episode 20~~MPBB

Hari-hari berlalu.tak terasa sudah mencapai 3 bulan,dan setelah kejadian kemarin,Edgar seolah-olah menghindariku,bahkan semua keperluan Edgar hanya Roy yang selalu muncul dan menyiapkan semuanya...

Lebih parah nya lagi,dia tak mau menatapku sama sekali,awal nya aku pikir dia hanya sibuk,jadi aku mencoba mengerti dan memberi dia ruang agar dia bisa menyelesaikan semua masalah nya,tapi ini sudah mencapai tiga bulan dia tidak menghiraukan ku....

Akhirnya aku memberanikan diri untuk bicara dan bertanya langsung kepada nya,kebetulan aku sedang ada laporan yang akan ku bahas dengan nya....

Tok...tok...tok

"Masuk."Sahut Edgar dari dalam ruangan.

Dengan tangan gemetar aku meraih gagang pintu dan membuka nya,aku pun melangka masuk dan terlihat Edgar sedang duduk di kursi kebesaran nya sambil menatap berkas yang ada di tangan nya....

"Tuan."Tegurku.

Edgar yang mendengar suara ku,seketika berhenti dengan aktifitas nya,dan meletakan berkas yang ada di tangan nya diatas meja,lalu menatapku dengan tatapan dingin....

"Siapa yang menyuruh mu membawa berkas itu kesini? Bukan aku sudah meminta Roy yang membawa nya kesini?"Tanya Edgar.

"A-aku yang sengaja meminta berkas ini,agar aku bisa bicara dengan mu,ada apa dengan mu? Kenapa kamu mengabaikan ku?"Tanyaku dengan mata berkaca-kaca.

"Siera,tolong jangan bahas masalah ini di kantor,kita akan bicara nanti."Selah Edgar.

"Tapi kapan?! Kamu selalu saja sibuk dan mengabaikan ku!"Jeritku diiringi air mata penuh penyesalan.

"Aku-"

Brakkkkk

"Sayang! Kamu masih sibuk?"

Suara pintu terbuka dengan keras,dan muncul suara wanita yang begitu familiar berjalan masuk dengan sepatu high hills berjalan ke arah kami,dan langsung berhanyut manja di lengan kekar Edgar....

"Oh maaf,aku pikir dia sendirian,kenalkan aku Hana calon tunangan atasan kalian,dan kami akan bertunangan mingu depan,tolong hadir ya."Ucap Hana tersenyum senang.

Duarrrrrr

Bagaikan di sambar petir di siang bolong,seketika seluruh tubuhku lemas tak bertulang,namun aku mencoba menahan diri agar tidak menimbulkan kecurigaan,dan menampilkan senyuman profesionalku.....

"Oh be-begitu,kenalkan namaku Siera,aku asisten tuan Edgar."Jawab ku terbata-bata.

"Siera,aku-"

"Ah tidak apa-apa tuan,a-aku hanya ingin mengantarkan berkas ini,dan sekali lagi selamat atas pertunangan nya,permisi."Potongku dengan senyuman hambar,lalu meletakan berkas yang ku bawa diatas meja.

Aku berjalan keluar dari ruangan dengan hati yang terguncang hebat,aku tak menyangka hubungan ku yang baru saja berjalan beberapa bulan akan berakhir tragis seperti ini,setelah tiba di meja kerja,tak terasa air mata yang ku tahan sejak tadi,akhirnya meluncur turun dengan bebas....

"Ini pasti cuman mimpi,bagaimana bisa dia akan bertunangan setelah mengatakan kebenaran kepadaku,kenapa dia tidak melakukan tampa mengatakan apa-apa kepadaku,dan biarkan kenangan masa lalu,hanya kenangan kosong."batinku sambil menitikan air mata dalam diam.

"Ra."Panggil Fanny menyentuh pundak ku dengan wajah khawatir.

Mendengar suara Fanny,dengan cepat aku mengusap air mataku,dan menatap nya sambil tersenyum hangat....

"Iya,ada apa Fa?"Tanyaku dengan suara serak.

"Kamu baik-baik saja? Apakah ada masalah? Tolong ceritakan kepadaku,aku tau kamu sedang sedih,jangan membohongiku dengan senyum palsu mu itu."Ucap Fanny yang sudah mengenal sifatku dengan baik.

Seketika senyuman itu pun redup dari bibirku,karna aku ketahuan sedang berbohong oleh sahabatku sendiri....

"Maaf."

Hanya kata itu yang mampu ku ucapkan sekarang,dan saat aku sedang di interogasi oleh Fanny,munculah Edgar dan Hana berjalan melewati kami semua,terlihat Edgar hanya memasan wajah dingin,sedangkan Hana masih setia merangkul nya dengan manja dan masuk ke dalam lift....

"Aku membenci mu Edgar."Batinku menatap nanar ke arah pintu lift yang hampir tertutup rapat.

"Ra,aku tau kamu mempunyai hubungan dengan atasan kita."Celetuk Fanny membuatku membulatkan mata.

"Ba-bagaimana mungkin,kamu pasti sedang halu."Elak ku tampa menatap Fanny dengan gugup.

Fanny yang melihat aku masih bersi keras untuk berbohong,akhirnya dia menceritakan semuanya,berawal dari kejadian di bar,dan di hotel waktu kami berada di eropa,karna waktu itu dia tak sengaja melihatku di bawa paksa oleh Edgar.....

"Kamu masih mau berbohong?"Tanya Fanny setelah menceritakan semuanya.

"Maaf,aku tidak bermaksud untuk berbohong,tapi aku hanya merasa tak enak saja Fa,tapi semuanya sudah berakhir,karna dia akan bertunangan dengan Hana minggu depan."Jelasku menunduk sedih.

"Dasar,boss bajingan! Aku akan melabrak nya."Umpat Fanny dengan emosi mengebu-gebu hendak pergi.

"Aku mohong jangan,biarkan saja dia bertunangan,lagian diantara kami tidak terjadi apa-apa,jadi mari kita lupakan saja."Cegah ku.

"Cih! Dia pikir cuman dia yang kaya dan tampan,dengan seenaknya dia menyakiti sahabatku,santai saja aku mempunyai kakak yang masih jomblo,dia pun tak kalah kaya dan tampan dari atasan kita yang sok itu."Cibir Fanny.

"Hah...sudahlah Fanny,aku masih pusing soal cinta,jadi berikan aku waktu untuk sendiri sejenak,aku mohon."Pintaku yang sudah capek dengan kata cinta.

"Baiklah,namun setelah kamu merasa baikan,tolong kabarkan aku."Imbuh Fanny penuh harap.

"iya."

Aku hanya menjawab singkat,dan kembali berkerja walaupun perasaan ku saat ini sedang tidak baik-baik saja....

Terpopuler

Comments

Dewi Oktavia

Dewi Oktavia

sakit jelas,,,tapi takdir tak bisa berkata.

2024-08-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!