Pagi harinya Azka menyiapkan sarapan untuk Suami dan Anaknya
Arion turun dari lantai dua menuju kemeja makan untuk sarapan bersama
"Pagi, Sayang." Sapa Arion
"Pagi, duduk sarapan." Suruh Azka sambil mengambilkan nasi dipiring Arion
"Alena mana, kok belum turun? nggak ngampus?." Tanya Arion beruntun
"Tanya satu satu napa"
"Iya iya."
"Masih dikamar mungkin, bentar." Jawab Azka lalu pergi kekamar Alena
Saat didepan pintu kamar Alena, Azka langsung masuk dan melihat Alena yang masih lelap tertidur meringkuk dibawah selimut
"Alena, bangun udah pagi, kamu nggak ngampus." Ucap Azka membangunkan Alena dengan menggoyangkan kakinya
Alena hanya menggeliat tanpa membuka matanya
"Anak ini." Gumam Azka, lalu ia menarik nafas dalam dalam dan
"ALENA BANGUN ADA TSUNAMI." Teriak Azka membangunkan Alena dengan suara yang mengema hingga ke penjuru mansion
"KYAAAA MOMY SELAMATKAN DIRI LENA NGGAK MAU MATI DULUAN LEXA BELUM KETEMU BUDDY." Teriak Alena kalang kabut
"Kaget aja masih bisa mikirin dia." Batin Azka menatap putrinya lalu tertawa terbahak bahak
"Hahahah kau ini ada ada saja." Tawa Azka nyaring
"Ish Momy, nggak lucu tau, kalo mau ngebangunintuh yang enakan dikit kek." Kesal Alena meracau
"Enak ya?." Tanya Azka dengan menyunggingkan senyum mautnya, yang membuat Alena takut setengah mati
"Eh nggak nggak Mom, bercanda kali pissss." Ucap Alena tersenyum menunjukkan deretan gigi putihnya
"Nggak ngampus?." Tanya Azka pada Alena
"Nggak ah, Lena males." Jawab Alena
"Terserah kamu saja lah, toh kamu juga pinter, itu juga kampus punya Dady mu." Jawab Azka cuek
"Momy mah pengertian." Ucap Alena memeluk Azka
"Momy boleh minta sesuatu?." Tanya Azka
"Hmmm apa?." Tanya Alena masih memeluk Azka
"Kamu lupakan saja dia ya, sudah terlalu lama kamu nunggu dia Lena." Ucap Azka, Alena langsung melepas pelukannya dan menatap datar Azka
"Momy tau? Lena sayang sama Buddy, Buddy janji bakal temuin Lena, Lena juga janji bakal nunggu Buddy." Jawab Alena
"Tapi..." Belum Azka meneruskan kata katanya Alena langsung memotongnya dan masuk kedalam kamar mandi
"Nggak." Jawab Alena langsung masuk dan menutup pintunya kasar
Huft Azka menghembuskan nafasnya kasar
"Dasar anak muda, cinta monyet saja masih diingat." Gumam Azka langsung pergi keruang makan menemui Arion
"Loh mana Alena?." Tanya Arion yang melihat Azka turun sendiran
"Diakamar mandi." Jawab Azka
"Nggak ngampus toh?."
"Nggak, males katanya."
"Kenapa?." Tanyanya lagi
"Kamu ih, nanya mulu, biasa itu soal hati." Jawab Azka kesal, karna Arion terus bertanya dari tadi
"Belum bisa melupakannya ya." Gumam Arion
"Hmmm." Dehem Azka
"Bagaimana jika kita meminta mereka kembali saja?." Usul Arion
"Kau lupa? mereka itu sangat sibuk, mengangkat telpon kita saja tidak pernah." Ucap Azka
"Hmmm iya juga, kalau begitu biarkan saja." Ucap Arion
"Sudah sana kekantor." Usir Azka, Arion langsung berdiri dan memakai jasnya dan pergi kekantor, tapi sebelum itu ia berbalik dan mengecup kening Azka
Tak lama Alena turun dari kamar kemeja makan, ia langsung melahap roti yang sudah disiapkan oleh Azka
"Kamu nggak ngampus mau kemana?." Tanya Azka
"Kamar." Jawab Alena mengunyah rotinya
"Terserahmu saja." Jawab Azka tak kalah datar dan langsung pergi
"Dasar, untung Momy gw." Gumam Alena yang masih didengar Azka
"Apa?." Tanya Azka berbalik menghadap Alena
"Eh enggak, Mom." Jawab Alena cepat lalu berlari kekamarnya
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
good job thor lanjutkan
2022-12-18
0
Yuni Verro
ngakak sih jatuhnya
2022-04-26
0
BINTANG PENGHACUR
cuman satu, walaupun mafia, jangan ada kata membunuh, kalau ada, ya jangan dia yang bunuh cukup anak buah gitu, sadis banget cewek cakep suka motong kepala🤦
2021-12-13
0