Bab. 20

"Lin_tang....?" gagap Khanza.

"Iya, Lintang...."

Drrttt....

Drrttt....

Suara getar ponsel menyita perhatian Audy yang baru saja akan menjawab pertanyaan Khanza. "Sebentar, Za. Hape aku bunyi. Biasa Toni si stalker telepon." Audy biasa memanggil suaminya langsung nama tanpa embel-embel di depannya ataupun panggilan sayang jika sedang kesal.

"Hallo, kenapa?" Tanya Audy ketus.

Khanza nampak memperhatikan tampilan wajah teman barunya itu yang menurutnya lucu itu. Betapa berwarnanya kehidupan rumah tangga Audy. Berbanding terbalik dengan dirinya yang flat dan hambar. Jika tidak ada Naura mungkin Khanza sudah menyerah sejak dulu.

[.............]

"Ngapain nanya. Kan udah tahu lewat GPS mobil." Jawab malas Audy.

"Shutt...!" Khanza refleks menyela obrolan Audy dengan suaminya disertai gelengan kepala bermaksud menasihati.

[............]

"Teman."

"Iya, cewek ih! Gak percaya? Nih aku fotoin!"

Cekrek!

Audy mengambil gambar Khanza tiba-tiba. Untung nya Khanza dengan cepat menutup wajahnya.

"Percayakan? Please deh jangan lebay! Dah ah! Iya, nanti aku ke kantor."

"Sorry ya, Za, tadi aku terpaksa ambil gambar kamu. Habis suamiku tuh resek! Kek intel aja. Sebel aku."

Khanza tersenyum kecil mendengar cerita Audy plus keluhannya tentang suaminya. So sweet sekali menurutnya. Kapan dia bisa merasakan yang demikian. Dicintai suami secara ugal-ugalan. Haruskah 2025 ganti suami? Astagfirullah, Khanza beristighfar dalam hati sambil mengelus dadanya.

"Kenapa, Za? Kamu juga sampai elus dada dengar cerita tentang suamiku. Ya, gitulah Toni."

"Gak kok, Dy. Justru aku senang dengernya. Menurutku kalian tuh so sweet banget. Aku jadi iri." Bibir Khanza langsung terkatup karena keceplosan.

Mata Audy memicing.

"Bukan, bukan itu maksud aku." Ralat Khanza disertai gerakan kedua tangan seperti dadah dalam artian menyangkal.

"Memang suami kamu bagaimana memang, Khanza?" tembak Audy. "Jangan bilang kebalikan nya dengan suamiku, ya?"

"Gak, kok. Mas Darren perhatian juga." Dusta Khanza.

"Cuma sedikit cuek?" Tebak Audy.

Khanza menarik kaku sudut bibirnya. "Iya."

Audy mendekatkan diri sambil menutup sebelah wajahnya dengan telapak tangannya. "Mau aku kasih tips gak biar suami gak cuek lagi sama kita?" Ucapnya sambil berbisik.

Khanza pun ikut mendekat lalu setelah mendapat bisikan dia mengangguk kaku.

"Servis sama gayanya di tambah," ucap Audy kemudian.

Kening Khanza mengernyit.

Audy yang tahu Khanza tidak mengerti maksudnya memperjelas maksud ucapannya seraya berbisik lirik.

Seketika mata Khanza membola sempurna ditambah dengan wajahnya yang merona. Khanza pun menarik wajahnya, kembali menempelkan punggungnya dipinggiran kursi.

"Ckk! Kamu tuh kek perawan aja. Wajarlah kita sebagai pasangan yang sah harus aktif di ranjang. Dijamin suami makin klepek-klepek sama kita. Buktiin deh!"

Khanza tersentil dengan ucapan Audy. Satu rahasia besar yang orang terdekatnya pun tidak mengetahui nya. Haruskah dia mengikuti saran yang di berikan Audy, agar lebih 'aktif' di ranjang.

Audy melihat Khanza yang tampak malu ketika membahas masalah hubungan suami istri. Apakah omongannya terlalu vulgar di mata temannya itu. Tapi bukan kah wajar sesama perempuan yang sudah menikah membahas masalah yang sensitif pikirnya. Atau jangan-jangan. Tanda tanya besar bercokol di kepalanya.

"Kapan-kapan kita jalan bareng yuk, Za! Hang out bareng tanpa bawa anak-anak dan suami." Ide terlintas di kepala Audy. "Jangan kelamaan mikirnya. Tinggal bilang sama suami kamu kalo kamu mau jalan sama temen. Aku sih sudah pasti Toni akan mengizinkan selama tujuannya jelas dan tidak dengan laki-laki yang tidak dia kenal pastinya. Ya, ya? Mau ya?"

Khanza kembali mengangguk patuh. Seperti kerbau yang di cocok hidungnya.

"Nah, gitu dong."

Setelah pembicaraan ngalor ngidul bahkan tadi sempat membahas masalah pribadi, mereka akhirnya memutuskan untuk kembali pulang tapi terlebih dahulu Audy harus mengantar Khanza ke sekolah anak mereka karena mobil yang dititipkan disana.

"Za, aku dengar suami kamu salah satu donatur terbesar di yayasan ya?" Audy kembali membuka obrolan sambil mengemudikan mobil audi_nya.

"Iya. Tapi keluarga Nasution juga aku dengar donatur terbesar sekaligus tetap ya?"

"Oh, itu. Iya. Papi memang sudah sejak dulu menjadi donatur tetap disitu sekaligus pemilik yayasan itu. Tapi, sstt! kamu jangan bilang-bilang ya, Za!"

"Jadi, kamu?!"

Audy mengangguk. "Tapi aku lebih sukanya begini. Orang-orang gak perlu tahu semua ini. Aku mau mereka murni berteman."

"Kamu gak takut? Aku kan sekarang jadi tahu siapa kamu."

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

kasian banget kanza

2024-10-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!