Penjaga Pedang Langit dan Neraka

Sosok-sosok besar boneka jiwa yang muncul dari kegelapan membuat lorong bergemuruh. Mereka tidak lagi seperti boneka jiwa sebelumnya tubuh mereka jauh lebih besar, dipenuhi lapisan pelindung seperti baja hitam. Cahaya merah di mata mereka bersinar tajam, menandakan kekuatan yang jauh lebih besar dari yang pernah mereka hadapi.

Qi Xuao Xuan melangkah maju, pedangnya sudah terhunus. Wajahnya tetap dingin seperti biasa, tetapi matanya menunjukkan kesiapan untuk bertarung. “Sepertinya jalan kita menuju pedang itu tidak semudah yang diharapkan.”

“Makhluk-makhluk ini adalah penjaga pedang,” kata Yan Zhao dengan nada tegas. “Pedang Langit dan Neraka terlalu kuat untuk dibiarkan begitu saja tanpa perlindungan. Mereka diciptakan untuk menguji siapa yang layak mengambilnya.”

“Ujiannya?!” Hu Zi memekik sambil melangkah mundur. “Makhluk-makhluk itu terlihat seperti bisa membunuh kita dalam satu serangan!”

Yan Zhao menatap Hu Zi dengan serius. “Ujian ini bukan hanya tentang kekuatan. Ini tentang keberanian, kerja sama, dan tekad. Jika kita tidak bisa melewati ini, maka kita tidak pantas mendapatkan pedang itu.”

Shen Yue mencabut belatinya, melirik ke arah Hu Zi. “Kita sudah sampai sejauh ini. Kita tidak bisa menyerah sekarang.”

Hu Zi menarik napas panjang, mencoba menenangkan ketakutannya. Meskipun tubuhnya masih lelah setelah menggunakan energi mutiara merah, ia tahu bahwa ia tidak bisa membiarkan yang lain bertarung sendiri.

Boneka jiwa pertama melangkah maju, suara langkah kakinya menggema seperti palu yang menghantam tanah. Makhluk itu mengayunkan cakar raksasanya ke arah Qi Xuao Xuan, yang dengan cekatan melompat menghindar dan membalas serangan dengan tebasan pedangnya. Namun, pedang itu hanya meninggalkan goresan kecil di pelindung makhluk tersebut.

“Pelindung mereka terlalu tebal!” Qi Xuao Xuan mendesis, mundur untuk menghindari serangan lanjutan.

Yan Zhao mengangkat tangannya, memanggil energi Yin yang dingin untuk menyerang boneka jiwa itu. Serangan itu mengenai tepat di dada makhluk tersebut, tetapi hanya berhasil membuatnya sedikit goyah.

“Kita harus menemukan titik lemahnya!” teriak Yan Zhao.

Sementara itu, Hu Zi berdiri terpaku, matanya terpaku pada makhluk-makhluk raksasa itu. Ia merasakan energi mutiara merah di dalam tubuhnya bergetar, seolah-olah merespons kehadiran Pedang Langit dan Neraka.

“Hu Zi!” Shen Yue memanggilnya, membuyarkan lamunannya. “Kami butuh bantuanmu sekarang!”

Hu Zi mengangguk, mencoba memusatkan pikirannya. Ia mengangkat tangannya, membiarkan energi merah mengalir keluar. Cahaya merah yang terang membentuk bola energi di tangannya, dan dengan semua kekuatan yang tersisa, ia melemparkannya ke arah salah satu boneka jiwa.

Ledakan besar mengguncang ruangan saat serangan itu mengenai dada makhluk tersebut. Boneka jiwa itu terdorong mundur, dan pelindung di bagian dadanya retak, memperlihatkan sebuah batu jiwa yang bersinar redup di dalamnya.

“Batu jiwa!” teriak Yan Zhao. “Itu adalah titik lemahnya! Hancurkan batu itu!”

Qi Xuao Xuan melompat dengan cepat, pedangnya mengarah langsung ke batu jiwa yang terekspos. Dengan satu tebasan kuat, ia menghancurkan batu tersebut, dan boneka jiwa itu runtuh ke tanah, tak lagi bergerak.

“Bagus!” Shen Yue berseru. “Tapi masih ada tiga lagi!”

Pertarungan semakin sengit. Boneka jiwa yang tersisa tampak semakin ganas, seolah-olah kehilangan satu dari mereka membuat mereka semakin agresif. Mereka menyerang tanpa henti, memaksa kelompok itu untuk terus bergerak dan menghindar.

Shen Yue menggunakan kecepatannya untuk mengalihkan perhatian salah satu makhluk, sementara Yan Zhao terus memberikan dukungan dengan serangan energi Yin-nya. Qi Xuao Xuan menghadapi dua boneka jiwa sekaligus, pedangnya menari di udara dengan presisi mematikan.

Namun, Hu Zi mulai kehabisan tenaga. Setiap kali ia menggunakan energi dari mutiara merah, tubuhnya terasa semakin lemah. Napasnya terengah-engah, dan keringat membasahi wajahnya.

“Hu Zi, jangan menyerah!” teriak Shen Yue, yang sedang berusaha menghindari serangan cakar makhluk.

“Aku... aku mencoba!” Hu Zi berteriak, meskipun tubuhnya gemetar. Ia tahu bahwa mereka tidak akan menang tanpa bantuannya.

Hu Zi memejamkan mata, mencoba merasakan energi mutiara merah dengan lebih dalam. Ia membayangkan kekuatan itu sebagai sungai yang mengalir, seperti yang diajarkan Yan Zhao. Perlahan, energi itu mulai stabil, dan cahaya merah kembali bersinar di tangannya.

Dengan kekuatan yang tersisa, Hu Zi melancarkan serangan langsung ke salah satu boneka jiwa yang sedang menyerang Qi Xuao Xuan. Serangan itu mengenai bagian kepala makhluk tersebut, menghancurkan pelindungnya dan memperlihatkan batu jiwa di dalamnya.

“Qi Xuao Xuan, sekarang!” teriak Hu Zi.

Qi Xuao Xuan tidak membuang waktu. Ia melompat dan mengarahkan pedangnya ke batu jiwa itu, menghancurkannya dengan satu serangan. Boneka jiwa itu runtuh, menyisakan hanya dua musuh lagi.

Sisa pertarungan adalah ujian ketahanan. Dengan kerja sama yang solid, mereka akhirnya berhasil menghancurkan semua batu jiwa dan menjatuhkan boneka jiwa yang tersisa.

Ruangan kembali hening. Tubuh-tubuh boneka jiwa yang hancur berserakan di lantai, sementara kelompok itu berdiri dengan napas terengah-engah.

“Kita berhasil,” kata Yan Zhao dengan nada lega.

Hu Zi jatuh berlutut, kelelahan menguasai tubuhnya. Shen Yue segera menghampirinya, memegang bahunya. “Kau baik-baik saja, Hu Zi?”

“Aku… hanya butuh istirahat sebentar,” jawab Hu Zi dengan suara lemah, tetapi ia tersenyum.

Qi Xuao Xuan, yang masih berdiri tegak meski tubuhnya penuh luka, berjalan menuju altar. Ia menatap Pedang Langit dan Neraka dengan ekspresi penuh rasa ingin tahu.

“Jadi, inilah yang kita cari,” gumamnya.

Yan Zhao melangkah mendekat, menatap pedang itu dengan serius. “Pedang ini adalah kunci untuk melawan kegelapan yang akan datang. Tapi, kita harus berhati-hati. Kekuatan sebesar ini bisa menjadi pedang bermata dua.”

Hu Zi menatap pedang itu dari kejauhan, perasaan campur aduk memenuhi hatinya. Ia tahu bahwa perjalanan mereka belum selesai, dan pedang itu hanyalah awal dari tantangan yang lebih besar yang akan mereka hadapi.

“Apakah kita benar-benar siap untuk ini?” gumam Hu Zi pelan.

Tidak ada yang menjawab, tetapi keheningan mereka sudah cukup untuk menunjukkan bahwa mereka semua merasakan hal yang sama beban tanggung jawab yang semakin berat di pundak mereka.

Terpopuler

Comments

Jjampong Official

Jjampong Official

Nice

2024-12-02

0

lihat semua
Episodes
1 Episode-1
2 Bayangan di Malam Kelam
3 Ujian Pertama
4 Penghuni Hutan Misterius
5 Rahasia Dibalik Kerudung
6 Bisikan Dari Kegelapan
7 Jejak Kegelapan
8 Tawaran Sang Penjaga
9 Pemburu dalam Kegelapan
10 Jejak yang Tertinggal
11 Kebenaran yang Terungkap
12 Perjalanan yang Berliku
13 Cahaya Ditengah Kegelapan
14 Bayangan Masa Lalu
15 Kebenaran Yang Tersembunyi
16 Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17 Pedang yang Menentukan Takdir
18 Awal Dari Sebuah Beban Baru
19 Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20 Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21 Kuil Bayangan yang Terlupakan
22 Penjaga Kegelapan
23 Kebangkitan Kegelapan
24 Jejak Kegelapan yang Tersisa
25 Bayangan Masa Lalu
26 Misi di Bukit Bayangan
27 Altar Bayangan
28 Bisikan dari Kegelapan
29 Jejak Masalalu yang Terkubur
30 Lorong yang Dilupakan Waktu
31 Penjaga Lorong Bayangan
32 Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33 Perjanjian yang Terlupakan
34 Misteri Mata Air Surga
35 Jejak di Kota Tertinggal
36 Bayangan Dari Masa Lalu
37 Perjalanan Menuju Gunung Langit
38 Rahasia Gunung Langit Merah
39 Pendakian Penuh Bahaya
40 Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41 Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43 Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44 Ujian dari Li Rong
45 Perjanjian yang Berbahaya
46 Cahaya di tengah Kegelapan
47 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48 Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49 Ujian dari ali Rong
50 Perjanjian yang Berbahaya
51 Cahaya ditengah Kegelapan
52 Pergerakan
53 Melawan Kegelapan
54 Akhir dan Awal Baru
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Episode-1
2
Bayangan di Malam Kelam
3
Ujian Pertama
4
Penghuni Hutan Misterius
5
Rahasia Dibalik Kerudung
6
Bisikan Dari Kegelapan
7
Jejak Kegelapan
8
Tawaran Sang Penjaga
9
Pemburu dalam Kegelapan
10
Jejak yang Tertinggal
11
Kebenaran yang Terungkap
12
Perjalanan yang Berliku
13
Cahaya Ditengah Kegelapan
14
Bayangan Masa Lalu
15
Kebenaran Yang Tersembunyi
16
Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17
Pedang yang Menentukan Takdir
18
Awal Dari Sebuah Beban Baru
19
Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20
Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21
Kuil Bayangan yang Terlupakan
22
Penjaga Kegelapan
23
Kebangkitan Kegelapan
24
Jejak Kegelapan yang Tersisa
25
Bayangan Masa Lalu
26
Misi di Bukit Bayangan
27
Altar Bayangan
28
Bisikan dari Kegelapan
29
Jejak Masalalu yang Terkubur
30
Lorong yang Dilupakan Waktu
31
Penjaga Lorong Bayangan
32
Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33
Perjanjian yang Terlupakan
34
Misteri Mata Air Surga
35
Jejak di Kota Tertinggal
36
Bayangan Dari Masa Lalu
37
Perjalanan Menuju Gunung Langit
38
Rahasia Gunung Langit Merah
39
Pendakian Penuh Bahaya
40
Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41
Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43
Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44
Ujian dari Li Rong
45
Perjanjian yang Berbahaya
46
Cahaya di tengah Kegelapan
47
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48
Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49
Ujian dari ali Rong
50
Perjanjian yang Berbahaya
51
Cahaya ditengah Kegelapan
52
Pergerakan
53
Melawan Kegelapan
54
Akhir dan Awal Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!