"Taru disitu."Perintah nya tampa menatap wajahku.
Aku pun mengangguk mengerti dan menyajikan teh hangat tersebut diatas meja,lalu berbalik hendak pergi....
"Tunggu."Cegah Edgar menghentikan langkah kaki ku.
Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya secara perlahan,lalu memasan senyuman profesionalku lalu berbalik menatap ke arah pria arogan tersebut....
"Ada apa tuan? Apakah ada yang bisa kubantu?"Tanyaku selembut mungkin sambil menampilkan senyuman terbaik ku.
Namun si pria arogan itu tidak menjawab,ia malah menyeruput teh buatan ku,dan sedetik kemudian dia mengerutkan kening dan menatapku dengan tajam....
"Mati aku."batinku sambil menelan ludah dengan kasar.
"Apakah ini teh buatan mu?"Tanya nya.
"I-iya tuan."Sahutku dengan gugup.
"Cih! Ini yang papaku sebut profesional? Bahkan mengaduk secangkir teh saja tidak becus."Cibir Edgar sambil menatapku dengan sinis.
"hufff...sabar Siera,ingat dia adalah atasan mu."Batinku lagi mencoba menahan emosiku.
"Ehem...maaf tuan kalau selera tuan berbeda,aku akan membuatkan nya lagi." aku pun kembali melangkah ke arah nya,dan mengambil teh hangat tersebut lalu keluar....
(10 menit kemudian)
"Huf...huf...huf...aku tau dia sedang mengerjainku,dasar pria arogan."Umpatku dengan kesal karna sejak tadi aku hanya bolak balik demi membuat secangkir teh hangat sesuai pemintaan pria itu.
Ceklekkkkkk
Lagi-lagi aku membuka pintu ruangan dengan lesu,lalu melangkah ke arah nya dan kembali menyajikan teh buatanku yang kesekian kali nya....
"Tuan,ini teh hangat nya,aku harap kali ini sesuai dengan selera tuan." dengan suara pelang dan capek,aku pasrah dengan jawaban nya nanti,setelah dia menyeruput teh buatanku itu.
"Hah...ini baru namanya teh,tidak seperti tadi yang lebih mirip air kotor."Ucap Edgar setelah menyeruput teh buatanku sambil tersenyum menyeringai menatapku.
"cih! Aku ingin sekali mencakar wajah dan menghilangkan senyuman konyol nya itu,aduh...sabar-sabar siera."batinku sambil meremas ujung nampan yang sedang ada di tanganku.
"Ka-kalau begitu,saya permisi dulu tuan."Pamitku kembali berjalan keluar dari ruangan itu tampa menungu jawaban darinya,karna aku tidak mau dia memerintahku lagi.
Aku pun berjalan dengan wajah yang kecapean lalu duduk di kursi kerjaku yang tak jauh dari temanku,Fanny....
"Siera,kamu baik-baik saja?"Tanya Fanny sambil menyodorkan dua bungkus roti croissant kesukaanku.
Kedua mataku langsung berbinar."Terima kasih temanku,kamu memang yang paling terbaik."Kataku.
"Makanlah,dan siapkan tenaga mu untuk menghadapi boss kita itu."Ujar nya yang membuatku menghentikan makan ku.
"Hah...aku sangat capek Fanny,Sejak tadi dia menyuruhku bolak balik hanya untuk membuatkan dia secangkir teh,hufff...ingin sekali ku jambak rambutnya." aku mendengus kesal sambil memakan roti yang ada di tangan ku dengan cepat.
"Hahahaha! Sabar...bagaimana pun dia adalah boss kita,Ra."Bujuk Fanny sambil tertawa kecil dan mencoba menenangkan ku.
"Iya."Jawabku singkat dan kembali memakan roti kesukaanku itu.
(Siang harinya)
"Hah...akhirnya semuanya selesai."Gumam ku merentakan kedua tanganku setelah beberapa jam mengetik semua file,namun.
"Kamu sudah selesai? Ayo ikut aku,kita ada meeting di luar perusahaan." suara yang sangat tak ingin kudengar saat ini,tiba-tiba malah muncul di sampingku,yah siapa lagi,kalau bukan anak boss yang menyebalkan itu.
"baik tuan."Jawabku dengan patuh,karna saat ini aku tidak memiliki tenaga untuk berdebat dengan pria menyebalkan itu.
Kami berdua pun berjalan beriringan menuju pintu lift dan masuk,ia yang berdiri tak jauh dariku,membuatku bisa mencium aroma parfum yang begitu menyengat di hidungku....
"cih! Pantas saja di sebut kejam,bahkan parfum nya saja sangat mendominasi mirip dengan pemiliknya."Batinku mencibir.
"Apakah kamu sedang membicarakan ku?"Tanya Edgar yang tiba-tiba membuatku tersentak kaget.
"Ha ha ha ha,aku mana berani tuan."Jawabku sambil tertawa hambar,karna aku baru saja ketangkap basa sedang mencibir boss ku sendiri.
"Kalau kamu ingin membicarakan seseorang,pastikan tidak ada kaca di sekitarmu,karna dari ekspresimu yang menatapku sejak tadi,tidak bisa menyangkal kalau kamu sedang membicarakan ku."Jelas nya tampa menatapku.
Aku pun dengan cepat menatap sekitar,ternyata memang benar,di lift pribadi itu terdapat kaca di setiap sudut dan aku bisa melihat dengan jelas bagaimana ekspresiku saat ini....
"Mampus aku,sial! Kenapa kamu bodoh sekali Siera."Umpatku dengan keringat yang mulai bercucuran membasahi pelipisku.
"Maaf tuan,A-aku-"
Ting
Pintu lift itu pun terbuka memotong perkataanku,tampa berkata apa-apa,pria menyebalkan itu pun berjalan keluar meningalkan aku yang sedang kebingunan di dalam lift,detik berikutnya aku yang baru tersadar kalau dia sudah berjalan jauh,dengan cepat aku melangkah secepat mungkin mengejarnya dari belakan....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
Rini Shop
di tunggu crita slanjut ya. smanggat thor
2024-08-08
1