Cemburu

Satu minggu berlalu. Dimana hari ini Arvin pulang, begitu juga dengan Valencia yang masuk karena masa hukumannya habis.

Hukumannya saja habis, namun pemotongan gajihnya tetap masih berjalan.

Tepat dijam 9, Dicky dan Priscilla sedang melakukan pengobatan serta terapi dimana Dicky selalu menggandeng Priscilla agar tidak terjadi sesuatu seperti kemarin.

Sampai sekarang bekas luka disikunya masih terlihat hal itu membuat Dicky merasakan frustasi sekali.

Saat merek masuk kedalam lobby, dimana tatapan Valencia menuju kearah mereka bedua dia merasa heran dan bingung.

" Siapa yang bersama Dokter Dicky itu?" tanya Valencia pada salah satu perawat dimeja lobby tersebut

" Oh dia adalah Nona Priscilla pasian 202"

" Apa?" dengan nada terkejutnya Valencia

Valencia sangat terkejut melihat perubahannya Priscilla betapa cantiknya dia dan badannya sedikit berisi.

" Apa kamu yakin itu adalah Priscilla?" tanya Valencia dengan nada menyakinkannya

" Iya Dokter, dia adalah Nona Priscilla pasien 202 lantai 2"

" Tapi mengapa dia sangat terlihat berbeda kali ini?"

" Oh mungkin itu karena cinta dan kasih sayangnya Dokter Arvin sehingga membuatnya berubah"

Valencia menoleh kearah perawat itu dia semakin bingung dengan ucapannya.

" Maksud kamu?"

" Apa Dokter Valencia belum mengetahui antara Dokter Arvin dan Nona Priscilla?" tanya perawat itu membuat Valencia menggelengkan kepalanya

" Nona Priscilla adalah kekasihnya Dokter Arvin sekarang ini, makanya perubahan Nona Priscilla sangatlah cepat" sambung perawat itu

Valencia tampak terkejut mendengarnya, bagaimana bisa Arvin menjadikan pasien kekasihnya?

Rasa cemburu menghantui dirinya, sekian abad dia menyukai Arvin tidak pernah dipandang sama sekali.

Namun saat bersama Priscilla bahkan hanya sebentar saja dia surah tertarik, Valencia mengepalkan tangannya sehingga membuat jari-jarinya memutih.

Dia benar-benar terbakar cemburu kali ini, raut wajahnya menatap Priscilla begitu tajam sekali.

********

" Kapan Arvin kembali?" tanya Priscilla membuat Dicky frustasi

" Lo sudah hampir 10kali bertanya itu Priscilla, sudah gue katakan mungkin sekarang dia masih dalam pesawat karena sedari tadi tidak bisa dihubungi"

" Tapi aku ingin dia cepat kembali"

" Ya Tuhan" gerutunya Dicky

Dimana mereka berdua telah tiba diruangannya Priscilla, hasil dari pengobatan dan terapinya sangat bagus kali ini.

Apa lagi saat bertanya tentang kepulangan Arvin sangat-sangat bagus sekali sehingga membuat Dicky menjadi frustasi.

" Baiklah, gue tinggal sebentar jangan kemana-mana okey karena gue harus memeriksa beberapa pasien nanti kalau sudah selesai gue kembali"

Priscilla menganggukkan kepalanya, dimana Dicky pergi dari ruangan Priscilla untuk memeriksa pasien lainnya.

Rasanya dia sangat lelah selama satu minggu tidak ada liburnya, jika bukan karena Arvin dia tidak akan bakalan mau.

Setelah beberapa menit kepergian Arvin, kini tibalah Valencia diruangannya Priscilla. Tatapannya begitu sangat tajam sekali karena terbakar cemburu.

Priscilla mencoba untuk santai walaupun sebenarnya dia takut menghadapi Valencia.

" Ternyata kamu sudah banyak berubah ya" kata Valencia dengan ejeknya

Dia mendekat kearah Priscilla, namun terlihat sekali Priscilla tenang membuatnya tertawa.

" Wah wah ternyata Dokter Arvin berhasil menyembuhkan dirimu ya, lihat hak wajahmu sekarang semakin cantik bahkan tubuhmu tidak memucat seperti kemarin-kemarin dan lagi wajah chubbymu sudah terlihat bukan" kata Valencia sambil memegang pipinya Priscilla

Priscilla menepis tangannya Valencia, membuat wanita itu terkejut dan tidak percayanya. Kini Valencia mencengkram dagunya Priscilla.

" Sekarang kau sudah berubah ya? Tidak takut lagi kepadaku?"

" Untuk apa aku takut jika aku tidak salah? Arvin mengatakan aku harus melawannya jika tidak merasa salah" jawab Priscilla dengan tegasnya

" Kau" kata Valencia sambil mengeratkan cengkramannya didagu Priscilla

Priscilla mencoba untuk melawannya, namun cengkraman itu membuatnya terasa sakit. Valencia dia sudah benar-benar kesal kepada Priscilla kini dia mencoba untuk memberikan sesuatu kepada Priscilla.

" Kau sangat terlihat sombong Priscilla, jika aku menyuntikkan cairan ini kepadamu apa yang akan terjadi kepadamu hm? Apakah Arvin akan tetap menyukaimu atau meninggalkan dirimu?"

Priscilla mulai panik saat melihat Valencia mengarahkan suntikkan kearah lehernya Priscilla.

" Apa yang sedang kau lakukan Valencia?" teriak Priscilla mencoba untuk melawan

" Diam!" teriak Valencia ". Aku sangat muak dengan dirimu seharusnya kamu mati saja dari dulu" sambung Valencia

Priscilla mencoba untuk melepaskan tangannya Valencia, namun suntikkan itu semakin mendekat kearah lehernya Priscilla.

Tetapi tiba-tiba.

" Ahh" meringisnya Valencia merasakan tengkuknya sangat sakit

Seketika cengkraman Valencia menjadi mengendur, membuatnya menjauhkan dari dagunya Priscilla.

" Apa lo sudah bosan hidup Valencia?" kata Arvin dengan nada begitu tajamnya

Seseorang yang datang itu adalah Arvin, ternyata penerbangannya lebih awal sehingga membuatnya tiba lebih awal juga.

Dimana Arvin mengarahkan tangan Valencia yang memegang suntikan itu dan menyuntikkannya dileher Valencia.

" Arrghhh" teriak Valencia merasakan kesakitan

Brak!

" Apa yang terjadi?" tanya Dicky saat baru saja tiba

Valencia dia yang dilemparkan oleh Arvin, betapa terkejutnya Dicky melihat situasinya sekarang. Pricilla hanya terdiam dan ketakutan melihat Arvin yang begitu berbeda sekali.

Arvin mendekat kearah Valencia yang sedang merasakan obat dari suntikkan tersebut. Dia mengerang kesakitan.

" Itu adalah karma lo yang ingin menyakiti Priscilla, apa lo benar-benar tidak menyerah?"

Valencia mencoba untuk menatap Arvin.

" A-apa lo tidak salah Arvin? Selama ini gue menyukai lo tapi lo malah menjadikan gadis gila ini kekasih lo"

Plak!

Satu tamparan mendarat kepipinya Valencia, bukan hanya Valencia yang terkejut namun Dicky dan Priscilla juga terkejut.

Lalu Arvin mencengkram dagunya Valencia sehingga membuatnya menjadi kesakitan,

" Dia tidak gila, yang gila adalah lo yang selalu ingin membunuh pasien dimana-mana Dokter itu untuk menyembuhkan pasiennya bukannya seperti lo menyiksa dan menyakiti pasiennya sendiri karena demi uang yang gak seberapa itu" jelas Arvin sambil menghempaskan dagunya Valencia

Valencia tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena obat itu menjalarnya sangat cepat sekali sehingga membuat Valencia merasakan kesakitan.

" Aarrggh sakit" teriak Valencia

Arvin tidak menghiraukan teriakkannya, dimana Arvin mendekat kearah Priscilla untuk memastikan keadaannya baik-baik saja.

Dicky yang terlihat shock melihat Arvin yang begitu keras membalas Valencia..

" Priscilla apa kamu baik-baik saja?" tanya Arvin sambil membolak-balik tubuhnya Priscilla

Priscilla hanya menganggukkan kepalanya dia merasa shock saat melihat Arvin menyiksa Valencia dan lagi Valencia berteriak kesakitan dia tidak menghiraukannya.

" Syukurlah kamu tidak apa-apa sayang" kata Arvin sambil membawa Priscilla kedalam pelukannya

Arvin merasa lega sekali melihat Priscilla tidak apa-apa, dia sangat takut jika Valencia menyakitinya kembali.

Dimana Valencia semakin mengerang kesakitan, Dicky yang hanya memanggil kedua perawat untuk membawa Valencia keruang tindakkan.

Tapi sepertinya Arvin kali ini akan mendapatkan masalah besar karena sudah membuat Valencia seperti itu dengan obat yang akan digunakan Valencia untuk menyakiti Priscilla tadi.

Terpopuler

Comments

Murwati Murwati

Murwati Murwati

Cemburu....? apa Arvin kekasihmu...?
Valen....Valen....kamu mempermalukan dirimu sendiri...
semua orang jadi tahu kalau kamu suka Arvin,tapi gak dengan Arvin...

2024-11-25

1

Dewi Anggya

Dewi Anggya

dihhhh salahnya Valencia... kirain udh dikasih hukuman tobat ini kok malah mnjd2 emg fix yg sakit jiwa itu y diaaaa

2024-11-24

1

Lydia

Lydia

Lanjut Author... terima kasih 😁

2024-11-24

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Hasil Tes Laboratorium
3 Tidak Terima
4 Rasa Peduli
5 Berulah Lagi?
6 Tahap Pertama
7 Sesuatu
8 Ingin Tau
9 Lepas Kendali
10 Tenanglah, Aku Disini
11 Terbongkar
12 Kau Adalah Milikku
13 Hukuman
14 Harus Pergi
15 Saat Di Paris
16 Cemburu
17 Lepas Dari Hukuman
18 Apakah Itu Karma?
19 Pengganti
20 Tentang Artikel
21 Bertengkar
22 Mental Yang Drop
23 Tempat Tenang
24 Terasa Hangat
25 Frustasi
26 Tidak Punya Pilihan Lain
27 Dua Pilihan
28 Khawatir Dan Bingung
29 Melelahkan
30 Apa Lagi Ini?
31 Menolak
32 Terus Menolak
33 Hari Yang ditunggu
34 Kehidupan Baru
35 Ingin Lebih Lama
36 Hal Yang Aneh
37 Tidak Ingin
38 Hasil Pemeriksaan
39 Membuat Masalah
40 Pemarah
41 Perasaan Apa Ini?
42 Salah Tingkah
43 Rasa Peduli
44 Tidak Tau Terima Kasih
45 Benar-benar Frustasi
46 Terlalu Gengsi
47 Pov Dicky Dan Dhea
48 Pov Dicky Dan Dhea 2
49 Rasa Cemburu
50 Licik
51 Bertengkar
52 Ungkapan Hati
53 Merasa Canggung
54 Tidak Pernah Akur
55 Terlalu Posesif
56 Selalu Mencari Masalah
57 Tidak Menyangka
58 Begitu Khawatir
59 Kembali
60 Mengalah
61 Ternyata Kau Orangnya
62 Mengancam
63 Apa Yang Terjadi?
64 Lepas Tanggung Jawab
65 Tidak Ada Habisnya
66 Merasa Lelah
67 Orang Baru
68 Orang Tidak Beres
69 Tindakan Yang Benar
70 Pengganti
71 Tidak Mungkin
72 Rasa Sakit
73 Tentang Semuanya
74 Begitu Aneh
75 Terasa Pusing
76 Semakin Merasa Aneh
77 Asal Mulanya
78 Keadaan Dirumah Sakit
79 Kali Ini Apa Lagi?
80 Tanggung Jawab
81 Pengakuan
82 Ingin Bertemu
83 It's Okey
84 Tidak Disangka
85 Waktu Dulu
86 Bukan Pembunuh
87 Dunia Sangat Kejam
88 Seseorang
89 Keluarga Yang Sebenarnya
90 Trauma
91 Yang Tak Disangka
92 Kelahiran Seseorang
93 Sebuah Nama
94 Rencana
95 Meminta Restu
96 Hal Yang Spesial
97 Terasa Kesal
98 Melamar
99 Hari Bahagia
100 Pengantin Baru
101 Menunggu Jawaban
102 Drama Apa Lagi Ini?
103 Melawan
104 Mood Hancur
105 Masalah Belum Terselesaikan
106 Ingin Kembali
107 Mendadak
108 Memulai Dari Awal Kembali
109 Semakin Parah
110 Siapa Dia?
111 Berlalu Dengan Cepat
112 Frustasi
113 Semuanya Menjadi Rumit
114 Bertindak
115 Pembahasan
116 Terasa Damai
117 Drama Di Paris
118 Tidak Suka
119 Merasa Takut
120 Begitu Tidak Menyangka
121 Hari Itu Tiba
122 Bahagia Yang Sebenarnya
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Hasil Tes Laboratorium
3
Tidak Terima
4
Rasa Peduli
5
Berulah Lagi?
6
Tahap Pertama
7
Sesuatu
8
Ingin Tau
9
Lepas Kendali
10
Tenanglah, Aku Disini
11
Terbongkar
12
Kau Adalah Milikku
13
Hukuman
14
Harus Pergi
15
Saat Di Paris
16
Cemburu
17
Lepas Dari Hukuman
18
Apakah Itu Karma?
19
Pengganti
20
Tentang Artikel
21
Bertengkar
22
Mental Yang Drop
23
Tempat Tenang
24
Terasa Hangat
25
Frustasi
26
Tidak Punya Pilihan Lain
27
Dua Pilihan
28
Khawatir Dan Bingung
29
Melelahkan
30
Apa Lagi Ini?
31
Menolak
32
Terus Menolak
33
Hari Yang ditunggu
34
Kehidupan Baru
35
Ingin Lebih Lama
36
Hal Yang Aneh
37
Tidak Ingin
38
Hasil Pemeriksaan
39
Membuat Masalah
40
Pemarah
41
Perasaan Apa Ini?
42
Salah Tingkah
43
Rasa Peduli
44
Tidak Tau Terima Kasih
45
Benar-benar Frustasi
46
Terlalu Gengsi
47
Pov Dicky Dan Dhea
48
Pov Dicky Dan Dhea 2
49
Rasa Cemburu
50
Licik
51
Bertengkar
52
Ungkapan Hati
53
Merasa Canggung
54
Tidak Pernah Akur
55
Terlalu Posesif
56
Selalu Mencari Masalah
57
Tidak Menyangka
58
Begitu Khawatir
59
Kembali
60
Mengalah
61
Ternyata Kau Orangnya
62
Mengancam
63
Apa Yang Terjadi?
64
Lepas Tanggung Jawab
65
Tidak Ada Habisnya
66
Merasa Lelah
67
Orang Baru
68
Orang Tidak Beres
69
Tindakan Yang Benar
70
Pengganti
71
Tidak Mungkin
72
Rasa Sakit
73
Tentang Semuanya
74
Begitu Aneh
75
Terasa Pusing
76
Semakin Merasa Aneh
77
Asal Mulanya
78
Keadaan Dirumah Sakit
79
Kali Ini Apa Lagi?
80
Tanggung Jawab
81
Pengakuan
82
Ingin Bertemu
83
It's Okey
84
Tidak Disangka
85
Waktu Dulu
86
Bukan Pembunuh
87
Dunia Sangat Kejam
88
Seseorang
89
Keluarga Yang Sebenarnya
90
Trauma
91
Yang Tak Disangka
92
Kelahiran Seseorang
93
Sebuah Nama
94
Rencana
95
Meminta Restu
96
Hal Yang Spesial
97
Terasa Kesal
98
Melamar
99
Hari Bahagia
100
Pengantin Baru
101
Menunggu Jawaban
102
Drama Apa Lagi Ini?
103
Melawan
104
Mood Hancur
105
Masalah Belum Terselesaikan
106
Ingin Kembali
107
Mendadak
108
Memulai Dari Awal Kembali
109
Semakin Parah
110
Siapa Dia?
111
Berlalu Dengan Cepat
112
Frustasi
113
Semuanya Menjadi Rumit
114
Bertindak
115
Pembahasan
116
Terasa Damai
117
Drama Di Paris
118
Tidak Suka
119
Merasa Takut
120
Begitu Tidak Menyangka
121
Hari Itu Tiba
122
Bahagia Yang Sebenarnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!