Berulah Lagi?

Malam menjelang pagi, dimana tepat jam 6 pagi Arvin sudah ada dirumah sakit. Dicky yang tadi malam lembur merasa kaget melihat temannya begitu pagi sudah ada dirumah sakit.

Dicky pun mendekat dan menepuk pundaknya Arvin.

" Eh lo ini baru jam 6 pagi kok bisa-bisanya lo sudah ada disini, bahkan jadwal masuk lo juga jam 10 "

Arvin hanya tertawa saja melihat temannya begitu kaget dengan kehadirannya disangat pagi begini.

" Karena gue megang kunci ruangannya Priscilla kemarin gue lupa nitip ke lo takutnya saja ada petugas ngantar makanan gak bisa dibuka makanya gue pagi-pagi berangkatnya"

Dicky mengangkat satu alisnya, dia merasa heran dengan temannya satu ini perasaan dia tidak pernah peduli kepada wanita.

Tapi mengapa dari raut wajahnya terlihat sekali dia sangat peduli kepada gadis itu.

" Jangan lihat gue begitu" tegur Arvin

" Gue hanya heran saja dengan lo vin, dari dulu gue kenal lo gak pernah peduli dengan wanita siapapun lah sekarang terlihat sekali dari raut wajah lo sangat peduli dengan gadis itu, ada apa hm?"

Arvin hanya tersenyum-senyum saja, dia juga tidak tau ada apa sebenarnya dengan dirinya.

" Jangan-jangan lo suka dengan gadis itu?"

Tak!

" Aw" meringis Dicky merasakan jidatnya disentil Arvin

" Jangan asal ngomong lo, dia juga manusia jadi berhak mendapatkan sedikit perhatian dari Dokternya dan lagi itu ada pemicunya untuk dia bersemangat cepat sembuh, jangan asal jadi Dokter saja jika tidak memahami apa perasaan pasiennya"

Dicky menghelakan nafasnya.

" Iya iya Dokter Jenius mah emang gak ada tandingan toh gue juga sudah perhatian sama pasien gue eh malah gue di taboknya"

" Itu tandanya wajah lo emang ngeselin makanya ditabok sama pasien lo kan"

" Bangke banget lo"

Arvin terkekeh melihat wajah Dicky yang begitu kesal, namun saat mereka berjalan barengan kini dari arah kejauhan terlihat Valencia yang sudah ada juga dirumah sakit.

Hal itu membuat mereka sangat curiga apa lagi kali ini dramanya?

" Wih tumben ya, baru ini gue ngelihat lo masuk sebelum jam kerja lo biasanya tuh lewat dari jam kerja lo tiba dirumah sakit" kata Dicky

Iya buka Dicky namanya jika selalu membuat Valencia marah, tapi sebenarnya yang dikatakan Dicky adalah benar ini untuk pertama kalinya Valencia masuk terlalu pagi.

" Bukan urusan lo" bentak Valencia

Dia lansung pergi begitu saja dengan raut wajah yang begitu marah kesal, entah dulu dia sangat mengkagumi Arvin namun sekarang rasanya dia sangat kesal melihat Arvin.

Kedua pria itu hanya mengangkat kedua tangannya saja melihat tingkah Valencia.

" Lo mau kemana?" tanya Arvin kepada Dicky

" Tau gue bingung, jam pulang gue juga belum dan lo mau kemana?"

" Kantin, gue mau sarapan dulu"

" Nah kalau gitu gue ikut deh, tapi bayarin ya"

Tak!

" Punya temen yang selalu ada maunya saja baik heran juga gue"

Arvin pergi meninggalkan Dicky setelah menyentil jidatnya, Dicky hanya mengelus-elus saja jidatnya dengan wajah yang begitu cemberut.

*******

Waktu begitu cepat berjalannya, kini Arvin dan Dicky telah selesai sarapan pagi.

Dimana jam telah menunjukkan pukul 7 pagi, mereka sedang bersantai-santai sambil menunggu jadwal masuk kerja.

Ting!

Ponsel Arvin berbunyi, hal itu membuat Arvin bingung siapa pagi-pagi begini menghubungi dirinya.

