Kebenaran Yang Tersembunyi

Setelah pertarungan sengit melawan boneka jiwa, lorong menjadi hening, menyisakan napas berat dan langkah pelan dari kelompok itu. Udara dingin yang sebelumnya menusuk perlahan-lahan mulai mereda, tapi rasa tegang di antara mereka masih terasa.

Hu Zi, yang berjalan dengan langkah tertatih-tatih, sesekali memegangi dadanya. Energi dari mutiara merah telah membantu mereka keluar dari situasi yang sulit, tapi dampaknya pada tubuhnya mulai terasa. Shen Yue menghampirinya, meletakkan tangannya di bahu Hu Zi.

“Kau benar-benar hebat tadi,” kata Shen Yue sambil tersenyum. “Tapi jangan terlalu memaksakan diri.”

Hu Zi hanya mengangguk, terlalu lelah untuk menjawab. Ia menatap Qi Xuao Xuan, yang berjalan di depan dengan wajah datar. Meski pria itu terlihat seperti tidak peduli, Hu Zi bisa merasakan bahwa dia diam-diam memperhatikan setiap gerakan mereka.

“Jadi, apa yang ada di ujung lorong ini?” tanya Qi Xuao Xuan, suaranya menggema di sepanjang dinding batu.

Yan Zhao, yang memimpin kelompok, melambatkan langkahnya dan menatap ukiran di dinding. “Di ujung lorong ini, ada sebuah ruang suci. Tempat itu adalah salah satu dari sedikit lokasi yang masih menyimpan artefak kuno dari perang besar 500 tahun lalu.”

“Maksudmu, artefak yang mungkin terkait dengan mutiara merah?” tanya Qi Xuao Xuan tanpa menoleh.

Yan Zhao mengangguk. “Ada kemungkinan besar. Jika kita ingin mengetahui lebih banyak tentang asal usul mutiara itu dan bagaimana cara mengendalikan energinya, kita harus mencapai ruang suci itu.”

Mendengar hal ini, Hu Zi merasa sedikit cemas. Setiap kali mutiara merah di dalam dirinya digunakan, ia selalu merasakan sensasi aneh—antara kekuatan besar dan kehancuran yang mengintai.

“Mutiara ini… apakah benar-benar berasal dari perang 500 tahun lalu?” tanya Hu Zi akhirnya, memecah keheningan.

Yan Zhao berhenti, menatapnya dengan serius. “Ya, mutiara itu adalah salah satu bagian dari segel kuno yang dibuat oleh para master iblis untuk mengurung Raja Iblis. Tapi tidak ada yang tahu mengapa mutiara itu sekarang berada di dalam tubuhmu, Hu Zi.”

“Lalu… apa yang terjadi jika segel itu benar-benar pecah?” tanya Hu Zi dengan nada ragu.

Yan Zhao tidak langsung menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya, wajahnya tampak lebih serius dari sebelumnya. Qi Xuao Xuan, yang biasanya sinis, juga terdiam.

“Jika segel itu pecah…” Yan Zhao akhirnya berbicara, suaranya penuh kekhawatiran. “Maka Raja Iblis akan bangkit kembali, dan dunia akan berada dalam bahaya yang tak terbayangkan.”

Kata-kata itu membuat jantung Hu Zi berdegup kencang. Ia menelan ludah, mencoba menenangkan pikirannya yang kacau.

“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanyanya dengan nada gemetar.

“Kita harus menemukan cara untuk menstabilkan energi dalam tubuhmu,” jawab Yan Zhao. “Dan untuk itu, kita butuh semua petunjuk yang bisa kita temukan di ruang suci ini.”

Mereka terus berjalan hingga akhirnya tiba di sebuah pintu besar yang terbuat dari batu hitam. Ukiran rumit menghiasi permukaannya, menggambarkan sosok-sosok pejuang kuno yang bertarung melawan monster raksasa. Di tengah pintu, ada simbol Yin-Yang yang bersinar samar.

“Ini dia,” kata Yan Zhao dengan nada serius. “Pintu menuju ruang suci.”

“Bagaimana kita membukanya?” tanya Qi Xuao Xuan sambil memeriksa pintu itu.

