Terbongkar

Hari berganti malam, dimana hari ini Arvin pulang bekerja tentu saja jam 10 malam.

Lalu sekarang sengaja membawa Priscilla keluar dari kamarnya, karena utusan dari Profesor Rendra untuk selalu banyak membawa Priscilla bertemu dengan orang-orang agar trauma dan takutnya bisa memudar.

Tidak lupa genggaman Arvin selalu erat ditangannya Priscilla hal itu membuat gadis itu merasa aman dan nyaman jika dekat dengan Arvin.

" Bagaimana? Apa rasa takut dan trauma mu bisa kamu kontrol?"

Priscilla menganggukkan kepalanya dengan wajah senyumnya.

" Baguslah kalau begitu, aku senang mendengarnya" kata Arvin penuh dengan ketulusan

Tiba-tiba.

" Priscilla" panggil seseorang

Sontak Arvin dan Priscilla menoleh kearah suara tersebut, seketika tubuh Priscilla menjadi gemetar kembali paniknya begitu tiba takutnya juga datang lalu traumanya mungkin juga datang.

Arvin menoleh kearah Priscilla, wajahnya seketika langsung pucat dan air matanya mengalir dia sedikit bingung siapa kedua wanita didepannya ini.

" Kau sudah sembuh? Mengapa tidak terlihat seperti gila?"

Arvin mengernyitkan keningnya saat mendengar ucapannya seseorang wanita kepada Priscilla dia sedikit curiga bahwa didepannya adalah keluarga Priscilla.

Priscilla semakin kuat menggenggam tangannya Arvin hal itu semakin membuat Arvin percaya bahwa didepannya adalah keluarganya Priscilla.

" Kemari ikut kami" kata seseorang itu sambil ingin menarik tangan Priscilla

Tangan Arvin menghalangi hal itu membuatnya menjadi marah.

" Siapa kau?"

" Seharusnya saya yang bertanya anda siapa?" kata Arvin dengan nada dinginnya

" Aku adalah saudara perempuannya dan disebelahku adalah ibuku dan ibu dia"

" Oh gitu" jawab Arvin sambil menganggut-anggutkan kepalanya

Ternyata dugaan Arvin benar mungkin, senyuman licik Arvin kini keluar dari wajahnya lalu menatap kearah mereka dengan tajam.

" Lalu untuk apa anda kemari?" tanya Arvin

" Untuk bertemu Priscilla lah apa lagi?"

" Bertemu atau ingin menyiksanya?"

" Itu bukan urusanmu, sekarang serahkan Priscilla kepada kami"

Arvin hanya tertawa saja semakin membawa Priscilla terlindung dari mereka.

" Tentu saja urusan dia adalah urusan saya juga, karena saya Dokter penanggung jawabnya"

" Oh jadi kamu orangnya yang ingin menyembuhkan Priscilla?"

" Iya saya ada apa dengan hal itu?"

Wanita itu menyeringai lalu melipat kedua tangannya serta dengan wajah sombongnya.

" Sekarang serahkan Priscilla atau tidak aku akan melaporkanmu"

" Haha" Arvin pun tertawa saat mendengar perkataannya" Laporkan saja saya tidak takut, sebaliknya saya yang bisa melaporkan anda Nona karena ingin sembarangan mengambil pasien saya" sambung Arvin

" Kami hanya ingin bertemu Priscilla, lalu mengapa kamu mempersulit"

" Sebaiknya kita tanya kepada Priscilla, dia mau bertemu dengan kalian atau tidak"

Belum sempat juga Arvin bertanya dia baru saja menoleh namun Priscilla sudah menggelengkan kepalanya dengan sangat keras sekali.

Mereka berdua sangat jelas melihatnya bahwa Priscilla menolaknya.

" Anda lihat? Bagaimana tanggapan Priscilla?"

Namun wanita itu masih memaksa ingin membawa Priscilla pergi, karena dia harus memusnahkannya.

" Etet, sudah saya katakan anda jangan sembarangan untuk mengambil pasien saya"

" Lepaskan, jangan sampai aku melaporkanmu keatasanmu" teriak Pevita

Semua orang terhenti melangkah, dimana mereka menatap kearah Arvin serta Pevita.

