2. Perempuan beruntung

Kereta kuda terus berjalan, dan orang-orang yang dilewati oleh kereta kuda mewah tersebut tidak bisa menahan mulut mereka untuk memelankan suara. 

Orang-orang berbicara dengan begitu keras sampai terdengar ke dalam kereta kuda hingga pelayan Alaska membuka sedikit jendela sambil memperhatikan orang-orang yang tampak melihat jijik ke arah belakang kereta kuda mereka. 

"Sepertinya tabib perempuan itu memiliki banyak masalah, orang-orang terus mencaci makinya, mereka bahkan tidak berusaha memelankan suaranya," ucap sang pelayan dengan ekspresi khawatir bahwasanya perempuan yang mereka selamatkan mungkin saja adalah seorang penjahat dan bisa jadi menusuk Tuan mudanya dari belakang.  

Alaska juga bisa mendengar suara orang-orang dari luar, tetapi pria itu masih duduk dengan tenang dan membiarkan kereta kuda terus melaju. 

Sampai akhirnya saat mereka melewati pusat keramaian di desa tersebut akhirnya cacian pada Linda semakin tidak bisa di bendung. 

Seorang perempuan mengambil tomat busuk yang berserakan di tanah dan dengan ekspresi jijik melempar tomat busuk itu ke arah Linda. 

Buk!

Tomat busuk itu mengenai pakaian Linda yang sudah kotor dan robek sana sini, hingga membuat Linda menatap ke arah tomat yang terjatuh di tanah. 

'Sasar orang-orang sial ini, Padahal aku ingin lewat dengan tenang,' Linda mengerutkan keningnya, dia tidak ingin mencari masalah karena saat ini dia sedang dalam perjalanan menuju sebuah tempat yang akan memberikan sesuatu yang berharga. 

Menahan amarah dalam hatinya, Linda berusaha mengabaikannya, namun lemparan yang diabaikan oleh Linda itu malah membuat orang lain ikut mengambil telur busuk, buah-buahan yang busuk sayur-mayur yang busuk dan segala sesuatu yang menjijikkan lalu melemparkannya ke arah Linda. 

"Kenapa kau lewat di hadapan kami?! Merusak keberuntungan kami saja!" Gerutu salah seorang pria melempar sebuah semangka busuk ke arah Linda hingga semangka itu mengenai kepala Linda. 

Buk!

Semangka busuk itulah yang menghentikan langkah Linda, Ia yang sedari tadi tertunduk akhirnya mengangkat kepalanya menatap perempuan yang baru saja melempar semangka busuk.

Tatapan Linda yang begitu dingin dan tajam menusuk langsung ke belakang punggung perempuan yang melempar semangka membuatnya sedikit bergidik. 

"Ka,, ka kau! Apa kau lihat-lihat?!" Ucap Sang Perempuan dengan suara gagap, entah kenapa dia tiba-tiba menjadi ciut hanya karena sebuah tatapan dari Linda, padahal biasanya perempuan itu terus menundukkan kepalanya dan tidak berani mendekati kerumunan orang-orang. 

Orang-orang yang memegang buah busuk yang lain untuk dilemparkan pada lidah kini menahan gerakan mereka semuanya terkejut melihat betapa mengerikannya tetapan yang ditunjukkan oleh Linda. 

Setelah melihat semua orang terdiam, Linda akhirnya melanjutkan langkahnya mengikuti kereta kuda sambil melirik ke kakinya yang tidak menggunakan alas kaki.

Meski Linda tidak mengatakan apapun, namun orang-orang merasa seperti baru saja dimarahin oleh seorang nenek tua mengerikan yang tidak bisa dibantah.  

'Setelah ini aku harus menggunakan ramuan 7 bahan untuk berendam, aku harus memperbaiki tubuhku yang telah rusak selama 2 tahun terakhir,' kata Linda dalam hati. 

Pelayan Alaska yang melihat kejadian tersebut melalui jendela tempat dia mengulurkan kepalanya keluar akhirnya kembali menutup jendelanya dan menatap Tuan mudanya. 

