MASAKAN YANG LEZAT.

Riko sudah selesai menunaikan kewajiban shalatnya. Kini ia membantu saya dan Lisa memasak di dapur. Sementara Mama Lisa dan Milu sedang istirahat di kamar karena sedang tak enak badan. Memasak kali ini jauh lebih cepat, karena masing-masing dari kami mengerjakan pekerjaan dengan baik dan cepat. Saya sesekali bersenda gurau dengan Riko, karena ia menggoda saya. Saya malu-malu menanggapinya dan sesekali ikut membalas perlakuan konyolnya. Lisa juga kami ajak mengobrol, membuat suasana di dapur sangat hangat dan asik. Walaupun Riko dan Lisa baru mengenal dalam beberapa jam, namun keduanya tampak tak canggung satu sama lain. Mungkin karena Riko pembawaannya sangat ramah dan hangat, sehingga Lisa kehilangan rasa gugupnya.

Masakan telah matang dan sudah tertata rapi di meja makan. Jujur saja, saat saya perhatikan, Riko sangat lihai dan pandai memasak. Terlihat dari pembawaannya, mulai dari memotong sayuran, ayam, dan menggoreng ayam, Riko seperti sudah terbiasa.

"Saya panggil Mama dan Milu, sebentar ya," pamit Lisa meninggalkan saya dan Riko berdua.

"Capek ya?" tanya Riko membuka pembicaraan.

Saya yang sedang berdiri sambil memegang sandaran kursi makan pun menjawab,"Iya, akhir-akhir ini saya selalu merasa kelelahan. Tapi kalau memasak dan makan bersama, biasanya lelahnya sedikit hilang."

"Habis ini istirahat saja, jangan terlalu dipaksa bergadang," nasehat Riko.

"Iya, nanti saya akan tidur lebih awal," balas saya.

Mama Lisa datang bersama Milu dan Lisa yang mengekor di belakangnya. Mama Lisa menyapa,"Eh ... Sudah matang ya? Pasti enak ini, apalagi dibantuin Riko."

Riko tertawa dan menyahut,"Terima kasih Tante."

"Iya, ayo makan. Kenapa masih berdiri," ajak Mama Lisa menyuguhkan.

Kami berempat langsung duduk begitu Mama Lisa mempersilakan. Riko duduk di sebelah kanan saya, Lisa duduk di sebelah kiri saya, Milu duduk di depan Lisa, dan Mama Lisa duduk di sebelah kiri Milu. Untung saja meja makannya ada enam kursi, jadi tidak perlu sampai harus ada yang mengalah.

Kami mengambil nasi dan lauk-pauk masing-masing. Saat memasukkan sendok ke mulut, Mama Lisa memuji,"Masya Allah, enak sekali masakannya. Rasanya nikmat dan gurihnya pas. Memang pintar memasak anak-anak gadis Ibu ya."

"Yang masak ayam goreng kalasannya Riko Ma, enakkan?" tanya Lisa.

"Enak sekali, Riko ternyata bisa masak ya. Pantas tadi sangat semangat mau bantuin masak," puji Mama Lisa membuat kami sedikit tertawa.

"Dulu waktu kuliah Riko ngekos Tante, jadi sudah biasa masak sendiri. Jadi lama-lama bisa masak," ucap Riko menceritakan pengalamannya.

"Oh ... Bagus dong, sudah mandiri ya," puji Mama Lisa di angguki oleh Riko.

Obrolan berakhir di situ, karena kami harus melanjutkan makan dengan tenang dan tak bicara. Selain di keluarga saya, itu juga berlaku di keluarga Lisa. Selain itu juga alasannya karena agama Islam sudah mengajarkan yang demikian. Saya makan dengan tangan, karena ingin mendapatkan Sunnah. Sementara yang lainnya menggunakan sendok, hanya Riko yang menggunakan sendok garpu. Saya wajar akan hal itu, Riko sudah lahir dari keluarga yang kaya dan berpendidikan. Table manner sudah diajari sejak ia kecil, saya sudah mengenalnya sejak lama, jadi saya tahu cerita dan gaya hidupnya. Oleh sebab itu gaya makannya Riko saat ini, terlihat sangat anggun dan berwibawa.

...----------------...

Kami sudah selesai makan, dan saat ini Milu yang mengambil giliran untuk mencuci piring. Ia sengaja dan dengan senang hati mengajukan dirinya untuk mencuci piring, karena merasa tak enak tidak membantu kami memasak. Walaupun saya sudah menolak keinginannya, namun Milu tetap ingin membantu mencuci piring.

Saya membawa sisa piring kotor dari meja makan menuju wastafel, dimana di sana sudah ada Milu yang sedang mencuci panci. Saya dan Lisa membantunya membawakan piring kotor. Sementara Riko, membantu mengelap meja makan dan merapikan kursinya, sementara Mama Lisa sudah kembali ke kamarnya.

"Milu, biar saya bantu ya," ucap saya menawarkan diri seraya meletakkan piring kotor.

"Tidak perlu, kamu temanin Riko saja di depan. Jangan pikirkan cucian piring ini Mona, saya bisa mengerjakannya sendiri. Kan sudah saya bilang, kalian istirahat saja, ini biar jadi bagian saya. Lagi pula saya sudah merasa mendingan setelah meminum obat," tolak Milu disertai alasan.

"Pergilah Mona, temani Riko. Kasihan Riko kalau harus di dapur terus," usir Milu.

"Yaudah, saya ke depan ya," pamit saya dan pergi meninggalkan dirinya.

Saya menghampiri Lisa yang sedang mengambil buah di kulkas, dan berbisik,"Lisa, saya ke depan dulu ya."

"Iya, ajak ngobrol di ruang tamu," jawab Lisa dan saya angguki.

Saya menghampiri Riko yang ternyata sedang berdiri di dekat meja makan seraya memperhatikan saya sambil tersenyum. Saya membalas senyumnya, kemudian mengajaknya untuk ke depan,"Ayo Riko, kita duduk di ruang tamu."

"Kita tidak membantu mencuci piring?" tanya Riko.

Saya menggeleng dan menjawab,"Tidak perlu, Milu tidak mau dibantu."

"Baiklah, ayo," ajak Riko berlalu ke depan diikuti saya di belakangnya.

Dari belakang saya melihat kemeja biru muda yang di pakai Riko masih sedikit lembab, saya lupa untuk menawarkannya baju ganti. Padahal tadi saya sudah ingat, untuk menawarkannya baju ganti untuk shalat, karena kemejanya basah. Namun saya kelupaan, kemeja Riko juga terlihat sudah mau kering di badan.

Riko duduk di sofa panjang, sementara saya duduk di sofa kecil sebelah kirinya. Sempat hening beberapa saat, jujur saja saya bingung harus mengatakan apa. Sudah lama tidak bertemu, membuat saya sedikit mati kutu.

"Riko, kamu gak mau ganti baju?" Tanya saya, akhirnya memberanikan diri membuka obrolan.

"Tidak perlu," tolak Riko.

"Tapi baju kamu basah," titah saya.

"Memangnya kamu punya baju cowok?" tanya Riko.

"DEG!"

Saya lupa, bahwa saya tidak memiliki pakaian pria. Bahkan saya baru ingat kalau saya juga tak membawa pakaian ganti. Selama sehari di sini, saya dan Milu meminjam baju Lisa. Masa iya saya mau menawarkan baju Lisa, mana mungkin saya seenaknya seperti itu di rumah Lisa. Lagi pula ukuran kaos Lisa kecil, sama seperti badan saya. Mana mungkin muat di pakai Riko, yang badannya bidang dan kekar seperti istilah zaman sekarang "Gapura Kabupaten".

"Oh iya, saya lupa Riko. Saya juga gak bawa baju menginap di sini, masa saya mau meminjamkan kamu baju," saya tertawa malu dan Riko ikut tertawa menanggapinya.

"Kamu tidak bawa pakaian ke sini?" tanya Riko.

"Tidak, soalnya tanpa rencana menginap di sini, semalam sehabis pulang kerja kami langsung ke sini tanpa mengambil baju ganti. Jadi saya pakai baju Lisa," jawab saya dengan senyum.

"Bagaimana kalau kita beli baju malam ini?" tanya Riko.

"Ha?"

Episodes
1 AWAL DARI KESENGSARAAN.
2 TANGAN BERBULU.
3 SALING MENGANCAM.
4 PENASARAN.
5 DILEPASKAN.
6 SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7 MEMANTAU DAN MENJAGA.
8 TATA CARA MINUM.
9 Memantau Mobil.
10 LISA MENGAMUK!
11 WARUNG KURANG AJAR!
12 SUARA MENGEJUTKAN!
13 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14 MONYET YANG SEBENARNYA!
15 PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16 SAHABAT SMA.
17 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18 MUNTAH!
19 MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20 MASAKAN YANG LEZAT.
21 UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22 LARI DARI KEJARAN TITAN.
23 PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24 DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25 ADIK YANG GILA.
26 DILECEHKAN RIKO!
27 DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28 BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29 SAYA BUKAN PELACUR!
30 BERBOHONG DEMI RIKO!
31 ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32 BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33 TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34 PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36 HANS KHAWATIR.
37 MENGOBATI LUKA MONA.
38 MENERIMA AMUKAN MONA!
39 HAMPIR KECELAKAAN.
40 MONA KEMBALI TANTRUM.
41 KAMAR MEWAH.
42 KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43 MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44 DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45 SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47 MENUNTUT BUKTI.
48 BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49 MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51 MINUM OBAT.
52 MENAHAN MALU.
53 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54 AFIRMASI POSITIF.
55 EMOSI DI PAGI HARI.
56 SARAPAN DENGAN DEBAT.
57 MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58 RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59 PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60 UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61 MOBIL GANTUNG.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
AWAL DARI KESENGSARAAN.
2
TANGAN BERBULU.
3
SALING MENGANCAM.
4
PENASARAN.
5
DILEPASKAN.
6
SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7
MEMANTAU DAN MENJAGA.
8
TATA CARA MINUM.
9
Memantau Mobil.
10
LISA MENGAMUK!
11
WARUNG KURANG AJAR!
12
SUARA MENGEJUTKAN!
13
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14
MONYET YANG SEBENARNYA!
15
PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16
SAHABAT SMA.
17
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18
MUNTAH!
19
MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20
MASAKAN YANG LEZAT.
21
UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22
LARI DARI KEJARAN TITAN.
23
PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24
DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25
ADIK YANG GILA.
26
DILECEHKAN RIKO!
27
DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28
BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29
SAYA BUKAN PELACUR!
30
BERBOHONG DEMI RIKO!
31
ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32
BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33
TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34
PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36
HANS KHAWATIR.
37
MENGOBATI LUKA MONA.
38
MENERIMA AMUKAN MONA!
39
HAMPIR KECELAKAAN.
40
MONA KEMBALI TANTRUM.
41
KAMAR MEWAH.
42
KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43
MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44
DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45
SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47
MENUNTUT BUKTI.
48
BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49
MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51
MINUM OBAT.
52
MENAHAN MALU.
53
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54
AFIRMASI POSITIF.
55
EMOSI DI PAGI HARI.
56
SARAPAN DENGAN DEBAT.
57
MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58
RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59
PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60
UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61
MOBIL GANTUNG.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!