Cahaya Ditengah Kegelapan

Mayat hidup itu semakin mendekat, gerakannya semakin cepat seiring jumlah mereka yang terus bertambah. Qi Xuao Xuan berdiri di garis depan, pedangnya bersinar dengan energi gelap yang berkilauan. Setiap ayunan pedang memotong beberapa mayat, tapi jumlah mereka tampak tidak ada habisnya.

Yan Zhao terus berkonsentrasi pada ukiran batu di depannya, sementara Hu Zi mencoba mengendalikan energi mutiara merah di tangannya. Tangannya bergetar hebat, keringat mengucur dari dahinya, tapi cahaya merah itu semakin stabil.

“Kau bisa melakukannya, Hu Zi,” gumamnya pada dirinya sendiri. “Kau hanya perlu percaya.”

Shen Yue, yang berdiri di samping Yan Zhao, terlihat cemas. Ia memegang belati kecil di tangannya, meskipun jelas bahwa ia tidak memiliki banyak pengalaman bertarung. “Seberapa lama lagi?” tanyanya pada Yan Zhao dengan nada terdesak.

“Sedikit lagi,” jawab Yan Zhao tanpa menoleh. “Aku hampir menemukan kunci keseimbangan energi pada ukiran ini.”

Suara jeritan mayat hidup yang memekakkan telinga menggema di udara, membuat Hu Zi semakin gugup. Salah satu mayat berhasil menerobos pertahanan Qi Xuao Xuan dan melompat ke arah Hu Zi.

“Hu Zi, awas!” teriak Shen Yue.

Tanpa pikir panjang, Hu Zi mengangkat tangannya, membiarkan energi merah itu meledak keluar dari telapak tangannya. Cahaya merah itu menabrak mayat hidup dengan kekuatan luar biasa, menghancurkannya menjadi abu dalam sekejap.

Hu Zi terdiam, terkejut dengan apa yang baru saja dilakukannya. “Aku... aku berhasil?”

“Tentu saja kau berhasil!” seru Qi Xuao Xuan, meskipun nada bicaranya lebih terdengar seperti ejekan. “Sekarang terus lakukan itu, atau kita semua akan mati!”

Dengan semangat yang baru ditemukan, Hu Zi mulai memfokuskan energinya lagi, melepaskan ledakan kecil ke arah mayat hidup yang mendekat. Meski kekuatannya belum sepenuhnya terkontrol, ia berhasil mengurangi tekanan pada Qi Xuao Xuan.

Sementara itu, Yan Zhao akhirnya menemukan pola yang ia cari pada ukiran batu. Ia menekan simbol-simbol tertentu dengan urutan yang tepat, dan batu besar itu mulai bergetar.

“Jalannya terbuka!” seru Yan Zhao. Batu itu perlahan bergeser, membuka jalan rahasia yang menurun ke dalam tanah.

“Cepat masuk!” teriak Yan Zhao, melambaikan tangannya ke arah yang lain.

Qi Xuao Xuan mundur dengan hati-hati, terus melawan mayat hidup yang mengepungnya. “Ayo, Hu Zi, kau yang duluan!”

Hu Zi, meski masih gemetar, berlari ke arah pintu masuk. Shen Yue mengikuti di belakangnya, sementara Yan Zhao menunggu sampai semua orang masuk sebelum dirinya sendiri. Qi Xuao Xuan menjadi yang terakhir, menendang salah satu mayat hidup ke belakang sebelum melompat ke dalam lorong yang gelap.

Begitu mereka semua masuk, Yan Zhao mengayunkan tongkatnya, dan pintu batu itu menutup kembali dengan suara gemuruh, menghalangi mayat hidup yang mengejar mereka.

Suasana di dalam lorong terasa begitu hening, hanya suara napas mereka yang terdengar. Dinding lorong itu dipenuhi dengan ukiran-ukiran kuno, sementara cahaya samar dari kristal-kristal kecil di langit-langit menerangi jalan.

“Apakah kita aman sekarang?” tanya Hu Zi, suaranya masih terdengar gemetar.

“Untuk sementara,” jawab Yan Zhao sambil mengusap keningnya. “Mayat hidup itu tidak bisa masuk ke sini. Tapi ini baru permulaan. Jalan ini mungkin bebas dari roh jahat, tapi penuh dengan jebakan kuno.”

“Hebat,” Qi Xuao Xuan bergumam dengan nada sarkastik. “Dari satu masalah ke masalah lainnya.”

Yan Zhao mengabaikannya dan mulai berjalan lebih dalam ke lorong. “Kita tidak punya waktu untuk mengeluh. Semakin cepat kita sampai ke ujung jalan ini, semakin baik.”

Hu Zi berjalan di belakang Yan Zhao, menatap dinding-dinding lorong dengan rasa ingin tahu. Ukiran-ukiran di dinding itu tampak menceritakan sebuah kisah, meskipun ia tidak sepenuhnya mengerti artinya.

“Apa ini?” tanya Hu Zi, menunjuk ke salah satu ukiran yang menggambarkan sosok besar dengan mahkota berdiri di atas lautan api.

“Itu adalah Raja Iblis,” jawab Yan Zhao tanpa berhenti berjalan. “Ia adalah penguasa yang hampir menghancurkan dunia 500 tahun lalu. Kuil Langit Tersembunyi dibangun untuk menyegel kekuatannya agar tidak pernah bangkit lagi.”

Hu Zi menelan ludah, merasa bulu kuduknya berdiri. “Jadi, apa yang kita lihat di sini adalah sejarah perang itu?”

“Benar,” kata Yan Zhao. “Dan mutiara merah yang ada di tubuhmu adalah bagian dari sejarah itu. Energi Yang di dalam mutiara itu digunakan untuk menyegel Raja Iblis. Tanpa itu, segelnya tidak akan bertahan lama.”

Hu Zi terdiam, merasa bebannya semakin berat. Ia tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya yang sederhana akan berubah menjadi sekompleks ini.

“Berhenti,” kata Qi Xuao Xuan tiba-tiba, mengangkat tangannya.

Mereka semua berhenti, menatapnya dengan penuh tanda tanya. Qi Xuao Xuan menunjuk ke lantai di depan mereka, di mana terdapat pola-pola aneh yang terlihat seperti perangkap.

“Jebakan kuno,” katanya singkat. “Satu langkah salah, dan kita semua bisa mati.”

Yan Zhao mendekat, memeriksa pola itu dengan seksama. “Ini adalah jebakan berbasis energi. Jika kita melewatinya tanpa memecahkan kodenya, energi di dalam jebakan ini akan meledak.”

“Lalu bagaimana cara kita memecahkannya?” tanya Hu Zi, merasa semakin cemas.

Yan Zhao menghela napas. “Kita harus menemukan cara untuk menyeimbangkan energi Yin dan Yang dalam pola ini. Tapi itu akan memakan waktu.”

Sementara Yan Zhao mulai bekerja pada jebakan itu, Qi Xuao Xuan berdiri di belakang, mengawasi lorong untuk memastikan tidak ada ancaman yang datang.

Hu Zi, meskipun merasa gugup, mencoba membantu Yan Zhao. “Apa yang bisa aku lakukan untuk membantu?”

Yan Zhao tersenyum tipis. “Fokuskan energimu pada mutiara merah itu. Mungkin kita bisa menggunakannya untuk menetralkan jebakan ini.”

Hu Zi mengangguk, meskipun ia merasa belum sepenuhnya yakin pada dirinya sendiri. Ia meletakkan tangannya di atas pola jebakan, mencoba menarik energi dari mutiara merah di dalam tubuhnya.

Cahaya merah samar mulai muncul di tangan Hu Zi, menyelimuti pola jebakan itu. Yan Zhao mengarahkan tongkatnya, menggabungkan energi biru miliknya dengan energi merah dari Hu Zi.

Lorong itu tiba-tiba dipenuhi dengan suara gemuruh, dan pola jebakan itu mulai memudar.

