SALING MENGANCAM.

"Siapa kamu?" tanya saya dengan panik dan terus berusaha melepaskan diri.

"Diamlah, kamu terlalu berisik," jawabnya lembut.

Deg!

"Suaranya ...," batin saya.

Suaranya mirip dengan suara pria yang tadi sore, sepertinya ini memang dia. Saya yakin itu. Suara berat namun lembut itu sangat identik dengan pria itu. Saya mengenal suaranya, walau tanpa melihat. Walau hanya bertemu dua kali, saya langsung bisa menandainya.

"Lepasin saya!" teriak saya memberontak.

"Diamlah. Jika kamu tenang, maka saya akan melepaskannya," ucapnya.

Demi keselamatan, saya menurutinya. Berharap yang ia ucapkan benar, saya akan dilepaskan. Perlahan tapi pasti, pria itu mulai melepaskan pegangannya dan menjauh. Tidak menindih tubuh saya lagi, membuat saya sedikit lega.

Saya duduk dan bersandar di kepala ranjang, sambil tangan saya-meraba nakas. Namun saya tidak menemukan senter yang saya letakkan sebelumnya.

Mata saya terus bergerilya di gelap gulita, berusaha menembusnya untuk melihat pria itu. Namun nihil, mata saya gagal melakukannya. Saya semakin panik dan membuka laci nakas dengan tergesa-gesa.

Dan tiba-tiba suatu hal mengejutkan...

"Kamu cari ini?" Tanya pria itu disertai cahaya senter yang ia arahkan ke langit-langit kamar dan menyinari wajahnya. Wajahnya tampak seram di bawah remang-remang kamar.

Saya sontak memasang gerakan siaga, kedua tangan dan lutut saya melindungi dada. Dan benar dugaan saya, pria itu adalah pria yang sama. Pria yang tadi sore sedang mendapat masalah dan saya menolongnya. Namun buat apa ia ke sini lagi? Dan mengapa ia bisa berada di kamar saya?

"Mau apalagi kamu?" tanya saya.

"Keluar!" usir saya membentak.

"Saya sudah bilang tenang, jika kamu terus berteriak seperti itu, saya akan berbuat jahat sama kamu," peringatnya namun dengan wajah tersenyum.

Senyumnya itu tidak manis, lebih terlihat mengerikan. Bayangkan saja, ada pria yang sedang memelukmu disaat engkau tidur. Bahkan kamu tidak mengenalnya, siapa namanya, dimana rumahnya. Dan kamu malah terpesona dengan senyumannya? Sangat bodoh! Namun saya berjanji kepada diri saya sendiri, saya harus tenang. Agar selamat.

"Apa maumu?" Tanya saya dengan takut dan waspada, tapi berusaha tidak menunjukkannya.

"Saya hanya berkunjung," jawabnya santai.

"Berkunjung? Apa dia gila!" batin saya tidak percaya.

"Kamu tidak izin dengan saya, dan jam berapa sekarang? Kamu bahkan tidak sopan berada di kamar seorang gadis!" hardik saya mengkritik.

"Maafkan saya, apa saya membuatmu takut?" tanyanya.

"Apa? Masih bisa bertanya seperti itu? Manusia mana yang tidak takut, coba kamu bayangkan!" batin saya menjawabnya.

"Cepat keluar! Urusan kita sudah selesai, jangan ganggu saya!" usir saya.

"Saya tidak berniat membuatmu takut, bahkan saya tidak melakukan hal yang senonoh," ucapnya.

"Tidak melakukan? Terus kamu pikir, dengan kamu masuk rumah orang lain tanpa izin dan berada di dalam kamarnya. Memeluknya disaat tidur, dan melakukan pengancaman. Itu tidak termasuk hal senonoh? Bahkan itu kriminal!" ucap saya berteriak.

Air mata saya tidak keluar, yang ada hanya tubuh yang membeku. Jika saya menangis, mungkin pria ini akan menganggap saya kalah. Saya tidak boleh menunjukkan kelemahan saya.

"Saya masuk bahkan sebelum kamu tidur, tapi kamu yang kurang teliti mengeceknya. Apa itu masih disebut kriminal?" serunya dengan sedikit tertawa.

"Apa!" tanya saya tak mengerti.

"Benar, saya masuk saat kamu memeriksa pelataran tadi. Kamu lupa menutup pintu saat keluar, dan saya masuk. Bersembunyi di kamar sebelah, menunggumu sampai tertidur. Lalu saya mematikan seklar listriknya, dan menemanimu tidur di sini, di kamar ini," jawabnya menjelaskan.

"Kurang ajar!" bentak saya.

"Apa maumu! Kenapa kamu mengganggu saya!" teriak saya langsung menangis ketakutan.

Air mata ini akhirnya luruh, air mata percampuran antara rasa sedih, marah, takut, semuanya menjadi satu.

Saya langsung berlari dan membuka lemari pakaian. Saya ambil uang yang ia berikan tadi sore dan langsung melemparkannya ke depan wajahnya. Uang itu langsung berhamburan, berserak tak beraturan.

"Ambil uangmu itu. Kalau kamu ingin mengambil uangmu kembali, tidak seperti ini caranya!" ucap saya sambil menunjuk dirinya.

Namun ia hanya tersenyum mengejek, kemudian menatap saya yang berdiri dihadapannya. Ekspresi dinginnya itu seperti kriminal dan psikopat.

"Kamu pikir saya maling?" tanyanya.

"Saya masuk ke sini, bukan untuk mencuri uang itu. Saya sudah memberikannya kepadamu, untuk apa saya ambil kembali?" tanyanya dengan senyum yang menyungging ke kiri.

"Siapa tahu kamu tidak ikhlas, ambil uang itu. Dan pergi dari sini!" teriak saya mengusir.

"Atau-" ucap saya.

"Atau apa?" tanyanya memotong.

"Saya akan teriak biar semua warga datang dan menghakimi kamu!" jawab saya mengancam.

Mendengar ancaman saya, ia langsung tertawa sekerasnya. Suara tawanya seperti villain dalam film. Ternyata suara tawa mengerikan seperti itu benar-benar ada di dunia nyata. Dan... apa yang lucu? Mengapa ia tertawa?

"Saya akan bilang sama warga, kalau kita sedang bercinta. Kita berdua akan sama-sama dihakimi kan?" tanyanya balik mengancam.

"Mereka tidak akan percaya kepadamu!" ucap saya menyangkal.

"Kamu yakin?" tanyanya dengan alis kiri yang naik.

"Ayo kita buktikan," tantangnya.

Pria itu mengambil handphonenya di saku kanan celananya, lalu terlihat sedang mencari sesuatu. Dan... apa yang terjadi selanjutnya? Ia menunjukkan sebuah video tubuh telanjang saya, yang ia ambil diam-diam.

Saya yang melihat video itu sontak tertegun dan malu. Saya berusaha mengambil handphone itu dari tangannya,"Berikan!"

Namun pria itu menghalangi saya dari handphonenya, sehingga saya tidak dapat menjangkaunya. Tubuh saya ia dorong dengan kuat, hingga saya terhuyung ke belakang. Untung saja, kaki saya mampu menumpunya.

"Tenanglah, ini masih satu dari banyak video lainnya," ucapnya tertawa.

"Apa kamu memperkosa saya?" tanya saya pesimis sambil memeriksa tubuh saya.

"Apa yang kamu lakukan kepada saya!" bentak saya frustasi.

"Sudah saya bilang tenang, kalau kamu mau tahu semua jawaban atas pertanyaanmu," jawabnya.

"Atau kalau kamu ingin video ini tersebar, silakan berteriak lagi dan meminta tolong kepada semua orang. Kita akan menonton video bugilmu bersama-sama," ancamnya membuat saya semakin merinding ketakutan.

"Apa yang harus saya lakukan, Ya Allah bantu saya," batin saya.

"Pikirkan baik-baik," ucapnya tersenyum sambil menunjukkan video lainnya.

"Hapus video itu!" pinta saya menatapnya tajam.

"Tidak mau," jawabnya tak acuh.

"Apa yang kamu mau? Kenapa kamu melakukan ini?" tanya saya sambil sesenggukan.

"Saya hanya berkunjung, dan menemanimu tidur. Apa masih kurang jelas?" tanyanya datar.

"Keluar sekarang!" usir saya sambil menunjuk pintu.

Melihatnya terus diam sambil tersenyum tiada arti. Saya berlari menuju pintu, lebih baik saya yang keluar dan meminta bantuan kepada tetangga. Namun apa yang terjadi? Pintunya terkunci.

Saya berusaha keras menarik gagang pintunya, sambil mata bergerilya mencari kuncinya ke sekitar.

"Tolong!" teriak saya sambil menggedor-gedor pintu.

Berharap siapapun mendengarnya, dan menolong saya. Saya benar-benar takut sekarang, apa salah saya sampai harus mengalami situasi buruk ini.

"Kuncinya ada pada saya, mintalah baik-baik pada saya," serunya.

"Diam!" bentak saya.

Terpopuler

Comments

Anonymous

Anonymous

Berkunjung kok tanpa izin dan gak sopan. Sudah ditolongin juga, tapi kenapa jadi penguntit seperti itu ya? Mana mengancam lagi./Puke/

2024-08-31

5

lihat semua
Episodes
1 AWAL DARI KESENGSARAAN.
2 TANGAN BERBULU.
3 SALING MENGANCAM.
4 PENASARAN.
5 DILEPASKAN.
6 SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7 MEMANTAU DAN MENJAGA.
8 TATA CARA MINUM.
9 Memantau Mobil.
10 LISA MENGAMUK!
11 WARUNG KURANG AJAR!
12 SUARA MENGEJUTKAN!
13 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14 MONYET YANG SEBENARNYA!
15 PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16 SAHABAT SMA.
17 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18 MUNTAH!
19 MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20 MASAKAN YANG LEZAT.
21 UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22 LARI DARI KEJARAN TITAN.
23 PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24 DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25 ADIK YANG GILA.
26 DILECEHKAN RIKO!
27 DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28 BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29 SAYA BUKAN PELACUR!
30 BERBOHONG DEMI RIKO!
31 ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32 BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33 TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34 PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36 HANS KHAWATIR.
37 MENGOBATI LUKA MONA.
38 MENERIMA AMUKAN MONA!
39 HAMPIR KECELAKAAN.
40 MONA KEMBALI TANTRUM.
41 KAMAR MEWAH.
42 KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43 MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44 DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45 SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47 MENUNTUT BUKTI.
48 BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49 MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51 MINUM OBAT.
52 MENAHAN MALU.
53 DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54 AFIRMASI POSITIF.
55 EMOSI DI PAGI HARI.
56 SARAPAN DENGAN DEBAT.
57 MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58 RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59 PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60 UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61 MOBIL GANTUNG.
Episodes

Updated 61 Episodes

1
AWAL DARI KESENGSARAAN.
2
TANGAN BERBULU.
3
SALING MENGANCAM.
4
PENASARAN.
5
DILEPASKAN.
6
SEMBUNYI DI RUMAH LISA.
7
MEMANTAU DAN MENJAGA.
8
TATA CARA MINUM.
9
Memantau Mobil.
10
LISA MENGAMUK!
11
WARUNG KURANG AJAR!
12
SUARA MENGEJUTKAN!
13
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
14
MONYET YANG SEBENARNYA!
15
PRIA DI BAWAH LANGIT JAKARTA.
16
SAHABAT SMA.
17
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
18
MUNTAH!
19
MEMINJAM TELEPON GENGGAM.
20
MASAKAN YANG LEZAT.
21
UGAL-UGALAN YANG MENGANCAM NYAWA!
22
LARI DARI KEJARAN TITAN.
23
PERLAWANAN SENGIT MENUJU KEMATIAN.
24
DIBEKAP DAN DIBORGOL DI MOBIL.
25
ADIK YANG GILA.
26
DILECEHKAN RIKO!
27
DITOLONG PRIA MISTERIUS ITU.
28
BERSEMBUNYI BERSAMA SINGA.
29
SAYA BUKAN PELACUR!
30
BERBOHONG DEMI RIKO!
31
ANCAMAN UNTUK BERDAMAI.
32
BERSENANDUNG DALAM KETENANGAN.
33
TERKEPUNG GEROMBOLAN PRIA JAHAT!
34
PENEMBAKAN DAN MEMBUNUH GEROMBOLAN MUSUH!
35
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
36
HANS KHAWATIR.
37
MENGOBATI LUKA MONA.
38
MENERIMA AMUKAN MONA!
39
HAMPIR KECELAKAAN.
40
MONA KEMBALI TANTRUM.
41
KAMAR MEWAH.
42
KENAPA HOTEL DI TENGAH HUTAN? HOTEL YANG MENCURIGAKAN!
43
MINUM SUSU PENENANG KESEDIHAN.
44
DIMARAHIN KARENA SARAPAN.
45
SIAPA YANG PELAKU DAN KORBAN? BENARKAH HANS PELAKU PEMERKOSAAN?
46
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
47
MENUNTUT BUKTI.
48
BUKTI DIBERIKAN DENGAN DERAI AIR MATA.
49
MEMBERI PERINGATAN KEPADA PRIA MISTERIUS ITU.
50
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
51
MINUM OBAT.
52
MENAHAN MALU.
53
DENGAN PENULIS NURUL NUHANA.
54
AFIRMASI POSITIF.
55
EMOSI DI PAGI HARI.
56
SARAPAN DENGAN DEBAT.
57
MENJADI SESEORANG YANG TAK DIANGGAP.
58
RUANGAN INDAH YANG MEMBUAT TAKJUB.
59
PINTU APA ITU? PINTU AJAIB?
60
UJUNG KORIDOR PERSIMPANGAN.
61
MOBIL GANTUNG.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!