“Pintu ini membutuhkan keseimbangan energi Yin dan Yang untuk dibuka,” jawab Yan Zhao. “Aku akan menggunakan energiku untuk mengaktifkan sisi Yin, tapi kita butuh energi Yang untuk melengkapi keseimbangannya.”

Semua mata langsung tertuju pada Hu Zi. Ia mundur setengah langkah, merasa gugup. “Aku? Lagi?”

“Tidak ada pilihan lain,” kata Yan Zhao. “Energi Yang dari mutiara merah di tubuhmu adalah satu-satunya kunci untuk membuka pintu ini.”

Hu Zi menghela napas dalam-dalam, mencoba menguatkan dirinya. Ia melangkah maju, berdiri di depan pintu. Yan Zhao meletakkan tangannya di simbol Yin, sementara Hu Zi memusatkan energinya ke simbol Yang.

Cahaya biru dan merah mulai bersinar dari tangan mereka, memenuhi ruangan dengan kilauan yang memukau. Tapi prosesnya tidak semudah yang mereka harapkan. Energi dari mutiara merah mulai mengamuk, memaksa Hu Zi untuk berjuang lebih keras untuk mengendalikannya.

“Fokus, Hu Zi!” seru Yan Zhao. “Jangan biarkan energinya keluar dari kendali!”

“Aku… aku mencoba!” Hu Zi berteriak, keringat mengalir di wajahnya. Tubuhnya gemetar, tapi ia tidak menyerah. Ia mengingat kata-kata Yan Zhao sebelumnya—biarkan energi itu mengalir, jangan melawannya.

Cahaya merah itu perlahan stabil, bergabung dengan energi biru dari Yan Zhao. Simbol Yin-Yang di pintu mulai berputar, dan suara gemuruh terdengar saat pintu batu itu perlahan terbuka.

“Bagus sekali, Hu Zi,” kata Yan Zhao sambil tersenyum lega.

Hu Zi jatuh berlutut, napasnya terengah-engah. “Aku... aku hampir tidak bisa melakukannya…”

“Yang penting, kau berhasil,” Shen Yue membantu Hu Zi berdiri. “Kau semakin kuat, Hu Zi. Aku tahu kau bisa mengatasinya.”

Hu Zi tersenyum kecil, meskipun rasa lelah masih terpancar di wajahnya.

Mereka memasuki ruang suci yang tersembunyi di balik pintu. Ruangan itu luas, dengan langit-langit tinggi yang dihiasi kristal bercahaya. Di tengah ruangan, ada sebuah altar besar yang dipenuhi dengan ukiran-ukiran kuno.

Namun, apa yang menarik perhatian mereka adalah sebuah benda yang terletak di atas altar—sebuah pedang besar dengan bilah yang bersinar dalam cahaya emas dan hitam.

“Pedang itu…” Qi Xuao Xuan melangkah maju, matanya terpaku pada senjata tersebut.

“Itu adalah Pedang Langit dan Neraka,” kata Yan Zhao, suaranya penuh kekaguman. “Salah satu senjata legendaris yang digunakan untuk melawan Raja Iblis dalam perang besar. Pedang ini memiliki kekuatan untuk menyeimbangkan energi Yin dan Yang.”

Hu Zi menatap pedang itu dengan perasaan campur aduk. Ia tahu bahwa pedang itu mungkin menjadi kunci untuk menghentikan ancaman yang mengintai dunia, tapi ia juga merasa bahwa pedang itu menyimpan rahasia yang jauh lebih dalam.

“Kalau begitu, apa yang kita tunggu?” tanya Qi Xuao Xuan sambil mendekati altar. “Ayo kita ambil pedang itu dan selesaikan masalah ini.”

Namun, sebelum Qi Xuao Xuan bisa menyentuh pedang itu, suara gemuruh terdengar dari belakang mereka.

“Ada yang datang,” kata Shen Yue dengan nada panik.

Dari bayangan di lorong, sosok besar mulai muncul. Kali ini, bukan hanya satu makhluk—tapi sekumpulan boneka jiwa yang jauh lebih besar dan lebih mengerikan dari sebelumnya.

“Sepertinya mereka tidak akan membiarkan kita mengambil pedang itu dengan mudah,” kata Qi Xuao Xuan sambil mencabut pedangnya.

“Bersiaplah,” kata Yan Zhao. “Pertarungan kita belum selesai.”

Hu Zi menggenggam mutiara merah di dadanya, mencoba mengumpulkan keberanian.ng Tersembunyi.

Episodes
1 Episode-1
2 Bayangan di Malam Kelam
3 Ujian Pertama
4 Penghuni Hutan Misterius
5 Rahasia Dibalik Kerudung
6 Bisikan Dari Kegelapan
7 Jejak Kegelapan
8 Tawaran Sang Penjaga
9 Pemburu dalam Kegelapan
10 Jejak yang Tertinggal
11 Kebenaran yang Terungkap
12 Perjalanan yang Berliku
13 Cahaya Ditengah Kegelapan
14 Bayangan Masa Lalu
15 Kebenaran Yang Tersembunyi
16 Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17 Pedang yang Menentukan Takdir
18 Awal Dari Sebuah Beban Baru
19 Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20 Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21 Kuil Bayangan yang Terlupakan
22 Penjaga Kegelapan
23 Kebangkitan Kegelapan
24 Jejak Kegelapan yang Tersisa
25 Bayangan Masa Lalu
26 Misi di Bukit Bayangan
27 Altar Bayangan
28 Bisikan dari Kegelapan
29 Jejak Masalalu yang Terkubur
30 Lorong yang Dilupakan Waktu
31 Penjaga Lorong Bayangan
32 Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33 Perjanjian yang Terlupakan
34 Misteri Mata Air Surga
35 Jejak di Kota Tertinggal
36 Bayangan Dari Masa Lalu
37 Perjalanan Menuju Gunung Langit
38 Rahasia Gunung Langit Merah
39 Pendakian Penuh Bahaya
40 Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41 Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43 Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44 Ujian dari Li Rong
45 Perjanjian yang Berbahaya
46 Cahaya di tengah Kegelapan
47 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48 Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49 Ujian dari ali Rong
50 Perjanjian yang Berbahaya
51 Cahaya ditengah Kegelapan
52 Pergerakan
53 Melawan Kegelapan
54 Akhir dan Awal Baru
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Episode-1
2
Bayangan di Malam Kelam
3
Ujian Pertama
4
Penghuni Hutan Misterius
5
Rahasia Dibalik Kerudung
6
Bisikan Dari Kegelapan
7
Jejak Kegelapan
8
Tawaran Sang Penjaga
9
Pemburu dalam Kegelapan
10
Jejak yang Tertinggal
11
Kebenaran yang Terungkap
12
Perjalanan yang Berliku
13
Cahaya Ditengah Kegelapan
14
Bayangan Masa Lalu
15
Kebenaran Yang Tersembunyi
16
Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17
Pedang yang Menentukan Takdir
18
Awal Dari Sebuah Beban Baru
19
Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20
Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21
Kuil Bayangan yang Terlupakan
22
Penjaga Kegelapan
23
Kebangkitan Kegelapan
24
Jejak Kegelapan yang Tersisa
25
Bayangan Masa Lalu
26
Misi di Bukit Bayangan
27
Altar Bayangan
28
Bisikan dari Kegelapan
29
Jejak Masalalu yang Terkubur
30
Lorong yang Dilupakan Waktu
31
Penjaga Lorong Bayangan
32
Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33
Perjanjian yang Terlupakan
34
Misteri Mata Air Surga
35
Jejak di Kota Tertinggal
36
Bayangan Dari Masa Lalu
37
Perjalanan Menuju Gunung Langit
38
Rahasia Gunung Langit Merah
39
Pendakian Penuh Bahaya
40
Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41
Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43
Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44
Ujian dari Li Rong
45
Perjanjian yang Berbahaya
46
Cahaya di tengah Kegelapan
47
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48
Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49
Ujian dari ali Rong
50
Perjanjian yang Berbahaya
51
Cahaya ditengah Kegelapan
52
Pergerakan
53
Melawan Kegelapan
54
Akhir dan Awal Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!