...Chapter 06 | Bertemu Pemain lain....
#Hutan barat (Server 1), 18 July 2045, 10:00.
Setelah tinggal cukup nyaman di rumah pedagang Haro, aku pun memutuskan untuk menjalani misi pemburuan dan itu terletak di Asosiasi petualang yang mana misi utama juga menyuruh ku untuk pergi kesana.
Dan, setibanya disana. Gedung Asosiasi Petualang sudah dipenuhi oleh para pemain yang ingin menjalankan misi pemburuan.
Meski begitu, aku tidak begitu mempedulikan nya dan pergi ke resepsionis. Beruntung, Resepsionis tidak begitu ramai lantaran penerimaan misi dilakukan saat di papan misi sedangkan, resepsionis digunakan untuk hanya untuk mendaftar dan informasi.
Lalu, saat tiba di resepsionis. Sosok NPC wanita yang memakai seragam Asosiasi Petualang menyambut ku.
"Selamat datang di asosiasi petualang! Apakah ada yang bisa ku bantu?" sapa NPC resepsionis.
Disaat yang bersamaan muncul layar udara di hadapan ku.
...Ding!...
...[Aku ingin bergabung / Informasi tentang Asosiasi Petualang / Tidak ada.]...
Sebelum bergabung, aku ingin mengetahui cara kerja Asosiasi Petualang di game ini maka dari itu, aku memilih [Informasi tentang Asosiasi Petualang].
Dan, NPC resepsionis menjelaskan bahwa Asosiasi petualang di peruntukan para pemain yang ingin menjadi petualang yang mana bertugas untuk menaklukkan, membasmi dan memburu monster.
Dalam Asosiasi Petualang sendiri terdiri dari beberapa peringkat misi diantaranya..
Peringkat Besi (Syarat level: Level 1 sampai Level 9).
Peringkat Perunggu (Syarat Level 10 sampai level 20).
Peringkat Perak (Syarat level 21 sampai level 49).
Peringkat Emas (Syarat Level 50 sampai level 99).
Peringkat Platinum (Syarat Level 100 sampai level 150).
Dan, level 150 merupakan level maksimal untuk pemain The Forgotten Legend.
Setelah memahami penjelasan dari Resepsionis, aku pun bergabung dalam Assosiasi petualang dan status Jabatan telah di tambahkan.
Petualang.
Seusai itu, aku pun mencari misi pada Peringkat Perunggu karena aku sendiri sudah mencapai;
Level 13.
Setelah memilah-milah, aku pun mengambil misi mencari 10 kulit Direwolf dan menuju lokasi monster tersebut.
...#Hutan Tenggara (Server 1), 18 July 2045, 11:00....
Direwolf adalah monster Serigala yang memiliki level 9 sampai level 15. Meski, beberapa Direwolf ada yang memiliki level diatas ku. Hal itu tidak masalah untuk karena aku memiliki skill yang cukup untuk membunuh nya dan saat ini aku berhadapan dengan salah satu Direwolf yang memiliki level 15.
"Auuu ..." raungan Direwolf. Lalu, dia pun berlari kearah ku.
Sedangkan aku langsung memasang kuda-kuda dengan kaki kanan ke depan, tangan kanan memegang gagang katana dan tangan kiri memegang sarung pedang. Setelah itu, merapalkan skill.
"Assassinated."
Sesaat kemudian, aku melompat jauh kedepan lalu, menghunus katana setelah itu menusuk tepat di kepala Direwolf hingga dirinya hancur menjadi gelembung dalam kondisi masih tertancap di katana ku.
Seusai itu, aku memasukan kembali pedang katana dengan pose keren samurai pada umumnya.
Tidak lama kemudian, sebuah pemberitahuan datang.
...Ding!...
...[Level anda telah meningkat ke level 20....
...Daging Serigala X2...
...Kulit serigala X1 ]...
Melihat hasil itu, aku tersenyum senang karena hasil semua itu karena aku memiliki skill.
Booster.
Sebuah skill yang mampu meningkatkan Exp, item Drop dan Power. Karena skill ini menarik, aku pun mengunakan cheat dalam skill ini sehingga menciptakan;
...[Skill:...
...Booster lv 10....
...- Power Boost Lv. 10 (Meningkatkan kekuatan sampai 10 kali lipat.)...
...- Exp Booster Lv. 5 (Meningkatkan penerimaan Exp 200 persen.)...
...- Item Drop Lv 5 (Meningkatkan penerimaan Item Drop 200 persen.)]...
Setelah menghabiskan waktu untuk farming atau berburu. Aku pun memutuskan untuk mencari tempat beristirahat dan saat melihat pohon Cemara di ujung bukit, aku pun memutuskan untuk pergi ke pohon tersebut.
Setibanya disana, aku melihat seorang pemain dengan karakter wanita berambut cokelat panjang dengan pakaian sederhana.
Dia bertarung seorang diri melawan beberapa Direwolf. Meski, wanita itu mampu melawan beberapa Direwolf dengan teknik Pedang nya namun, dia masih kesulitan karena jumlahnya yang semakin bertambah dan mengepungnya.
Dan, aku pun duduk menyaksikan nya yang mana dia berbeda seperti pemain lain. Jika umum solo player, dia akan pergi meninggalkan kerumunan namun, dia masih bertarung.
Dia pemain yang unik atau kah pemain yang bodoh, entahlah. Tapi, sungguh tontonan yang menarik.
Beberapa saat kemudian, stamina pemain itu pun semakin turun hingga dia terpental dan pengurangan HP yang cukup besar. Lalu saat ingin mengambil potion, Dia menyadari bahwa Potion nya sudah habis.
"Gawat! Bagaimana ini?!" ucap putus asa pemain wanita.
Melihat itu, aku pun memutuskan untuk membantunya.
"Heal."
Sesaat kemudian, tubuh pemain wanita itu muncul sinar hijau dan pemain itu terkejut lantaran HP nya yang sudah sangat minim kini penuh kembali dalam sekejap.
Menyadari itu, pemain itu sontak menoleh ke belakang.
"Maju dan habisi mereka!" seru ku sesaat dia melihat kearah ku.
Pemain wanita itu sontak mengangguk kepalanya dan beranjak diri. Setelah itu, dia bertarung dengan lebih keras dan lebih cepat dibandingkan sebelumnya sampai semua Direwolf terbunuh semua nya.
"Yattaa!" seru senang pemain wanita.
Melihat itu, aku pun ikut tersenyum. Lalu, berbalik badan dan berjalan meninggalkan nya.
Ditengah itu, pemain wanita itu memanggil ku.
"Kakak, tunggu sebentar!" seru pemain wanita dari belakang.
Mendengar itu, aku pun menghela nafas lantaran aku paling malas bersosialisasi. Meski begitu, ini karena diri ku sendiri yang menolong nya. Maka dari itu, aku pun menghentikan langkah dan berbalik badan.
"Ada apa?"
Sesaat kemudian, pemain wanita itu menghentikan langkah di dekat ku.
"Kakak, terimakasih telah membantu dan luar biasa padahal kakak seorang samurai dan pasti nya pengguna pedang. Namun, kakak memiliki sihir penyembuh," ucap rewel pemain wanita tersebut.
Aku tersenyum kecil, "Aku hanya kebetulan memiliki nya."
"Oiya, ngomong-ngomong. Aku Cena dan jujur saja, aku masih sangat pemula main game seperti ini. Hihihi ..." ucap Cena yang di akhiri dengan senyuman lebar dan uluran tangan.
"Aku Kazuya, salam kenal!" jawab ku seraya menerima tangan Cena.
Lalu, kami saling bertukar senyum dan tidak lama kami melepaskan tangan. Setelah itu, dia mengendalikan menu dan sesaat itu juga muncul pemberitahuan.
...Ding!...
...[Pemain Cena mengundang anda untuk berteman? Terima / Tidak.]...
Setelah itu, aku pun menekan [Terima].
...Ding!...
...[Pemain Cena telah ditambahkan di Friends list.]...
Lalu, Aku pun terpikir untuk memberikan sesuatu kepada nya hal ini juga sebagai bahan uji coba ku.
"Anuu .... Cena -san?"
"Iya," jawab Cena.
"Jika memang kamu perlu, aku bisa memberikan nya." ucap ku seraya memberikan skill Heal kepada Cena dalam bentuk scroll dan kemampuan itu, aku dapatkan dari skill.
Scroll Creator.
"Ini Scroll apa?" tanya bingung Cena seraya menerima Scroll yang kuberikan.
"Scroll Sihir Heal."
Cena yang mendengar itu sontak terkejut.
"Tapi, bukan kah skill ini cukup mahal jika membeli nya di Asosiasi Skill?!" ucap heran Cena.
"Anggap saja ini hadiah pertemanan."
"Jika memang begitu, aku akan senang hati nya menerima nya." Lalu, Cena membungkukkan badannya. "Terimakasih, Kak Kazuya."
"Ya sudah, sampai bertemu lagi!"
Seusai berkata itu, aku berbalik badan dan meninggalkan Cena.
Disaat Kazuya sudah berjarak jauh darinya, Cena pun mengembalikan posisi badannya dan melihat Scroll itu.
"Seperti nya aku mendapat kan keberuntungan dan lebih baik, langsung aku gunakan!"
Sesaat kemudian, Cena pun membuka Scroll dan pemberitahuan datang.
...Ding!...
...[Anda telah mendapatkan skill Heal Lv.1 ]....
Melihat pemberitahuan itu, Cena sontak mencoba nya pada lengan nya yang terluka.
"Heal."
Sesaat kemudian, lengan nya sembuh dalam sekejap dan HP yang berkurang menjadi penuh lagi.
Setelah itu, dia pun menyadari sesuatu saat melihat jam.
"Gawat! sudah jam lima sore!"
Tidak lama kemudian, Cena pun Log Out dan kembali menjadi sosok wanita berambut panjang hitam yang sedang duduk di kursi dan mengenakan Dreamer.
Setelah sadar sepenuhnya, pemain Cena melepaskan helm nya dan dia pun terpikir tentang Kazuya yang memberikan skill Scroll kepada nya.
"Aku jadi penasaran memang berapa ya scroll Sihir Heal?"
Pemain Cena yang penasaran, dia sontak mengambil ponsel dan membuka halaman official The Forgotten Legend.
Lalu, Pemain Cena melihat scroll Sihir Heal yang di jual dengan harga 10 dollar atau 1.400 Yen (150ribu rupiah). Melihat itu, Pemain Cena pun terkejut.
"Eh? Yang benar saja skill 10 dollar diberikan kepada ku secara cuma-cuma. Sungguh pemain yang baik!"
Ditengah itu, Pemain Cena tidak tahu bahwa sosok wanita berambut putih dengan mantel putih berdiri dibelakang pemain Cena seraya memandangi nya.
"Ikatan takdir sudah dimulai!" gumam pelan wanita berambut putih.
Pemain Cena yang mendengar itu, pemain sontak melihat kebelakang namun, dia tidak melihat apapun.
"Suara siapa itu?" gumam Pemain Cena.
Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi membuka pintu kamar dan menyalakan lampu kamar pemain wanita.
"Dina, kamu sudah mainnya. Ayo kita makan bersama ayah dan ibu sudah menunggu!" seru pria tinggi.
"Iya, kak Ren," jawab Dinna.
Setelah itu, Dina pun beranjak dari kursi nya dan keluar meninggalkan kamar nya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Fendi Kurnia Anggara
nice thor
2024-08-07
1