Marvin dkk mendekati Alena dkk
Alena langsung menyudahi gamenya begitu pula dengan Berlian dan Valen
"Kalian ngapain?." Tanya Berlian menatap datar Marvin dkk
"Emmm i..itu." Jawab gugup Adrian
"Ngapain?." Tanya Valen dingin
"Itu.. kita cuman mau bolos aja." Jawab Jovian
"Kalau mau bolos ngapain nguntit?." Tanya Valen datar
"Kita cuman nggak mau ganggu aja." Bohong Jovian
"Enaknya kita apain nih?." Tanya Berlian memancing
"Bunuh." Jawab Alena mengeluarkan pisau lipatnya yang sebenarnya hanya bercanda
"Ehh kita minta maaf, jangan bunuh gw, gw belum nikah." Ucap Adrian kalang kabut karna takut melihat pisau ditangan Alena
Alena mendekati Marvin dkk dengan tatapan yang tajam bak elang yang segera menerkam mangsanya
"Jangan gitu, lu cewe." Ucap Marvin menatap mata Alena
"Emang." Jawab Alena santai, mulai maju dan lebih dekat dengan Marvin
Sontak Marvin langsung menahan tangan Alena dengan pandangan tertuju pada kedua buah bola mata indah Alena
Deg deg deg
Jantung keduanya terasa berdetak lebih cepat dari biasanya
"Jantung." Ucap Alena dalam hati yang merasa jantungnya berdegup kencang
"Tangan ini." Batin Marvin yang merasa familiar dengan sentuhan tangan Alena
Alena langsung menghempasakan tangan Marvin paksa lalu meninggalkan mereka semua begitu saja yang membuat Marvin dkk lega namun juga kebingungan
"Kenapa?." Tanya Jovian bingung
"Tau" jawab Adrian
"Lena nggak suka dipegang sama laki laki." Jawab Berlian
"Dan lu udah berani pegang pegang tangan dia." Jelas Valen menunjuk Marvin
"Gw nggak tau." Ucap Marvin merasa bersalah
Valen langsung mengejar Alena dengan menarik tangan Berlian, sedangkan Alena sudah tak berada lagi di area kampus karana ia sudah meninggalkan kampus begitu saja
"Aduh si Lena kemana coba." Ucap Valen mencari cari Alena
"Keparkiran." Ajak Berlian langsung menarik Valen
Saat sudah sampai diparkiran mereka sudah tak lagi melihat mobil Alena
"Lah mobilnya nggak ada." Ucap Berlian yang sudah tak melihat mobil Alena terparkir
"Kemansion atau kemarkas?." Ucap Valen bertanya tanya
"Telfon Nyokap, Bokap lu." Suruh Berlian
"Ok."
Valen langsung menghubungi Justin dan Carlet
"Mom, Alena kemarkas?." Tanyanya
"Nggak tuh." Jawab Carlet disebrang sana
"Yaudah kalo gitu." Ucap Valen langusng menutup panggilannya
"Gimana?." Tanya Berlian
"Nggak ada."
"Kemansion berarti." Ucap Berlian langusng masuk kedalam mobilnya diikuti Valen yang juga langusng masuk dalam mobilnya, melajukannya kemansion mereka
Sedangkan Marvin dkk diroftop masih bingung akan melakukan apa
"Gimana nih?." Tanya Jovian bingung harus berbuat apa
"Susulin aja gimana?." Usul Adrian
"Iya, lagian kita juga udah bolos." Ucap Jovian menyetujui
"Tapi kemana?." Tanya Adrian
"Kemansion mereka mungkin." Jawab Jovian tak yakin
"Kenapa? tadi gw ngerasa familiar banget sama sentuhannya." Ucap Marvin dalam hati yang terus berfikir
"Vin, kenapa lu? ngelamun aja," ucap Jovian menyadarkan Marvin "kita susulin mereka." Imbuhnya langsung diangguki Marvin dan langsung pergi menyusul Alena dkk
Sedang Alena masuk kedalam mansion dengan kesal mengabaikan sapaan para pelayan yang menyapanya, ia langsung masuk kedalam kamarnya dan menutupnya dengan kasar
"Si Non, kenapa?." Batin Bibi 1
"Ada masalah apa? jadi takut." Batin Bibi 3 bergidik ngeri dengan kekesalan Alena
"Kenapa?." Tanya Bibi 2 yang baru datang
"Si Non, kayaknya lagi kesel." Jawab Bibi 1
"Yaudah, biarkan saja, nanti bilang ke Nona Berlian dan Nona Valen." Saran Bibi 2
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
top markotop story'lanjut seruuuu
2022-12-18
0
Yuni Verro
itu bibi nya pada kepo
2022-04-28
0
Nurhalimah Al Dwii Pratama
emnk gx liat gelang nya
2021-03-05
0