Bab. 9

Niatnya Darren ingin kebelakang alias toilet sekaligus mengaktifkan kembali ponselnya yang tadi sengaja dia matikan. Namun pertanyaan putrinya membuat tubuhnya tanpa sadar menegang, gugup, seolah dia ketahuan berbuat curang. "Daddy, cuma ke toilet, sayang. Nanti balik kesini. Sudah habiskan makannya!"

"Darren, tunggu. Mommy juga mau ke toilet juga. Bareng."

Bahu Darren luruh. Sang mommy ternyata juga akan ke toilet. "Ya udah, ayo, mmy!"

Toilet pria dan wanita memang dalam satu arah. Jadilah Darren dan Ny. Prita berjalan bersamaan. Darren yang tidak terlalu ingin ke kamar kecil terpaksa juga ke toilet karena tadi itu yang menjadi alasannya.

"Mommy, duluan aja ya nanti. Darren mules." Darren memegang perutnya dan memasang wajah meringis. Tiba-tiba saja terlintas ide demikian. Kebetulan kan jarak toilet wanita dan pria lumayan jauh.

"Hm, " jawab singkat Ny. Prita.

Yes! batin Darren berselebrasi. Kemudian dia segera memasuki salah satu bilik toilet dan begitu sampai didalam dia segera mengaktifkan kembali ponsel yang tadi sengaja Darren matikan.

Ck! Kemana? Tadi nelpon. Apa Felicia udah di jalan ya? batin Darren bertanya-tanya.

Tutt...

Memanggil...

Darren mencoba menghubungi kekasihnya lewat sambungan telepon biasa karena tadi dia menghubungi Felicia lewat aplikasi wa tetapi tidak tersambung. Rupanya menghubungi lewat telepon biasa pun sama. Sama-sama tidak aktif. Darren berulang kali melihat layar ponselnya. Takut hape dialah yang sedang ada masalah. Tapi ternyata tidak. Tidak ada masalah maupun jaringan pada ponselnya.

Ah, mungkin Felicia sudah sampai di apartemen nya. Mungkin setelah aku akan menyusul nya.

Setelah gagal menghubungi kekasihnya, Darren kemudian keluar dari dalam bilik toilet lalu menuju cermin pada wastafel toilet. Dia lantas merapihkan penampilannya. Menyisir rambutnya dengan sela-sela kelima jari-jarinya lalu merapihkan ikatan darinya yang sempat tadi dia kendurkan.

Perfect! Batin Darren memuji diri sendiri setelah mematut penampilannya didepan cermin.

Setelah itu Darren melihat jam di pergelangan tangannya. Baru lima menit berjalan. Dia sudah terlanjur bilang pada mommy nya akan lama di toilet karena mules. "Kira-kira mommy nya sudah selesai atau belum ya?" Monolognya.

Senyum di wajah Darren tercetak. "Kenapa senyam senyum sendiri? Kayak orang habis dapet lotre aja." Celetuk Ny. Prita mengagetkan Darren di depan toilet. Ibunya rupa nya telah selesai buang hajat tanpa Darren sadari.

"Eh, Mmy?" Kaget Darren. "Sudah selesai Mmy?" Basa basi Darren.

Ny. Prita memandang malas wajah putranya. Tanpa menjawab dia langsung melengos melenggang pergi.

Bahu Darren luruh karena kelakuan mommy nya. Entah apa salahnya, akhir-akhir ini mommy nya selalu sinis padanya apalagi jika berkaitan dengan Khanza, istrinya.

"Mommy, habis dari sini mau kemana lagi?" Tanya Darren berhasil menyusul langkah Mommy nya.

Langkah kaki Ny. Prita terhenti. "Kenapa kamu tanya begitu?"

"Ya enggak. Darren cuma nanya aja. Kali mommy mau shoping dulu." Darren mengusap lehernya. Tanggapan ibunya tetap sinis padahal dirinya bermaksud mengambil hati dengan menanyakan apakah akan berbelanja atau tidak.

"Harusnya yang kamu tanya itu istri kamu, Khanza. Mommy pikir kamu belum pernah mengajaknya shoping."

Darren bingung menjawab sindiran Mommy nya. Memang benar dirinya belum pernah sekalipun mengajak Khanza shoping. Jangankan shoping sedekar jalan berdua pun belum pernah.

"Kenapa? Bingung jawabnya? Ternyata benar dugaan mommy benar. Keterlaluan kamu, Darren. " Saking kecewanya, Ny. Prita sampai matanya berkaca-kaca. Sedih.

Terpopuler

Comments

🌷💚SITI.R💚🌷

🌷💚SITI.R💚🌷

hajar aja mom biar kapok

2024-10-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!