Saat pulang kampus Alena dkk langsung menuju mansion baru mereka
"Langsung kemansion?." Tanya Valen
"Hmmm." Dehem Alena langsung masuk dalam mobilnya yang langsung diikuti Berlian dan Valen
Saat diperjalanan tanpa mereka sadari dibelakang mobil mereka ada mobil Marvin dkk yang sedang melaju kejalan dan tujuan yang sama
Saat Alena dkk turun dari mobil dan telah sampai dimansion baru mereka, mobil Marvin dkk juga terparkir tepat didepan mansion Alena dkk
(Jaditu mansion mereka hadap hadapan gitu)
Mata Valen dan Jovian tak sengaja menyatu yang langsung membuat keduanya salah tingkah sendiri
"Mereka pindah kesini." Batin Marvin yang melihat Alena dkk menurunkan koper mereka masing masing
"Mereka tinggal dimansion itu, wahh bisa deket sama Berlian dong gw." Ucap Adrian dalam hati bersorak kesenangan
Alena dkk langsung masuk kedalam mansion tanpa menegur Marvin dkk yang masih melihat mereka
"Udah buruan masuk!." Suruh Marvin yang langsung masuk kedalam mansion mereka
Alena dkk memilih kamar mereka masing masing
"Pilih kamar sendiri." Ucap Alena langsung naik kelantai dua masuk kedalam kamarnya
"Dasar ya, gw kan kaga tau nih mansion segede gini punya kamar berapa." Gerutu Valen yang bingung memilih arah dimana ia akan pergi memilih kamarnya
"Udah ah keatas aja." Imbuhnya langsung pergi keatas dan masuk kesalah satu kamar
Dan kini tinggallah Berlian sendiri dibawah
"Yah gw ditinggal dong, auk ah gw ikut aja keatas, palingan juga ada kamar lagi." Ucapnya langusung naik keatas dan masuk kedalam sebuah kamar yang masih kosong
"Wah bagus juga nih kamar, nggak beda jauh sama kamar gw dimansion Momy ama Dady." Ucapnya langsung membaringkan tubuhnya dikasur empuk miliknya
Sedangkan Alena dikamar ia langsung kekamar mandi untuk membersihkan dirinya, setelahnya ia langsung turun dan menelfon nomor seseorang untuk diantarkan beberapa pelayan dan beberapa tukang kebun
"Antar beberapa pelayan dan tukang kebun, jalan xxx nomor 150." Ucap Alena langsung menutup panggilannya
Tak lama datang 3 orang pelayan dan 2 orang tukang kebun
"Permisi kami pelayan yang dipanggil untuk membantu pekerjaan rumah." Ucap salah satu pelayan
"Kami tulang kebun yang ditugaskan disini." Ucap salah satu tukang kebun
"Sekarang kalian bekerja disini, disini ada 3 penghuni, saya dan teman saya." Ucap Alena "Kalian bisa pilih kamar sendiri dibelakang." Imbuhnya lagi
"Maaf Nona, boleh kita tahu nama anda siapa?." Tanya salah satu pelayan
"Tidak perlu terlalu formal, saya Alena, kedua taman saya Berlian dan Valen." Jawab Alena
"Baik." Jawab mereka kompak
"Satu lagi, tidak ada siapapun yang boleh masuk kedalam kamar saya, pintu warna biru." Ucap Alena dingin langsung pergi membuat para pelayan dan tukang kebun takut dengan Alena
Malam harinya Alena dkk turun kemeja makan
"Non, makanannya sudah siap, silahkan dinikmati." Ucap pelayan sopan
"Duduk." Suruh Alena
Para pelayan langsung melihat satu sama lain
"Udah duduk aja." Suruh Berlian
"Apa tidak apa apa, Non?."
"Duduk aja." Suruh Berlian lagi
Mau tak mau mereka langsung menuruti perintah Alena dan Berlian
"Boleh kita panggil Bibi?." Tanya Valen
"Eh.." Kaget mereka
"Kenapa? nggak mau ya."
"Eh nggak Non, kita mau aja kok." Jawab mereka tersenyum
"Non, maaf Bibi lancang, kenapa Non bertiga tinggal sendiri? nggak sama orang tua aja?." Tanya Bibi 1
"Pengen aja, Bi." Jawab Berlian
"Orang tua Non, nggak apa apa?." Tanya Bibi 2
"Nggak papa kali Bi, orang kita aja hebat." Sombong Valen
"Mulai." Batin Alena menatap datar Valen
"Saya denger ini mansion punya keluarga terkaya nomor 1, Non beli ya?." Tanya Bibi 3 kepo sangad
"Alena Wansa Anderson." Ucap Alena menyebutkan nama panjangnya
Membuat Bibi kaget bukan main, belum selesai Berlian juga menyebutkan nama panjangnya
"Berliana Amela Anderson." Ucap Berlian
"Ka...kalian!?." Kaget Bibi 3 tercengang, karna mereka mengetahui keluarga Anderson adalah keluarga terkaya dan pemegang gelar Leader Mafia Black Devil
"Ma..mafia." Ucap Bibi 2 takut dan gugup
"Kenapa? Bibi kok pada takut, kita nggak bakal ngapa ngapin Bibi, asal Bibi semua tutup mulut, kalian kan tinggal serumah sama kita, jadi tahu dikit nggak papa." Terang Valen
"Hahahah Bibi lucu, mukanya kayak orang mau sekarat." Tawa Berlian
"Takut, Non" Jawab mereka kompak
"Hahahaah nggak usah takut Bi, Leadernya ada didepan Bibi." Ucap Valen menoleh pada Alena yang fokus pada makanannya
"Eh, maaf kita nggak tahu, dikira masih Nyonya Azka." Ucap Bibi 1
"Lajutin makan." Ucap Alena dingin, sontak semuanya langsung terdiam dan melanjutkan makannya
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
~BERSAMBUNG~
LIKE, COMMENT, KASIH RATE 5
JANGAN LUPA VOTE & TAMBAHKAN FAVORITE
JANGAN LUPA👆
SEE YOU NEXT EPISODE 😉
BYE~
AUTHOR SAYANG KALIAN💕💕
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 53 Episodes
Comments
Imam Sutoto Suro
wooow amazing story thor lanjutkan
2022-12-18
0
Yuni Verro
waduh bersahaja banget yah
2022-04-28
0
Nurhalimah Al Dwii Pratama
gx tertutup ya pada tau smua org
2021-03-05
0