“Kita berhasil,” kata Yan Zhao dengan nada lega. “Tapi kita harus terus bergerak. Lorong ini mungkin menyembunyikan lebih banyak jebakan.”

Hu Zi mengangguk, meskipun tubuhnya terasa lelah.

Episodes
1 Episode-1
2 Bayangan di Malam Kelam
3 Ujian Pertama
4 Penghuni Hutan Misterius
5 Rahasia Dibalik Kerudung
6 Bisikan Dari Kegelapan
7 Jejak Kegelapan
8 Tawaran Sang Penjaga
9 Pemburu dalam Kegelapan
10 Jejak yang Tertinggal
11 Kebenaran yang Terungkap
12 Perjalanan yang Berliku
13 Cahaya Ditengah Kegelapan
14 Bayangan Masa Lalu
15 Kebenaran Yang Tersembunyi
16 Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17 Pedang yang Menentukan Takdir
18 Awal Dari Sebuah Beban Baru
19 Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20 Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21 Kuil Bayangan yang Terlupakan
22 Penjaga Kegelapan
23 Kebangkitan Kegelapan
24 Jejak Kegelapan yang Tersisa
25 Bayangan Masa Lalu
26 Misi di Bukit Bayangan
27 Altar Bayangan
28 Bisikan dari Kegelapan
29 Jejak Masalalu yang Terkubur
30 Lorong yang Dilupakan Waktu
31 Penjaga Lorong Bayangan
32 Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33 Perjanjian yang Terlupakan
34 Misteri Mata Air Surga
35 Jejak di Kota Tertinggal
36 Bayangan Dari Masa Lalu
37 Perjalanan Menuju Gunung Langit
38 Rahasia Gunung Langit Merah
39 Pendakian Penuh Bahaya
40 Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41 Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43 Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44 Ujian dari Li Rong
45 Perjanjian yang Berbahaya
46 Cahaya di tengah Kegelapan
47 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48 Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49 Ujian dari ali Rong
50 Perjanjian yang Berbahaya
51 Cahaya ditengah Kegelapan
52 Pergerakan
53 Melawan Kegelapan
54 Akhir dan Awal Baru
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Episode-1
2
Bayangan di Malam Kelam
3
Ujian Pertama
4
Penghuni Hutan Misterius
5
Rahasia Dibalik Kerudung
6
Bisikan Dari Kegelapan
7
Jejak Kegelapan
8
Tawaran Sang Penjaga
9
Pemburu dalam Kegelapan
10
Jejak yang Tertinggal
11
Kebenaran yang Terungkap
12
Perjalanan yang Berliku
13
Cahaya Ditengah Kegelapan
14
Bayangan Masa Lalu
15
Kebenaran Yang Tersembunyi
16
Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17
Pedang yang Menentukan Takdir
18
Awal Dari Sebuah Beban Baru
19
Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20
Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21
Kuil Bayangan yang Terlupakan
22
Penjaga Kegelapan
23
Kebangkitan Kegelapan
24
Jejak Kegelapan yang Tersisa
25
Bayangan Masa Lalu
26
Misi di Bukit Bayangan
27
Altar Bayangan
28
Bisikan dari Kegelapan
29
Jejak Masalalu yang Terkubur
30
Lorong yang Dilupakan Waktu
31
Penjaga Lorong Bayangan
32
Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33
Perjanjian yang Terlupakan
34
Misteri Mata Air Surga
35
Jejak di Kota Tertinggal
36
Bayangan Dari Masa Lalu
37
Perjalanan Menuju Gunung Langit
38
Rahasia Gunung Langit Merah
39
Pendakian Penuh Bahaya
40
Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41
Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43
Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44
Ujian dari Li Rong
45
Perjanjian yang Berbahaya
46
Cahaya di tengah Kegelapan
47
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48
Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49
Ujian dari ali Rong
50
Perjanjian yang Berbahaya
51
Cahaya ditengah Kegelapan
52
Pergerakan
53
Melawan Kegelapan
54
Akhir dan Awal Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!