Aku yang baru saja tiba di apartemen ku sangat terkejut,saat melihat Fanny berlari kecil ke arah ku dengan air mata yang mengalir deras di mata indah nya itu....
"Fanny kamu-"
Ucapan ku terpotong dengan Fanny yang langsung berhambur memeluk ku dengan erat sembari menangis,aku yang kebingunan pun membalas pelukan Fanny....
"Ssttsss...jangan menangis lagi,coba jelaskan apa yang terjadi Fa?"Tanyaku mengelus lembut pundak sahabatku itu.
Fanny pun melepaskan pelukan nya sambil menundukan kepala,ia tak berani menatap mata ku,dengan nafas terengah-engah Fanny berusaha untuk membuka suara....
"Ra,ma-maafkan aku,a-aku tidak bermaksud membuatmu dalam masalah,aku sudah mendengar semua permasalahan yang terjadi di bar itu,da-dan aku sangat menyesal,huwaaaaaa." tangis Fanny kembali pecah,kini dengan suara yang nyaring dan keras.
Aku yang panik pun langsung membawa Fanny masuk ke dalam apartemen ku,karna aku tak mau orang lain melihat teman ku yang super arogan itu,menangis layaknya anak kecil....
(Setelah masuk)
"Duduklah,aku akan membuatkan teh jahe kesukaan mu." aku menuntun Fanny duduk di kursi meja makan.
Setelah itu,aku bergegas memasak air untuk membuat teh jahe kesukaan sahabat ku itu,tak lupa aku pun mengeluarkan kue buatan ku yang sengaja ku simpan dalam kulkas,dan memasukan nya ke dalam oven,lalu aku pun ikut duduk di samping Fanny,sambil memegan tangan Fanny yang tenga menangis terisak-isak....
"Sudah...jangan menangis lagi,sebaiknya kamu cerita,apa terjadi?" kataku mengelus lembut tangan indah Fanny.
Perlahan Funny pun menatap ke arah ku dengan tatapan sayu,namun sedetik kemudian tatapan nya berubah menjadi tatapan curiga,yang membuat seketika tak nyaman....
"Ka-kamu kenapa menatapku seperti itu?" tanyaku dengan gugup,sambil menoleh ke arah lain untuk menghindari tatapan curiga sahabatku itu.
"Aku akan membunuh boca tidak berguna itu." Fanny hendak berdiri dan pergi,namun dengan cepat aku mencegah nya.
"Ada apa sih kamu? Kenapa kamu marah?" aku yang belum menyadari apa-apa terus bertanya kepada nya seperti orang bodoh.
Fanny pun memalinkan wajah dan menatapku dengam sengit dan nafas memburu,sampai-sampai aku bisa meresakan detak jatung nya yang seolah ingin meloncat keluar....
"Ini pasti gara-gara boca yang tidak berguna,lihat! Kamu seperti ini karna dia!" tunjuk Fanny ke arah leherku.
Aku pun dengan linglung meraih tas dan mengeluarkan posel ku,lalu aku menyalahkan kamera ponsel untuk bercermin,dan berikutnya tubuh ku pun langsung kaku....
Glupppp
"I-ini kan ciuman tuan Edgar,aduh...bagaimana ini?"batin menggerutu kesal atas kebodohan yang kubuat.
"Aa...Fanny itu tidak seperti yang kamu pikirkan,i-ini hanya bekas ciuman pria buas yang hampir kebablasan,tapi kamu tenang saja,aku baik-baik saja kok,lihat." aku pun berjalan modar mandir,dan sesekali meloncat kecil agar Fanny percaya dan tidak menyalahkan dirinya sendiri.
Ting
Suara bunyi oven menghentikan aksiku,dan aku pun bergegas mengeluarkan kue lalu membuat teh hangat untuk kami berdua....
"Ayo kita makan,aku tau kamu pasti tidak makan semalaman." ajak ku sambil memelatakan semua yang sudah kusiapkan diatas meja.
Kedua mata cantik Fanny langsung berbinar menatap kue rendah kalori buatan ku,tampa berlama-lama Fanny menyantap semuanya tampa tersisa....
"Arrrrhhhh...kenyang." Fanny sendawa dengan suara keras sambil mengelus perut rata nya setelah menyantap kue buatan ku.
Aku hanya tersenyum,karna ini bukan hal baru bagiku untuk melihat sisi anak-anak sahabatku itu,dengan santai aku membersihkan peralatan makan....
"Hooaaammm...oh ya ampun,aku mengantuk sekali."Gumam ku sembari mencuci piring.
"Yah sudah,ayo kita tidur aku pun mengantuk karna semalam tidak tidur karna khawatir." Fanny berhanyut manja di pundak ku.
"iya...sudah sana kamu duluan,aku akan ikut setelah selesai mencuci." aku berlanjut mencuci piring dengan mata berat.
"Hah,baiklah." Fanny pun melangkah pergi meningalkan ku,dan masuk ke dalam kamar dan tidur.
Aku masih lanjut bergelut dengan piring di dapur,setelah 10 menit,semuanya pun selesai,tak lupa aku memasak makan siang,agar nanti dia bangun langsung bisa makan....
"Hufff...akhirnya,hoooaamm ngantuk sekali." aku berjalan hendak ke kamar,namun bell pintu apartemenku berbunyi dan menghentikan langkah kaki ku.
"Ih! Siapa sih? Pagi-pagi begini sudah bertamu." aku menggerutu dengan kesal,lalu membuka pintu apartemen ku.
Cekleekkkkk
"oh ternyata kamu,sudah masuk aku sangat mengantuk." kataku mengajak orang yang membunyikan bell pintu yang tak lain adalah Anton.
"Dimana Fanny?" tanya Anton celingak-celinguk menatap ke semua arah ruanganku.
"Dia tidur,katanya ngantuk,dan kamu sendiri ngapain kesini?" aku menyilangkan tangan menatap Anton dengan curiga.
"A-aku! Aku diperintah oleh Fanny untuk membawa baju gantinya kesini,dan...SUPRISE kami berdua akan menginap disini malam ini,biar entar malam kita bisa nonton drama korea keluaran baru." Anton dengan ceria mengeluarkan beberapa cemilan dari dalam tas,dan sebuah flash disk.
"Wah! Kamu memang yang terbaik,kalau begitu,kita istirahat dulu,biar entar sore kita bisa nonton." mataku langsung berbinar menatap flash disk yang ada di tangan Anton.
"Baiklah,kalian para wanita lemah tidurlah di dalam kamar,aku sebagai pria perkasa akan menjaga kalian disini wahaii wanita-wanita lemah ku."Ucap Anton meniru suara bak kaisar pahlawan yang sedang menjaga permaisuri dan selirnya.
"Idih...gayamu,sudah aku mau tidur,kalau kamu lapar makan saja,tapi sisakan sedikit untuk kami berdua." aku pun melangkah masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Entah apa yang akan dilakukan selajutnya oleh Anton,aku bodoh amat,karna yang aku butuhkan sekarang adalah tidur....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments