Tak butuh waktu lama,kami pun tiba di sebuah hotel mewah,dimana meeting itu akan dilangsungkan,dari kejauhan terlihat seorang pria paru baya dan putra nya sedang berdiri menungu dan menyambut kedatangan kami,dan yang membuat aku tidak bisa berkata apa-apa adalah,pria itu adalah salah mantan ku yang pernah singa di hidup beberapa bulan yang lalu....
"Oh ya ampun,kesialan apa lagi ini?"batin mengumpat kasar sambil menundukan kepala berharap pria itu tidak mengenalku.
"Selamat datang tuan Edgar.mari,silahkan kita langsung menuju ke tempat meeting nya."Ajak pria baru baya itu menyambut kami dengan hangat,namun tiba-tiba.
"Siera!"Pangil suara begitu familiar yang menghentikan langkah kaki semua.
"Sial!"Umpat ku lagi sambil berbalik dan menunduk hormat.
"Hallo tuan Jack,senang bisa bertemu lagi."Ucapku sambil menunduk.
Namun,dari jarak yang tak jauh,aku merasa langkah kaki boss ku yang menyebalkan itu mendekati kami....
"Kalian saling kenal?"Tanya Edgar menatap kami bedua secara bergantian.
Aku pun mengangkat kepala dan menjawab,"Hah i-itu,kami dulu perna kenal,jadi tidak menyangka saja bisa betemu kembali disini."
Jack terlihat tidak terima."Apa maksudmu pernah kenal? Apakah kamu lupa aku adalah mantan kekasimu."
Duarrrrrrr
Mendengar ucapan pria yang pernah mencampakan ku di tenga malam,dalam kondisi jalanan yang sepih dan jauh dari apartemen ku,cuman karna keinginan nya ku tolak.membuat seluruh tubuhku menjadi lemas....
"Jack! Jangan menciptakan masalah!"Sentak ayah Jack sambil meraih lengan putranya itu,lalu menatap kami dengan tatapan bersala.
"maaf tuan Edgar,putraku masih amatir,jadi mari kita lanjutkan saja meeting nya."Sambung nya.
Ayah Jack pun langsung menarik putranya itu pergi meningalkan kami,dan aku pun hendak melangkah mengikuti mereka,namun....
"Saat pertama kali aku melihatmu di lampu merah,aku sempat berpikir,kalau kamu adalah wanita baik-baik,tapi ternyata aku salah,hampir semua anak pembisnis mengenalmu."Tuduh Edgar menatapku dengan sinis.
Merasa harga diriku diinjak-injak,aku pun melangkah maju dan menatapnya dengan tajam sambil meremas kuat berkas yang ku bawa....
"Sebelum nya saya minta maaf tuan,aku disini untuk bekerja,soal kehidupan pribadiku,tuan tidak mempunyai hak untuk menghakimiku,ayo kita selesaikan meeting ini tuan."Ajak ku berjalan lebih dulu meningalkan nya dengan kesal masuk ke dalam lift.
Tak lama Edgar pun iku mengikutiku masuk ke dalam lift,di dalam lift tidak ada obrolan sama sekali,dan kami pun tiba di ruangan VIP yang akan di pakai untuk meeting....
Cekleekkkkk
Kami pun berjalan masuk,dan aku mulai mempersiapkan berkas data tentang meeting hari ini diatas meja,dan meeting pun di mulai....
Sepanjang meeting,aku merasa tertekan karna tatapan ketiga pria yang bedah usia tersebut,namun sebagai asisten dari perusahan terkemuka,aku harus berusaha tetap fokus dan profesional selama 30 menit,dan akhirnya selesai....
"Itu saja penjelasanku tuan,kalau ada pertanyaan silahkan anda boleh bertanya."Ujarku setelah menjelaskan semua kepada mereka.
"Bagus sekali nona,sebagai asisten tuan Edgar aku sangat banga kepadamu,dan iya aku terima kerja sama ini."Puji Ayah Jack lalu menanda tangan surat kerja sama.
Lalu mereka berdua pun menjabat tangan."Senang bisa bekerja sama dengan perusahan kalian tuan."Ucap Edgar.
"Hah...aku yang seharusnya berterima kasih,karna tuan Edgar mau bekerja sama dengan kami."Balas Ayah Jack.
Dan kami pun kembali berjalan beriringan menuju pintu lift,entah apa yang merasuki pria yang ku benci itu,karna tiba-tiba ia meraih lengan ku,yang membuatku reflek berbalik dan mengibas tangan nya....
"Lepaskan!"
"Siera,kita harus bicara."Pinta Jack dengan wajah sendu menatapku.
"Tidak ada yang perlu kita bicarakan Jack,semuanya sudah selesai."Jawabku marah dan berjalan meningalkan nya ikut masuk ke dalam lift.
"Maaf."Ujarku singkat.
Tapi tak ada jawaban dari Edgar atau pun Ayah Jack,yang membuatku semaking tidak enak hati,dan lebih menakutkan nya lagi,boss ku menyebalkan itu,memancarkan aura dingin yang seolah sedang mencekik ku....
"Ayolah lift,cepat turun,aku sudah tidak tahan berlama-lama disini."batinku sambil meremas ujung rok ku dengan gugup.
Ting
Pintu lift terbuka yang membuatku sedikit bernafas lega,dan tak mau menungu lama,aku pun melangkah keluar dari dalam lift dengan cepat,lalu secepat mungkin masuk ke dalam mobil....
"Huff...hufff...huff,sunggu hari yang sial."Gumam ku sembari menghirup udara dengan rakus.
"Ada apa nona?"Tanya sang sopir yang sudah akrab denganku.
"Ha ha ha ha,tidak apa-apa pak,aku tadi hanya merasa sedikit tertekan,karna ini pertama kalinya aku menjadi asisten tuan Edgar."Elak ku sambil tertawa paksa.
Ceklekkkkk
Blammm
"Ayo jalan."Perintah Edgar dengan nada dingin.
Lalu kami pun pergi meningalkan hotel itu menuju perusahaan,dan lagi-lagi,sepanjang perjalanan kami tidak mengobrol,hanya suasana hening yang menghiasi perjalanan kami....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments