Keesokan paginya seperti biasa,aku pun bersiap dan hendak berangkat kerja,namun tiba-tiba ponselku berderin,saat aku melirik ke arah ponsel,ternyata pangilan dari ibuku,dengan cepat aku menjawab nya....
"Hallo mama,selamat pagi."
^^^"Hallo nak,bagaimana kabarmu sayang?"Tanya mamaku dari seberang ponsel.^^^
"Aku baik-baik saja ma,bagaimana kabar adik,dan sekolah nya ma?"Tanyaku.
^^^"Hah...adik mu baik-baik saja,tapi dia membutuhkan uang untuk membeli laptop baru,mama pun sedang usaha,tapi dagangan sayur belakan ini sedang menurun."^^^
"Baiklah mama,aku akan usahakan,nanti akan aku transfer,kalau sudah ada."Ucapku.
^^^"Baiklah nak,maafkan mama merepotkan mu sayang."Ujar mamaku melalui ponsel.^^^
"Tidak apa-apa ma,jaga diri mama dan adik,aku harus bekerja dulu."
^^^"Baiklah sayang,hati-hati disana nak,mama selalu mendoakan yang terbaik untuk mu."^^^
"iya ma,bye."
Tut...tut...tut
Setelah ponsel di matikan,aku menghela nafas berat,sekarang aku pun sedang kebingunan,karna dari mana aku mendapatkan uang,tangal gajianku masih jauh....
"Hah...nanti saja aku pikirkan,sekarang aku harus berangkat kerja dulu."Gumam ku sambil menyalahkan motorku dan pergi.
Dalam perjalan aku tak sengaja melihat poster yang sedang membutuhkan tenaga kerja,aku pun berhenti sejenak dan megambil poster itu,lalu kembali menjalankan motorku menuju perusahaan....
"Aduh...muda-mudahan aku belum telat."Gumamku bergegas turun dan berjalan masuk,dan tiba-tiba.
"Kamu telat." suara bariton terasa sangat dominan menegurku di depan pintu perusahaan.
Aku pun menghentikan langkah kaki ku,dan menatap nya."Aduh...maaf tuan,A-aku tadi sedikit ada urusan."
"Sudah sana,buatkan teh untuk ku."Perintah Edgar bebalik dan berjalan pergi meningalkan ku.
"eh...aku ini asisten atau office boy?"batinku bertanya-tanya sambil berjalan mengikutinya dari belakan,dan kami pun masuk ke dalam lift pribadi.
Hatciiuuhhh
"Maaf tuan,aku masuk angin sepertinya."Celetuk ku karna tiba-tiba bersin setelah menghirup parfum Edgar yang begitu menyengat.
"Apakah kamu alergi parfum?"Tanya Edgar menebak-nebak.
"Ti-tidak tuan,aku hanya sedikit masuk angin."Elak ku takut boss ku marah,sambil mengusap hidungku yang amat gatal sampai memerah.
Ting
Tak lama pintu lift terbuka,dan aku langsung bergegas keluar,karna aku sudah tidak tahan dengan aroma parfum boss ku itu....
"Astaga alergiku kambuh lagi."batinku berjalan menuju meja kerjaku sambil bersin-bersin.
"Kamu kenapa? Kamu sakit yah?"Tanya Fanny berjalan menghampiriku.
"Entahlah Fa.sepertinya alergiku kambuh lagi setelah menghirup parfum boss kita."Jawabku sambil mengosok hidupku hingga memerah.
"Sudah,jangan di gosok lagi,lihat hidungmu sudah memerah."Cegah Fanny menarik tanganku yang masih setia mengosok-gosok hidungku.
"Aduh...terus aku harus bagaimana lagi? Ini gatal sekali."Keluhku hendak kembali mengosok hidungku,namun kembali di cegah oleh Fanny.
"Kamu tunggu disini,aku akan menanyakan obat alergi kepada Anton,siapa tau dia membawa nya." Fanny berjalan pergi meningalkan ku menuju meja kerja Anton,namun.
Kring...kring...kring
Terdengar telefon yang ada di meja kerja ku berderin,dengan cepat aku menjawab nya,dan itu dari boss ku yang menanyakan dimana teh hangat nya yang tadi ia minta,dengan cepat aku menutup pangilan itu dan berjalan menuju ruang pantry untuk membuat segelas teh hangat....
Hatcciuuhhhh
"Aduh...hidungku gatal sekali."Gumamku berjalan menelusuri lorong perusahaan menuju ruangan boss ku.
Tok...tok...tok
"Masuk."Sahut Edgar dari dalam ruangan.
Cekleekkkkk
Aku pun berjalan masuk sambil membawa nampan menuju meja kerja nya,setelah menaru teh di hadapan Edgar,lalu aku pun berdiri menjauh,karna aku tidak mu mencium aroma parfum nya yang begitu menyengat menurutku....
"Kamu kenapa? Apakah kamu tidak suka dengan parfumku?" lagi-lagi Edgar bertanya sambil mengerutkan kening menatapku.
"Ah! Tidak tuan,a-aku hanya tidak mau tuan tertular,karna aku sedikit tidak enak badan,dan suka bersin dengan tiba-tiba."Elak ku dengan cepat.
Namun tiba-tiba Edgar berdiri menghampiriku,yang membuatku panik dan reflek mundur menjauh darinya....
"Aku mohon,jangan mendekat."Batinku perlahan menjauh.
"Cih! Aku tau kamu pasti alergi dengan parfum ku."Desis Edgar sambil melepaskan jas miliknya dan membuang ke sembarang arah.
"Tu-tuan,kamu mau ngapain?"Tanyaku panik sambil menutup tubuh depan ku dengan nampan yang ada di tanganku.
"Apa yang kamu pikirkan? Apakah kamu pikir aku ingin melakukan sesuatu kepadamu? Tapi maaf,kamu bukan tipeku." lagi-lagi dia mencibirku dengan nada mengejek.
"Cih! Kamu pun bukan tipeku tuan,permisi!"
Aku pun berjalan keluar dengan kesal,entah kenapa berada di dekat boss ku itu,rasanya ingin sekali ku jambak rambutnya,dan mencakar bibir nya yang suka mencibirku....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Bening
"Entahla Fa, sepertinya alergiku kambuh lagi. Setelah menghirup parfum boss kita," jawabku sambil mengosok hidung
seharusnya tanda koma bukan titik
ini menurutku yg pas tanda bacanya
2024-08-20
0