Bab 14

Dava pun tiba di apartemen miliknya. Setelah membersihkan diri, dia duduk di depan televisi. Sambil mencari siaran televisi yang enak untuk di tonton, tiba-tiba Dava teringat akan senyum Lia yang pamit padanya tadi.

“ Siapa dirimu, sepertinya kau sedang ada masalah sehingga diriku tak kau lihat tadi. “ gumam Dava dalam hati.

Akhirnya malam ini dilewati Dava dengan mimpi yang indah, membayangkan bidadari itu kembali hadir menemuinya tapi entah kapan.

Hari terus berlalu, begitu pula dengan Lia dan Dava. Mereka terus disibukkan dengan kegiatan masing-masing.

Dan karena kesibukannya, akhirnya Dava mulai melupakan bidadari yang pernah sebentar mengganggu pikirannya.

...----------------...

Hari ini hari yang cukup menggembirakan bagi Lia. Hari ini ia mendapat kenaikan jabatan menjadi sekretaris Direktur karena sekretaris yang lama mengundurkan diri karna harus ikut suaminya tugas ke luar kota.

“ Selamat ya Lia atas prestasimu. Kita bakal jarang ketemu deh. “ ucap Krisa ketika Lia sedang membereskan barang-barangnya untuk di pindahkan ke meja barunya.

“ Ih... kamu ini apa-apaan sih, kayak aku pindahnya ke antariksa aja. Kita itu cuma beda ruangan Krisa, bukan beda planet. “ jawab Lia sambil terus berbenah.

“ Iya sih tapi kita gak bisa lagi bisik-bisik tetangga. “ ucap Krisa.

“ Ya ampun, Krisa, bentar lagi bakal jadi nyonya Fenri tapi kelakuan masih kayak abg, untung Fenri sabar ngadapin kamu. “ ucap Lia yang kini sudah selesai membereskan barang-barangnya.

Kemudian ia minta tolong pada pak Yadi untuk mengangkat dan memindahkan barang-barangnya.

“ Teman-teman, aku pamit ya, cuma beda ruangan kok. Tetap saling kompak ya. Aku pamit. “ ucap Lia kemudian beranjak menuju meja barunya.

Bos nya sekarang adalah pak Bara, seorang pria paruh baya yang mempunyai putri bungsu yang sebaya dengan Lia.

Setelah semua barangnya beres, kemudian Lia masuk ke ruangan pak Bara untuk melaporkan bahwa dia sudah siap dengan tugas barunya.

Kini Lia sibuk dengan pekerjaan barunya yang mempunyai tanggung jawab yang lebih besar dari jabatan sebelumnya, sehingga tanpa ia sadari, ia semakin melupakan perihal hubungan masa depannya dengan laki-laki, semua seolah terlupakan di gantikan dengan tumpukan dokumen dan berkas lainnya.

Begitu juga dengan Dava. Hanya semingguan itu dia teringat akan senyum manis Lia, tapi kini dia sibuk dengan sejuta tanggung jawabnya sehingga perlahan melupakan senyum bidadari yang dijumpainya malam itu.

Siang ini Dava berencana akan bertemu Chandra, teman kuliahnya, yang juga adalah pria masa lalu Lia.

Walau mereka beda jurusan, Chandra di bidang hukum dan Dava di ilmu arsitek, tapi persahabatan mereka tetap terjalin dengan baik.

Dava hendak menyelesaikan masalah legal tanah yang akan dibangun perumahan olehnya.

Karena sudah membuat janji, Dava setibanya di kantor Chandra, langsung menuju ruangan Chandra.

Tok.. tok... tok..

“ Masuk. “ jawab Chandra dari dalam.

“ Permisi pak, ada pak Dava. “ ucap sekretarisnya setelah membuka pintu.

“ Ok, masuk Dava dan kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu. “ ucap Chandra.

Kemudian Dava masuk, mereka berbasa basi menanyakan kabar masing-masing sebelum membicarakan tujuan kedatangan Dava.

“ Gimana Chan, apa masalah legal tanah yang ku bicarakan tempo hari bisa kau urus? “ tanya Dava.

“ Untuk masalah itu sedang ku proses, mungkin seminggu lagi selesai, administrasinya lagi ada di kantor pertanahan. Jika sudah beres, nanti ku infokan dirimu. “ jawab Chandra.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!