Dengan cepat dia ngambil ponselnya didalam sakunya lalu membaca satu notif pesan dari ibu kepala dapur.

" Dokter, tolong buang makanan untuk Nona Priscilla karena saya melihat Dokter Valencia memasukan sesuatu didalam makanan itu"

Seketika tatapan Arvin menjadi tajam membaca satu pesan dari ibu kepala dapur itu, dia merasa Valencia memang ingin mencari masalah kepada dirinya.

Arvin bangun dari duduknya lalu memasukkan ponselnya didalam saku jas putihnya, Dicky merasa heran melihat Arvin yang bangun dari tempat duduknya.

" Mau kemana lo?"

" Keruang Priscilla, ada sesuatu yang harus gue urus"

Arvin langsung pergi, langkah kakinya sangat cepat sekali dia merasa emosinya terlalu gejolak saat ini.

Karena merasa penasaran Dicky pun mengikuti langkah kakinya Arvin.

Setelah hanya hitungan beberapa menit akhirnya mereka tiba dengan nafas yang ngos-ngosan, Dicky benar-benar merasakan kehilangan nafasnya saat mengejar Arvin.

" L-lo kenapa sih? Larinya sangat cepat sekali" kata Dicky yang masih mengatur nafasnya

" Tuh lihat" jawab Arvin sambil memberikan ponselnya kepada Dicky

Dengan cepat Dicky mengambil ponselnya tersebut, lalu membaca satu pesannya matanya seketika menjadi melotot saat membaca.

" Wah wah apa dia benar-benar gila?"

Brak! Brak!

Secara kasar Arvin membuang semua makanan tersebut dia sudah diliputi dengan emosi, dia tidak tau apa lagi yang dilakukan Valencia kali ini.

Dicky yang merasa tau bahwa temannya itu sedang emosi dengan cepatnya mendekat dan menepuk pundak Arvin.

" Hey bro, tenangkan diri lo gue tau lo sedang emosi sekarang tapi jika lo menggunakan emosi untuk menghadapinya lo akan kalah"

Arvin menghelankan nafasnya lalu menaruh kedua tangannya dipinggangnya. Tanpa disadari mereka Priscilla sedang menjenguk dijendala hal itu membuat Dicky memiringkan kepalanya dan diikuti oleh Arvin.

" Sepertinya dia merespon dengan baik saat mendengar suara ribut-ribut" kata Dicky

" Apa sebelumnya dia tidak pernah merespon?" tanya Arvin

" Tidak, setiap saat dia hanya mengamuk saja lalu setelah itu dia menangis baru ini juga sih gue ngelihatnya begitu"

Dengan cepat Arvin mengambil kunci didalam sakunya lalu membuka pintu tersebut. Terdengar suara kuncian pintu membuat Priscilla semakin menunggunya.

Saat pintu terbuka dimana Priscilla sudah menunggu tepat didepan pintu itu, dengan pakaiannya begitu rapi dan bersih.

Arvin hanya tersenyum, begitu juga dengan Dicky dia benar-benar merasa ada perubahan kepada Priscilla.

" Apa kami membangunkan dirimu?" tanya Arvin

Pricilla menggelengkan kepalanya dengan cepat respon yang dia berikan kepada Arvin.

" Lalu?" tanya Arvin kembali

" T-tadi aku mendengar ada suara ribut-ribut, karena a-aku penasaran makanya mencoba u-untuk melihatnya, ternyata itu Dokter Arvin"

Arvin dan Dicky saling bertatapan, karena merasa benar-benar berbeda dengan Priscilla yang Dicky tau jangankan untuk berbicara kepada dirinya hanya mengantarkan makanan saja dia sudah mengamuk.

Karena merasa penasaran Dicky pun mendekat kearah Arvin dan membisikkan sesuatu.

" Lo kasih apa sehingga dia tenang begini?"

"Gue belum melakukan perawatan atau pengobatan untuk dia, gue kemarin baru mengambil sampel darahnya saja"

Dicky memiringkan kepalanya dia merasa bingung mengapa begitu cepat sekali perubahannya kepada Priscilla?

