...Chapter 16 | FATE: Menyelamatkan Gadis Elf....
...# Hutan Timur Geffenia (S3). 26 July 2045, 09:00....
Lokasi ini merupakan lokasi yang diucapkan oleh Marie yang mana disini ada Misi FATE
Saat perjalanan nya, Aku pun hanya menemukan monster-monster rendah seperti Slime, Direwolf dan Wild Boar.
Sampai tiba di tengah hutan yang mana disana terdapat reruntuhan yang dihuni oleh sekumpulan monster besar berwarna hijau dengan wajah seperti B@bi.
Dan, aku pun tahu sosok itu. Dia adalah Orc.
Beberapa saat kemudian, pemberitahuan masuk.
...Ding!...
...[Anda memasuki area FATE mission. Apakah anda ingin ikut serta? Iya \ Tidak.]...
“Hehe … menarik!”
Lalu, Aku pun memilih [Iya].
Sesaat aku menekan pilihan itu, beberapa Orc yang berada di hadapannya melihat kearah ku dengan wajah yang geram.
“Manusia?!” ucap Orc yang mengenakan jubah bulu, mahkota tulang dan beberapa aksesoris dari monster-monster yang diburu.
Mendengar itu, aku pun sedikit terkejut dibuatnya.
“Oh, ada Orc bisa bicara?” ucap Aku dengan senyuman.
“Tolong!” suara wanita dari sisi samping Orc yang bisa bicara.
Saat mendengar suara wanita itu, aku melihat kearah suara tersebut dan terlihat seorang wanita berkuping panjang, berkulit putih, berambut biru, dan berwajah imut.
“Elf kah?” batin ku.
Beberapa saat kemudian, datang pemberitahuan dihadapan ku.
...Ding!...
...[Misi FATE – Selamatkan gadis Elf!...
...Pemberi misi: Gadis Elf.]...
Aku pun tersenyum melihat pemberitahuan itu.
“Akhirnya! Datang juga FATE."
Orc yang mengenakan baju jirah itu melihat sosok Orc yang mengenakan kacamata di sampingnya.
“Gugu! Periksa dia!” ucap Orc berzirah.
“Baik, Bos,” ucap Orc berkacamata.
Duk! Duk! Duk!
Orc berkacamata itu pun menghampiri ku.
Lalu, dia pun sedikit terkejut dengan penilaian.
"Bos, dia level 27. Ini bahaya!" seru Orc berkacamata.
Disisi lain, aku tidak tertarik dengan melawan Orc karena aku lebih tertarik dengan kacamata milik nya.
"Oh, kamu punya kacamata yang bagus," ucap ku dengan senyuman kecil.
Lalu, aku pun menarik pedang dan menebas leher nya.
Sring!
“Grrr … ap-a i-tu?!” ucap terbata-bata dan dia memegang lehernya untuk menahan darah akan tetapi darah terus mengalir dan Orc berkacamata itu pun tumbang.
Bunggg!
Orc berkacamata itu pun jatuh di hadapan ku.
Orc yang mengenakan baju jirah pun berdiri dan marah.
“Apa yang terjadi?!” teriak Orc baju berzirah.
Tidak hanya Orc baju berzirah tapi orc lainnya terkejut dan menatap tajam kemarahan kepada ku.
Aku pun tidak mempedulikan pandangan mereka dan dia hanya mengambil kacamata milik Orc berkacamata disaat orc itu sudah berubah menjadi gelembung.
Lalu, aku mengenakan kacamata itu dan memegang gagang kacamata yang membuat sihir aktif dan terlihat sebuah tulisan di para orc sebagai berikut;
[Orc Chief. Lv 35. Hp 3.500 / 3.500.]
[Orc Soldier. Lv 17. Hp 1.700/1.700.]
[Orc Soldier. Lv 15. Hp 1.200/1.200.]
…
Saat melihat itu, aku pun tersenyum senang.
“Alat yang menarik!”
Orc Captain yang melihat kacamata rekannya dia pun memerintahkan anak buah nya.
“Semua … serang dia!” seru Orc Captain.
“Gwuaaaa …” teriakan Orc yang memegang gada dan kapak besar berlari menghampiri ku.
Melihat itu, aku pun memasang kuda-kuda dan melesatkan skill ...
"Square Cut."
Dengan tebasan simpul kotak, aku pun berhasil menebas seluruh Orc yang menghampiri dan mengelilingi ku.
Melihat itu, Orc Chief terkejut dengan skill yang aku lepaskan.
"Tidak mungkin. Bagaimana bisa manusia membunuh Orc sebanyak itu seperti menebas rumput?!"
"Tenang saja. Kamu juga akan merasakan nya," jawab ledek ku.
Meski Orc Chief melihat ketakutan tapi dari gadis Elf, dia tersenyum senang.
“Pahlawanku datang!” gumam gadis Elf.
Mendengar ledekan ku itu, Orc Chief itu pun sontak merubah ekpresi nya menjadi kemarahan dan mengunakan skill ...
Berserk
Dengan skill ini kemampuan Orc Chief meningkatkan dengan tajam disertai aura merah yang membara.
Lalu, Orc Chief itu pun mengambil pedang besar dan mengayunkan dari jauh.
"Huaaaa! Mati!” Orc Chief pun merapalkan teknik pedang nya. "... Slash!"
Melihat itu, aku tersenyum kecil.
"Tidak hanya kamu yang memiliki skill Slash."
Lalu, aku memasang kuda-kuda dan melesatkan teknik ...
"Dragon Claw Slash."
Sebuah tiga tebasan udara terbentuk dalam sekejap dan melesatkan menghampiri tebasan Orc hingga terjadi benturan namun, tebasan ku yang lebih kuat membuat tebasan Orc pecah dan tebasan ku melesat kembali mengenai tubuh Orc Chief yang membuat baju Zirah Orc Chief hancur serta terkena serangan fatal hingga membuat nya jatuh tidak bernyawa lagi. Lalu, Orc Chief itu berubah menjadi gelembung dan menjatuhkan pedang miliknya.
"Sungguh pertarungan yang mudah."
...Ding!...
...[Selamat anda telah mendapatkan senjata kualitas A. Pedang Orcish.]...
...[Selamat anda telah naik level 28.]...
Seusai pertarungan, aku mengembalikan pedang ke sarungnya. Lalu, menghampiri gadis elf yang dikurung di kadang besi dan membukanya.
“Nona, kamu baik-baik saja?”
Gadis itu pun saat melihat ku, dia meneteskan air matanya dan tiba-tiba melompat keluar dan memeluk ku.
“Pahlawan! Terima kasih!” seru senang gadis elf itu yang memeluk Ku.
“Ha... sama-sama,” jawab ku yang pasrah dengan pelukan gadis elf itu.
Aku pun berbicara didalam hati.
“Terlalu lama dipeluk seperti ini. Mungkin, aku bisa jatuh cinta pada Elf ini."
Tidak lama, pemberitahuan sistem datang.
...Ding!...
...[Misi FATE – Selamatkan gadis Elf! – Selesai.]...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments