Tiara Terjebak bersama Setya

Tiara yang sadar dirinya telah terjatuh dalam pelukan Setya, seketika bangkit dan ingin keluar dari kamar itu.

namun ia tak bisa membukanya.

Ia berusaha mempelajari seluk beluk pintu kamar itu, dan menepuk jidatnya.

"kamar ini automatic." gumamnya dalam hati.

" terus bagaimana ini. masa iya aku sekamar dengan pria cerewet ini." Tiara kesal atas kecerobohannya.

"bisa-bisanya kamu sebodoh ini Tiara?

sudah tau mansion ini begitu megah, sudah pasti keamanannya tidak bisa di remehkan."

Lagi-lagi Tiara menepuk jidat..

Tiara mondar-mandir di hadapan ranjang Setya.

Setya hanya mengintip dan senyum-senyum karena berhasil mengerjai Tiara.

"Aduh bagaimana ini.. mana aku belum ganti baju.

bisa-bisa kerokan aku besok pagi."

celotehnya lagi yang terdengar oleh Setya.

"Mas.. mas. Duh bangun dong, nanti lanjutin lagi tidurnya bantu aku buka pintunya dulu." Tiara mencoba membangunkan Setya.

"Mas ayo bangun,

Sambil menggoyang-goyangkan tubuh Setya.

" hmm si cerewet ini kalau tidur pakai jurus batu juga ya." celoteh Tiara lagi.

" Mas... kali ini Tiara memegang wajah tampan Setya dan menggeleng-gelengkan nya.

di tatapnya wajah Setya dengan seksama.

Tiara tersenyum mengagumi ketampanan yang di miliki pria blasteran itu.

"hmm tampan juga si cerewet ini." Gumamnya dalam hati..

" Mengapa Tiara memperhatikanku seperti itu, kerjain ah!" celetuk Setya dalam hatinya yang ingin jahil pada Tiara.

Setya membalikkan tubuhnya kearah tiara yang sedang duduk di tepi ranjang.

tangannya memeluk paha Tiara.

Tiara tersentak kaget.

matanya melotot melihat tangan berotot Setya ada di pangkuannya.

" Mas.. mas." bisik Tiara yang tidak mengenal lelah..

bangun mas. karena merasa kasihan pada Tiara, Setya pun berpura-pura lagi.

"hmm ada apa Tiara?" Tanya Setya.

" Aku mau ke kamarku mas."

rengek Tiara..

" Iya, dah." jawab Setya tersenyum dalam hati.

" kok dah sih mas." celoteh Tiara.

" terus maunya apa, dianterin?" Tanya Setya lagi..

" nggak perlu mas, aku hanya ingin membuka." belum juga selesai bicara setya langsung menyambar.

" Tiara no! aku masih perjaka!" ucapnya sembari menutupi juniornya.

" ih apaan sih mas. mesum kali otaknya."

Tiara semakin gemas ingin rasanya mencakar Setya.

"pintunya mas.. pintunya bukain

jawab Tiara sambil merapatkan giginya.

" oh bilang dong dari tadi.

jangan bilang buka-buka aja. kan jadi ngeres pikiranku." Setya tertawa dalam hatinya..

"ish dasar mesum." cubit tiara ke lengan Setya.

" buka aja sayang.. sandinya sama kayak di koper."

besok-besok kalau kangen sama aku langsung buka aja.

ucap Setya sambil tersenyum mengedipkan matanya.

" tau ah.

rada-rada gila ku rasa kamu ini mas."

celoteh Tiara sambil berlalu.

Tiba di kamar Tiara langsung membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.

Disaat dirinya bercermin tiba-tiba terlintas wajah Rein yang selalu menyiksanya.

Tidak sedikitpun kebahagiaan yang ia Terima selama hidup berumah tangga bersama Rein.

setiap hari hanya ada air mata. tak sedikit pun candaan bahkan senyuman yang keluar dari wajahnya.

Secara tidak sadar cairan bening menetes di pipinya manakala mengingat berapa tersiksanya ia. bersyukur ia memutuskan untuk meninggalkan rumah itu.

benar kata abangnya, oma Rein pasti bakal meminta dirinya untuk bercerai bersama Rein apa bila tau hal yang sebenarnya.

saat cairan bening itu masih menetes. Tiba-tiba wajah tampan Setya yang tertawa padanya terlintas. seketika dirinya tersenyum.

andai kata mantan suaminya bisa bersikap manis seperti Setya, betapa bahagianya dirinya saat itu. Tapi sayang nya sikap manis yang di dapatkan ini berasal dari sahabat abangnya sendiri yaitu Setya.

...****************...

" Selamat pagi non."

sapa pelayan yang ada di mansion itu.

"selamat pagi bibi." ucap Tiara ramah.

" silahkan sarapan non." tawarnya pada Tiara.

" iya terimakasih,

oh ya bibi.. Tuan Setya sudah sarapan? Tanya tiara pada pelayan

"belum non, tumben-tumben tuan belum turun sarapan jam segini." ucapnya seperti panik.

" bibi tolong siap kan sarapan tuan. nanti aku yang antar ke kamarnya." pinta Tiara pada pelayan mansion itu.

"baik non.

...****************...

" ini non sarapan tuan."

sembari memberikan nampan berisi susu hangat dan roti sandwich.

"Terima kasih yah bibi." Tiara menerima nampan itu. ia lalu menaiki tangga dan menuju kamar Setya..

Tok.. tok.. tok..

suara ketukan pintu.

" mas ini Tiara. Tiara masuk ya."

ijin Tiara sebelum masuk kamar Setya.

saat masuk kamar tersebut masih tampak gelap, tirai di kamar itu juga belum di buka.

" mas.. aku bawakan kamu sarapan ayo bangun." begitu tiara meraba lengan Setya, Tiara langsung kaget karena suhu badan Setya panas sekali.

" mas kamu demam tinggi loh.. kok gak minta bantuan pelayan atau panggil aku.

kamu gak boleh diam gini dong mas. ntar kalau kamu ada apa-apa gimana?" Ucap Tiara yang ngoceh sedari tadi.

" gimana pertanggung jawaban aku ke mama papa kamu, iya kan? itu yang ingin kamu ucapkan kan Tiara?" seketika Setya menarik Tiara dan membuatnya setengah membungkuk mendekatkan wajah diantara keduanya menjadi sangat dekat.

Tiara yang salah tingkah dengan perlakuan Setya, langsung menarik diri.

"apaan sih mas.. pikir aku tukang copy paste ya.

ucap Tiara yang mukanya mulai memerah karena malu.

" suap aku." Setya menaikkan satu alisnya.

Tiara keheranan dan melongo.

"katanya panggil kamu kalau butuh apa-apa, nah sekarang giliran aku minta suap kamu bengong.

ucap Setya memalingkan wajahnya.

" iya iya sini." dengan penuh kelembutan Tiara menyuapi lelaki tampan sahabat kakaknya itu.

"habis ini mas bersih-bersih ya.

lalu minum obat biar cepat pulih dan temani aku jalan-jalan."

Tiara mengedipkan satu matanya menggoda Setya.

" aku masih jawabnya terhenti, karena tidak ingin mengecewakan Tiara.

begitu berdiri, Setya lalu terjatuh duduk di tepi ranjang..

"mas.. kamu kenapa hmm." Teriak Tiara yang panik.

" aku sedikit pusing." jawab Setya sembari memijat kepalanya.

" yah sudah kamu disini aja. nanti aku ambil air hangat dan membantumu membasuh tubuhmu itu.

Ucap Tiara beranjak dari tempat tidur dan mengambil air juga waslap.

dengan cekatan Tiara membasuh tubuh Setya.

Tiara berdiri tepat di hadapan Setya yang tengah duduk di tepi Ranjang.

dengan dada yang membusung tepat di hadapan wajah Setya, membuat Setya susah untuk menelan saliva nya.

"nah bereskan.. sekarang waktunya minum obat. setelah itu langsung istirahat okay.

Tiara memberi obat pada Setya dan membantunya baring serta memakai kan bedcover pada Setya.

