Kebenaran yang Terungkap

Pria yang tergeletak di tanah itu tampak sangat lemah. Nafasnya tersengal-sengal, dan darah terus mengalir dari luka-lukanya, menciptakan genangan merah di tanah. Hu Zi mendekat dengan hati-hati, menatap wajah pria itu yang pucat dan penuh luka bakar.

“Kita tidak bisa membiarkannya mati begitu saja,” kata Hu Zi dengan nada penuh belas kasihan. “Dia butuh bantuan.”

“Dia mungkin musuh,” sela Qi Xuao Xuan dengan dingin. Pedangnya tetap dipegang erat, siap untuk menyerang kapan saja. “Kita tidak tahu siapa dia dan kenapa dia di sini. Bisa saja ini jebakan.”

“Tapi dia manusia!” balas Hu Zi, suaranya terdengar memohon. “Kita tidak bisa meninggalkan dia seperti ini.”

Yan Zhao, yang sejak tadi memeriksa pria itu dengan tatapan tajam, akhirnya angkat bicara. “Dia memang manusia, tapi Qi Xuao Xuan benar. Kita harus berhati-hati. Luka-lukanya tidak hanya berasal dari senjata biasa—ini jelas serangan dari energi iblis.”

Pria itu membuka matanya sedikit, tampak berusaha untuk berbicara meski tubuhnya sangat lemah. “Tolong... aku... aku membawa pesan...” katanya dengan suara serak, hampir tidak terdengar.

Hu Zi berlutut di sampingnya, mencoba mendengar lebih jelas. “Pesan apa? Siapa yang mengirimmu?”

Pria itu mencoba mengangkat tangannya, tapi tubuhnya terlalu lemah untuk bergerak. “Mereka... mereka akan menyerang... konspirasi besar...”

Kata-katanya terputus oleh batuk keras, darah segar mengalir dari sudut bibirnya. Hu Zi menggigit bibirnya, merasa putus asa. “Dia akan mati kalau kita tidak melakukan sesuatu.”

Yan Zhao menghela napas panjang, lalu mengangkat tongkat kristalnya. Cahaya biru lembut muncul dari ujung tongkat itu, menyelimuti tubuh pria tersebut. Luka-lukanya mulai menutup perlahan, meski tidak sepenuhnya sembuh.

“Itu cukup untuk membuatnya bertahan sedikit lebih lama,” kata Yan Zhao sambil berdiri. “Tapi dia butuh waktu untuk pulih. Kita harus membawanya ke tempat aman.”

Qi Xuao Xuan mengerutkan kening. “Membawanya? Kau bercanda, kan? Kita sudah cukup kesulitan dengan pemburu yang mengejar kita. Membawa orang ini hanya akan memperlambat kita.”

“Dia punya informasi penting,” balas Yan Zhao tegas. “Kau mendengarnya sendiri. Dia menyebutkan konspirasi besar. Jika itu ada hubungannya dengan perang iblis 500 tahun lalu, kita harus mengetahuinya.”

Hu Zi memandang pria itu dengan penuh belas kasihan, lalu berbalik menatap Qi Xuao Xuan. “Dia tidak bisa melukai kita. Dia terlalu lemah. Tolong, kita tidak bisa meninggalkannya begitu saja.”

Qi Xuao Xuan mendengus, tapi akhirnya menghela napas. “Baiklah, tapi jika dia mencoba sesuatu yang mencurigakan, aku tidak akan ragu untuk menghabisinya.”

Setelah memastikan pria itu cukup stabil untuk dibawa, mereka melanjutkan perjalanan menuju sebuah gua di kaki bukit yang tidak jauh dari sana. Gua itu kecil tapi cukup tersembunyi, terlindung dari pandangan siapa pun yang mungkin mengejar mereka.

Pria itu akhirnya mulai sadar sepenuhnya setelah beberapa jam. Ia duduk dengan lemah di dinding gua, memandang mereka dengan mata yang dipenuhi rasa takut sekaligus keputusasaan.

“Siapa namamu?” tanya Yan Zhao, duduk di depannya dengan pandangan tajam.

Pria itu menelan ludah sebelum menjawab dengan suara serak. “Namaku... Shen Yue. Aku dulunya seorang penjaga di istana iblis.”

“Istana iblis?” tanya Hu Zi dengan nada terkejut. “Bagaimana kau bisa sampai di sini?”

Shen Yue menundukkan kepalanya, tampak malu sekaligus takut. “Aku melarikan diri... setelah mengetahui sesuatu yang tidak seharusnya aku ketahui. Para penguasa istana sedang merencanakan sesuatu yang besar—sesuatu yang bisa menghancurkan keseimbangan dunia.”

Yan Zhao menyipitkan matanya. “Apa yang mereka rencanakan?”

Shen Yue mengangkat wajahnya, menatap mereka dengan ekspresi serius. “Mereka mencari cara untuk menguasai energi kuno yang tersegel sejak perang iblis terakhir, 500 tahun lalu. Energi itu begitu kuat sehingga bisa membangkitkan raja iblis yang telah lama mati. Jika mereka berhasil... dunia akan hancur.”

Ucapan itu membuat keheningan menyelimuti gua. Hu Zi merasa tubuhnya merinding. “Membangkitkan raja iblis? Bukankah itu hanya legenda?”

“Bukan,” jawab Shen Yue dengan tegas. “Aku telah melihat mereka bekerja. Mereka mengumpulkan artefak-artefak kuno dan mencari cara untuk memecahkan segel. Dan mutiara merah yang ada di dalam tubuhmu...” ia menatap Hu Zi dengan intens. “...itu adalah kunci terakhir yang mereka butuhkan.”

Hu Zi merasa napasnya tersangkut di tenggorokannya. “Mutiara ini? Tapi... aku bahkan tidak tahu bagaimana cara menggunakannya!”

“Itu tidak penting,” kata Shen Yue. “Yang penting adalah energinya. Dengan energi dari mutiara merah, mereka bisa memecahkan segel dan membangkitkan raja iblis. Itulah sebabnya mereka mengirim pemburu untuk mengejarmu.”

Yan Zhao mengangguk, tampak memahami situasi. “Jadi itulah sebabnya mereka begitu gigih. Jika apa yang kau katakan benar, maka kita harus menghentikan mereka sebelum terlambat.”

Qi Xuao Xuan, yang sejak tadi diam, akhirnya angkat bicara. “Kita bahkan belum tahu siapa musuh utama kita. Jika rencana mereka melibatkan sesuatu sebesar ini, pasti ada seorang pemimpin yang mengatur semuanya.”

Shen Yue mengangguk. “Benar. Pemimpin mereka adalah seorang wanita bernama Bai Ling. Dia adalah penasihat tertinggi istana iblis, tapi sebenarnya dialah dalang di balik semua ini. Dia sangat kuat, bahkan para penguasa iblis pun takut padanya.”

Nama itu membuat Yan Zhao tampak terkejut sesaat, meskipun ia cepat menyembunyikannya. “Bai Ling... aku pernah mendengar namanya. Jika dia benar-benar terlibat, ini akan menjadi jauh lebih sulit dari yang kita kira.”

Hu Zi merasa kepalanya penuh dengan informasi yang membingungkan. “Jadi... apa yang harus kita lakukan sekarang?”

Yan Zhao berdiri, menatap keluar gua. “Kita harus mencapai Kuil Langit Tersembunyi secepat mungkin. Di sana, kita bisa mencari cara untuk melindungi mutiara dan menghentikan rencana mereka. Tapi perjalanan ini akan semakin berbahaya.”

Shen Yue menunduk, suaranya terdengar lemah. “Aku akan membantumu. Aku tahu beberapa rahasia istana yang mungkin berguna.”

Qi Xuao Xuan mengerutkan kening. “Kau yakin dia bisa dipercaya?”