" Sudah jangan dipikirkan, intinya hari ini gue ingin mencuci darahnya terlebih dahulu agar kembali netral jadi dengan mudah gue menyembuhkannya"

" Jadi gue harus ikut?" tanya Dicky

" Tentu saja bego, karena lo adalah asisten gue jadi hari ini jangan harap lo bisa pulang cepat"

Dicky hanya menghelankan nafasnya dalam-dalam merasa hidupnya akan berakhir dirumah sakit.

Dimana Arvin menatap kearah Priscilla, namun responnya Priscilla membuat Arvin senang sekali dia melihat Priscilla sedang tersenyum kepada dirinya.

Terpopuler

Comments

Dewi Anggya

Dewi Anggya

untung aja dokter Arvin sm Dicky gercep....ada² aja ulah si valencia. kok kelakuannya lebihin pasiennya

2024-11-17

1

Nyoman Muti

Nyoman Muti

bukan pasien nya yng gila tapi dokter valensia kli 🤣🤣🤣🤣

2024-12-15

0

Murwati Murwati

Murwati Murwati

Valencia yg gila ternyata....
.

2024-11-17

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Hasil Tes Laboratorium
3 Tidak Terima
4 Rasa Peduli
5 Berulah Lagi?
6 Tahap Pertama
7 Sesuatu
8 Ingin Tau
9 Lepas Kendali
10 Tenanglah, Aku Disini
11 Terbongkar
12 Kau Adalah Milikku
13 Hukuman
14 Harus Pergi
15 Saat Di Paris
16 Cemburu
17 Lepas Dari Hukuman
18 Apakah Itu Karma?
19 Pengganti
20 Tentang Artikel
21 Bertengkar
22 Mental Yang Drop
23 Tempat Tenang
24 Terasa Hangat
25 Frustasi
26 Tidak Punya Pilihan Lain
27 Dua Pilihan
28 Khawatir Dan Bingung
29 Melelahkan
30 Apa Lagi Ini?
31 Menolak
32 Terus Menolak
33 Hari Yang ditunggu
34 Kehidupan Baru
35 Ingin Lebih Lama
36 Hal Yang Aneh
37 Tidak Ingin
38 Hasil Pemeriksaan
39 Membuat Masalah
40 Pemarah
41 Perasaan Apa Ini?
42 Salah Tingkah
43 Rasa Peduli
44 Tidak Tau Terima Kasih
45 Benar-benar Frustasi
46 Terlalu Gengsi
47 Pov Dicky Dan Dhea
48 Pov Dicky Dan Dhea 2
49 Rasa Cemburu
50 Licik
51 Bertengkar
52 Ungkapan Hati
53 Merasa Canggung
54 Tidak Pernah Akur
55 Terlalu Posesif
56 Selalu Mencari Masalah
57 Tidak Menyangka
58 Begitu Khawatir
59 Kembali
60 Mengalah
61 Ternyata Kau Orangnya
62 Mengancam
63 Apa Yang Terjadi?
64 Lepas Tanggung Jawab
65 Tidak Ada Habisnya
66 Merasa Lelah
67 Orang Baru
68 Orang Tidak Beres
69 Tindakan Yang Benar
70 Pengganti
71 Tidak Mungkin
72 Rasa Sakit
73 Tentang Semuanya
74 Begitu Aneh
75 Terasa Pusing
76 Semakin Merasa Aneh
77 Asal Mulanya
78 Keadaan Dirumah Sakit
79 Kali Ini Apa Lagi?
80 Tanggung Jawab
81 Pengakuan
82 Ingin Bertemu
83 It's Okey
84 Tidak Disangka
85 Waktu Dulu
86 Bukan Pembunuh
87 Dunia Sangat Kejam
88 Seseorang
89 Keluarga Yang Sebenarnya
90 Trauma
91 Yang Tak Disangka
92 Kelahiran Seseorang
93 Sebuah Nama
94 Rencana
95 Meminta Restu
96 Hal Yang Spesial
97 Terasa Kesal
98 Melamar
99 Hari Bahagia
100 Pengantin Baru
101 Menunggu Jawaban
