Lia pun tersadar dan malu. Merah sudah rasa pipinya yang mengagumi ciptaan Tuhan yang ada di depannya.
“ Saya tidak apa-apa kok. “ jawab Lia.
“ Maaf kalo boleh saya tahu, kamu mau ke mana, malam-malam begini jalan sendirian, apalagi sepertinya sambil melamun tadi? “ tanya pria itu.
“ Saya mau pulang dari kantor. Kontrakan saya dekat sini. “ ucap Lia.
“ Baik lah jika ingin melanjutkan perjalananmu. Hati-hatj di jalan. Maaf saya tidak bisa mengantarmu, itu pun jika kamu berkenan karna mobil saya sedang mogok. Tadi itu saya sedang menelepon bengkel ketika kamu menabrak saya. “ ucap pria itu. “ ucap pria itu.
“ Kalau begitu saya permisi dulu ya. “ pamit Lia pergi meninggalkan pria itu.
Tiba-tiba, ada yang menepuk bahu pria itu.
“ Liatin apa sih, Va, serius amat sampai aku di sampingmu gak ngerasa. ? ucap Evan pada Dava.
Ya, pria yang di tabrak Lia tadi adalah Dava, seorang CEO muda di bidang properti. Di usianya yang masih muda, dia mampu menyaingi para pengusaha lain yang mungkin umurnya setara dengan orang tuanya. Dia merintis usahanya sendiri dari awal sejak kuliah. Ayahnya yang juga seorang pengusaha di bidang otomotif, tadinya ingin Dava yang meneruskan usahanya tapi Dava malah memutuskan untuk merintis perusahaan sendiri walau kadang ia turut ikut serta membantu ayahnya dalam mengembangkan usahanya.
“ Abis liat bidadari. “ jawab Dava santai.
Evan pun kaget kemudian meletakkan punggung tangannya di kening Dava.
“ Gak panas tapi kok ngomongnya ngawur. “ ucap Evan.
“ Hari gini mana ada bidadari, Va. Kalo pun ada, itu muncul siang hari supaya cantiknya keliatan jelas. Ini sudah malam. “ ucap Evan menimpali pernyataan Dava yang di rasa aneh.
“ Iya, tadi aku habis liat bidadari. Karna terpesonanya, aku jadi lupa kenalan dengannya. “ ucap Dava yang menyadari tadi dia lupa berkenalan dengan Lia.
“ Kamu lagi berhalusinasi, Va. Makanya gak ada yang bisa di ajak kenalan. “ ucap Evan.
“ Mending kita urus mobilmu yang mogok ini. Mobil keren kok mogok. “ lanjut Evan seraya beranjak menuju mobil Dava.
“ Ih... kamu kok gak percaya sih, Van.” ujar Dava.
“ Iya deh, percaya, bos ganteng sedunia barusan bertemu bidadari turun dari langit tapi terbang lagi jadi bos gak sempat kenalan. “ ujar Evan meledek Dava.
“ Sekali lagi ngomongin bidadari, kamu yang urus mobil ini sendiri. “ lanjut Evan yang kesel .
“ Kok jadi kamu yang sewot sih? “ ucap Dava tapi tetap menuruti apa kata Evan untuk memperbaiki mobilnya yang mogok.
Akhirnya dengan bantuan montir panggilan dari bengkel langganannya, mobil Dava dapat digunakan kembali.
“ Udah beres ya. Sekarang mending pulang, segerin badan, istirahat yang cukup supaya bidadari khayalanmu gak terus di pikiranmu. “ saran Evan sambil berlalu meninggalkan Dava dengan mobilnya.
“ Dasar asisten konyol, awas kalo aku ketemu lagi dengan bidadariku, ku potong gajimu. “ ucap Dava.
Tapi Evan tak memperdulikan lagi ucapan Dava. Dia masuk ke mobilnya sendiri dan pergi berlalu.
Akhirnya Dava pun masuk ke mobilnya dan meninggalkan area itu. Begitulah Dava, jika merasa tidak terlalu penting dan mendesak, ia akan mengendarai mobilnya sendiri.
Dava pun tiba di apartemen miliknya. Setelah membersihkan diri, dia duduk di depan televisi sambil mencari acara yang enak untuk di tonton.
Tapi apakah Dava fokus menonton acara di televisi??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments