Bayangan Masa Lalu

Lorong yang mereka lewati semakin menyesakkan. Dinding-dindingnya terasa seperti mendekat, membuat udara menjadi lebih tipis. Hu Zi berjalan di belakang Yan Zhao, napasnya terdengar berat. Kelelahan setelah menggunakan energi dari mutiara merah masih terasa, seolah tubuhnya menguras cadangan kekuatannya yang tersisa.

Shen Yue berjalan di samping Hu Zi, sesekali melirik dengan khawatir. “Kau baik-baik saja, Hu Zi?” tanyanya dengan suara lembut.

“Aku... aku baik-baik saja,” jawab Hu Zi, meski ia tahu itu setengah bohong. Tubuhnya terasa lemah, tapi ia berusaha tidak menunjukkan kelemahannya.

“Aku tahu kau lelah, tapi kau melakukannya dengan baik,” Shen Yue menambahkan. Senyum tipisnya mencoba memberikan semangat.

“Cukup bicara,” Qi Xuao Xuan memotong dengan nada dingin. “Kita belum keluar dari bahaya. Jangan biarkan dirimu lengah.”

Hu Zi menghela napas, menatap punggung Qi Xuao Xuan yang berjalan dengan tegas. Ia merasa iri dengan kekuatan dan ketenangan pria itu, meskipun sikapnya sering membuat frustrasi.

Yan Zhao, yang berada di depan, tiba-tiba berhenti. Tangannya terangkat, memberi isyarat kepada yang lain untuk berhenti juga. “Ada sesuatu di sini,” katanya, suaranya rendah namun tegas.

Semua orang memperhatikan sekeliling. Lorong itu tampak sepi, tapi atmosfernya terasa berubah. Udara menjadi lebih dingin, dan suara gemuruh samar terdengar dari kejauhan.

“Ini bukan jebakan biasa,” kata Yan Zhao. Ia memejamkan mata, mencoba merasakan energi di sekitarnya. “Ada sesuatu yang... hidup di sini.”

“‘Hidup’? Maksudmu apa?” tanya Hu Zi dengan nada bingung.

Sebelum Yan Zhao bisa menjawab, bayangan besar muncul dari ujung lorong. Bayangan itu perlahan mendekat, langkah-langkahnya menggema di ruang sempit itu. Dari kegelapan, sosok itu akhirnya terlihat—sebuah makhluk menyerupai manusia, tapi tubuhnya dipenuhi luka dan bekas jahitan. Matanya kosong, hanya cahaya merah redup yang menyala dari dalam.

“Boneka jiwa,” kata Yan Zhao dengan nada serius. “Makhluk ini diciptakan dari tubuh manusia yang dihidupkan kembali menggunakan energi Yin yang kuat. Mereka adalah penjaga kuno yang sangat sulit dihancurkan.”

“Bagus sekali,” Qi Xuao Xuan mendengus sambil mencabut pedangnya. “Aku mulai bosan dengan mayat hidup. Sekarang kita bertemu dengan sesuatu yang lebih menarik.”

Makhluk itu mengeluarkan suara geraman rendah, lalu dengan cepat melompat ke arah mereka. Qi Xuao Xuan bereaksi secepat kilat, mengayunkan pedangnya ke arah makhluk itu. Namun, meskipun pedangnya berhasil memotong lengan makhluk itu, luka tersebut langsung pulih dalam hitungan detik.

“Lukanya sembuh?” Hu Zi terkejut.

Yan Zhao mengerutkan kening. “Itulah masalahnya dengan boneka jiwa. Mereka tidak bisa dibunuh dengan cara biasa. Kita harus menemukan sumber energinya dan menghancurkannya.”

“Sumber energi?” Shen Yue bertanya dengan nada bingung.

“Setiap boneka jiwa memiliki batu jiwa di dalam tubuhnya,” jelas Yan Zhao. “Itu adalah inti kekuatan mereka. Jika kita menghancurkan batu itu, makhluk ini akan mati.”

“Bagaimana kita menemukannya?” tanya Hu Zi panik.

“Sumber energi mereka biasanya tersembunyi di dada atau kepala,” jawab Yan Zhao. “Tapi aku butuh waktu untuk memastikan lokasinya.”

“Waktu?!” Qi Xuao Xuan melompat menghindari serangan cakar dari makhluk itu. “Kita tidak punya banyak waktu!”

Makhluk itu menyerang dengan kekuatan luar biasa, membuat mereka semua terpencar. Shen Yue mencoba menyerang dari belakang dengan belatinya, tapi serangannya tidak cukup kuat untuk melukai makhluk itu.

Hu Zi, meskipun gemetar, mencoba memanggil energi mutiara merah lagi. Namun, kali ini ia merasa lebih sulit untuk mengendalikannya. Cahaya merah muncul di tangannya, tapi kekuatan itu terasa liar dan tidak stabil.

“Ayo, Hu Zi!” Qi Xuao Xuan berteriak sambil menahan serangan makhluk itu. “Kita butuh kekuatanmu sekarang!”

“Aku... aku sedang mencoba!” Hu Zi berteriak balik. Ia menggertakkan giginya, berusaha memusatkan konsentrasinya. Cahaya merah itu semakin kuat, tapi rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya.

“Hu Zi, fokuslah pada energi itu,” kata Yan Zhao dengan nada tenang, meskipun situasinya semakin kacau. “Jangan melawan arusnya. Biarkan energi itu mengalir melalui dirimu.”

Hu Zi memejamkan mata, menarik napas dalam-dalam. Ia mencoba mengingat kata-kata Yan Zhao, membiarkan energi merah itu mengalir tanpa paksaan. Perlahan, rasa sakit itu mereda, digantikan oleh perasaan hangat yang mengisi tubuhnya.

Saat Hu Zi membuka matanya, cahaya merah yang lebih stabil bersinar di tangannya. Ia menatap makhluk itu, rasa takut di dalam dirinya perlahan tergantikan oleh keberanian.

“Aku siap,” katanya dengan suara yang lebih tegas.

Hu Zi mengangkat tangannya, melepaskan bola energi merah ke arah makhluk itu. Serangan itu mengenai dada makhluk itu, membuatnya terdorong ke belakang. Namun, meskipun serangan itu cukup kuat untuk melukai makhluk itu, ia masih berdiri, meskipun dengan langkah yang goyah.

“Intinya ada di dada!” teriak Yan Zhao, yang akhirnya berhasil memastikan lokasi batu jiwa makhluk itu. “Hancurkan batu itu, dan dia akan mati!”

Qi Xuao Xuan mengangguk, melompat ke arah makhluk itu dengan pedangnya terangkat tinggi. Namun, makhluk itu berhasil menangkapnya di udara, melemparkannya ke dinding dengan keras.

“Qi Xuao Xuan!” Hu Zi berteriak, tapi Qi Xuao Xuan hanya menggeram sambil bangkit kembali.

“Aku tidak apa-apa,” kata Qi Xuao Xuan dengan nada marah. “Tapi makhluk ini membuatku kesal.”

Hu Zi mengepalkan tangannya. Ia tahu bahwa hanya dia yang memiliki kekuatan untuk menghancurkan batu jiwa itu. Tanpa berpikir panjang, ia berlari ke arah makhluk itu, menghindari serangan cakar makhluk itu dengan gerakan yang lincah.

“Hu Zi, apa yang kau lakukan?!” teriak Shen Yue.

“Aku akan menyelesaikan ini!” Hu Zi berteriak balik. Ia melompat ke udara, mengarahkan energi merah di tangannya ke dada makhluk itu.

Makhluk itu mencoba menyerangnya, tapi Hu Zi lebih cepat. Ia melepaskan energi merah itu dengan kekuatan penuh, menghancurkan dada makhluk itu. Batu jiwa yang tersembunyi di dalamnya pecah menjadi serpihan, dan makhluk itu akhirnya runtuh ke tanah, tak lagi bergerak.

Hu Zi jatuh ke tanah, napasnya tersengal-sengal. Tubuhnya terasa lemah, tapi ia merasa puas. “Aku... aku melakukannya,” katanya pelan.

Yan Zhao mendekatinya, membantunya berdiri. “Kau melakukannya dengan baik, Hu Zi. Tapi ini baru awal dari perjalanan kita.”

Hu Zi tersenyum lemah. Ia tahu bahwa perjalanan mereka masih panjang, tapi untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa ia benar-benar bisa melakukannya.

