Apakah kejadian itu akan terjadi lagi pada pertemanannya dengan Martin ??
...****************...
Hari demi hari di lewati Lia seperti biasa dengan kesibukannya di kantor. Begitu juga pertemanannya dengan Martin, tampak tak ada perubahan, walau kini Lia mulai membuka hati, siapa tahu akan ada perubahan dalam pertemanan mereka.
Martin memang hanya seorang Manajer pada perusahaan konsultan keuangan tapi orang tuanya adalah seorang Direktur pada salah satu BUMN. Posisi orang tua Martin yang membuat Lia awalnya ragu untuk membuka hatinya untuk Martin, takut hal yang terjadi antar dirinya dan Chandra terulang lagi.
Kini Lia mencoba membuka hatinya, dengan pendapat tidak semua setiap orang kaya, mapan dan berkedudukan mempunyai kriteria yang sama untuk calon menantu keluarganya.
Hari Jumat pun tiba. Hari ini Lia pulang tepat waktu karna sudah janji akan menginap di rumah ibu Tuti.
Tepat jam 7 malam, setelah Lia selesai membersihkan diri dan makan malam, ibu Tuti datang.
“ Apa kamu sudah siap, Lia. “ tanya ibu Tuti.
“ Sudah, bu. Sebentar saya ambil tas dulu. “ jawab Lia sambil masuk ke kamar, mengambil tas yang berisi keperluannya besok.
Kemudian ibu Tuti dan Lia pun, pergi meninggalkan kontrakan Lia menuju rumah ibu Tuti.
Keesokan harinya, acara keluarga ibu Tuti berjalan dengan baik. Pada malam harinya, setelah acara resepsi telah selesai, Lia pun pamit untuk pulang. Ibu Tuti minta maaf karna tidak bisa mengantar Lia kembali karena masih ada beberapa keluarga besarnya. Akhirnya Lia pun di antar sopir pribadi keluarga ibu Tuti untuk kembali ke kontrakannya.
Hari ke minggu, minggu ke bulan telah terlewati tapi tampak Lia belum mempunyai suatu hubungan yang serius dengan laki-laki.
Hari ini tepat setahun sudah pertemanan tanpa kejelasan antara Lia dan Martin. Selama ini, Lia sudah mencoba membuka hatinya untuk Martin. Ia mencoba berpikir positif akan apa yang akan terjadi ke depannya tapi sepertinya keberuntungan belum menghampirinya.
Sore itu, Martin datang menjemput Lia ke kantornya. Lia awalnya kaget, tanpa kabar Martin menghampirinya. Tapi Lia pikir, mungkin akan ada kabar kejutan dari Martin untuk hubungan mereka.
“ Sore Lia. “ sapa Martin yang menunggunya di lobi kantor.
“ Sore Martin. Kok gak kabar kabari dulu kalo mau ketemuan. Untung aku gak ada acara lain. “ jawab Lia.
“ Maaf jika sepertinya mendadak tapi aku yakin kamu gak akan ke mana-mana karna kan sudah tahu kegiatanmu sehari-hari. “ ucap Martin.
“ Kalau begitu, boleh kita pergi sekarang? “ tanya Martin kemudian.
“ Boleh kok. “ jawab Lia.
Kemudian mereka pun meninggalkan lobi kantor, menaiki mobil Martin pergi ke kafe Pelangi, dekat kantor Lia.
Setelah sampai di kafe Pelangi, Lia terdiam sesaat sebelum turun dari mobil. “ Semoga kejadian tempo hari tidak terulang lagi. “ harap Lia dalam hati.
Karena hari masih sore, jadi mereka hanya memesan minuman dan makanan kecil. Sambil menikmati sajian yang tersedia,
Martin memulai percakapan.
“ Gimana kabar keluargamu, Lia? “ tanya Martin.
“ Keluarga ku baik-baik aja. “ jawab Lia.
“ Begini Lia, bulan depan aku akan melanjutkan pendidikanku ke Amerika sekalian menggantikan posisi menejer yang sudah pensiun di kantor cabang yang ada di sana. “ ucap Martin.
Lia hanya diam menyimak penjelasan Martin. Dia menunggu Martin melanjutkan perkataannya. Melihat Lia yang hanya diam, Martin jadi ragu meneruskan perkataannya. Karena Martin terlalu lama diam, Lia pun mengingatkannya.
Apakah kelanjutan perkataan Martin ??
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 90 Episodes
Comments