Kedatangan ketua RT

Pagi itu, udara sejuk di sekitar komplek perumahan terasa mencekam. Di rumah besar keluarga Lediana, suasana semakin tegang ketika bel pintu berbunyi keras. Patricia yang tengah duduk di ruang tamu bersama ibunya, Lediana, langsung melirik dengan wajah serius. Jonathan, suami Patricia, yang baru saja keluar dari kamar mandi, menghentikan langkahnya dan menatap pintu dengan tajam.

"Siapa yang datang sepagi ini?" tanya Patricia, berpura-pura tidak tahu meski di dalam hatinya dia bisa menebak siapa yang akan muncul.

"Biar aku yang lihat, kalian bersiaplah." kata Jonathan dengan nada datar, tapi bibirnya menunjukkan sedikit senyum licik. Dia berjalan menuju pintu dan membukanya. Di sana berdiri Ketua RT, Pak Slamet, dengan wajah yang kaku dan penuh kerutan tanda ketegangan. Di belakangnya, beberapa tetangga tampak ikut berdiri, penasaran dengan apa yang akan terjadi.

"Selamat pagi, Pak Slamet," sapa Jonathan dengan ramah yang dipaksakan. "Ada yang bisa kami bantu?"

Pak Slamet mengangguk singkat sebelum melangkah masuk tanpa menunggu undangan lebih lanjut. "Kami ingin berbicara kamu, istrimu, dan mertuamu. Ini soal foto yang beredar di grup WhatsApp warga."

Lediana yang mendengar itu langsung memandang Patricia dengan tatapan penuh isyarat. Mereka sudah menyiapkan drama ini sejak lama. "Oh, Pak RT," kata Lediana dengan suara yang terdengar bergetar, mencoba menunjukkan emosi yang mendalam. "Kami juga terkejut dan sangat terpukul dengan semua ini. Saya tidak menyangka putri bungsu kami akan melakukan hal seperti itu..."

“Benar pak, benar ! “ kata Patricia lirih. 

Patricia, yang duduk di sofa dengan wajah memelas, segera menambahkan. "Saya sungguh tidak tahu lagi harus bagaimana, Pak. Glady itu adik saya, tapi kelakuannya... dia merusak rumah tangga kami dulu !" Patricia menutupi wajahnya dengan kedua tangan, pura-pura menangis tersedu-sedu.

Jonathan tidak mau ketinggalan. Dia melangkah ke depan Pak Slamet dengan ekspresi marah yang dibuat-buat. "Saya sudah berusaha menjaga keluarga ini, Pak Slamet. Tapi Glady... dia menghancurkan semuanya. Bahkan dia dengan tega menggoda mantan suami istri saya. Baru beberapa hari saja, dia sudah dibawa ke kota J bersama mantan mertua istri saya, “

Pak Slamet mendengarkan dengan wajah serius, tampak terpengaruh oleh drama yang dipertontonkan di hadapannya. Di belakangnya, beberapa tetangga yang ikut mendengar mulai berbisik-bisik, menambahkan bahan bakar ke dalam api gosip yang sudah membara.

"Saya sudah melihat foto-foto itu," lanjut Pak Slamet dengan nada tegas. "Dan saya merasa, sebagai Ketua RT, saya harus menindaklanjuti ini. Apa yang terjadi sebenarnya antara Glady dan Gama waktu itu ?"

Patricia menarik napas panjang sebelum menjawab dengan suara bergetar, seolah menahan tangis. "Gama adalah mantan suami saya sekarang, Pak. Tapi setelah kejadian itu... dia berubah. Kami sudah lama bertengkar karena adik saya. Saya berusaha keras mempertahankan pernikahan kami, tapi Glady terus menerus mengganggu. Dia bahkan pernah memfitnah saya... mengatakan hal-hal yang tidak benar kepada mantan suami saya." Patricia kembali menutupi wajahnya dengan tangan, memberikan kesan seolah-olah dia sangat menderita.

“Sehingga saya digugat cerai oleh mantan suami saya, “

Lediana, yang melihat anaknya tampak begitu hancur, segera ikut beraksi. "Pak RT, sebagai mamanya, hati saya benar-benar hancur melihat ini. Saya tidak pernah mendidik anak saya untuk menjadi seperti ini. Tapi sejak kecil, dia memang selalu iri kepada kakaknya. Mungkin inilah yang akhirnya membuatnya berbuat sekejam itu."

Jonathan, yang tampak tidak puas hanya dengan kata-kata, memutuskan untuk menambahkan 'bumbu penyedap' dalam drama ini. "Pak Slamet, saya rasa tindakan Glady ini sudah keterlaluan. Saya bahkan mencurigai dia sengaja memancing Gama dengan caranya yang licik. Mungkin dia ingin merebut semua yang dimiliki Patricia, termasuk mantan suaminya!"

Kata-kata Jonathan tersebut membuat para tetangga semakin yakin bahwa Glady adalah biang keladi dari semua masalah ini. Bahkan beberapa di antara mereka mulai membayangkan hal-hal yang lebih buruk tentang Glady.

"Seperti itukah Glady selama ini?" tanya salah satu tetangga dengan nada sinis, seolah baru saja menemukan bukti untuk menguatkan prasangka mereka.

"Betul!" sahut Patricia dengan suara yang lebih tegas sekarang, melihat bahwa sandiwaranya berhasil. "Glady selalu menganggap saya saingannya. Sejak kecil, dia selalu berusaha menyaingi saya dalam segala hal. Tapi saya tidak pernah menyangka dia akan sejauh ini."

“Jadi anda menikah dengan pria ini, ceritanya bagaimana Cia ? “ tanya salah satu warga kepada Patricia. 

“I–itu, —” Lediana dengan cepat mengalihkan pembicaraannya, agar Patricia tidak menjawab pertanyaan menjebak dari salah satu warga.

 "Sebagai mamanya, saya merasa gagal, Pak RT. Bagaimana bisa saya membiarkan anak saya tumbuh menjadi seperti ini? Glady mungkin terpengaruh oleh pergaulan yang salah, atau mungkin... saya tidak tahu. Tapi saya harap, ada jalan keluar dari semua ini."

Pak Slamet yang tadinya datang dengan tujuan mencari kejelasan, sekarang malah semakin tenggelam dalam drama yang ditampilkan di hadapannya. Dalam benaknya, tak ada lagi keraguan bahwa Glady benar-benar bersalah dan harus bertanggung jawab atas semua kekacauan ini. "Saya akan mengadakan pertemuan dengan warga lain untuk membahas masalah ini lebih lanjut. Kita perlu mencari solusi agar kejadian seperti ini tidak terulang," katanya sambil berdiri.

Jonathan segera mengangguk setuju. "Saya setuju, Pak Slamet. Kami mendukung penuh apapun yang bapak putuskan untuk kebaikan bersama."

Setelah pertemuan itu berakhir, Pak Slamet dan para tetangga yang ikut datang meninggalkan rumah Lediana dengan berbagai macam prasangka di kepala mereka. Patricia, Jonathan, dan Lediana menutup pintu dan saling berpandangan dengan senyum penuh kemenangan.

"Bagus sekali, ibu. Drama kita sukses besar," ujar Patricia dengan nada puas.

"Memang, tapi kita harus tetap waspada. Jangan sampai ada yang meragukan cerita kita," jawab Lediana dengan tatapan penuh perhitungan.

Jonathan yang biasanya tampak lebih tenang, kini tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya. "Sekarang kita tinggal melihat bagaimana Glady bisa membersihkan namanya dari semua ini. Dengan semua orang yang sudah percaya pada cerita kita, tidak ada jalan baginya untuk melawan."

Patricia tertawa pelan, tapi matanya menyiratkan kepuasan yang berlebihan. "Aku harap dia mengerti sekarang. Tidak ada yang bisa mengalahkan kita."

Lediana, yang masih memegang kendali penuh dalam permainan ini, memperingatkan anaknya. "Ingat, Patricia, kita tidak boleh lengah. Setiap langkah harus diperhitungkan dengan matang. Jangan sampai Glady mendapat kesempatan untuk melawan balik."

Meskipun mereka sudah merasa menang, ada sesuatu yang membuat suasana hati Lediana sedikit terusik. Dia tidak bisa menghilangkan perasaan bahwa permainan ini belum selesai, dan mungkin ada sesuatu yang tidak mereka antisipasi.

Namun, untuk saat ini, Lediana, Patricia, dan Jonathan merasa puas. Mereka sudah berhasil menipu satu komplek dengan kebohongan mereka, dan Glady sepertinya akan terjebak dalam permainan kotor ini lebih lama lagi.

Tetapi, yang tidak mereka sadari, kebenaran memiliki caranya sendiri untuk muncul. Mungkin bukan sekarang, tapi pada waktunya, semua kebohongan yang mereka ciptakan akan terungkap. Dan saat itu tiba, mereka harus siap menerima konsekuensinya. 

“Helehhhhh… . drama banget. Lihat aja, aku bakal posting rekaman ini. Biar kalian ketar-ketir hihi ! Enak aja senang sendiri, bagi-bagilah…  Cihhuyyyyy !! “

Di luar, malam semakin gelap. Rumah keluarga Lediana kembali tenang, tapi di bawah ketenangan itu, ada badai yang sedang disiapkan oleh takdir. Badai yang bisa saja menghancurkan semua yang mereka bangun dengan kepalsuan ini.

Terpopuler

Comments

A R

A R

uhuyy... junikkk ayoo beraksiiii

2024-08-11

1

Baek chanhun

Baek chanhun

next Mbak 💪💪

2024-08-11

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!