Awal nya semua berjalan lancar,dan aku pun diperintah lagi untuk membawa minuman yang ada di nampang ke sebuah ruangan VIP yang berada di bar tersebut,dengan patuh aku pun menurut....
Tok...tok...tok
Ceklekkkkkk
Pintu ruangan itu pun di buka,dan aku di sambut dengan pemandangan yang sangat diluar nalar,dimana sebagian kariyawan bar ada disitu menemani mereka minum,dan sebagian dari mereka sudah setenga polos....
Gluppp
"I-ini minuman pesanan kalian tuan."Ucapku sambil menelan ludah dengan kasar dan menaru minuman itu diatas meja.
Tak lama seorang pria bertubuh tinggi dengan jas hitam lengkap menghampiriku,aku bisa merasakan nya karna bau alkohol dari tubuh nya yang begitu menyengat....
"Temani aku minum,maka aku akan membayarmu dengan mahal." perkataan itu meluncur dari bibir nya yang membuatku mematung di tempat.
"Maaf tuan,aku hanya bekerja untuk membawa minuman,bukan untuk melayani tamu,permisi."Tolak ku sambil membungkuk hormat dan hendak meningalkan ruangan itu.
Greppp
Brukkkkk
"Aku tidak peduli kamu siapa! Kalau aku bilang temani aku,maka kamu harus menurut."Tegas pria itu sambil menjepit tubuh ku di pintu dengan kasar.
"Lepaskan! Atau aku akan berteriak."Ancam ku menatap nya dengan tajam.
"Hahahaha! Aku suka yang begini,kalian cepat ambilkan minuman itu,dan berikan kepadaku."Perintah nya sambil tertawa mengejek ku.
Tak lama seorang pria dengan patuh mengambil botol minuman yang tadi aku bawa,dan memberikan kepada nya....
"A-apa yang ingin kamu lakukan? Cepat lepaskan aku." aku meronta ketakutan saat pria itu menerima botol minuman dari teman nya sambil tersenyum menyeringai,tak lama.
Gluppp...gluppp...gluppp
Pria itu memaksa aku meminum minuman alkohol itu hingga setenga,yang membuatku terbatuk setenga mati....
Uhuk...uhuk...uhuk
"Ba-bajing*n kamu."Umpat ku marah.
"Hahahaha! Ayolah sayang,aku tau kamu pasti akan suka nanti nya."Bisik nya kembali menjepit tubuhku lalu membelai lembut salah satu pahaku yang terekspos.
"Ugh...lepaskan!" Desah ku dengan suara pelang,karna sudah terpengaruh alkohol,sembari berusaha mendorong dada bidan nya menjauh.
"Hah...ternyata kamu suka tarik ulur rupanya,baiklah aku ingin melihat seberapa jauh kamu berlari sayang."Ucap nya sambil melepaskanku,lalu membuka pintu dengan lebar.
Aku yang melihat itu,merasa lega dan dengan cepat melangkah keluar dengan sempoyongan,namun pria itu terus mengikuti dari belakan dan tiba-tiba ia kembali meraih tanganku dan menjepitku di tembok bar itu....
"Lepaskan! Aku mohon."Imbuhku memohon namun tidak dihiraukan oleh dia.
Tampa bicara apa-apa,ia langsung membenamkan wajah nya di leherku,dan mulai mencium dan mengigit leherku yang membuat aku semaking takut,namun sedetik kemudian tiba-tiba tubuh pria itu terlepas dariku dan terbentur ke tembok....
Brukkkkkk
"Bajing*n! Kau berani melecehkan asisten ku,akan kubunuh mu!"Pekik suara yang amat familiar,namun aku tidak bisa melihatnya dengan jelas,karna alkohol yang tadi di paksa minum itu mulai menguasaiku.
Bug...bag...bug
Terdengar suara pukulan yang nyaring di telingaku,namun aku yang lemas terduduk diatas lantai tampa mengucapkan apa-apa,tak lama sebuah jas menutup tubuhku dan tercium parfum yang sangat familiar....
"Tu-tuan."Ucapku dengan suara lemah dan menatap nya dengan tatapan linglung.
"Cih! Dasar tidak becus,aku akan menghukum mu karna kesalahan mu ini."Ucap Edgar dengan nafas memburu menatapku.
"Ma-maaf tuan,aku hanya ingin bekerja sampingan,ta-tapi aku tidak menyangka akan jadi seperti ini." racauku dalam keadaan tak sadar.
Tak lama aku merasa tubuhku seolah melawan di udara,dan membuatku reflek mengalungkan kedua lengan ku di leher Edgar,dan dia pun membawa aku keluar sambil diikuti asisten Roy yang tenga membawa tas dan bajuku,dan kami pun masuk ke dalam mobil....
"Sini,biar ku lihat wajah mu."Ucap Edgar sambil meraih rahan ku dengan kasar.
Terdengar gertakan gigi yang amat kuat,sampai membuat aku yang duduk di samping nya merasa ngilu....
"Roy! Jalankan mobil,dan suruh orang membawa motornya ke mansionku,Sekarang!"Perintah nya sambil membentak mantan asisten nya itu.
"Baik tuan!"Sahut Roy.
Dengan cepat Roy pun menyalakan mobil,dan membawa kami pergi meningalkan bar itu dengan kecepatan tinggi,dalam perjalanan Edgar yang sedang duduk di sampingku itu terus-terusan mengertakan gigi,yang membuatku merasa tak nyaman....
"Ma-maafkan aku tuan,aku sudah merepotkan tuan."Ucapku.
Brakkkkk
"Kamu sudah tau apa yang kamu lakukan? Atau kamu sengaja melakukan itu,agar para pria jahan*m itu menyentuhmu!"Bentak Edgar sambil meninju kaca mobil yang tepat di sampingku.
"Bukan begitu maksudku! Tolong jaga ucapan mu tuan! Aku hanya ingin berkerja karna aku sedang membutuhkan uang,Puas!"Teriak ku sambil menangis karna sakit hati dengan perkataan nya yang menyakitiku.
"Kau-"
"Tuan kita sudah tiba di mansion."Potong Roy setelah menghentikan mobil.
Tampa menjawab apa-apa,Edgar kembali mengendongku keluar dari mobil dan berjalan masuk ke dalam mansion,dan dia pun langsung membawaku menuju kamar miliknya....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments