Ciuman pertama

Beby mencoba untuk melepas tangkupan tangan Barra, namun tangan Barra sangat kuat dan tidak mau melepaskannya. Ia terus menarik tangan Barra, sampai badan Barra juga ikut terhuyung ke depan.

Beby melotot, matainya memancarkan kemarahan. "Kamu mengatakan itu hanya suatu alasan kan? Pasti ada sesuatu yang membuat kamu tidak mau memutuskan pertunangan kita," katanya dengan nada yang ketus.

Barra tidak menjawab, namun malah menangkup wajah Beby dengan keras. Beby merasa sedikit kesakitan dan menarik tangan Barra dengan sekuat tenaga. Karena badan Beby gemuk, seketika Barra yang posisi tubuhnya membungkuk terhuyung ke depan.

Beby terbaring di atas ranjang, dan tanpa sengaja, bibir mereka saling bertemu. Seketika mata mereka membulat sempurna, keduanya terkejut dan mematung.

Tanpa Barra sadari, tangannya masih berada di pipi Beby, sedangkan tangan Beby mencoba untuk menyangga badan Barra agar tidak menempel padanya. Mereka berdua terdiam, tidak berani bergerak atau bernapas, dalam keadaan yang sangat tidak terduga dan sangat intim.

"Kak Barra!" Suara teriakan itu menyadarkan mereka dari keadaan yang sangat intim.

Barra segera bangkit, ia memegang bibirnya dan menatap Beby dengan mata yang terkejut. Sedang Beby mencoba untuk mengusap-usap bibirnya, masih terkejut dengan apa yang baru saja terjadi.

"Dasar Barra, ciuman pertamaku direnggut oleh dia," ucap Beby dalam hati, masih tidak percaya dengan apa yang baru saja terjadi.

"Apa yang sedang kalian lakukan?" Suara itu berasal dari Jessica, adik tiri Beby, yang tak sengaja melihat adegan mereka berciuman. Wajah Jessica terlihat amat kesal, matanya memancarkan kemarahan.

Beby mengangkat sebelah alisnya, menatap Jessica dengan mata yang tajam. "Kamu pasti Jessica, adik tiri Beby. Dasar wanita licik, beraninya kalian menindas wanita sebaik Beby," ucap Vania dalam hati, masih merasa kesal dengan perlakuan Jessica dan ibu tirinya.

"Tenang, karena sekarang aku yang ada di tubuh kakak kamu. Aku akan mengajarimu bagaimana cara memperlakukan orang yang lebih tua," ucap Beby dalam hati, masih memikirkan rencana untuk memberi Jessica pelajaran.

"Kami melakukan apa yang baru saja kamu liat, memangnya apa lagi?" Beby menyeringai, menatap Jessica dengan mata yang tajam.

Barra seketika menatap ke arah Beby, tidak percaya dengan apa yang baru saja diucapkan Beby.

Beby memang sengaja mengatakannya, karena dia tau bahwa Jessica menyukai Barra, tunangannya. Terlihat sekali jika dia sedang cemburu. Maka Beby tak akan membiarkan Jessica mendapatkan apa yang dia inginkan.

Dia menarik tangan Barra yang sedang berdiri di dekatnya, dan mendekatkan bibirnya di telinga Barra. "Oke aku setuju, aku tak akan membatalkan pertunangan kita," katanya dengan suara yang lembut.

Mendengar itu, Barra sedikit lega. Dia tak perlu susah payah lagi untuk membujuk Beby. Namun, ia juga bingung bagaimana bisa keputusannya berubah begitu cepat. Padahal tadi dia bersikeras untuk mengakhiri pertunangan mereka.

Jessica menarik tangan Barra dengan paksa, matanya memancarkan kemarahan. "Kak, kenapa kamu dekat-dekat sama dia sih? Kak Barra dulu kan gak suka banget kalo berdekatan dengan dia."

Beby menyeringai, menatap Jessica dengan mata yang tajam. "Oh... Jadi mereka ada sesuatu ternyata. Liat aja, aku gak akan membiarkan kalian bersama bagaimanapun caranya," gumam Beby dalam hati.

"Loh, kenapa memangnya? Kami kan sudah bertunangan, wajar dong kalo kami dekat. Bahkan wajar juga kalo lebih dari itu, iya kan Ayah?" ucap Beby kepada Ayahnya yang baru saja kembali bersama Evelyn.

Seketika, Barra menarik tangannya dari Jessica. Charles mendekat, mengelus lembut rambut Beby. "Iya, tentu dong sayang. Kalian kan sudah resmi bertunangan."

Jessica mengepalkan tangan dan menyentak kakinya. Ia berlari ke belakang mamanya. "Ma, liat Beby, berani banget dia ngelawan aku. Mama harus beri dia pelajaran," bisik Jessica kepada Ibunya.

"Tenang sayang, sekarang dia lagi lupa ingatan itu lebih mudah untuk kita," kata Evelyn dengan suara yang lembut namun licik.

"Dia gak akan ingat apa yang pernah kita lakukan padanya hingga dia tak akan melapor pada Ayahmu."Tambah Evelyn.

Jessica menatap Ibunya dengan mata yang penasaran. "Sungguh dia lupa ingatan? Tapi tadi dia mengingatku, Ma."

Evelyn tersenyum, matanya memancarkan kejahatan. "Mungkin dia diberitahu si Nana. Tenang sayang, mama akan memberinya pelajaran nanti."

Jessica mengangguk, matanya memancarkan kepuasan. "Apa, jadi dia lupa ingatan? Baguslah, jadi aku tak perlu khawatir lagi," gumam Jessica dalam hati, merasa lega karena Beby tidak akan mengingat apa yang pernah terjadi padanya.

.

.

.

DUKUNG AUTHOR DENGAN LIKE, KOMENT DAN VOTE.

Terpopuler

Comments

.•♫•♬•LUO YI•♬•♫•.

.•♫•♬•LUO YI•♬•♫•.

baca aja neng klo mau tau jawabannya 🤭🤭

2025-02-03

0

Fifid Dwi Ariyani

Fifid Dwi Ariyani

trussemangat

2025-02-15

0

✎🍳TₑLₒᵣ CₑPLₒK🐣✍

✎🍳TₑLₒᵣ CₑPLₒK🐣✍

Bukan Barra kan thor orang nya?? Pwis bukan dia jodoh nya. Beby berhak dapet yang lebih baik, ntar kalo Beby udah glow up kejang - kejang dia.

2025-02-03

1

lihat semua
Episodes
1 PENOKOHAN
2 Bingung
3 Menerima
4 Pertemuan pertama
5 Beby ingin mengakhiri
6 Ciuman pertama
7 Sifat yang berbeda
8 Cuek tapi perhatian
9 Demam
10 Merubah penampilan
11 Cincin
12 Tamparan Beby
13 Menemui mama
14 Menyelamatkan
15 Pindah ke ruang VIP
16 Ayah pemabuk
17 Mata-mata Barra
18 Pelaku sesungguhnya
19 Siasat Evelyn
20 Pembalasan
21 H-1 Diet
22 Tak sesuai ekspektasi
23 H-2 Diet
24 Semangat diet
25 Coach tampan
26 Laki-laki idaman
27 Penulis Stan Lee
28 WeChat Barra
29 Stan Lee adalah Coach Aland
30 Mas Aland
31 Saat yang di tunggu-tunggu
32 Gelisah bertemu Barra
33 Pertemuan tak terduga
34 Barra dan Aland
35 Perhatian Beby
36 Club malam
37 Jadi salah tingkah
38 Malam yang panas
39 Tubuh seksi Beby
40 Kedatangan Jessica
41 Beby Kecelakaan
42 Barra Panik
43 Benih-benih Cinta
44 Di Interogasi om Charles
45 Barra memutuskan tinggal sendiri
46 Barra yang aneh
47 Barra dapat rejeki nomplok
48 Mulai terungkap
49 Sisi lain Barra
50 Trauma
51 Aland yang penuh perhatian
52 Barra uring-uringan
53 Jessica ketahuan
54 Mengunjungi Barra
55 Hangatnya pelukan Barra
56 Mulai ada rasa
57 Salah tingkah
58 Beby tau yang sebenarnya
59 Fokus melupakan Barra
60 Makan di Restoran mewah
61 Jadi topik hangat
62 1 Vs 5
63 Barra penyelamat
64 Jadi rebutan
65 Mode akur Barra dan Aland
66 Dua bocil
67 Gara-gara seblak
68 Barra tantrum
69 Barra yang jatuh cinta
70 Hampir dimarah calon mertua
71 Dua insan sedang jatuh cinta
72 Dibelain pacar
73 Rahasia Mama Anitha
74 Kenyataan yang menyakitkan
75 Rahasia yang sesungguhnya
76 Penginapan
77 Fobia
78 Malu sendiri
79 Barra dan Beby
80 Barra ugal-ugalan
81 Kebersamaan Barra dan Beby
82 Kabar yang bikin syok
83 Senyum bahagia
84 Ambisi Evelyn
85 Gerak-gerik yang mencurigakan
86 Jatuh dari tangga
87 Ruang Operasi.
88 Beby Koma
89 Kembalinya Vania.
90 Kembalinya Beby
91 Mulai pulih
92 Terminal Lucidity
93 Trauma yang dalam
94 Pertemuan kembali
95 Kesedihan yang mendalam
96 Barra dan Vania
97 Di ganggu Bapak
98 Vania keceplosan
99 Mantap bercerai
100 Kebersamaan bersama ibu
101 perasaan yang tak dapat diungkap
102 Penuh dengan rahasia
103 Mengantar surat cerai
104 Belenggu bapak
105 Kecurigaan pada Evelyn
106 Barra di lema
107 Hubungan Evelyn dan bapak Vania
108 Ponsel yang penuh bukti
109 Keserakahan
110 Kisah yang sama
111 Vania yang pengertian
112 Menunggu hari esok
113 Ibu hilang
114 Bangunan kosong
115 Menghadapi bahaya
116 Penyelamatan yang dramatis
117 Transfusi darah
118 Keserakahan Evelyn
119 Charles dan Evelyn
120 Jessica telah berubah
121 Bayangan Beby
122 Kegagalan
123 Hal tak terduga
124 Penembakan
125 Akhir yang bahagia
Episodes

Updated 125 Episodes

1
PENOKOHAN
2
Bingung
3
Menerima
4
Pertemuan pertama
5
Beby ingin mengakhiri
6
Ciuman pertama
7
Sifat yang berbeda
8
Cuek tapi perhatian
9
Demam
10
Merubah penampilan
11
Cincin
12
Tamparan Beby
13
Menemui mama
14
Menyelamatkan
15
Pindah ke ruang VIP
16
Ayah pemabuk
17
Mata-mata Barra
18
Pelaku sesungguhnya
19
Siasat Evelyn
20
Pembalasan
21
H-1 Diet
22
Tak sesuai ekspektasi
23
H-2 Diet
24
Semangat diet
25
Coach tampan
26
Laki-laki idaman
27
Penulis Stan Lee
28
WeChat Barra
29
Stan Lee adalah Coach Aland
30
Mas Aland
31
Saat yang di tunggu-tunggu
32
Gelisah bertemu Barra
33
Pertemuan tak terduga
34
Barra dan Aland
35
Perhatian Beby
36
Club malam
37
Jadi salah tingkah
38
Malam yang panas
39
Tubuh seksi Beby
40
Kedatangan Jessica
41
Beby Kecelakaan
42
Barra Panik
43
Benih-benih Cinta
44
Di Interogasi om Charles
45
Barra memutuskan tinggal sendiri
46
Barra yang aneh
47
Barra dapat rejeki nomplok
48
Mulai terungkap
49
Sisi lain Barra
50
Trauma
51
Aland yang penuh perhatian
52
Barra uring-uringan
53
Jessica ketahuan
54
Mengunjungi Barra
55
Hangatnya pelukan Barra
56
Mulai ada rasa
57
Salah tingkah
58
Beby tau yang sebenarnya
59
Fokus melupakan Barra
60
Makan di Restoran mewah
61
Jadi topik hangat
62
1 Vs 5
63
Barra penyelamat
64
Jadi rebutan
65
Mode akur Barra dan Aland
66
Dua bocil
67
Gara-gara seblak
68
Barra tantrum
69
Barra yang jatuh cinta
70
Hampir dimarah calon mertua
71
Dua insan sedang jatuh cinta
72
Dibelain pacar
73
Rahasia Mama Anitha
74
Kenyataan yang menyakitkan
75
Rahasia yang sesungguhnya
76
Penginapan
77
Fobia
78
Malu sendiri
79
Barra dan Beby
80
Barra ugal-ugalan
81
Kebersamaan Barra dan Beby
82
Kabar yang bikin syok
83
Senyum bahagia
84
Ambisi Evelyn
85
Gerak-gerik yang mencurigakan
86
Jatuh dari tangga
87
Ruang Operasi.
88
Beby Koma
89
Kembalinya Vania.
90
Kembalinya Beby
91
Mulai pulih
92
Terminal Lucidity
93
Trauma yang dalam
94
Pertemuan kembali
95
Kesedihan yang mendalam
96
Barra dan Vania
97
Di ganggu Bapak
98
Vania keceplosan
99
Mantap bercerai
100
Kebersamaan bersama ibu
101
perasaan yang tak dapat diungkap
102
Penuh dengan rahasia
103
Mengantar surat cerai
104
Belenggu bapak
105
Kecurigaan pada Evelyn
106
Barra di lema
107
Hubungan Evelyn dan bapak Vania
108
Ponsel yang penuh bukti
109
Keserakahan
110
Kisah yang sama
111
Vania yang pengertian
112
Menunggu hari esok
113
Ibu hilang
114
Bangunan kosong
115
Menghadapi bahaya
116
Penyelamatan yang dramatis
117
Transfusi darah
118
Keserakahan Evelyn
119
Charles dan Evelyn
120
Jessica telah berubah
121
Bayangan Beby
122
Kegagalan
123
Hal tak terduga
124
Penembakan
125
Akhir yang bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!