3. Perempuan lusuh itu sangat cantik

Kereta kuda milik Alaska akhirnya terus berjalan sampai akhirnya tiba di pinggir desa di sebuah paviliun yang dibangun di sebidang tanah milik Alaska. 

Setelah kereta kuda berhenti, maka Alaska dibantu pelayannya turun dari kereta kuda dan sang pelayan pribadi mendorong Alaska memasuki paviliun diikuti oleh Linda yang berjalan di belakangnya. 

Jejak kaki Linda yang penuh dengan tanah langsung tercetak di papan kayu yang ia injak dan setiap langkahnya meninggalkan jejak sampai mereka benar-benar memasuki ruang utama paviliun itu. 

Linda memperhatikan desain pavilium itu,, di desain dengan sangat seksama dan setiap detailnya sepertinya dipikirkan dengan begitu matang sehingga paviliun itu terlihat sederhana namun mewah elegan dan sangat nyaman, namun secara bersamaan mengandung misteri yang menunjukkan bagaimana kepribadian pemiliknya. 

Alaska menahan roda kursi rodanya agar tidak lagi didorong oleh pelayan pribadinya lalu Alaska berbalik menatap perempuan yang mengikutinya dari belakang. 

"Kita akan bicara lagi nanti, pelayanku akan membantumu membersihkan diri," ucap Alaska dijawab anggukan Linda sehingga dia mengikuti seorang pelayan yang telah disiapkan sebelumnya. 

Mereka menuju ke sebuah ruangan yang telah disiapkan air untuk mandi. 

Linda menghentikan langkahnya, ia melihat bak berendam yang tidak pernah dilihatnya selama 2 tahun terakhir. 

"Bisakah kau membantuku mendapatkan bahan-bahan lain, Aku ingin berendam dengan bahan-bahan itu," ucap Linda. 

"Tentu saja Nona, katakan saja apa yang Nona butuhkan," kata sang pelayan. 

"Berikan aku kuas Dan kertas," ucap Linda mengejutkan beberapa pelayan yang ada di sana. 

Perempuan yang terlihat kumuh dan lusuh ini, yang terlihat seperti gelandangan bisa menulis? 

Mereka bingung, tetapi salah seorang perempuan dengan cepat mengambil sebuah kuat beserta tintanya dan tak lupa pula sebuah kertas putih kosong. 

Linda pun dengan cepat menulis 7 bahan yang ia butuhkan untuk berendam lalu memberikannya pada pelayan. 

Para pelayan yang melihat itu sangat tercengang, meski mereka adalah pelayan tuan muda yang sangat disegani dari ibukota, namun hanya beberapa diantara mereka yang bisa menulis, lagi pula mereka melihat bahwa tulisan Linda sangatlah indah, seperti kaligrafi yang biasa dibuat oleh para bangsawan. 

Masakan seorang gelandangan memiliki keahlian seperti itu? 

Apakah itu gelandangan dari surga yang memiliki tingkat lebih tinggi dari para gelandangan di bumi?

"Saya akan segera menyiapkannya," ucap salah seorang pelayan seketika dia menyadari bahwa dia terlalu lama diam saking terkejutnya ia atas apa yang ia lihat. 

Linda mengangguk, "terima kasih," ucap Linda membuat sang pelayan segera keluar dari kamar mandi tersebut. 

Linda tidak langsung masuk ke dalam bak berendam, Dia berjalan ke arah pancuran air yang terletak di samping bak berendam dan segera mencuci wajahnya. 

Tangan kasar bersentuhan dengan wajahnya yang kasar membuat Linda memejamkan matanya. 

Ini penghinaan baginya! 

Dulunya Dia adalah seorang pengembara perempuan yang paling cantik, orang-orang memandang ke arahnya, bahkan beberapa orang berusaha untuk mengejarnya karena terpesona dengan parasnya, namun sekarang  dia tak lebih baik daripada seorang pelayan rendahan di rumah pelacur. 

Para pelayan yang berdiri di dekat Linda tidak mengatakan apapun, mereka semua terdiam sampai beberapa saat lamanya akhirnya sang pelayan yang pergi mendapatkan ketujuh bahan yang diminta oleh Linda kini kembali membawa semua bahan-bahan itu. 

"Ini bahan-bahan yang nona minta," ucap sang pelayan. 

"Sekarang tinggalkan aku sendiri," ucap Linda membuat para pelayan di sana terkejut. 

"Ta,, tap--"

"Aku tidak suka diganggu saat sedang ingin sendiri," ucap Linda dengan suara yang tegas namun tetap elegan membuat para pelayan di sana kembali terkejut, Bagaimana bisa suara seorang gelandangan terdengar seperti,, suara Nyonya bangsawan? 

Maka para pelayan dengan cepat undur diri dari kamar mandi sehingga Linda hanya sendirian saja dan dengan cepat meracik bahan-bahan yang dibawakan oleh para pelayan dan mencampurkannya dengan air di bak berendam. 

Setelah semuanya tercampur, Linda melepaskan seluruh pakaiannya dan berdiri di bawah air mancur membasuh tubuhnya terlebih dahulu supaya kotoran-kotoran yang membandel di tubuhnya bisa terlepas sebelum akhirnya masuk ke dalam bak berendam. 

Dia mencelupkan seluruh tubuhnya ke bak berendam dan menahan nafas selama beberapa saat. 

Tubuhnya langsung menjadi panas ketika, seolah-olah ada sesuatu yang menjalar masuk menembus kulit-kulitnya, rasa sakit di telapak kakinya sangat menjadi jadi, terasa seperti menusuk-nusuk telapak kakinya. 

Linda menahan semua rasa sakit itu sebelum akhirnya dia memunculkan wajahnya ke permukaan air dan mendapati air yang tadinya begitu jernih kini menjadi begitu hitam dan kotor. 

Linda pun membasuh seluruh kulitnya, ia mengusapnya dengan teknik pengobatan yang ia ketahui. 

Perempuan itu cukup lama menghabiskan waktu di dalam bak berendam sampai akhirnya air bak berendam tersebut benar-benar berwarna hitam pekat. 

Barulah Linda keluar dari bak berendam tersebut dan kulitnya yang semula begitu kotor dan kusam kini menjadi sangat halus dan memperlihatkan kulit aslinya yang berwarna putih cerah. 

Obatnya bekerja dengan sangat baik.

Linda lalu berdiri di bawah pancuran air membiarkan sisa-sisa air dari bak berendam terbilas oleh pancuran air yang terus mengalir membasahi tubuhnya. 

Setelah merasa cukup, Linda menggunakan sebuah jubah yang disiapkan di kamar mandi dan keluar dari kamar mandi tanpa menggunakan alas kaki. 

Para pelayan yang menunggu di luar sangat terkejut saat melihat Linda yang keluar dari kamar mandi seketika berubah menjadi seperti perempuan bangsawan. 

"Ka,, Kau?" Salah seorang pelayan tidak tahan untuk berbicara, namun dia dengan cepat menutup mulutnya dengan kedua tangannya, saat ini dia tahu bahwa perempuan di hadapan mereka ini bukanlah perempuan yang sederajat dengan mereka. 

Perempuan dengan kulit putih cerah mata yang hitam legam dan kulit yang kenyal dan halus serta rambut panjang sampai pinggang terurai begitu lembut dan jari-jari kaki yang terlihat kurus dan bersih. 

Penampilan Linda saat ini terlihat seperti seorang Dewi di hadapan semua orang, baru pertama sekali para pelayan di sana melihat kecantikan yang menyilaukan mata. 

"Bantu aku mengeringkan rambut," ucap Linda membuyarkan kekaguman semua pelayan di sana. 

Maka semua pelayan dengan cepat melayani Linda, membantu Linda memilih pakaian Dan merias diri sebelum akhirnya Linda berdiri di depan cermin melihat penampilannya. 

Sebuah senyuman terukir di bibir Linda, senyuman yang dipenuhi dengan perasaan lega dan kemenangan. 

'Inilah aku yang sebenarnya, siap untuk memulai semuanya dari awal,' ucap Linda dalam hati. 

Sebuah semangat perlahan-lahan menyebar dalam hatinya.

"Apakah masih ada yang perlu kami bantu?" Ucap salah seorang pelayan Sambil memandangi Linda dengan kagum, kecantikan Linda benar-benar memikat, tidak ada satupun orang yang bisa lepas dari lingkaran sihir kecantikan Linda yang memikat semua orang. 

"Antarkan aku menemui tuan muda," ucap Linda membuat para pelayan dengan cepat menunjukkan jalan pada Linda. 

Mereka pergi ke depan paviliun yang memiliki emper yang luas. 

Di emper tersebut seorang pria yang duduk di kursi roda sedang menatap ke arah kejauhan, karena tepat di depan villa tersebut ada sebuah danau yang luas dengan air yang jernih dan terlihat menenangkan. 

Begitu mendengar suara langkah kaki mendekat dari belakangnya, maka Alaska membalikkan kursi rodanya dan terkejut melihat seorang perempuan cantik dalam balutan pakaian berwarna putih cerah. 

Warna pakaian putih cerah itu kontras dengan kulit indah yang putih cerah dan bola mata hitam pekat serta rambut hitam panjang yang mengurai ke pinggang dan sedikit disanggul di bagian belakang. 

Leher yang jenjang dan jari-jari tangan yang lentik dan cantik, tatapan penuh percaya diri yang menyimpan emosinya secara tersembunyi membuat Alaska terpesona dan tak mampu mengalihkan pandangannya Dari Linda. 

Dia terpikat, masuk ke dalam lingkaran sihir kecantikan yang ditebar Linda di sekitarnya. 

"Aku akan langsung bicara pada intinya," suara Linda yang tenang dan percaya diri akhirnya membuyarkan pikiran Alaska yang sedari tadi terfokus pada kecantikan Linda.

"Ayo kita bicarakan sambil makan malam," ucap Alaska sambil menatap ke arah pelayan pribadinya, dan saat itu Alaska terkejut saat melihat pelayan pribadinya masih terpaku melihat sosok Dewi di hadapannya yang benar-benar memikat. 

"Hm!" Alaska berdehem memberi kode pada pelayan pribadinya hingga membuat pelayan pribadi itu akhirnya tersadar dan segera mendorong kursi roda Alaska menuju ruang makan. 

Sambil mendorong kursi roda Tuan mudanya, pelayan pribadi itu berpikir dalam hati, 'Gila! Tuan muda memang tidak pernah salah saat melihat seseorang. Siapa yang mengira kalau perempuan yang compang-camping dan terlihat kumuh dan kusut itu ternyata lebih cantik dari seorang Dewi! Dia bahkan lebih cantik dari perempuan manapun yang pernah kulihat di ibukota!'  

Terpopuler

Comments

Mardelis

Mardelis

kok bisa begitu?

2025-03-14

0

etna winartha

etna winartha

bisa nggak ramuan dibagi

2025-03-07

0

Daniela Whu

Daniela Whu

mau dong resep ramuannya, biar segala penyakit yg di tubuhku juga hilang semua, 🤭

2024-10-29

1

lihat semua
Episodes
1 1. Ingatan yang kembali membawa kemampuan medis terbaik
2 2. Perempuan beruntung
3 3. Perempuan lusuh itu sangat cantik
4 4. Ingin menelannya bulat-bulat
5 5. Salah membawa obat
6 6. Penawaran diluar anggaran
7 7. Tamparan membuat geger otak
8 8. Tidak kembali modal
9 9. Pengobatan Alaska berjalan lancar
10 10. Anak kepala desa mesum
11 11. Anak kepala desa dipermalukan
12 12. Perempuan yang melukai ayah dan ibu
13 13. Sandiwara Emiralda
14 14. Doni, si pria beristri banyak
15 15. Menolak pinangan Doni
16 16. Pengembara yang tinggal di sebelah timur desa
17 17. Kereta kuda milik Alaska
18 18. Linda dipanggil Alaska
19 19. Sogokan
20 20. Semua orang akan mendapat giliran merasakan sakit
21 21. Hendak memanfaatkan kesempatan
22 22. Tamu di pavilium
23 23. Perempuan tak tahu malu
24 24. Alaska menyimpan sebuah permintaan
25 25. Perjanjian dengan Robinson
26 26. Keributan di pagi hari
27 27. Sangat direndahkan
28 28. Maju salah, mundur salah
29 29. Hukuman untuk semua orang
30 30. Perintah menyelidiki asal usul Linda
31 31. Linda bertemu kenalan lama
32 32. Bunga dari keluarga Gintara
33 33. Suara yang menyusahkan
34 34. Sandiwara
35 35. Tidak ada hubungan khusus dengn Alaska
36 36. Penyelidikan identitas Linda
37 37. Hadiah iseng yang menggemparkan
38 38. Pria asing yang mengirim hadiah
39 39. Sang cucu kembali ke keluarga Amanta
40 40. Mengatur perjodohan
41 41. Restoran mengalami kerusakan.
42 42. Tiba di restoran
43 43. Bertemu Bunga di restoran
44 44. Perempuan muda yang tak berpengalaman menghina masakan juru masak
45 45. Bertaruh untuk juru masak atau Linda
46 46. Makanan yang enak itu masakan Linda
47 46. Terkejut berkali-kali
48 48. Identitas Linda
49 49. Menyembunyikan kerapuhan
50 50. Undangan pertunangan
51 51. Akhirnya seseorang datang
52 52. Alaska mengikuti kencan buta
53 53. Memutuskan untuk tidak lari lagi
54 54. Tidak nyaman
55 55. Dokumen dari sang nenek
56 56. Meninggalkan keluarga Gintara
57 57. Nona muda kembali membawa seorang pria
58 48. Keputusan untuk menikah
59 59. Masalah dokumen
60 60. Laporan
61 61. Hamil
62 62. Hasil diagnosa tabib
63 63. Mega Pingsan
64 64. Surat dari ibukota
65 65. Kembali ke ibukota
66 66. Hadiah yang menyentuh hati
67 67. Aksi protes
68 68. Keputusan Nyonya Besar
69 69. Harus meninggalkan kediaman Genandra
70 70. Segera meninggalkan ibu kota
71 71. Rencana untuk kembali ke ibu kota
72 72. Lempari dengan batu
73 73. Dibawa ke pengadilan
74 74.
75 75. Menghina keluarga kerajaan
76 76. Hukuman mati
77 77. The End
Episodes

Updated 77 Episodes

1
1. Ingatan yang kembali membawa kemampuan medis terbaik
2
2. Perempuan beruntung
3
3. Perempuan lusuh itu sangat cantik
4
4. Ingin menelannya bulat-bulat
5
5. Salah membawa obat
6
6. Penawaran diluar anggaran
7
7. Tamparan membuat geger otak
8
8. Tidak kembali modal
9
9. Pengobatan Alaska berjalan lancar
10
10. Anak kepala desa mesum
11
11. Anak kepala desa dipermalukan
12
12. Perempuan yang melukai ayah dan ibu
13
13. Sandiwara Emiralda
14
14. Doni, si pria beristri banyak
15
15. Menolak pinangan Doni
16
16. Pengembara yang tinggal di sebelah timur desa
17
17. Kereta kuda milik Alaska
18
18. Linda dipanggil Alaska
19
19. Sogokan
20
20. Semua orang akan mendapat giliran merasakan sakit
21
21. Hendak memanfaatkan kesempatan
22
22. Tamu di pavilium
23
23. Perempuan tak tahu malu
24
24. Alaska menyimpan sebuah permintaan
25
25. Perjanjian dengan Robinson
26
26. Keributan di pagi hari
27
27. Sangat direndahkan
28
28. Maju salah, mundur salah
29
29. Hukuman untuk semua orang
30
30. Perintah menyelidiki asal usul Linda
31
31. Linda bertemu kenalan lama
32
32. Bunga dari keluarga Gintara
33
33. Suara yang menyusahkan
34
34. Sandiwara
35
35. Tidak ada hubungan khusus dengn Alaska
36
36. Penyelidikan identitas Linda
37
37. Hadiah iseng yang menggemparkan
38
38. Pria asing yang mengirim hadiah
39
39. Sang cucu kembali ke keluarga Amanta
40
40. Mengatur perjodohan
41
41. Restoran mengalami kerusakan.
42
42. Tiba di restoran
43
43. Bertemu Bunga di restoran
44
44. Perempuan muda yang tak berpengalaman menghina masakan juru masak
45
45. Bertaruh untuk juru masak atau Linda
46
46. Makanan yang enak itu masakan Linda
47
46. Terkejut berkali-kali
48
48. Identitas Linda
49
49. Menyembunyikan kerapuhan
50
50. Undangan pertunangan
51
51. Akhirnya seseorang datang
52
52. Alaska mengikuti kencan buta
53
53. Memutuskan untuk tidak lari lagi
54
54. Tidak nyaman
55
55. Dokumen dari sang nenek
56
56. Meninggalkan keluarga Gintara
57
57. Nona muda kembali membawa seorang pria
58
48. Keputusan untuk menikah
59
59. Masalah dokumen
60
60. Laporan
61
61. Hamil
62
62. Hasil diagnosa tabib
63
63. Mega Pingsan
64
64. Surat dari ibukota
65
65. Kembali ke ibukota
66
66. Hadiah yang menyentuh hati
67
67. Aksi protes
68
68. Keputusan Nyonya Besar
69
69. Harus meninggalkan kediaman Genandra
70
70. Segera meninggalkan ibu kota
71
71. Rencana untuk kembali ke ibu kota
72
72. Lempari dengan batu
73
73. Dibawa ke pengadilan
74
74.
75
75. Menghina keluarga kerajaan
76
76. Hukuman mati
77
77. The End

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!