Darren duduk gelisah mendapat pertanyaan dari Agung, ayahnya. Tidak salah dengan pertanyaan nya dan meeting kemarin tidak sepenuhnya salah. Memang benar dia meeting tapi proses selama serta kegiatan apa saja setelahnya dia seperti sedang dikuliti. Mungkinkah affair yang selama ini dia lakukan akan terbongkar?
"Maaf, Dad kebetulan meeting kemarin memang urgen dilakukan karena klien baru yang meminta nya.
"Sepenting itukah klien nya sampai kamu mengorbankan waktu bersama anak dan istri?" Tanya Agung dengan tajam.
Lalu mengalir lah cerita tentang pertemuan meeting dengan klien barunya pemilik FN Group yang merupakan perusahaan multi nasional dimana sekarang di pegang generasi kedua yakni Lintang Prasta Nasution. Perusahaan dipegang justru berkembang pesat melebihi saat dipegang oleh ayahnya Frans Nasution.
Darren merupakan ini kesempatan emas baginya dapat bekerja sama dengan perusahaan yang dipegang Prasta. Namun rupanya pemimpin FN Group tersebut mempunyai watak yang keras dan pekerja keras. Dihari weekend beliau biasa tetap bekerja. Karena itulah Darren terpaksa mengikuti keinginan calon klien emasnya itu.
Agung, ayah Darren mendengar kan dengan seksama penjelasan serta alasan dibalik anaknya meeting di waktu weekend. Setelah mengetahui penyebabnya beliau akhirnya memakluminya. Agung justru bangga dengan pencapaian anaknya yang berusaha memimpin perusahaan dengan baik walaupun dia akui kiprah nya dalam memegang perusahaan masih harus banyak di perbaharui.
Sambil manggut-manggut Agung berkata, "bagus Darren pertahanankan kinerja kamu. Buat maju perusahaan Daddy. Jangan buat Daddy kecewa seperti sebelum-sebelumnya nya, apalagi sampai berhubungan dengan masa lalu kamu."
Glek!
Darren menelan kasar liur di tenggorokan nya mendengar ucapan ayahnya namun terdengar seperti ancaman itu. Dia meremas kedua tangannya diatas pangkuannnya dan telapak tangannya itu sampai berkeringat saking gugup nya.
"Daddy tenang saja. Darren pasti tidak akan mengecewakan Daddy. Darren akan membuat perusahaan semakin maju." Ucap Darren tanpa membahas masalah masa lalu nya.
"Ingat Darren yang Daddy tekankan selain perusahaan?" Ulang Agung karena merasa Darren, anaknya tidak berjanji tentang masa lalu nya.
"Baik, Daddy. Darren ingat semua pesan Daddy. " Jawab Darren meyakinkan lagi.
"Loh, Darren kok kamu masih disini?" Mommy kira kamu sudah pulang." Prita, mommy Darren telah berganti pakaian menjadi lebih santai. "Sudah sana, pulang! kasihan Khanza sama anak kamu dirumah." Ny. Prita kemudian duduk disamping Agung, suaminya.
"Mommy usir Darren?" Darren menampilkan wajah muram ketika Mommy mengusir dirinya dari kediaman orangtua nya sendiri.
"Bener, Darren sebaiknya kamu cepat pulang. Sudah malam. Kalo mau main lebih lama datang bersama anak dan istri kamu." Agung mengiyakan apa kata istrinya.
Darren mengumpat dalam hati. Tidak ayah tidak ibunya, semuanya mengusirnya dari rumah. Lalu segera dia memasang wajah menyedihkan. "Mom, Darren gak enak badan.Kalo boleh Darren izin tidur disini malam ini. Kalo dipaksain bawa mobil sudah malam gini takutnya ada apa-apa nanti."
"Ya sudah kalo gitu. Tapi kabarin istri kamu. Jangan sampai tidak!"
Astaga ini yang sebenarnya anaknya siapa sih. Dia atau aku? "Baik, mom. Nanti Darren telepon. Sekarang Darren mau ke kamar." Setelah itu Darren meninggalkan kedua orangtuanya di ruang keluarga menuju kamar pribadinya.
"Obrolin apa kamu, Mas sama Darren tadi?" Tanya Prita saat Darren sudah benar-benar tidak ada di ruangan.
Darren masuk kedalam kamar. Kamar semasa melajang. Kamar yang sudah lama tidak dia tiduri namun masih terjaga kebersihan nya karena mungkin ibunya selalu menyuruh art di dirumah untuk selalu menjaganya. Dia memilih tidak pulang karena tenaga serta pikirannya terkuras, apalagi saat mendengar ucapan ibunya yang membuatnya terngiang-ngiang sampai sekarang. Apa maksud ucapan ibunya yang mengatakan jangan sampai dia menyesal nantinya.
Lama Darren termenung hingga tanpa sadar dirinya tertidur bahkan sampai belum mengganti bajunya tadi siang. Dan yang membuat fatal yakni lupa mengabari Khanza, istrinya jika dia menginap dikediaman orangtuanya.
Sementara itu di rumah yang di tempati Khanza saat ini nampak sang istri sedang menantikan Darren karena sudah satu jam lebih belum sampai rumah. Bukankah jarak rumahnya ke kediaman mertuanya biasanya tidak sampai menghabiskan waktu selama itu. "Kemana kamu, Mas?" Batinnya. Haruskah dia menghubungi suaminya itu. Tapi rasanya Khanza sungkan.
Naura sendiri setelah sampai dirumah langsung mandi. Karena sudah makan banyak waktu di mall tadi jadilah Naura tidak lama langsung tertidur saking lelah nya.
Daripada tidak tenang, akhirnya Khanza memutuskan menghubungi suaminya. Dia kemudian mengambil ponsel yang tadi dia tinggalkan didalam kamar.
Tutt...
Telepon yang anda tuju sedang dalam panggilan lain.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
kasian kanza
2024-10-15
0