Bab 18

Sambil terus memperhatikan Lia, Dava menghubungi Chandra.

“ Iya, halo Va. “ jawab Chandra mengangkat telpon dari Dava.

“ Sibuk gak nih karna ada yang mau aku tanyakan? “ ujar Dava.

“ Santai aja, apa yang ingin kamu tanyakan. “ kata Chandra.

“ Aku kirim foto, apa ini istrimu? “ ucap Dava.

Kemudian Dava mengirim foto Lia yang diambil secara candit tadi yang nampak natural cantiknya.

“ Kok Dava bisa bilang istriku, kan Cindy sedang masak di dapur. “ guman Chandra dalam hati.

Kemudian ia membuka foto yang di kirim Dava. Betapa terkejutnya dia, bahwa yang di kirim Dava adalah foto Lia.

“ Semakin cantik aja kau, dek. Sayang aku tak bisa memilikimu. “ ucap Chandra kagum melihat foto itu.

Tak lama kemudian, Dava menelepon, menyadarkan Chandra dari lamunannya.

“ Gimana, benarkan itu istrimu? “ tanya Dava.

“ Kamu dapat foto itu dari mana? “ bukannya menjawab pertanyaan Dava tapi malah balik bertanya.

“ Aku nanya kok kamu yang jadi balik nanya. “ ucap Dava.

“ Itu foto barusan aku ambil, orangnya ada di depanku. “ lanjut Dava.

“ Kamu kok bisa bilang dia istriku? “ tanya Chandra.

“ Karena ku lihat mirip dengan foto yang ada di mejamu waktu aku ke kantormu tempo hari. “ ucap Dava.

“ Dia bukan istriku, Va. “ jawab Chandra sambil menghela nafas.

“ Jika bukan istrimu, kok ada foto dia di mejamu? Atau kebetulan hanya mirip dengan yang ku kirim tadi? “ tanya Dava.

“ Ceritanya panjang , Va. Foto yang ada di mejaku dan yang kamu kirim, orangnya sama. Tapi aku tak enak ceritanya di telpon. Jika kamu ada waktu, baiknya kita ketemu. “ jelas Chandra.

“ Jadi dia masih sendiri? “ tanya Dava.

“ Kalau itu aku kurang tau karna sudah lama tak ku dengar kabar tentangnya. “ ujar Chandra.

“ Kok kamu bisa ketemu dia, emang kamu lagi di mana? “ lanjut Chandra.

“ Aku lagi di resepsi sepupuku. Kebetulan aku dan dia lagi jadi pendamping pengantin yang pesta hari ini. “ jelas Dava.

“ Ok, kalo ada waktu, bisa nanti sore kita ketemuan? “ tanya Dava.

“ Boleh, nanti kabarin aja ketemuan di mana. “ jawab Chandra.

“ Btw, siapa nama bidadari di depanku ini? “ tanya Dava.

“ Namanya Lia, NATALIA HELFINA LEONARD. “ jawab Chandra.

“ Thanks ya, Chan, semakin penasaran aku, siapa dia. Nanti kita ketemuan ya. “ ucap Dava.

“ Siapakah dirimu bidadari? “ tanya Dava dalam hati sambil menatap Lia tak berkedip.

Setelah acara selesai, Dava pamit pada keluarga Bimo. Ketika pamit, tak sengaja Dava bertanya pada Betty,

“ Boleh tau gak siapa yang jadi pendamping pengantinmu tadi? “ tanya Dava.

Betty sudah mengenal Dava ketika acara perkenalan keluarga besar saat mereka akan bertunangan tempo hari.

“ Oh, namanya kak Lia. Dia sekretaris papa di kantor. Habis, teman-teman dekat ku gak ada yang mau jadi pendamping pengantin, takut jauh jodoh katanya, jadi papa minta tolong kak Lia deh. Untung dia mau, kalo enggak, siapa yang bakal jadi pendamping pengantinku. “ jelas Betty.

“ Oh, berarti karyawan om Bara ya, baiklah kalau begitu. “ jawab Dava kemudian pamit.

Sampai di lobi gedung tempat acara resepsi, Dava menghubungi Chandra.

“ Iya Va, mau ketemuan sekarang? “ jawab Chandra menerima telpon.

“ Iya, kalo kamu gak keberatan dan ada waktu. “ jawab Chandra.

“ Ketemuan di kafe Pelangi ya, itu kan jarak tengah tempat ku sekarang dengan rumahmu. “ jelas Dava.

“ Ok, aku segera berangkat. “ jawab Chandra.

Kemudian setelah pamit dengan istrinya, Chandra menuju kafe Pelangi.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!