "

"Dih siapa juga yang suka sama kamu. " Ucap Barra sambil berkacak pinggang.

Beby terkekeh. "Siapa juga yang mengatakan kamu menyukaiku. Yang aku maksut kamu menyukai baju ini. "

Beby kembali ke dalam sambil tersenyum melihat reaksi Barra. Kini dia siap untuk di Make Up dan ditata rambutnya. Sedang Barra tengah menunggu di ruang tunggu. Setelah beberapa saat Beby telah selesai dirias. Dia kembali menemui Barra.

"Ayo, aku sudah siap. " Kata Beby.

Barra terpukau melihat kecantikan Beby, baru kali ini ia melihat Beby berdandan dan menggunakan pakaian yang bagus dan mahal. Padahal ia anak orang kaya namun ia tak pernah ke salon ataupun ke Mall untuk belanja keperluannya sendiri.

" Masih ada yang kurang. "

Beby terheran. "Apa yang kurang? "

Barra mengeluarkan kotak perhiasan dari sakunya. "Ini kenakan cincin ini. "

"Cincin, Wah kamu perhatian banget. "

"Jangan mikir sembarangan, cincin kamu kan sudah kamu hilangkan. Bagaimana kalau ada yang sadar kamu tidak memakai cincin pertunangan, bisa-bisa semua orang mengira kita berantem. "

Barra meraih tangan Beby dan memakaikannya. "Kamu tau, itu cincin yang kamu hilangkan harganya sangat mahal bagaimana bisa kamu sangat ceroboh. Bikin bangkrut aja, mana ukurannya besar banget lagi. "

"Dih, perhitungan banget jadi cowo.Kalo tidak berniat memberikan cincin ini lebih baik tidak usah , dari pada terus mengomel. Sakit tau telingaku. "

"Aku perhatikan sekarang kamu terus membantahku. Sudah ayok, " Barra menarik tangan Beby keluar dari dalam butik.

Sia segera membawa Beby ke dalam mobil. Mereka melanjutkan perjalanan menuju Villa. Setelah 30 menit mereka sampai di depan Villa. Beby melihat Villa itu dari dalam kaca mobil. Ia merasa takjub melihat Villa sebesar dan semegah itu.Ia tidak menyangka bisa merasakan menginap di Villa megah ini.

Dulu ia ingin sekali membawa ibunya untuk berlibur dan menginap di Villa. Ia ingin memberikan kenangan yang indah untuk ibunya. Tiba-tiba ia merasa sedih. Ia teringat akan ibunya dan sangat merindukannya.

"Ayo turun, kenapa malah bengong. "

Beby mengusap air mata yang menempel di pipi.Ia membuka pintu mobil dan turun. Charles yang melihat anaknya kembali segera menghampirinya. Ia memeluk anak kesayangannya itu.

"Bagaimana perasaanmu sudah enakkan. " Ucap Charles.

"Iya Ayah, aku sudah sehat sekarang. "

"Baguslah Ayah bisa lega sekarang. Ayo masuk banyak makanan lezat yang Ayah sediakan untukmu. " Charles membimbing Beby masuk.

Terlihat taman Villa di sulap menjadi pesta Outdoor. Sudah banyak tamu yang berkumpul begitupun dengan keluarga besar Beby dan Barra. Charles membawa Beby untuk berkumpul bersama. Ia juga bertemu dengan Orang tua Barra. Walaupun Beby tak terlalu mengenalnya namun dengan bantuan Nana ia bisa membaur dengan mereka.

Matanya terus memperhatikan makanan yang ada di atas meja. Semua makanan itu merupakan makanan kesukaannya.Ia sudah tak tahan lagi dan berlari ke arah meja yang penuh dengan makanan lezat.

"Wah... ini enak banget. " Sambil mengunyah makanan.

"Katanya mau kurus, bagaimana mau kurus kalo liat makanan enak aja langsung di lahap" Ucap Barra yang berdiri tepat di belakangnya.

"Sebelum diet kasih puas dulu makan makanan enak,Kan Sayang banget kalo makanan seenak ini dianggurin. "

Barra terkekeh. "Aku bisa jamin,kamu gak bakalan bisa nurunin berat badan. "

"Kita liat aja nanti, yang penting kan hasil akhir. " Beby menjulurkan lidahnya.

Ia pergi meninggalkan Barra masuk ke dalam Villa. Tubuhnya terasa lelah. Ia ingin mengistirahatkannya. Ia berjalan menuju tangga namun tiba-tiba tangannya di cekal. Beby berbalik.

"Mau kemana kamu! Masih banyak pekerjaan yang harus kamu selesaikan. " Ucap Jessica.

"Pekerjaan, pekerjaan apa? "

"Jangan harap aku akan membiarkan kamu. Walaupun kamu sekarang lupa ingatan aku akan mengingatkan kamu tugas yang harus kamu lakukan. "

Jessica menatap ke arah jari Beby. Ia melihat cincin berlian yang tersemat di jari manisnya.

Ia mengangkat tanggan Beby. "Kamu dapat dari mana cincin ini. " Ucap Jessica Kesal.

DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE, KOMENT DAN VOTE.

Terpopuler

Comments

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussabar

2025-02-15

0

lihat semua
Episodes
1 PENOKOHAN
2 Bingung
3 Menerima
4 Pertemuan pertama
5 Beby ingin mengakhiri
6 Ciuman pertama
7 Sifat yang berbeda
8 Cuek tapi perhatian
9 Demam
10 Merubah penampilan
11 Cincin
12 Tamparan Beby
13 Menemui mama
14 Menyelamatkan
15 Pindah ke ruang VIP
16 Ayah pemabuk
17 Mata-mata Barra
18 Pelaku sesungguhnya
19 Siasat Evelyn
20 Pembalasan
21 H-1 Diet
22 Tak sesuai ekspektasi
23 H-2 Diet
24 Semangat diet
25 Coach tampan
26 Laki-laki idaman
27 Penulis Stan Lee
28 WeChat Barra
29 Stan Lee adalah Coach Aland
30 Mas Aland
31 Saat yang di tunggu-tunggu
32 Gelisah bertemu Barra
33 Pertemuan tak terduga
34 Barra dan Aland
35 Perhatian Beby
36 Club malam
37 Jadi salah tingkah
38 Malam yang panas
39 Tubuh seksi Beby
40 Kedatangan Jessica
41 Beby Kecelakaan
42 Barra Panik
43 Benih-benih Cinta
44 Di Interogasi om Charles
45 Barra memutuskan tinggal sendiri
46 Barra yang aneh
47 Barra dapat rejeki nomplok
48 Mulai terungkap
49 Sisi lain Barra
50 Trauma
51 Aland yang penuh perhatian
52 Barra uring-uringan
53 Jessica ketahuan
54 Mengunjungi Barra
55 Hangatnya pelukan Barra
56 Mulai ada rasa
57 Salah tingkah
58 Beby tau yang sebenarnya
59 Fokus melupakan Barra
60 Makan di Restoran mewah
61 Jadi topik hangat
62 1 Vs 5
63 Barra penyelamat
64 Jadi rebutan
65 Mode akur Barra dan Aland
66 Dua bocil
67 Gara-gara seblak
68 Barra tantrum
69 Barra yang jatuh cinta
70 Hampir dimarah calon mertua
71 Dua insan sedang jatuh cinta
72 Dibelain pacar
73 Rahasia Mama Anitha
74 Kenyataan yang menyakitkan
75 Rahasia yang sesungguhnya
76 Penginapan
77 Fobia
78 Malu sendiri
79 Barra dan Beby
80 Barra ugal-ugalan
81 Kebersamaan Barra dan Beby
82 Kabar yang bikin syok
83 Senyum bahagia
84 Ambisi Evelyn
85 Gerak-gerik yang mencurigakan
86 Jatuh dari tangga
87 Ruang Operasi.
88 Beby Koma
89 Kembalinya Vania.
90 Kembalinya Beby
91 Mulai pulih
92 Terminal Lucidity
93 Trauma yang dalam
94 Pertemuan kembali
95 Kesedihan yang mendalam
96 Barra dan Vania
97 Di ganggu Bapak
98 Vania keceplosan
99 Mantap bercerai
100 Kebersamaan bersama ibu
101 perasaan yang tak dapat diungkap
102 Penuh dengan rahasia
103 Mengantar surat cerai
104 Belenggu bapak
105 Kecurigaan pada Evelyn
106 Barra di lema
107 Hubungan Evelyn dan bapak Vania
108 Ponsel yang penuh bukti
109 Keserakahan
110 Kisah yang sama
111 Vania yang pengertian
112 Menunggu hari esok
113 Ibu hilang
114 Bangunan kosong
115 Menghadapi bahaya
116 Penyelamatan yang dramatis
117 Transfusi darah
118 Keserakahan Evelyn
119 Charles dan Evelyn
120 Jessica telah berubah
121 Bayangan Beby
122 Kegagalan
123 Hal tak terduga
124 Penembakan
125 Akhir yang bahagia
Episodes

Updated 125 Episodes

1
PENOKOHAN
2
Bingung
3
Menerima
4
Pertemuan pertama
5
Beby ingin mengakhiri
6
Ciuman pertama
7
Sifat yang berbeda
8
Cuek tapi perhatian
9
Demam
10
Merubah penampilan
11
Cincin
12
Tamparan Beby
13
Menemui mama
14
Menyelamatkan
15
Pindah ke ruang VIP
16
Ayah pemabuk
17
Mata-mata Barra
18
Pelaku sesungguhnya
19
Siasat Evelyn
20
Pembalasan
21
H-1 Diet
22
Tak sesuai ekspektasi
23
H-2 Diet
24
Semangat diet
25
Coach tampan
26
Laki-laki idaman
27
Penulis Stan Lee
28
WeChat Barra
29
Stan Lee adalah Coach Aland
30
Mas Aland
31
Saat yang di tunggu-tunggu
32
Gelisah bertemu Barra
33
Pertemuan tak terduga
34
Barra dan Aland
35
Perhatian Beby
36
Club malam
37
Jadi salah tingkah
38
Malam yang panas
39
Tubuh seksi Beby
40
Kedatangan Jessica
41
Beby Kecelakaan
42
Barra Panik
43
Benih-benih Cinta
44
Di Interogasi om Charles
45
Barra memutuskan tinggal sendiri
46
Barra yang aneh
47
Barra dapat rejeki nomplok
48
Mulai terungkap
49
Sisi lain Barra
50
Trauma
51
Aland yang penuh perhatian
52
Barra uring-uringan
53
Jessica ketahuan
54
Mengunjungi Barra
55
Hangatnya pelukan Barra
56
Mulai ada rasa
57
Salah tingkah
58
Beby tau yang sebenarnya
59
Fokus melupakan Barra
60
Makan di Restoran mewah
61
Jadi topik hangat
62
1 Vs 5
63
Barra penyelamat
64
Jadi rebutan
65
Mode akur Barra dan Aland
66
Dua bocil
67
Gara-gara seblak
68
Barra tantrum
69
Barra yang jatuh cinta
70
Hampir dimarah calon mertua
71
Dua insan sedang jatuh cinta
72
Dibelain pacar
73
Rahasia Mama Anitha
74
Kenyataan yang menyakitkan
75
Rahasia yang sesungguhnya
76
Penginapan
77
Fobia
78
Malu sendiri
79
Barra dan Beby
80
Barra ugal-ugalan
81
Kebersamaan Barra dan Beby
82
Kabar yang bikin syok
83
Senyum bahagia
84
Ambisi Evelyn
85
Gerak-gerik yang mencurigakan
86
Jatuh dari tangga
87
Ruang Operasi.
88
Beby Koma
89
Kembalinya Vania.
90
Kembalinya Beby
91
Mulai pulih
92
Terminal Lucidity
93
Trauma yang dalam
94
Pertemuan kembali
95
Kesedihan yang mendalam
96
Barra dan Vania
97
Di ganggu Bapak
98
Vania keceplosan
99
Mantap bercerai
100
Kebersamaan bersama ibu
101
perasaan yang tak dapat diungkap
102
Penuh dengan rahasia
103
Mengantar surat cerai
104
Belenggu bapak
105
Kecurigaan pada Evelyn
106
Barra di lema
107
Hubungan Evelyn dan bapak Vania
108
Ponsel yang penuh bukti
109
Keserakahan
110
Kisah yang sama
111
Vania yang pengertian
112
Menunggu hari esok
113
Ibu hilang
114
Bangunan kosong
115
Menghadapi bahaya
116
Penyelamatan yang dramatis
117
Transfusi darah
118
Keserakahan Evelyn
119
Charles dan Evelyn
120
Jessica telah berubah
121
Bayangan Beby
122
Kegagalan
123
Hal tak terduga
124
Penembakan
125
Akhir yang bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!