Tiara Ngambek

Setya yang sadar akan kesalahannya membuat ia menghela nafas panjang.

ia mengutuk dirinya sendiri.

"dasar bodoh kamu Setya.. semua karena ulahmu yang tidak bisa diam." celotehnya dalam hati.

hari sudah semakin sore, tiara tak kunjung keluar kamar untuk sekedar mengisi perutnya yang kosong itu.

Setya beberapa kali naik ke kamar sekedar mengetuk pintu dan membujuknya. akan tetapi tidak ada hasil.

Tiara tetap diam seribu bahasa membuat hati Setya merasa tak nyaman.

" Tolong bawakan aku duplicate card kamarku, aku lupa menyimpannya dimana." telepon Setya pada reception.

" baik tuan, segera.

Tak selang berapa lama seorang petugas datang membawakan permintaan Setya.

" Silahkan tuan."

" terimakasih." sembari memberikan tip pada tim pelayanan.

waktu sudah menunjukkan pukul setengah delapan malam, Namun Tiara masih mengurung dirinya.

Tut..

pintu terbuka

Setya masuk kedalam kamar dan tidak menemukan Tiara. dirinya mulai panik, memeriksa satu persatu ruangan yang ada di kamar. rupanya Tiara berdiri di balkon menghirup udara malam. Setya lega dan langsung menuju kearah Tiara.

Setya langsung memeluk Tiara dari belakang dan menyandarkan dagunya di pundak Tiara..

"baby, sorry.. Aku tidak bermaksud untuk menyakiti hatimu. Aku benar-benar minta maaf atas apa yang aku lakukan padamu. tolong jangan berdiam diri begini. jika ingin menghukum, maka hukumlah aku. kamu jangan menyiksa dirimu dengan cara mengurung diri dan tak makan seperti ini sayang." lirih Setya yang tulus dan benar-benar merasa bersalah pada Tiara.

Hati Tiara tersentak. cairan bening mulai keluar dari kelopak matanya. Ia mengingat masa lalunya yang pahit. Jika dulu dirinya habis di siksa oleh Rein. jangankan minta maaf, disuruh makan saja Rein tidak pernah perduli padanya. padahal iya mengabdikan diri sepenuhnya pada Rein.

sementara Setya,, yang secara tidak sengaja membuat dirinya marah. Pria itu sudah seperti orang gila saat dirinya mengurung diri dalam kamar yang tentunya di dalam kamar terdapat beberapa cemilan.

Tiara benar-benar terharu akan ketulusan Setya padanya.

" hey baby.. tolong maafkan aku, aku benar-benar tak bermaksud menyakitimu sayang. kamu jangan menangis seperti ini." Rengek Setya yang seketika membalikkan tubuh Tiara menghadap dirinya.

Tiara langsung memeluknya erat.

"maafin aku sudah buat mas Panik. aku.. aku." jawab tiara terbata-bata.

Setya lalu mendongakkan kepala Tiara lalu seketika melumat bibir ranum Tiara.

mereka berpelukan.

" aku yang seharusnya minta maaf karena telah menyakiti hatimu sayang." kembali Setya memeluk erat Tiara dan bersyukur Tiara mau memaafkannya.

" berjanjilah padaku, jangan menyiksa dirimu dengan cara seperti ini.. lebih baik kamu menghukum ku dengan cara menjambak atau mencakar muka ku, dari pada kamu harus mengurung diri dan mendiamkan ku."

Celoteh Setya yang begitu panik saat dirinya harus melihat Tiara mendiamkan dirinya.

Tiara hanya mengangguk. dan menyeka cairan bening yang membasahi pipinya.

" sekarang kita makan yah

okay, sebagai permintaan maafku, aku bakal suap kamu dari tanganku sendiri." Ucap Setya sambil mengambil beberapa lauk.

Mata Tiara seketika terbelalak mendengar Setya ingin menyuapinya.

" a' buka mulutnya." suapan pertama berhasil masuk ke dalam mulut Tiara. Setya tersenyum.

" Jangan ngambek-ngambek lagi ya.

Kalau kamu ngambek duniaku rasanya terhenti."

Ucap Setya yang lagi-lagi menyuapi Tiara.

kriuk.. kriuk..

Suara perut Setya terdengar jelas oleh Tiara.

"mas perut kamu berbunyi.

apakah kamu juga belum makan?

Tanya Tiara dengan wajah yang penuh selidik.

"Hmm gampang, nanti aku makan setelah kamu makan okay." ucapnya sembari menyuapi Tiara lagi.

Tiara menahan suapan untuknya.

" nggak mas, kamu harus makan. ucap Tiara.

" iya iya aku bakal makan setelah suapan ini masuk ke mulut kamu ya. kita makan sepiring berdua, biar lebih romantis." Setya membujuk Tiara dengan mengedipkan matanya.

setelah selesai makan, setya mengajak Tiara untuk menonton. mereka duduk di sofa.

Setya merebahkan kepalanya di pangkuan Setya..

" Tiara maukah kamu menjadi bagian hidupku."

Gumamnya dalam hati sambil melihat wajah Tiara yang sedang serius menonton.

" aah.. teriak Tiara sambil memeluk kepala Setya.

kedua pegunungan besar itu seketika menjepit wajahnya.

Setya merasa sesak nafas namun ia menarik nafas yang dalam, dan menikmati tindihan pegunungan besar milik Tiara.

Tiara yang sadar seketika minta maaf dan mengelus-elus wajah Setya.

"Aduh mas maaf aku ketakutan mas." ucapnya.

" nggak apa-apa.. keseringan juga nggak apa."

sambil tersenyum.

" ah itu maunya kamu aja mas."

Lirih Tiara pada Setya sambil mencubit kedua pipinya yang mulus..

"mau cokelat panas?

Tawar Tiara..

" hmm aku maunya kamu, kamu jauh lebih panas soalnya hehehe." Ujar Setya yang menggoda.

"Dasar mesum!

Celetuk Tiara hendak bergegas pergi membuat cokelat panas. namun Setya menariknya dan seketika Tiara jatuh ke pangkuan Setya.

" Tapi kamu suka kan?"

cubit Setya pada hidung mancung Tiara.

" Mas apaan sih." Tiara menunduk malu.

Tiara segera bangkit dari pangkuan Setya dan lagi-lagi Setya menariknya.

Setya menarik leher Tiara, sementara tangan satunya melingkar di pinggang Tiara lalu Melumat bibirnya.

Mata Tiara Terbelalak menerima serangan dari Setya. Lelaki yang sudah dua minggu bersamanya itu.

Tiara tak menyangka akan mendapatkan ciuman lagi dari Setya.

ia pun tak menolak saat Setya memberikan ciuman tersebut kepadanya.

Setya menghentikan serangannya dan menghapus sisa saliva nya yang tertinggal di bibir Tiara.

"Maaf ya, aku tidak bisa menahan diri jika berada di dekatmu." Ujar Setya blak-blakan.

Tiara hanya mengangguk lalu berlalu.

" Ya Tuhan lagi dan lagi dia mencium ku dan aku hanya diam menerimanya.

ada apa denganku ini. apakah aku juga mulai mencintai nya.

Tapi siapa pun wanita yang dekat dan di perlakukan, di ratu kan olehnya pasti juga akan jatuh cinta."

Gumamnya sembari membuat Coklat hangat.

Apalagi Setya lelaki tampan rupawan.

Rein yang mempunyai ketampanan dibawah Setya aja sombongnya minta ampun.

Nah ini sekelas Setya, Oh My God incaran para gadis-gadis di luaran sana."

Gumam lagi sambil tersenyum.

Tiba-tiba pelukan Setya melingkar di pinggangnya.

"Lama banget sih buat cokelat panas nya?

hmmm.. lagi buat hot cokelat apa ngelamun?"

ujar Setya yang berucap di belakang kupingnya sambil menghembuskan nafas segarnya membuat Tiara bergidik geli.

" Masss ini udah selesai, ayo kita lanjutin." Belum selesai berbicara, Setya langsung memotong nya.

"lanjutin adegan panas tadi?" goda Setya.

" ih mas apaan sih." Tiara tersipu malu.

mereka pun melangkah kembali ke ruang mini bioskop villa itu.

" mas kira-kira sampai kapan kita disini..?

" selama yang kamu mau sayang."

jawabnya sambil menatap layar TV.

" hmm itu sih mau kamu kan mas..?

tanya Tiara.

"iya sayang.. kalau di mansion kan kurang bebas mendesahnya." sembari tertawa ngakak. Tiara langsung menimpuk Setya dengan bantal karena terlalu jahil.

Episodes
1 Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2 Kemarahan Reinhard
3 Harus Kuat
4 Kepergian Tiara
5 Amarah Rachel
6 Rachel Penembak Jitu
7 Perceraian Tiara
8 Tiara Ke Swiss
9 Dapat Ancaman
10 Setya Jatuh Cinta
11 Tiara Terjebak bersama Setya
12 Setya Yang Jahil
13 Hujan Salju
14 Tersentuh
15 Tiara Ngambek
16 Masih Terjebak di Villa..
17 Menghalalkan Tiara
18 Rein Menyusul Setya
19 Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20 Membelah Duren
21 Rein Mengajak Dinner
22 Double Date
23 Alexa kekasih Rachel
24 Tania Tergila-gila
25 Kekecewaan Reinhard
26 Tania Yang Licik
27 Kehamilan Tania
28 Sandiwara Berjalan Mulus
29 Tomi mengetahui Tania Hamil
30 Tania Yang Sombong
31 Jodoh Untuk Rachel
32 Kedatangan Alexandria
33 Rachel Canggung
34 Kencan
35 Reinhard Stress
36 Lawan yang salah
37 Prematur
38 Surat Cerai Untuk Tania
39 Pernikahan Rachel
40 Pesta Mewah
41 Penolakan Tania
42 Mengadopsi Anak
43 Baby Cantika
44 Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45 Masuk Perangkap
46 Kekejaman di bayar tunai
47 Tomi mencari Cantika
48 Alexa Mempercayai Suaminya
49 Tomi bertemu Setya
50 Tiara Kaget
51 Tiara bertemu Reinhard
52 Setya Meminta Jatah
53 Ulang Tahun
54 Wanita Penggoda
55 Tiara Murka
56 Tania kembali bertemu Tomi
57 Acara Tujuh Bulanan
58 Melahirkan
59 Baby Keith
60 Tiara Melahirkan
61 Putra Ahli Waris
62 Tania mencari anaknya
63 Tania Yang Menyesal
64 15 tahun berlalu
65 Terungkap
Episodes

Updated 65 Episodes

1
Tiara, Istri Yang Tak Dianggap
2
Kemarahan Reinhard
3
Harus Kuat
4
Kepergian Tiara
5
Amarah Rachel
6
Rachel Penembak Jitu
7
Perceraian Tiara
8
Tiara Ke Swiss
9
Dapat Ancaman
10
Setya Jatuh Cinta
11
Tiara Terjebak bersama Setya
12
Setya Yang Jahil
13
Hujan Salju
14
Tersentuh
15
Tiara Ngambek
16
Masih Terjebak di Villa..
17
Menghalalkan Tiara
18
Rein Menyusul Setya
19
Rein Takjub Melihat Kecantikan Tiara
20
Membelah Duren
21
Rein Mengajak Dinner
22
Double Date
23
Alexa kekasih Rachel
24
Tania Tergila-gila
25
Kekecewaan Reinhard
26
Tania Yang Licik
27
Kehamilan Tania
28
Sandiwara Berjalan Mulus
29
Tomi mengetahui Tania Hamil
30
Tania Yang Sombong
31
Jodoh Untuk Rachel
32
Kedatangan Alexandria
33
Rachel Canggung
34
Kencan
35
Reinhard Stress
36
Lawan yang salah
37
Prematur
38
Surat Cerai Untuk Tania
39
Pernikahan Rachel
40
Pesta Mewah
41
Penolakan Tania
42
Mengadopsi Anak
43
Baby Cantika
44
Tiara Bahagia, Tania Gigit Jari
45
Masuk Perangkap
46
Kekejaman di bayar tunai
47
Tomi mencari Cantika
48
Alexa Mempercayai Suaminya
49
Tomi bertemu Setya
50
Tiara Kaget
51
Tiara bertemu Reinhard
52
Setya Meminta Jatah
53
Ulang Tahun
54
Wanita Penggoda
55
Tiara Murka
56
Tania kembali bertemu Tomi
57
Acara Tujuh Bulanan
58
Melahirkan
59
Baby Keith
60
Tiara Melahirkan
61
Putra Ahli Waris
62
Tania mencari anaknya
63
Tania Yang Menyesal
64
15 tahun berlalu
65
Terungkap

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!