Yan Zhao menatap Shen Yue dalam-dalam sebelum menjawab. “Saat ini, kita tidak punya pilihan lain. Tapi kita harus selalu waspada.”

Hu Zi menatap Shen Yue dengan campuran rasa takut dan harapan.

Episodes
1 Episode-1
2 Bayangan di Malam Kelam
3 Ujian Pertama
4 Penghuni Hutan Misterius
5 Rahasia Dibalik Kerudung
6 Bisikan Dari Kegelapan
7 Jejak Kegelapan
8 Tawaran Sang Penjaga
9 Pemburu dalam Kegelapan
10 Jejak yang Tertinggal
11 Kebenaran yang Terungkap
12 Perjalanan yang Berliku
13 Cahaya Ditengah Kegelapan
14 Bayangan Masa Lalu
15 Kebenaran Yang Tersembunyi
16 Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17 Pedang yang Menentukan Takdir
18 Awal Dari Sebuah Beban Baru
19 Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20 Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21 Kuil Bayangan yang Terlupakan
22 Penjaga Kegelapan
23 Kebangkitan Kegelapan
24 Jejak Kegelapan yang Tersisa
25 Bayangan Masa Lalu
26 Misi di Bukit Bayangan
27 Altar Bayangan
28 Bisikan dari Kegelapan
29 Jejak Masalalu yang Terkubur
30 Lorong yang Dilupakan Waktu
31 Penjaga Lorong Bayangan
32 Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33 Perjanjian yang Terlupakan
34 Misteri Mata Air Surga
35 Jejak di Kota Tertinggal
36 Bayangan Dari Masa Lalu
37 Perjalanan Menuju Gunung Langit
38 Rahasia Gunung Langit Merah
39 Pendakian Penuh Bahaya
40 Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41 Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43 Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44 Ujian dari Li Rong
45 Perjanjian yang Berbahaya
46 Cahaya di tengah Kegelapan
47 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48 Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49 Ujian dari ali Rong
50 Perjanjian yang Berbahaya
51 Cahaya ditengah Kegelapan
52 Pergerakan
53 Melawan Kegelapan
54 Akhir dan Awal Baru
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Episode-1
2
Bayangan di Malam Kelam
3
Ujian Pertama
4
Penghuni Hutan Misterius
5
Rahasia Dibalik Kerudung
6
Bisikan Dari Kegelapan
7
Jejak Kegelapan
8
Tawaran Sang Penjaga
9
Pemburu dalam Kegelapan
10
Jejak yang Tertinggal
11
Kebenaran yang Terungkap
12
Perjalanan yang Berliku
13
Cahaya Ditengah Kegelapan
14
Bayangan Masa Lalu
15
Kebenaran Yang Tersembunyi
16
Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17
Pedang yang Menentukan Takdir
18
Awal Dari Sebuah Beban Baru
19
Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20
Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21
Kuil Bayangan yang Terlupakan
22
Penjaga Kegelapan
23
Kebangkitan Kegelapan
24
Jejak Kegelapan yang Tersisa
25
Bayangan Masa Lalu
26
Misi di Bukit Bayangan
27
Altar Bayangan
28
Bisikan dari Kegelapan
29
Jejak Masalalu yang Terkubur
30
Lorong yang Dilupakan Waktu
31
Penjaga Lorong Bayangan
32
Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33
Perjanjian yang Terlupakan
34
Misteri Mata Air Surga
35
Jejak di Kota Tertinggal
36
Bayangan Dari Masa Lalu
37
Perjalanan Menuju Gunung Langit
38
Rahasia Gunung Langit Merah
39
Pendakian Penuh Bahaya
40
Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41
Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43
Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44
Ujian dari Li Rong
45
Perjanjian yang Berbahaya
46
Cahaya di tengah Kegelapan
47
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48
Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49
Ujian dari ali Rong
50
Perjanjian yang Berbahaya
51
Cahaya ditengah Kegelapan
52
Pergerakan
53
Melawan Kegelapan
54
Akhir dan Awal Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!