"Hebat, perempuan itu bisa menghentikan semua orang yang sedari tadi mengolok-oloknya, sekarang tidak ada yang berani berbicara! Padahal perempuan itu sama sekali tidak berbicara, dia hanya terlihat memberi tatapan dingin pada orang lain, aku seperti melihat,,, melihat seorang Dewi pencabut nyawa," Ucap sang pelayan yang tidak menduga akan ada akhir seperti itu. 

Tetapi hal seperti itu justru membuat sang pelayan sedikit lebih cemas lagi. Yang artinya perempuan itu memiliki sebuah kemampuan, yang hampir atau mungkin setara dengan Tuan mudanya?

Alaska tersenyum, pria itu menopang kepalanya menggunakan tangannya sambil berkata, "selidiki orang-orang yang telah membuangnya, kita akan lihat seberapa hebat keluarga itu."

"Eh? Memangnya tuan muda mau melakukan apa pada keluarga yang telah membuangnya?" Tanya sang pelayan sedikit bingung, kapan Tuan mudanya mau mencampuri urusan orang lain? 

Ini tidak seperti yang biasa ia lihat pada Alaska.

"Aku hanya ingin tahu," jawab Alaska dengan singkat. 

Maka perjalanan mereka terus berlanjut sampai mereka melewati kediaman keluarga Sinea.

Pada saat mereka lewat tepat di depan pintu gerbang keluarga Sinea, saat itu juga Kartika bersama putrinya hendak keluar dari kediaman untuk pergi berbelanja ke pasar. 

Kartika sangat terkejut saat melihat sebuah kereta kuda yang mewah berjalan ke arah mereka. 

"Keluarga mana yang memiliki kereta kuda semewah ini?" Ucap Kartika memperhatikan kereta kuda yang mewah itu. Membuatnya merasa kagum selama beberapa saat.

Meski kereta kuda itu memiliki ukuran yang cukup kecil, namun bisa dilihat pemiliknya adalah orang yang kaya karena desain dan corak pada kereta kuda tersebut sangatlah mewah, mungkin bisa dibandingkan dengan kereta kuda orang terkaya di ibukota. 

"Wohh,,, pasti akan menyenangkan kalau aku menikah dengan keluarga dari pemilik kereta kuda seperti ini," Putri Kartika yang bernama emiralda berkomentar sambil memandang kagum kereta kuda yang cantik itu. 

"Tentu saja, Putri Ibu pasti akan menikah dengan seseorang yang luar biasa," kata Kartika benar-benar yakin bahwa suatu saat dia bisa mendapatkan seorang pria dari keluarga kaya raya untuk putrinya. 

Emiralda mengangguk senang, namun saat itu juga tatapannya tertuju pada salah seorang perempuan yang mengikut di belakang kereta kuda itu, perempuan dengan baju compang-camping dan kotor serta tidak menggunakan alas kaki dan kepala yang tertunduk membuatnya sangat terkejut. 

"Bukankah itu perempuan pembawa sial?" Ucap Emiralda sambil menunjuk Linda. 

"Siapa?" Kartika mengikuti arah tatapan putrinya dan juga sangat terkejut melihat perempuan yang baru saja dikomentari putri nya. 

"Kenapa dia mengikuti kereta kuda mewah itu Bu? Apakah dia,, dipungut oleh pemilik kereta kuda itu?" Ucap Emiralda yang tidak bisa membiarkan Linda masuk ke keluarga yang jauh lebih hebat dari keluarga mereka. 

"Mereka pasti tidak tahu kelakuan perempuan busuk itu, jadi,,," Kartika menggertakkan giginya, dia langsung bergerak menghalangi jalan kereta kuda tersebut. 

Dia harus memberitahu pemilik kereta kuda itu agar tidak membawa Linda ke dalam kediaman mereka.

Dengan begitu dia akan dianggap sebagai seorang penyelamat dan kemungkinan besar bisa mengetahui siapa di atas kereta kuda itu. Dan kalau seorang pria muda yang kaya raya, Dia mungkin bisa memperlihatkan putrinya yang cantik untuk memikat hati pria itu.

Maka kereta kuda itu langsung berhenti membuat Alaska dan pelayannya yang ada di dalam kereta kuda kebingungan. 