Tiara menunggu di kamar Setya sampai benar-benar Setya tertidur.

setelah itu ia baru ingin keluar dan melanjutkan menulis naskah cerpennya.

sebelum benar-benar meninggalkan kamar Setya, Tiara tanpa sadar mengelus kepala Setya lalu tersenyum melihat Setya sudah kembali terlelap.

ia pun keluar kamar dan berpesan pada pengawal. Untuk memberi tahu jika Tuan mereka sudah bangun.

para pelayan pun mengangguk paham dengan apa yang di ucapkannya

Terpopuler

Comments

angel

angel

alurnya bosen

2025-01-06

0

Jemmy Tuasey

Jemmy Tuasey

⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐

2024-09-14

0

lihat semua
Episodes
1 Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2 Kemarahan Reinhard
3 Harus Kuat
4 Kepergian Tiara
5 Amarah Rachel
6 Rachel Penembak Jitu
7 Perceraian Tiara
8 Tiara Ke Swiss
9 Dapat Ancaman
10 Setya Jatuh Cinta
11 Tiara Terjebak bersama Setya
12 Setya Yang Jahil
13 Hujan Salju
14 Tersentuh
15 Tiara Ngambek
16 Masih Terjebak di Villa..
17 Menghalalkan Tiara
18 Rein Menyusul Setya
19 Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20 Membelah Duren
21 Rein Mengajak Dinner
22 Double Date
23 Alexa kekasih Rachel
24 Tania Tergila-gila
25 Kekecewaan Reinhard
26 Tania Yang Licik
27 Kehamilan Tania
28 Sandiwara Berjalan Mulus
29 Tomi mengetahui Tania Hamil
30 Tania Yang Sombong
31 Jodoh Untuk Rachel
32 Kedatangan Alexandria
33 Rachel Canggung
34 Kencan
35 Reinhard Stress
36 Lawan yang salah
37 Prematur
38 Surat Cerai Untuk Tania
39 Pernikahan Rachel
40 Pesta Mewah
41 Penolakan Tania
42 Mengadopsi Anak
43 Baby Cantika
44 Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45 Masuk Perangkap
46 Kekejaman di bayar tunai
47 Tomi mencari Cantika
48 Alexa Mempercayai Suaminya
49 Tomi bertemu Setya
50 Tiara Kaget
51 Tiara bertemu Reinhard
52 Setya Meminta Jatah
53 Ulang Tahun
54 Wanita Penggoda
55 Tiara Murka
56 Tania kembali bertemu Tomi
57 Acara Tujuh Bulanan
58 Melahirkan
59 Baby Keith
60 Tiara Melahirkan
61 Putra Ahli Waris
62 Tania mencari anaknya
63 Tania Yang Menyesal
64 15 tahun berlalu
65 Terungkap
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2
Kemarahan Reinhard
3
Harus Kuat
4
Kepergian Tiara
5
Amarah Rachel
6
Rachel Penembak Jitu
7
Perceraian Tiara
8
Tiara Ke Swiss
9
Dapat Ancaman
10
Setya Jatuh Cinta
11
Tiara Terjebak bersama Setya
12
Setya Yang Jahil
13
Hujan Salju
14
Tersentuh
15
Tiara Ngambek
16
Masih Terjebak di Villa..
17
Menghalalkan Tiara
18
Rein Menyusul Setya
19
Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20
Membelah Duren
21
Rein Mengajak Dinner
22
Double Date
23
Alexa kekasih Rachel
24
Tania Tergila-gila
25
Kekecewaan Reinhard
26
Tania Yang Licik
27
Kehamilan Tania
28
Sandiwara Berjalan Mulus
29
Tomi mengetahui Tania Hamil
30
Tania Yang Sombong
31
Jodoh Untuk Rachel
32
Kedatangan Alexandria
33
Rachel Canggung
34
Kencan
35
Reinhard Stress
36
Lawan yang salah
37
Prematur
38
Surat Cerai Untuk Tania
39
Pernikahan Rachel
40
Pesta Mewah
41
Penolakan Tania
42
Mengadopsi Anak
43
Baby Cantika
44
Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45
Masuk Perangkap
46
Kekejaman di bayar tunai
47
Tomi mencari Cantika
48
Alexa Mempercayai Suaminya
49
Tomi bertemu Setya
50
Tiara Kaget
51
Tiara bertemu Reinhard
52
Setya Meminta Jatah
53
Ulang Tahun
54
Wanita Penggoda
55
Tiara Murka
56
Tania kembali bertemu Tomi
57
Acara Tujuh Bulanan
58
Melahirkan
59
Baby Keith
60
Tiara Melahirkan
61
Putra Ahli Waris
62
Tania mencari anaknya
63
Tania Yang Menyesal
64
15 tahun berlalu
65
Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!