MONYET YANG SEBENARNYA!

Hans dengan kedua anak buahnya, Riko dan Teo lari secepatnya dan bersembunyi di semak-semak sekitar 100 meter dari rumah Lisa. Mereka bertiga merunduk dengan napas yang tersengal, bahkan jantung mereka hampir copot. Hans memegang belikat tangan kanannya, jidat kanannya juga terlihat terluka dan mengeluarkan darah.

"Dasar bodoh! Hampir kita ketahuan!" maki Hans kepada kedua anak buahnya.

"Maaf Bos, saya gak sengaja," mohon Teo.

"Kamu hampir membuat saya mati Teo!" marah Hans.

Wajah Teo terlihat ketakutan, bahkan ia terlihat panik melihat Hans yang sedang memarahinya. Keringat makin mengucur di wajahnya.

"Sudah di bilang jangan dilepas! Lihat ini jidat saya sampai bocor tahu gak!" marah Hans.

"Badan saya sakit semua jadinya!" ucap Hans.

"Maaf Bos ...," lirih Teo.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Kejadian Sebelumnya.

Hans dengan kedua anak buahnya sudah selesai makan malam dari Restaurant. Hans memutuskan untuk ke rumah Lisa, karena ingin melihat Mona. Namun saat sampai di rumah Lisa, Hans tidak mungkin terang-terangan menampilkan dirinya, yang ada Mona akan kabur. Hans menyuruh Teo memarkirkan mobil mereka sekitar 200 meter dari rumah Lisa, agar tidak terlalu ketara nantinya. Saat masuk ke pekarangan rumah Lisa, suasananya sangat sunyi. Bahkan tidak ada pergerakan dari siapapun. Hans awalnya mengira bahwa Mona sudah tidur, namun saat melewati sebuah jendela, Hans mendengar suara Mona dan kedua temannya sedang mengobrol.

Hans yang tidak bisa mendengar suara Mona dari earphone, karena Hans tidak tahu jika Mona sedang mengisi daya telepon genggamnya dengan dimatikan. Hans memiliki sebuah ide, Hans memberi arahan kepada kedua anak buahnya dan membawa mereka ke samping rumah. Sambil merunduk di bawah pohon kelapa di samping rumah Lisa, Hans menjelaskan rencana yang harus mereka lakukan.

"Saya mau mengintip mereka, sekalian saya mau memasang alat penyadap suara. Kalian bantu saya naik ke atas atap kamar mereka. Kita naik dari pohon kelapa, habis itu nanti kalian berdua pegangin badan saya agar tidak jatuh saat saya naik ke atap kamar!" jelas Hans.

"Baik Bos!" jawab mereka berdua.

"Kamu Teo, sekalian lihatin sekitar, jangan sampai kita ketahuan warga!" perintah Hans.

"Baik Bos!" jawabnya.

"Jangan dilepas pegangannya! Pegang saya dengan benar!" peringatan Hans.

"Iya Bos!" jawab Riko dan Teo.

Mereka bertiga melancarkan aksinya, Hans lebih dulu memanjat pohon kelapa itu, lalu diikuti Riko dan Teo. Hans dengan sangat perlahan menginjak seng sebagai tumpuan pijakannya karena sengnya licin. Seperti rencana tadi, Riko dan Teo memegang kemeja Bosnya, sambil berpegangan di batang kelapa dan kakinya juga bertumpu di atap seng. Hans sudah menginjakkan kedua kakinya di atas atap, dengan kedua tangannya ia berusaha menjaga keseimbangan. Dari tempat mereka, suara Lisa terdengar memanggil seseorang, yang tidak tahu siapa itu.

"Surren ... Surren ... Surren ... Muncul dong!" panggil Lisa.

Bahkan ada samar-sama perdebatan diantara mereka bertiga yang tidak terlalu terdengar oleh Hans. Namun Lisa tetap memanggil nama itu,"Surren ... Surren ...."

Namun disaat yang bersamaan, Hans terjatuh karena ulah Teo. Teo melepaskan pegangannya pada kemeja Hans membuat Hans sulit menjaga keseimbangannya dan terpeleset. Seng yang licin membuat kaki Hans yang menginjak seng dengan memakai sepatunya menjadi sangat licin. Hingga akhirnya Hans terbanting ke atas atap seng dalam posisi tubuhnya yang berdiri tegak tadi, oleh sebab itu suaranya seperti rudal.

"GDUARRRRR!"

"ARHHHHHHH!" suara jeritan Mona dan kedua temannya, saat tubuh besar Hans menghantam atap seng kamar mereka dan menimbulkan suara yang menggelegar.

Karena terpeleset itu, Hans terperosok dan jatuh hingga dahinya tergores ujung atap seng dan tubuhnya terhempas ke tanah.

"Bos!" panggil berbisik Teo dan Riko dari atas.

"Lari!" perintah Hans langsung bangkit, padahal tubuhnya terasa remuk.

Riko dan Teo juga langsung turun dari pohon dan segera kabur dari lokasi mengikuti Hans, hingga mereka masuk ke kebun warga dan sembunyi di sana.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Maaf Bos, saya gak sengaja melepaskan Bos, tapi tangan saya licin karena tadi Bos banyak gerak, jadi gak sengaja terlepas." Ucap Teo menyesali perbuatannya dengan jujur.

"Lain kali jangan diulangi! Remuk tahu gak badan saya, jatuh dari ketinggian enam meter. Untung tulang saya tidak patah!" seru Hans kesal.

"Iya Bos," jawab Teo menurut.

"Mereka mengejar ke sini gak?" tanya Hans, matanya masih mengintai ke depan sana dari balik semak-semak.

"Sepertinya tidak Bos," jawab Riko di samping kanan Hans.

Hans bernapas lega dan merebahkan dirinya di atas tanah, matanya menatap langit malam yang dipenuhi bintang yang begitu indah. Hans memang merasakan sakit di tubuhnya, tapi rasa gelisah karena tidak mendengar suara Mona membuatnya frustasi. Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah pribahasa yang cocok untuk Hans malam ini. Mata tak jadi mengintip, telinga tak jadi mendengar, malah tubuh dan kening menjadi korban. Dirinya bahkan tidak tahu, bahwa Mona dan temannya menganggap suara itu berasal dari Monyet. Secara tidak langsung, Monyet yang sebenarnya adalah Hans sendiri.

"Untung saja atap sengnya tidak ambruk!" syukur Hans.

Riko melihat Bosnya yang sedang berbaring dan menimpali,"Lagi beruntung Bos."

Hans membayangkan awan yang berada di langit adalah Mona, entah mengapa di dalam pikiran Hans, awan itu berbentuk wajah Mona. Namun wajah Mona yang sedang cemberut dengan rambut yang di gerai.

"Mona ...," lirih Hans dalam hati.

"Apa kamu marah? Apa saya membuatmu takut?" tanya Hans dalam hati.

Pikiran Hans terus berkecambuk memikirkan Mona. Ada rasa bersalah dan penyesalan di dalam hati Hans. Hans merutuki dirinya sendiri karena sudah membuat Mona ketakutan. Suara jeritan Mona yang sempat terdengar di telinganya juga masih terngiang-ngiang.

"Hans bodoh! Hans bodoh! Bodoh! Bodoh!" Hans terus merutuki dirinya sendiri.

"Kamu membuat Mona takut!" makinya dalam hati.

"Mona takut karena kamu jatuh di atap seng kamar temannya!" marah Hans kepada dirinya sendiri.

"Padahal saya sudah berjanji untuk menjagamu, tapi barusan saya malah membuat kamu takut Panda Imutku ...." Sesal Hans dalam hatinya, pikirannya terus berkata dan memaki diri sendiri.

"Kita ke mobil sekarang, dan bawa saya ke Rumah Sakit!" perintah Hans kepada anak buahnya.

"Baik Bos!" jawab mereka.

Riko dan Teo membantu Hans untuk berdiri dan membopongnya menuju mobil. Untung saja jalan menuju mobil ada jalan lain yang tidak melewati rumah Lisa. Hans dibawa menuju Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Syukurlah setelah pemeriksaan, luka di dahi Hans hanya luka kecil dan tidak harus dijahit. Jadi tidak akan meninggalkan luka bekas jahitan yang menodai wajah tampannya. Hans sangat bersyukur untuk itu, sementara bahu kanannya sedikit bergeser, untungnya Dokter berhasil menanganinya dengan segera, sehingga cideranya tidak terlalu serius.

Malam ini dihabiskan Hans di ruang ICU, ia harus terus dalam pantauan Dokter setelah penanganan yang dilakukan. Sementara Riko dan Tio membagi tugasnya sesuai perintah Hans. Teo memantau rumah Lisa untuk memastikan keadaan dan pergerakan apa saja yang dilakukan Mona. Sementara Riko menemani Hans di Rumah Sakit.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Oalah ... Hans ... Hans .../Drowsy/
Makanya jangan banyak tingkah Hans!
Masuk ICU kan jadinya/Drowsy/

2024-09-03

2

lihat semua
Episodes
1 AWAL DARI KESENGSARAAN.
2 TANGAN BERBULU.
3 SALING MENGANCAM.
4 PENASARAN.
5 DILEPASKAN.
6 SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7 MEMANTAU DAN MENJAGA.
8 TATA CARA MINUM.
9 Memantau Mobil.
10 LISA MENGAMUK!
11 WARUNG KURANG AJAR!
12 SUARA MENGEJUTKAN!
13 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14 MONYET YANG SEBENARNYA!
15 PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16 SAHABAT SMA.
17 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18 MUNTAH!
19 MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20 MASAKAN YANG LEZAT.
21 UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22 LARI DARI KEJARAN TITAN.
23 PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24 DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25 ADIK YANG GILA.
26 DILECEHKAN RIKO!
27 DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28 BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29 SAYA BUKAN PELACUR!
30 BERBOHONG DEMI RIKO!
31 ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32 BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33 TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34 PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36 HANS KHAWATIR.
37 MENGOBATI LUKA MONA.
38 MENERIMA AMUKAN MONA!
39 HAMPIR KECELAKAAN.
40 MONA KEMBALI TANTRUM.
41 KAMAR MEWAH.
42 KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43 MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44 DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45 SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47 MENUNTUT BUKTI.
48 BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49 MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51 MINUM OBAT.
52 MENAHAN MALU.
53 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54 AFIRMASI POSITIF.
55 EMOSI DI PAGI HARI.
56 SARAPAN DENGAN DEBAT.
57 MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58 RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59 PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60 UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61 MOBIL GANTUNG.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
AWAL DARI KESENGSARAAN.
2
TANGAN BERBULU.
3
SALING MENGANCAM.
4
PENASARAN.
5
DILEPASKAN.
6
SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7
MEMANTAU DAN MENJAGA.
8
TATA CARA MINUM.
9
Memantau Mobil.
10
LISA MENGAMUK!
11
WARUNG KURANG AJAR!
12
SUARA MENGEJUTKAN!
13
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14
MONYET YANG SEBENARNYA!
15
PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16
SAHABAT SMA.
17
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18
MUNTAH!
19
MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20
MASAKAN YANG LEZAT.
21
UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22
LARI DARI KEJARAN TITAN.
23
PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24
DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25
ADIK YANG GILA.
26
DILECEHKAN RIKO!
27
DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28
BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29
SAYA BUKAN PELACUR!
30
BERBOHONG DEMI RIKO!
31
ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32
BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33
TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34
PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36
HANS KHAWATIR.
37
MENGOBATI LUKA MONA.
38
MENERIMA AMUKAN MONA!
39
HAMPIR KECELAKAAN.
40
MONA KEMBALI TANTRUM.
41
KAMAR MEWAH.
42
KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43
MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44
DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45
SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47
MENUNTUT BUKTI.
48
BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49
MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51
MINUM OBAT.
52
MENAHAN MALU.
53
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54
AFIRMASI POSITIF.
55
EMOSI DI PAGI HARI.
56
SARAPAN DENGAN DEBAT.
57
MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58
RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59
PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60
UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61
MOBIL GANTUNG.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!