Kepergian Tiara

Tok..Tok

Suara ketukan pintu

"Mamah.. Tiara pulang Ma. Teriak tiara yang benar-benar pulang ke rumah orang tuanya.

"Tiara. Apakah itu kamu nak?" Teriak mamah Tiara dari dalam rumah.

Secara sudah tiga tahun lamanya Tiara tidak pernah pulang ke rumahnya sejak pernikahannya dengan Reinhard.

Saat membuka pintu rumah mama Tiara langsung memeluknya. Memeluk Tiara yang tiga tahun lamanya tak pernah ia lihat.

"Papa sini cepetan pah.. Lihat siapa yang datang!

Seru mama Tiara berteriak memanggil suaminya.

" Tiara.. Anak papa." Papa Tiara langsung berhamburan memeluk Tiara dan sesekali mengusap air matanya.

Tiara merupakan anak bungsu dari dua bersaudara.

Tiara memiliki seorang kakak laki-laki bernama Rachel.

" Dimana abang Pa, Ma? Tanya Tiara penuh semangat.

" Abangmu jam segini jangan dicari sayang, dia pasti keluyuran bersama teman-teman nya di kedai kopi seberang jalan sana. Karena abangmu buka kedai kopi, tapi teman-temannya yang membantu untuk mengelolanya. Jawab mama Tiara.

"Sini papa bawain kopermu sayang. Kamu bakal lama kan tinggal di sini sama papa, mama juga abang mu? Tanya papah tiara penuh semangat.

" Hmmm Sepertinya bakal begitu pa, Tiara berfikir bakal tinggal disini menemani kalian. Jawab Tiara penuh semangat.

Papa dan mama Tiara saling berpandangan dan merasa keheranan.

" Apa? Teriak Papa dan Mama Tiara Kompak.

"Kenapa pa, ma? Apa kalian tidak setuju kalau aku tinggal disini bersama kalian? Tanya Tiara heran.

" Yah tentu senang dong sayang, papa dan mama juga abangmu pasti bahagia sekali jika kamu tinggal disini bersama kami. " Jelas papa Tiara yang tak mau kalah semangat dari istrinya tuk menerima kehadiran putri nya itu.

"Bibi, tolong bawakan tas juga koper non Tiara ke kamarnya ya. Pinta Mamah Tiara.

"Baik nyonya. Bibi Arsi mengangguk dan segera menyambar koper anak majikannya itu.

" Ini kamu minum dulu sayang." Mama Tiara menyodorkan segelas ice coffe latte.

" Hmmm enak banget ma. . Puji Tiara mengagumi racikan coffee latte pemberian mamanya.

"Siapa dulu dong yang racik. Celetuk Rachel dari arah dapur.

"Abang! Teriak Tiara histeris melihat abang kesayangannya itu.

Ia langsung berhamburan memeluk abangnya yang tinggi tegap bak artis oppa-oppa Korea.

Rachel langsung semangat menyambut adiknya itu dan setengah mengangkatnya.

Rachel mencium kening adiknya itu dan mengacak-acak rambutnya.

"Abang katanya ada di kedai kopi, kok Tiba-tiba disini sih? Tanya Tiara heran.

" Iya, itu karna tadi abang samar-samar melihatmu. Abang mengikuti dari belakang dan ternyata benar, adik kesayangannya abang disini. Ucapnya sembari tersenyum

Papa, Mama, Abang dan juga Tiara kompak tertawa lebar. "Rasanya sudah lama Tiara tidak pernah tertawa lepas seperti ini." Gumamnya dalam hati.

Saat makan malam tiba, seluruh anggota keluarga Tiara sudah duduk di kursi meja makan. Mereka menikmati hidangan favorit putri bungsu mereka yaitu udang tepung saos teriyaki, capcay goreng, sambal goreng daging dan Sambal bawang.

" Sayang makanlah yang banyak. ucap papa Tiara.

" Iya pa, entar juga bakal Tiara abisin semuanya kok. Sahut Tiara dengan penuh semangat.

" Udah lama gak makan masakan mama rasanya tuh nikmat sekali. Puji Tiara pada Masakan Mamanya.

" Ya dong, Mamanya siapa dulu.. Mamanya kita.

suara tertawa terbahak-bahak kembali terdengar dari Keluarga itu nampak begitu harmonis dan juga kompak.

Beda halnya di rumah mewah Rein. Di Sana hanya ada air mata.

Tak pernah nampak keceriaan dalam rumah mewah bak istana itu..

****************

" Tiara.. Tiara! Teriak Rein memanggil Tiara.

Bibi Inah menghampiri Rein.

" Maaf Tuan, nyonya tidak di rumah. Beliau tadi pamit pulang ke rumah orang tuanya katanya sudah ijin ke Tuan.

Jawab bibi Inah apa adanya.

" Sial Ternyata apa yang di ucapkannya itu benar. Gumamnya dalam hati.

" Yah sudah bibi, tolong siapkan pakaian ku untuk seminggu kedepan karena aku bakal keluar kota. Ucap Rein pada bibi Inah.

" Oh ya kalau Tiara pulang beritahu kalau aku gak pulang selama seminggu." Ucapnya lagi.

" Baik Tuan akan saya sampaikan." Bibi Inah mengangguk

" Sayang, kok lama sekali sih. Ucap Tania yang komplain ke Rein karena terlalu lama menunggu di dalam mobil.

"Maaf sayang, si wanita sialan itu gak ada di rumah jadi yang mempersiapkan harus bibi Inah. ungkap Rein pada Tania.

" Jadi wanita sialan itu pergi dari rumah, apakah untuk selamanya? tanya Tania penasaran.

" semoga saja begitu, karena aku juga gak sudi jika dia kembali lagi. ucap Rein penuh harap.

" kita ke mall yuk sayang soalnya aku mau beli tas edisi terbaru, kamu mau yah beliin aku? bujuk Tania pada Rein..

" iya sayang.. apa sih yang gak buat kamu. jawab Rein setuju.

...****************...

Setibanya di Mall, sudut mata Rein tertuju pada sosok yang tak asing bagi dirinya.

Iya melihat wanita yang paling ia benci.

" Sialan mau apa dia kemari! Bersama siapa dia? Kenapa dia menggandeng tangan pria itu? Gumam dalam hatinya kesal melihat Tiara yang menggandeng tangan abangnya Rachel.

Sebenarnya Rein mengetahui kalau Tiara mempunyai kakak laki-laki. Akan tetapi Rein belum pernah sama sekali bertemu karena selama ini, Rachel berada di Swiss untuk menuntut ilmu.

Sementara Rachel pun demikian, ia sama sekali belum pernah melihat Rein suami dari adiknya itu.

Tania yang menyadari adanya Tiara di sana seketika langsung merangkul tangan Rein dan sengaja mengajak Rein berjalan dekat-dekat Tiara.

" Sayang aku mau yang itu dong. Bujuk Tania kepada Rein.

Rein yang emosi melihat Tiara di sana juga sengaja memamerkan kemesraan mereka di dekat Tiara.

" Iya boleh dong sayang, apa sih yang gak buat kesayangan aku. Jawab Rein pada Tania sambil tersenyum.

Tiara yang mengenali suara Rein seketika berbalik dan melihat kemesraan yang di tampilkan oleh Rein dan Tania.

" Mas Rein? Tiara kaget melihat kemesraan suaminya itu dengan wanita lain.

" Hmmm. Jawabnya singkat.

" Sayang bukan kah itu istri kamu ya, Kok bisa-bisanya jalan berdua dengan pria lain?

Gandengan tangan lagi. ih Katanya cewek baik-baik tau-taunya." Sindir Tania pada Tiara.

Tiara dan abangnya hanya bertatapan. Rachel mengkerut kan keningnya, Perasaannya berkecamuk ingin sekali ia bertanya pada adiknya itu.

"Sini kamu Tiara! Tarikan Rein membuat diri Tiara tersentak nyaris terjatuh di depan umum.

Seketika Rein mengangkat tangannya dan mau menampar tiara di hadapan umum karena dianggap telah berselingkuh.

Buugghhh... Buugghhh.

Dua kali bogeman mentah mendarat di rahang Rein hingga jatuh tersungkur.

" Berani sekali kau ingin mengangkat tangan pada Tiara! Bentak Rachel pada Rein yang tidak tau jika Rachel adalah kakak kandung dari istrinya itu.

" Aku peringatkan kau, sekali lagi kau menyentuh Tiara akan aku pastikan tanganmu remuk tak beraturan. Ancam Rachel pada Rein.

Episodes
1 Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2 Kemarahan Reinhard
3 Harus Kuat
4 Kepergian Tiara
5 Amarah Rachel
6 Rachel Penembak Jitu
7 Perceraian Tiara
8 Tiara Ke Swiss
9 Dapat Ancaman
10 Setya Jatuh Cinta
11 Tiara Terjebak bersama Setya
12 Setya Yang Jahil
13 Hujan Salju
14 Tersentuh
15 Tiara Ngambek
16 Masih Terjebak di Villa..
17 Menghalalkan Tiara
18 Rein Menyusul Setya
19 Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20 Membelah Duren
21 Rein Mengajak Dinner
22 Double Date
23 Alexa kekasih Rachel
24 Tania Tergila-gila
25 Kekecewaan Reinhard
26 Tania Yang Licik
27 Kehamilan Tania
28 Sandiwara Berjalan Mulus
29 Tomi mengetahui Tania Hamil
30 Tania Yang Sombong
31 Jodoh Untuk Rachel
32 Kedatangan Alexandria
33 Rachel Canggung
34 Kencan
35 Reinhard Stress
36 Lawan yang salah
37 Prematur
38 Surat Cerai Untuk Tania
39 Pernikahan Rachel
40 Pesta Mewah
41 Penolakan Tania
42 Mengadopsi Anak
43 Baby Cantika
44 Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45 Masuk Perangkap
46 Kekejaman di bayar tunai
47 Tomi mencari Cantika
48 Alexa Mempercayai Suaminya
49 Tomi bertemu Setya
50 Tiara Kaget
51 Tiara bertemu Reinhard
52 Setya Meminta Jatah
53 Ulang Tahun
54 Wanita Penggoda
55 Tiara Murka
56 Tania kembali bertemu Tomi
57 Acara Tujuh Bulanan
58 Melahirkan
59 Baby Keith
60 Tiara Melahirkan
61 Putra Ahli Waris
62 Tania mencari anaknya
63 Tania Yang Menyesal
64 15 tahun berlalu
65 Terungkap
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2
Kemarahan Reinhard
3
Harus Kuat
4
Kepergian Tiara
5
Amarah Rachel
6
Rachel Penembak Jitu
7
Perceraian Tiara
8
Tiara Ke Swiss
9
Dapat Ancaman
10
Setya Jatuh Cinta
11
Tiara Terjebak bersama Setya
12
Setya Yang Jahil
13
Hujan Salju
14
Tersentuh
15
Tiara Ngambek
16
Masih Terjebak di Villa..
17
Menghalalkan Tiara
18
Rein Menyusul Setya
19
Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20
Membelah Duren
21
Rein Mengajak Dinner
22
Double Date
23
Alexa kekasih Rachel
24
Tania Tergila-gila
25
Kekecewaan Reinhard
26
Tania Yang Licik
27
Kehamilan Tania
28
Sandiwara Berjalan Mulus
29
Tomi mengetahui Tania Hamil
30
Tania Yang Sombong
31
Jodoh Untuk Rachel
32
Kedatangan Alexandria
33
Rachel Canggung
34
Kencan
35
Reinhard Stress
36
Lawan yang salah
37
Prematur
38
Surat Cerai Untuk Tania
39
Pernikahan Rachel
40
Pesta Mewah
41
Penolakan Tania
42
Mengadopsi Anak
43
Baby Cantika
44
Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45
Masuk Perangkap
46
Kekejaman di bayar tunai
47
Tomi mencari Cantika
48
Alexa Mempercayai Suaminya
49
Tomi bertemu Setya
50
Tiara Kaget
51
Tiara bertemu Reinhard
52
Setya Meminta Jatah
53
Ulang Tahun
54
Wanita Penggoda
55
Tiara Murka
56
Tania kembali bertemu Tomi
57
Acara Tujuh Bulanan
58
Melahirkan
59
Baby Keith
60
Tiara Melahirkan
61
Putra Ahli Waris
62
Tania mencari anaknya
63
Tania Yang Menyesal
64
15 tahun berlalu
65
Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!