Pelayan pribadi Alaska dengan cepat membuka jendelanya, ia melihat keluar, "kenapa berhenti?" Tanya sang pelayan. 

"Seorang perempuan menghalangi jalan kita," kata salah seorang pengawal yang menenggangi seekor kuda jantan. 

"Siapa?" Sang pelayan melihat seorang perempuan yang berjalan ke samping kereta kuda. 

Perempuan yang berusia 50-an tahun menggunakan kain sutra berwarna biru dan perhiasan melilit di leher dan pergelangan tangannya. 

"Siapa kau berani menghalangi jalan tuan muda kami?" Tanya sang pelayan merasa kesal. 

Ini pertama kalinya mereka ditahan oleh seseorang, yang ternyata adalah seorang perempuan. 

"Maafkan saya tuan, Tetapi saya melihat bahwa dibelakang kereta anda mengikut seorang perempuan yang dulunya adalah mantan menantuku, dia adalah perempuan pembawa sial dan seorang perempuan bodoh yang dikatakan akan membawa sial pada siapapun yang menampungnya. Saya hanya memperingatkan kalian untuk berhati-hati padanya dan lebih baik tidak berhubungan dengannya," kata Kartika yang juga penasaran untuk melihat Siapa yang ada di atas kereta kuda itu, mungkin saja seorang pria tampan yang cocok untuk putrinya. 

Lagi pula, dia tidak ingin membiarkan Linda mendapatkan kehidupan yang lebih layak, akan bagus kalau perempuan itu luntang-lantung di jalanan atau masuk ke dalam hutan dan dimangsa oleh hewan buas. 

Sebab pikir Kartika jika Linda akhirnya masuk ke keluarga kaya, maka suatu saat perempuan itu mungkin akan kembali bersama keluarga kaya itu untuk menghakimi mereka jika Linda memenangkan hati keluarga kaya itu. 

"Kau?" Kata-kata sang pelayan terhenti, ia kembali menutup jendela dan manatap Tuan mudanya, "sepertinya perempuan inilah yang telah membuang Nona Linda ke jalanan, Apa yang harus saya lakukan?" Tanya pelayan Alaska. 

Alaska terdiam, dia memikirkan hal itu selama beberapa saat sebelum akhirnya mengulurkan tangannya yang putih dan lentik membuka jendela. Alaska menampakkan wajahnya yang tampan dengan kulit putih pucat dan mata hitam legam yang langsung menelan perhatian semua orang. 

Kartika pun terpana selama beberapa saat, dia tak menyangka bahwa tuan muda yang ada di atas kereta kuda tersebut Ternyata begitu tampan dan mulia, terlihat suci dan berkarisma, sosok pria yang akan memikat hati setiap perempuan yang melihatnya. 

Emiralda yang menatap dari kejauhan juga terkejut, ia langsung berlari ke samping ibunya agar bisa melihat wajah Alaska dengan jelas. 

Wajah emiraldad memerah, dia langsung jatuh cinta pada pandangan pertama. 

"Jangan menghalangi jalan jika hanya ingin mengatakan omong kosong," ucap Alaska dengan suara yang begitu dingin dan kelam membuat punggung Kartika seketika menjadi dingin dengan keringat bercucuran di punggungnya. 

Siapa yang menduga bahwa hanya satu kalimat yang diucapkan oleh pria tampan itu akan membuat seseorang bergidik merinding seakan-akan telah berjumpa dengan malaikat kematian. 

Setelah berbicara, Alaska menutup jendelanya dan sang pelayan berkata, "lanjutkan perjalanan!" 

Maka kereta kuda kembali melaju, meninggalkan Kartika dan putrinya yang masih melongo menatap kereta kuda tersebut. 

"Ibu!!! Aku langsung jatuh cinta padanya, ibu harus melakukan sesuatu untuk menjodohkan ku dengannya!" Kata Emiralda sambil memeluk lengan ibunya dengan penuh harapan. 

Kartika sama sekali tidak memperdulikan ucapan putrinya, perempuan itu masih terpaku ke arah Linda yang terus berjalan mengikuti kereta kuda, 'Bagaimana bisa perempuan itu memiliki keberuntungan yang sangat baik?' ucap Kartika dalam hati. 

"Ibu!" Emiralda merengek di samping ibunya karena tidak dijawab oleh Kartika. 

"Jangan khawatir, ibu akan menyuruh seseorang untuk mencari tahu dari keluarga mana pemuda itu berasal, lagi pula kalau mereka mengambil Linda, maka mereka harus membayar sejumlah uang kepada kita karena perempuan itu awalnya adalah orang kita," kata Kartika sebelum terbalik kembali ke dalam kediamannya, dia tidak jadi lagi untuk pergi berbelanja, saat ini belakang punggungnya basah kuyup dan itu tidak nyaman. 

Sementara Linda yang terus mengikuti kereta kuda, dia mengukir sebuah senyuman dingin di wajahnya yang sedari tadi tertunduk, 'lihat saja, aku akan kembali membalaskan dendamku pada kalian!' kata Linda dalam hati. 

Terpopuler

Comments

Yoni Hartati

Yoni Hartati

bener2 tak tau malu yg bener mestinya linda yg minta ganti rugi😤😤

2024-11-25

0

Inyoman Raka

Inyoman Raka

jalan kaki mengikuti kuda wah wah. pasti capek dan laparrr

2025-04-04

0

etna winartha

etna winartha

seru thor

2025-03-07

0

lihat semua
Episodes
1 1. Ingatan yang kembali membawa kemampuan medis terbaik
2 2. Perempuan beruntung
3 3. Perempuan lusuh itu sangat cantik
4 4. Ingin menelannya bulat-bulat
5 5. Salah membawa obat
6 6. Penawaran diluar anggaran
7 7. Tamparan membuat geger otak
8 8. Tidak kembali modal
9 9. Pengobatan Alaska berjalan lancar
10 10. Anak kepala desa mesum
11 11. Anak kepala desa dipermalukan
12 12. Perempuan yang melukai ayah dan ibu
13 13. Sandiwara Emiralda
14 14. Doni, si pria beristri banyak
15 15. Menolak pinangan Doni
16 16. Pengembara yang tinggal di sebelah timur desa
17 17. Kereta kuda milik Alaska
18 18. Linda dipanggil Alaska
19 19. Sogokan
20 20. Semua orang akan mendapat giliran merasakan sakit
21 21. Hendak memanfaatkan kesempatan
22 22. Tamu di pavilium
23 23. Perempuan tak tahu malu
24 24. Alaska menyimpan sebuah permintaan
25 25. Perjanjian dengan Robinson
26 26. Keributan di pagi hari
27 27. Sangat direndahkan
28 28. Maju salah, mundur salah
29 29. Hukuman untuk semua orang
30 30. Perintah menyelidiki asal usul Linda
31 31. Linda bertemu kenalan lama
32 32. Bunga dari keluarga Gintara
33 33. Suara yang menyusahkan
34 34. Sandiwara
35 35. Tidak ada hubungan khusus dengn Alaska
36 36. Penyelidikan identitas Linda
37 37. Hadiah iseng yang menggemparkan
38 38. Pria asing yang mengirim hadiah
39 39. Sang cucu kembali ke keluarga Amanta
40 40. Mengatur perjodohan
41 41. Restoran mengalami kerusakan.
42 42. Tiba di restoran
43 43. Bertemu Bunga di restoran
44 44. Perempuan muda yang tak berpengalaman menghina masakan juru masak
45 45. Bertaruh untuk juru masak atau Linda
46 46. Makanan yang enak itu masakan Linda
47 46. Terkejut berkali-kali
48 48. Identitas Linda
49 49. Menyembunyikan kerapuhan
50 50. Undangan pertunangan
51 51. Akhirnya seseorang datang
52 52. Alaska mengikuti kencan buta
53 53. Memutuskan untuk tidak lari lagi
54 54. Tidak nyaman
55 55. Dokumen dari sang nenek
56 56. Meninggalkan keluarga Gintara
57 57. Nona muda kembali membawa seorang pria
58 48. Keputusan untuk menikah
59 59. Masalah dokumen
60 60. Laporan
61 61. Hamil
62 62. Hasil diagnosa tabib
63 63. Mega Pingsan
64 64. Surat dari ibukota
65 65. Kembali ke ibukota
66 66. Hadiah yang menyentuh hati
67 67. Aksi protes
68 68. Keputusan Nyonya Besar
69 69. Harus meninggalkan kediaman Genandra
70 70. Segera meninggalkan ibu kota
71 71. Rencana untuk kembali ke ibu kota
72 72. Lempari dengan batu
73 73. Dibawa ke pengadilan
74 74.
75 75. Menghina keluarga kerajaan
76 76. Hukuman mati
77 77. The End
Episodes

Updated 77 Episodes

1
1. Ingatan yang kembali membawa kemampuan medis terbaik
2
2. Perempuan beruntung
3
3. Perempuan lusuh itu sangat cantik
4
4. Ingin menelannya bulat-bulat
5
5. Salah membawa obat
6
6. Penawaran diluar anggaran
7
7. Tamparan membuat geger otak
8
8. Tidak kembali modal
9
9. Pengobatan Alaska berjalan lancar
10
10. Anak kepala desa mesum
11
11. Anak kepala desa dipermalukan
12
12. Perempuan yang melukai ayah dan ibu
13
13. Sandiwara Emiralda
14
14. Doni, si pria beristri banyak
15
15. Menolak pinangan Doni
16
16. Pengembara yang tinggal di sebelah timur desa
17
17. Kereta kuda milik Alaska
18
18. Linda dipanggil Alaska
19
19. Sogokan
20
20. Semua orang akan mendapat giliran merasakan sakit
21
21. Hendak memanfaatkan kesempatan
22
22. Tamu di pavilium
23
23. Perempuan tak tahu malu
24
24. Alaska menyimpan sebuah permintaan
25
25. Perjanjian dengan Robinson
26
26. Keributan di pagi hari
27
27. Sangat direndahkan
28
28. Maju salah, mundur salah
29
29. Hukuman untuk semua orang
30
30. Perintah menyelidiki asal usul Linda
31
31. Linda bertemu kenalan lama
32
32. Bunga dari keluarga Gintara
33
33. Suara yang menyusahkan
34
34. Sandiwara
35
35. Tidak ada hubungan khusus dengn Alaska
36
36. Penyelidikan identitas Linda
37
37. Hadiah iseng yang menggemparkan
38
38. Pria asing yang mengirim hadiah
39
39. Sang cucu kembali ke keluarga Amanta
40
40. Mengatur perjodohan
41
41. Restoran mengalami kerusakan.
42
42. Tiba di restoran
43
43. Bertemu Bunga di restoran
44
44. Perempuan muda yang tak berpengalaman menghina masakan juru masak
45
45. Bertaruh untuk juru masak atau Linda
46
46. Makanan yang enak itu masakan Linda
47
46. Terkejut berkali-kali
48
48. Identitas Linda
49
49. Menyembunyikan kerapuhan
50
50. Undangan pertunangan
51
51. Akhirnya seseorang datang
52
52. Alaska mengikuti kencan buta
53
53. Memutuskan untuk tidak lari lagi
54
54. Tidak nyaman
55
55. Dokumen dari sang nenek
56
56. Meninggalkan keluarga Gintara
57
57. Nona muda kembali membawa seorang pria
58
48. Keputusan untuk menikah
59
59. Masalah dokumen
60
60. Laporan
61
61. Hamil
62
62. Hasil diagnosa tabib
63
63. Mega Pingsan
64
64. Surat dari ibukota
65
65. Kembali ke ibukota
66
66. Hadiah yang menyentuh hati
67
67. Aksi protes
68
68. Keputusan Nyonya Besar
69
69. Harus meninggalkan kediaman Genandra
70
70. Segera meninggalkan ibu kota
71
71. Rencana untuk kembali ke ibu kota
72
72. Lempari dengan batu
73
73. Dibawa ke pengadilan
74
74.
75
75. Menghina keluarga kerajaan
76
76. Hukuman mati
77
77. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!