Episodes
1 Episode-1
2 Bayangan di Malam Kelam
3 Ujian Pertama
4 Penghuni Hutan Misterius
5 Rahasia Dibalik Kerudung
6 Bisikan Dari Kegelapan
7 Jejak Kegelapan
8 Tawaran Sang Penjaga
9 Pemburu dalam Kegelapan
10 Jejak yang Tertinggal
11 Kebenaran yang Terungkap
12 Perjalanan yang Berliku
13 Cahaya Ditengah Kegelapan
14 Bayangan Masa Lalu
15 Kebenaran Yang Tersembunyi
16 Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17 Pedang yang Menentukan Takdir
18 Awal Dari Sebuah Beban Baru
19 Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20 Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21 Kuil Bayangan yang Terlupakan
22 Penjaga Kegelapan
23 Kebangkitan Kegelapan
24 Jejak Kegelapan yang Tersisa
25 Bayangan Masa Lalu
26 Misi di Bukit Bayangan
27 Altar Bayangan
28 Bisikan dari Kegelapan
29 Jejak Masalalu yang Terkubur
30 Lorong yang Dilupakan Waktu
31 Penjaga Lorong Bayangan
32 Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33 Perjanjian yang Terlupakan
34 Misteri Mata Air Surga
35 Jejak di Kota Tertinggal
36 Bayangan Dari Masa Lalu
37 Perjalanan Menuju Gunung Langit
38 Rahasia Gunung Langit Merah
39 Pendakian Penuh Bahaya
40 Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41 Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43 Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44 Ujian dari Li Rong
45 Perjanjian yang Berbahaya
46 Cahaya di tengah Kegelapan
47 Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48 Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49 Ujian dari ali Rong
50 Perjanjian yang Berbahaya
51 Cahaya ditengah Kegelapan
52 Pergerakan
53 Melawan Kegelapan
54 Akhir dan Awal Baru
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Episode-1
2
Bayangan di Malam Kelam
3
Ujian Pertama
4
Penghuni Hutan Misterius
5
Rahasia Dibalik Kerudung
6
Bisikan Dari Kegelapan
7
Jejak Kegelapan
8
Tawaran Sang Penjaga
9
Pemburu dalam Kegelapan
10
Jejak yang Tertinggal
11
Kebenaran yang Terungkap
12
Perjalanan yang Berliku
13
Cahaya Ditengah Kegelapan
14
Bayangan Masa Lalu
15
Kebenaran Yang Tersembunyi
16
Penjaga Pedang Langit dan Neraka
17
Pedang yang Menentukan Takdir
18
Awal Dari Sebuah Beban Baru
19
Cahaya dan Kegelapan yang Beradu
20
Jejak Musuh yang Mulai Tampak
21
Kuil Bayangan yang Terlupakan
22
Penjaga Kegelapan
23
Kebangkitan Kegelapan
24
Jejak Kegelapan yang Tersisa
25
Bayangan Masa Lalu
26
Misi di Bukit Bayangan
27
Altar Bayangan
28
Bisikan dari Kegelapan
29
Jejak Masalalu yang Terkubur
30
Lorong yang Dilupakan Waktu
31
Penjaga Lorong Bayangan
32
Jejak Dibalik Lorong Terlarang
33
Perjanjian yang Terlupakan
34
Misteri Mata Air Surga
35
Jejak di Kota Tertinggal
36
Bayangan Dari Masa Lalu
37
Perjalanan Menuju Gunung Langit
38
Rahasia Gunung Langit Merah
39
Pendakian Penuh Bahaya
40
Gerbang Langit dan Kebenaran yang Tersembunyi
41
Perpecahan Hati dan Jalan yang Dipilih
42
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
43
Kejaran Bayangan dan Awal Perjalanan Baru
44
Ujian dari Li Rong
45
Perjanjian yang Berbahaya
46
Cahaya di tengah Kegelapan
47
Bayang-Bayang Gelap di Horizon
48
Kejaran Bayang dan Awal Perjalanan Baru
49
Ujian dari ali Rong
50
Perjanjian yang Berbahaya
51
Cahaya ditengah Kegelapan
52
Pergerakan
53
Melawan Kegelapan
54
Akhir dan Awal Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!