102 Drama Apa Lagi Ini?
103 Melawan
104 Mood Hancur
105 Masalah Belum Terselesaikan
106 Ingin Kembali
107 Mendadak
108 Memulai Dari Awal Kembali
109 Semakin Parah
110 Siapa Dia?
111 Berlalu Dengan Cepat
112 Frustasi
113 Semuanya Menjadi Rumit
114 Bertindak
115 Pembahasan
116 Terasa Damai
117 Drama Di Paris
118 Tidak Suka
119 Merasa Takut
120 Begitu Tidak Menyangka
121 Hari Itu Tiba
122 Bahagia Yang Sebenarnya
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Hasil Tes Laboratorium
3
Tidak Terima
4
Rasa Peduli
5
Berulah Lagi?
6
Tahap Pertama
7
Sesuatu
8
Ingin Tau
9
Lepas Kendali
10
Tenanglah, Aku Disini
11
Terbongkar
12
Kau Adalah Milikku
13
Hukuman
14
Harus Pergi
15
Saat Di Paris
16
Cemburu
17
Lepas Dari Hukuman
18
Apakah Itu Karma?
19
Pengganti
20
Tentang Artikel
21
Bertengkar
22
Mental Yang Drop
23
Tempat Tenang
24
Terasa Hangat
25
Frustasi
26
Tidak Punya Pilihan Lain
27
Dua Pilihan
28
Khawatir Dan Bingung
29
Melelahkan
30
Apa Lagi Ini?
31
Menolak
32
Terus Menolak
33
Hari Yang ditunggu
34
Kehidupan Baru
35
Ingin Lebih Lama
36
Hal Yang Aneh
37
Tidak Ingin
38
Hasil Pemeriksaan
39
Membuat Masalah
40
Pemarah
41
Perasaan Apa Ini?
42
Salah Tingkah
43
Rasa Peduli
44
Tidak Tau Terima Kasih
45
Benar-benar Frustasi
46
Terlalu Gengsi
47
Pov Dicky Dan Dhea
48
Pov Dicky Dan Dhea 2
49
Rasa Cemburu
50
Licik
51
Bertengkar
52
Ungkapan Hati
53
Merasa Canggung
54
Tidak Pernah Akur
55
Terlalu Posesif
56
Selalu Mencari Masalah
57
Tidak Menyangka
58
Begitu Khawatir
59
Kembali
60
Mengalah
61
Ternyata Kau Orangnya
62
Mengancam
63
Apa Yang Terjadi?
64
Lepas Tanggung Jawab
65
Tidak Ada Habisnya
66
Merasa Lelah
67
Orang Baru
68
Orang Tidak Beres
69
Tindakan Yang Benar
70
Pengganti
71
Tidak Mungkin
72
Rasa Sakit
73
Tentang Semuanya
74
Begitu Aneh
75
Terasa Pusing
76
Semakin Merasa Aneh
77
Asal Mulanya
78
Keadaan Dirumah Sakit
79
Kali Ini Apa Lagi?
80
Tanggung Jawab
81
Pengakuan
82
Ingin Bertemu
83
It's Okey
84
Tidak Disangka
85
Waktu Dulu
86
Bukan Pembunuh
87
Dunia Sangat Kejam
88
Seseorang
89
Keluarga Yang Sebenarnya
90
Trauma
91
Yang Tak Disangka
92
Kelahiran Seseorang
93
Sebuah Nama
94
Rencana
95
Meminta Restu
96
Hal Yang Spesial
97
Terasa Kesal
98
Melamar
99
Hari Bahagia
100
Pengantin Baru
101
Menunggu Jawaban
102
Drama Apa Lagi Ini?
103
Melawan
104
Mood Hancur
105
Masalah Belum Terselesaikan
106
Ingin Kembali
107
Mendadak
108
Memulai Dari Awal Kembali
109
Semakin Parah
110
Siapa Dia?
111
Berlalu Dengan Cepat
112
Frustasi
113
Semuanya Menjadi Rumit
114
Bertindak
115
Pembahasan
116
Terasa Damai
117
Drama Di Paris
118
Tidak Suka
119
Merasa Takut
120
Begitu Tidak Menyangka
121
Hari Itu Tiba
122
Bahagia Yang Sebenarnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!