Ibunya merasa malu karena ulah anak perempuan pertamanya jadi memilih untuk menenangkannya.

" Pevita, sudah ayo kita pergi saja dari sini"

" Ibu apa-apaan sih? Kita datang kemari untuk apa tadi? Untuk membuatnya menjadi gila bukan bahkan niat kita juga harus membuatnya musnah"

Seketika Arvin mengepalkan tangannya saat mendengar ucapannya Pevita dan Ibunya, ternyata benar yang dikatakan Priscilla bahwa mereka ingin sekali memusnahkannya.

Saat keramaian mulai, dimana Valencia datang dengan wajahnya begitu panik.

" Dokter Valencia akhirnya kamu datang juga" kata Pevita dengan nada bangganya

" Nona dan Nyonya sedang apa kemari? Mengapa tidak memberi kabar kepada saya?"

" Sudah tidak perlu basa-basi, Dokter Valencia tolong kamu ambil Priscilla dari pria itu"

Valencia langsung menoleh kearah Arvin, dia merasa bingung harus bagaimana. Pevita melihat Valencia diam saja kini dia kembali membuka suaranya.

" Dokter Valencia, jangan bilang kamu tidak berani untuk mengambilnya?"

" Maafkan saya Nona, tidak bisa sembarang ambil karena dia sudah memiliki surat kuasa untuk pasien tersebut jadi siapapun yang melakukan kesalahan itu maka mereka akan menghukumnya atau bisa-bisa akan dikeluarkan dari rumah sakit ini"

Semakin merasa kesal saat mendengar jawabannya Valencia.

" Aarrggh bodoh sekali kamu, sudah diberi uang banyak-banyak namun tidak bisa melakukan pekerjaan ringan"

" Saya akan mengembalikan uangnya kepada Nona"

Plak!

Semua orang terkejut saat mendengar tamparan tersebut, ternyata karena merasa kesal Pavita melayangkan tamparan itu kepada Valencia.

Arvin hanya biasa saja, karena itu adalah resikonya Valencia hanya saja jangan pernah mencoba untuk menyakiti Priscilla karena dia yang akan turun tangan tidak peduli tentang hukumannya nanti.

Dimana Pevita langsung mendekat kearah Arvin, tiba-tiba dengan cepat dia menarik Priscilla sehingga keluar dari belakangnya Arvin hal itu semakin membuat Arvin tidak bisa lagi menahannya.

" Sudah saya katakan lepaskan Priscilla" teriak Arvin

Seketika Pevita terkejut dia melepaskan tangannya Priscilla, lalu mundur beberapa langkah karena takut melihat wajahnya Arvin.

Semua orang disana menyaksikan bagaimana Arvin marah besar, begitu juga Direktur Hendi tiba disana.

" Ada apa ini?" tanya Direktur Hendi saat tiba

Arvin menoleh kearah Direktur Hendi tersebut lalu dengan cepatnya membawa Priscilla dalam pelukannya.

" Dia ingin memaksa membawa Priscilla pergi, lantas saya menolaknya lalu dia membuat masalah" kata Arvin

Direktur Hendi merasa pusing, karena untuk pertama kalinya keluarga Priscilla datang. Karena setau Direktur Hendi mereka tidak pernah sama sekali untuk kemari.

" Maaf Nona dan Nyonya Melinda, tolong jangan membuat keributan disini kalian sudah tau bukan aturan rumah sakit bagaimana? Tidak boleh memaksa pasien atau membawanya pergi begitu saja tanpa persetujuan dari Dokter penanggung jawabnya"

" Kami hanya ingin bertemu saja, tapi mengapa dipersulit begini"

" Saya mengerti kalian ini bertemu karena sekian lamanya, tapi anda harus melihat kondisi pasiennya dulu seperti apa? Lihatlah Nona Priscilla terlihat sangat takut sekali sehingga membuat wajahnya begitu pucat itulah mengapa Dokter Arvin melarangnya"

Pevita benar-benar sangat kesal, kali ini mungkin rencananya gagal tapi lain kali tidak akan gagal.

" Ayo bu kita pergi, orang-orang disini pada ketularan Priscilla gilanya" kata Pevita langsung membawa ibunya pergi

Direktur Hendi hanya menggelengkan kepalanya saja melihat tingkahnya Pevita yang tidak ada attitudenya.

Kini Valencia hanya menundukkan kepalanya dia merasa sangat malu sekali. Lalu Arvin menoleh kearah Valencia dan berkata.

" Direktur Hendi, sepertinya Dokter Valencia sedang membuat masalah besar kali ini" kata Arvin membuat Direktur Hendi menatap Valencia

Terpopuler

Comments

Ruth Khoiriyah

Ruth Khoiriyah

sudah tau dr valaen salah kok msh dipertahankan

2024-12-16

0

Murwati Murwati

Murwati Murwati

Sekarang Valencia tidak bisa bertindak semaunya,karena dokter Arvin sudah mengetahui semuanya... 😞

2024-11-21

1

Lydia

Lydia

Lanjut Author... terima kasih

2024-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Pertemuan
2 Hasil Tes Laboratorium
3 Tidak Terima
4 Rasa Peduli
5 Berulah Lagi?
6 Tahap Pertama
7 Sesuatu
8 Ingin Tau
9 Lepas Kendali
10 Tenanglah, Aku Disini
11 Terbongkar
12 Kau Adalah Milikku
13 Hukuman
14 Harus Pergi
15 Saat Di Paris
16 Cemburu
17 Lepas Dari Hukuman
18 Apakah Itu Karma?
19 Pengganti
20 Tentang Artikel
21 Bertengkar
22 Mental Yang Drop
23 Tempat Tenang
24 Terasa Hangat
25 Frustasi
26 Tidak Punya Pilihan Lain
27 Dua Pilihan
28 Khawatir Dan Bingung
29 Melelahkan
30 Apa Lagi Ini?
31 Menolak
32 Terus Menolak
33 Hari Yang ditunggu
34 Kehidupan Baru
35 Ingin Lebih Lama
36 Hal Yang Aneh
37 Tidak Ingin
38 Hasil Pemeriksaan
39 Membuat Masalah
40 Pemarah
41 Perasaan Apa Ini?
42 Salah Tingkah
43 Rasa Peduli
44 Tidak Tau Terima Kasih
45 Benar-benar Frustasi
46 Terlalu Gengsi
47 Pov Dicky Dan Dhea
48 Pov Dicky Dan Dhea 2
49 Rasa Cemburu
50 Licik
51 Bertengkar
52 Ungkapan Hati
53 Merasa Canggung
54 Tidak Pernah Akur
55 Terlalu Posesif
56 Selalu Mencari Masalah
57 Tidak Menyangka
58 Begitu Khawatir
59 Kembali
60 Mengalah
61 Ternyata Kau Orangnya
62 Mengancam
63 Apa Yang Terjadi?
64 Lepas Tanggung Jawab
65 Tidak Ada Habisnya
66 Merasa Lelah
67 Orang Baru
68 Orang Tidak Beres
69 Tindakan Yang Benar
70 Pengganti
71 Tidak Mungkin
72 Rasa Sakit
73 Tentang Semuanya
74 Begitu Aneh
75 Terasa Pusing
76 Semakin Merasa Aneh
77 Asal Mulanya
78 Keadaan Dirumah Sakit
79 Kali Ini Apa Lagi?
80 Tanggung Jawab
81 Pengakuan
82 Ingin Bertemu
83 It's Okey
84 Tidak Disangka
85 Waktu Dulu
86 Bukan Pembunuh
87 Dunia Sangat Kejam
88 Seseorang
89 Keluarga Yang Sebenarnya
90 Trauma
91 Yang Tak Disangka
92 Kelahiran Seseorang
93 Sebuah Nama
94 Rencana
95 Meminta Restu
96 Hal Yang Spesial
97 Terasa Kesal
98 Melamar
99 Hari Bahagia
100 Pengantin Baru
101 Menunggu Jawaban
102 Drama Apa Lagi Ini?
103 Melawan
104 Mood Hancur
105 Masalah Belum Terselesaikan
106 Ingin Kembali
107 Mendadak
108 Memulai Dari Awal Kembali
109 Semakin Parah
110 Siapa Dia?
111 Berlalu Dengan Cepat
112 Frustasi
113 Semuanya Menjadi Rumit
114 Bertindak
115 Pembahasan
116 Terasa Damai
117 Drama Di Paris
118 Tidak Suka
119 Merasa Takut
120 Begitu Tidak Menyangka
121 Hari Itu Tiba
122 Bahagia Yang Sebenarnya
Episodes

Updated 122 Episodes

1
Awal Pertemuan
2
Hasil Tes Laboratorium
3
Tidak Terima
4
Rasa Peduli
5
Berulah Lagi?
6
Tahap Pertama
7
Sesuatu
8
Ingin Tau
9
Lepas Kendali
10
Tenanglah, Aku Disini
11
Terbongkar
12
Kau Adalah Milikku
13
Hukuman
14
Harus Pergi
15
Saat Di Paris
16
Cemburu
17
Lepas Dari Hukuman
18
Apakah Itu Karma?
19
Pengganti
20
Tentang Artikel
21
Bertengkar
22
Mental Yang Drop
23
Tempat Tenang
24
Terasa Hangat
25
Frustasi
26
Tidak Punya Pilihan Lain
27
Dua Pilihan
28
Khawatir Dan Bingung
29
Melelahkan
30
Apa Lagi Ini?
31
Menolak
32
Terus Menolak
33
Hari Yang ditunggu
34
Kehidupan Baru
35
Ingin Lebih Lama
36
Hal Yang Aneh
37
Tidak Ingin
38
Hasil Pemeriksaan
39
Membuat Masalah
40
Pemarah
41
Perasaan Apa Ini?
42
Salah Tingkah
43
Rasa Peduli
44
Tidak Tau Terima Kasih
45
Benar-benar Frustasi
46
Terlalu Gengsi
47
Pov Dicky Dan Dhea
48
Pov Dicky Dan Dhea 2
49
Rasa Cemburu
50
Licik
51
Bertengkar
52
Ungkapan Hati
53
Merasa Canggung
54
Tidak Pernah Akur
55
Terlalu Posesif
56
Selalu Mencari Masalah
57
Tidak Menyangka
58
Begitu Khawatir
59
Kembali
60
Mengalah
61
Ternyata Kau Orangnya
62
Mengancam
63
Apa Yang Terjadi?
64
Lepas Tanggung Jawab
65
Tidak Ada Habisnya
66
Merasa Lelah
67
Orang Baru
68
Orang Tidak Beres
69
Tindakan Yang Benar
70
Pengganti
71
Tidak Mungkin
72
Rasa Sakit
73
Tentang Semuanya
74
Begitu Aneh
75
Terasa Pusing
76
Semakin Merasa Aneh
77
Asal Mulanya
78
Keadaan Dirumah Sakit
79
Kali Ini Apa Lagi?
80
Tanggung Jawab
81
Pengakuan
82
Ingin Bertemu
83
It's Okey
84
Tidak Disangka
85
Waktu Dulu
86
Bukan Pembunuh
87
Dunia Sangat Kejam
88
Seseorang
89
Keluarga Yang Sebenarnya
90
Trauma
91
Yang Tak Disangka
92
Kelahiran Seseorang
93
Sebuah Nama
94
Rencana
95
Meminta Restu
96
Hal Yang Spesial
97
Terasa Kesal
98
Melamar
99
Hari Bahagia
100
Pengantin Baru
101
Menunggu Jawaban
102
Drama Apa Lagi Ini?
103
Melawan
104
Mood Hancur
105
Masalah Belum Terselesaikan
106
Ingin Kembali
107
Mendadak
108
Memulai Dari Awal Kembali
109
Semakin Parah
110
Siapa Dia?
111
Berlalu Dengan Cepat
112
Frustasi
113
Semuanya Menjadi Rumit
114
Bertindak
115
Pembahasan
116
Terasa Damai
117
Drama Di Paris
118
Tidak Suka
119
Merasa Takut
120
Begitu Tidak Menyangka
121
Hari Itu Tiba
122
Bahagia Yang Sebenarnya

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!