"Sayang, kamu sudah selesai meetingnya?"
["............."]
"Jadi Mas Darren tidak ketemu dengan pemilik FN Group?"
Deg!
Bukan niat menguping obrolan wanita yang saja masuk dalam lift tapi memang suaranya jelas sekali terdengar bahkan mungkin hanya Khanza yang mendengar, orang orang yang ada dalam lift pun ikut mendengar. Khanza memang pada saat itu sedang mendengar celotehan Naura tetapi saja fokus nya terbagi dengan adanya suara wanita yang sedang bertelepon tersebut.
Refleks mata Khanza kearah wanita yang bertelepon itu. Cantik satu kata terucap dalam hatinya namun full dengan make up. Tubuh proporsional terbalut dalam gaun lengan pendek dengan tinggi bawahannya pun hampir setengah paha. "Astagfirullah, "gumam Khanza.
"Mungkinkah? Astagfirullah, "Kembali Khanza beristighfar dengan hatinya yang sedikit ada pikiran negatif tentang suaminya.
"Iya sayang, aku dah sampai lantai 5 nih! tapi aku mau ke lantai satu."
[",,,,,,,,,,,,,,,,,"]
"Hm...aku mau ke Tiffan* & C*." Ujar nya manja.
Ting!
Kembali bunyi lift. Lantai 5 telah sampai. Segera wanita yang diperhatikan Khanza akan keluar. Kaki Khanza secara tidak sadar melangkah sebelum suara Naura menyadarkannya kembali. "Satu lantai lagi ya Bunda?" Ucap Naura yang sedari tadi memperhatikan floor designator karena sudah tidak sabaran menuju lantai tempat pusat permainan berada. Jika tidak di gandeng Naura, Khanza mungkin sudah mengikuti wanita yang tadi bertelepon.
**
Langkah tegap kaki seorang eksekutif muda tergesa menuju lift hendak menuju basament dengan handphone berlogo apel tergigit keluaran terbaru ditempelkan di telinga. "Iya Mom, Prasta segera ke Rumah Sakit. Iya, meeting nya Prasta serahkan ke Toni." Ucap laki-laki yang diketahui bernama Prasta dengan sedikit menahan kesal. Tanpa mengucap salam penutup Prasta menutup telepon secara sepihak. Kesal karena acara pertemuan dengan klien terpaksa dia wakilkan pada asisten pribadinya.
Prasta, seorang CEO FN Group walaupun di hari weekend tetap bekerja, tidak menyurutkan aktifitas nya dalam bekerja. Baginya tidak waktu untuk beristirahat. Bukti kerja kerasnya, kini walaupun usia nya masih tergolong muda namanya mampu sejajar dengan pengusaha pengusaha top yang telah lebih dulu senior baik dari segi umur maupun pengalaman.
Diusia nya yang terbilang sudah sangat matang yakni 30an namun sampai saat ini dia masih belum mempunyai tambatan hati. Kalaupun ada itu semata hanya karena desakan kedua orangtuanya. Namun dihatinya tetap terukir satu nama yang sampai saat ini tidak pernah bergeser apalagi menghilang. Entah sampai kapan Prasta mampu melupakan sosok wanita yang sudah dia anggap sebagai cinta pertamanya. Sampai hari ini pun dia kehilangan kontak dengan 'pujaan hatinya' yang dulu terpisah karena keadaan dan restu kedua orang tua mereka.
Prasta tiba didepan pintu lift bersamaan dengan keluarnya wanita yang tadi sedang sibuk bertelepon tanpa menghiraukan keadaan sekitar. Begitupun dengan Prasta yang masih memegang ponsel mahalnya dengan sesekali memperhatikan layar ponselnya yang dia matikan secara sepihak. Kesalnya belum hilang dikarenakan acara meetingnya yang hampir saja batal jika tidak digantikan oleh asisten pribadinya sedang dia ditelepon oleh ibunya, Ny. Melinda untuk segera menemui seseorang yang enggan dia temui di rumah sakit namun demikian dia tidak berani mengungkapkan nya secara langsung. Dia masih sangat menghormati ibunya tersebut. Tak pernah sekalipun dia membantah ucapan kedua orangtuanya apalagi berkata kata kasar. Saking menurutnya Prasta dengan kedua orangtua nya dia sampai kehilangan wanita yang dicintainya. Karena itulah diusianya yang sudah matang tersebut dia masih betah melajang.
Puas menggerutu dalam hati Prasta lantas memasukkan ponselnya kedalam saku celana kerjanya dan segera akan memasuki pintu lift. Namun ternyata karena kelakuannya memandang layar ponselnya dia sampai tertinggal lift. Pintu lift segera tertutup karena baik seseorang didalamnya maupun dia tidak segera menekan tombol hold.
"Sial," decak Prasta begitu pintu lift hampir saja tertutup namun tidak sempat dia meraih tombol hold. Namun sebelum benar benar pintu lift tertutup Prasta melihat seorang wanita yang menghadap membelakangi nya. Sosok yang membuat dia teringat wanita pujaan hatinya dulu.Ya, walaupun sudah bertahun tahun, Prasta seperti sudah hafal bentuk fisik perempuan yang dia cintai ,tingginya, bentuk proporsional tubuhnya sampai wangi parfum yang sama dipakai oleh perempuan itupun sama.
"Khanza..."ucapnya lirih.
"KHANZA...!!!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 63 Episodes
Comments
🌷💚SITI.R💚🌷
smg kazna bisa mengetahui perselingkuhan suami dan sekretaris dengan cepat dan bisa melakukan pilihan yg trbaik ya kanza
2024-10-15
0