Richard William yang mendengar ucapan Dewi langsung mengangkat tangan kanannya untuk melihat jam tangan mahalnya.
"Baiklah. Kalau begitu selama beristirahat." Ucap Richard William sambil berdiri.
Dewi sangat terkejut dengan ucapan Richard William namun berusaha bersikap biasa saja. Sedangkan Richard William berjalan meninggalkan Dewi sendirian di ruang perawatan vvip.
"Tuan Muda Richard William." Panggil Felix ketika melihat Richard William menutup pintu ruang perawatan.
Richard William langsung memalingkan wajahnya ke arah samping dan melihat asisten setianya sedang berjalan ke arah dirinya.
Richard William langsung membalikkan badannya agar saling berhadapan. Sedangkan dari dalam ruang perawatan di mana Dewi perlahan berjalan ke arah pintu untuk mendengarkan percakapan mereka dari balik pintu.
"Felix, kamu selidiki apa yang dilakukan oleh Kasandra di luar negri dalam beberapa tahun terakhir. Selain itu cari tahu lebih lanjut tentang tanggal lahir Richardo!" Perintah Richard William.
"Tuan Muda Richard William, Tuan Muda ragu kalau Tuan Muda Kecil Richardo adalah anak Tuan Muda dengan Nona Muda Kasandra enam tahun yang lalu?" Tanya Felix dengan wajah terkejut.
Richard William tidak menjawab pertanyaan Felix, hanya saja menatap Felix dengan tatapan tajam membuat Felix mengerti arti tatapannya.
"Baik, Aku mengerti." Ucap Felix.
'Ternyata yang tidur dengan Kasandra adalah Richard William dan bukan orang bayaran Bela. Ternyata Kasandra merayu Richard William dan melakukan hubungan suami istri hingga mereka mempunyai anak.' Ucap Dewi dalam hati.
'Aku tidak akan pernah mengijinkan siapa pun mencuri posisi Nyonya Richard William.' Sambung Dewi dalam hati.
Dewi kemudian membalikkan badannya dan berjalan ke arah ranjang kemudian mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja dekat ranjang. Dewi kemudian menghubungi Ayahnya dan sambungan pertama langsung di angkat.
'Hallo.' Panggil Ayahnya
'Daddy, Daddy harus membantu menghentikan Kak Richard William untuk menyelidiki Kasandra Subroto.' Ucap Dewi.
'Memangnya ada apa?' Tanya Ayahnya.
'Aku tidak ingin posisi Nyonya Richard William di ambil Kasandra Subroto.' Jawab Dewi.
'Ceritakan lebih detail.' Pinta Ayahnya.
'Ayah jangan banyak bertanya dan lakukan apa yang barusan Aku katakan.' Ucap Dewi.
Selesai mengatakan hal itu Dewi memutuskan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian meletakkan ponselnya di atas meja dekat ranjang.
Tidak berapa lama dokter dan perawat datang untuk memeriksa Dewi. Dewi menolaknya dan meminta mereka untuk mengijinkan Dewi pulang ke mansion.
Karena mereka mengenal siapa keluarga Dewi membuat mereka hanya bisa pasrah dan membiarkan Dewi pulang ke mansion milik Ayahnya.
xxxxxxxx
Di tempat yang berbeda lebih tepatnya di mansion milik Kakeknya Kasandra di mana Bu Yuni Subroto dan Ayah Sebastian Subroto sedang duduk di ruang keluarga.
"Suamiku, Kasandra semakin lama tidak memahami aturannya. Di depan banyak orang berani merayu Tuan Muda Richard William di depan umum." Ucap Bu Yuni Subroto berusaha menjelek-jelekkan Kasandra.
Sedangkan Ayah Sebastian Subroto memijat keningnya yang pusing karena memikirkan Kasandra yang semakin lama susah di atur.
"Umur Kasandra semakin bertambah tapi semakin sulit untuk di atur. Kasandra sudah berani melawan keluarga Felix dan itu bisa mempengaruhi hubungan keluarga kita sekaligus rekan bisnis yang selama ini kita jalani." Sambung Bu Yuni Subroto.
"Ucapkan saja intinya dan jangan berbelit-belit karena kepalaku sakit mendengarmu berceloteh tanpa henti." Ucap Ayah Sebastian Subroto sambil masih memijat kepalanya.
"Maafkan Aku, suamiku. Menurutku kali ini Kasandra kembali ke sini ingin melakukan hal lain." Ucap Bu Yuni Subroto.
"Maksudnya?" Tanya Ayah Sebastian Subroto.
"Kasandra datang ke sini hanya untuk membalaskan dendam terhadap kita." Jawab Bu Yuni Subroto.
"Jika Kasandra berani melakukannya maka Aku akan menghukumnya dengan kejam terlebih Kasandra tidak ada pendukungnya jadi kita bisa melakukan apapun terhadap Kasandra." Ucap Ayah Sebastian Subroto.
"Bagaimana dengan Tuan Muda Richard William? Bukankah tadi Tuan Muda Richard William membantu Kasandra?" Tanya Bu Yuni Subroto.
"Saat ini Kasandra beruntung di bantu Tuan Muda Richard William tapi tidak untuk ke dua kalinya." Jawab Ayah Sebastian Subroto.
"Bagus. Kita harus melakukan sesuatu ke Kasandra." Ucap Bu Yuni Subroto.
"Teruslah berbicara di belakangku." Ucap Kasandra yang tiba-tiba datang dan berjalan ke arah mereka.
"Maaf, jika Aku lancang. Apa yang bisa kamu lakukan padaku?" Tanya Kasandra sambil bersidekap.
"Kasandra, apakah kamu punya rasa malu?" Tanya Ayah Sebastian Subroto sambil berdiri begitu pula dengan Bu Yuni Subroto.
"Calon tunangan Tuan Muda Richard William adalah Nona Muda Dewi. Keluarga besar Nona Muda Dewi bukanlah sesuatu yang bisa kita sakiti." Ucap Bu Yuni Subroto.
"Kasandra, Ayah sudah membuat perjanjian dengan keluarga Felix. Jadi pernikahanmu tetap tidak akan berubah jadi jangan menggunakan ide yang tidak masuk di akal." Ucap Ayah Sebastian Subroto.
"Maksudnya?" Tanya Kasandra.
"Apakah kamu tidak ingat dengan hubungan yang kamu jalanin lima tahun yang lalu bersama pria yang kamu kenal hingga kamu hamil dan melahirkan seorang anak?" Tanya Ayah Sebastian Subroto.
"Apakah kamu ingin melakukan hal itu terjadi lagi dengan cara mendekati Tuan Muda Richard William yang sudah mempunyai calon tunangan?" Tanya Ayah Sebastian Subroto lagi.
"Aku hanya ingat ketika Anda memukuliku hingga Aku hampir mati lima tahun yang lalu dan tidak membiarkan Aku pergi ke rumah sakit. Selama lima tahun Aku berpikir apakah Anda Ayah kandungku atau bukan?" Tanya Kasandra sambil menatap tajam ke arah Ayah Sebastian Subroto.
"Kalau Anda memang Ayah kandungku, maka betapa kejamnya Anda merawat putri kandungmu karena memukulku dengan sangat kejam!" Teriak Kasandra.
"Apa yang kamu bicarakan? Kenapa kamu menghancurkan hati Ayahmu?" Tanya Bu Yuni Subroto.
"Bang xx sat, berhenti berpura-pura! Kamu itu sangat menjijikkan!" Teriak Kasandra sambil menatap tajam ke arah Bu Yuni Subroto.
"Diam! Aku ini Ayahmu! Jadi wajar jika Aku memukulmu." Ucap Ayah Sebastian Subroto dengan nada satu oktaf.
"Aku sekarang baru tahu kalau Ayah tidak mungkin membesarkanku dengan baik karena Ayah lebih menyayangi anak haram Ayah." Ucap Kasandra dengan nada satu oktaf.
"Saat Ibumu meninggal Aku seharusnya tidak peduli padamu!" Teriak Ayah Sebastian Subroto sambil menatap tajam ke arah Kasandra.
"Berbicara tentang ini membuatku berpikir, bagaimana Ibuku bisa meninggal dunia?" Tanya Kasandra sambil menatap satu persatu ke arah mereka secara bergantian.
Kasandra bisa melihat dengan jelas perubahan wajah Bu Yuni Subroto membuat Kasandra semakin yakin kalau kematian Ibunya ada hubungan dengan mereka.
"Ibuku sendirian membantu Anda mendirikan perusahaan Subroto Grup hingga menjadi sukses tapi apa balasan Anda? Anda membawa wanita mu x ra x han ini untuk datang ke rumah ini hingga Ibuku meninggal dunia!" Teriak Kasandra.
Plak
"DIAM!" bentak Ayah Sebastian Subroto sambil menampar pipi Kasandra dengan sekuat tenaga hingga sudut bibir Kasandra mengeluarkan darah segar.
"Bicara omong kosong lagi maka Aku akan memukulmu sekarang sampai kamu mati!" Teriak Ayah Sebastian Subroto.
Plak
"Yuni Subroto, kamu datang ke keluarga kami ingin merusak hubungan antara Ayah dan Anak perempuan!" Teriak Kasandra kemudian menampar pipi Bu Yuni Subroto.
"Kamu berani menamparku!" Teriak Bu Yuni Subroto sambil memegangi pipinya yang terasa perih.
"Suamiku." Ucap Bu Yuni Subroto dengan nada manja.
"Dasar anak durhaka beraninya kamu memukul Ibumu!" Teriak Ayah Sebastian Subroto sambil mengangkat tangannya untuk kembali menampar pipi Kasandra satunya lagi.
"Dia bukan Ibuku! Karena Ibuku sudah mati. Setiap Anda menamparku maka Aku akan menampar wanita perusak rumah tangga!" Bentak Kasandra sambil menahan tangan Ayah Sebastian Subroto kemudian mendorongnya dengan kasar.
"Apakah tidak ada sedikit perasaan sayang yang tersisa untukku?" Tanya Kasandra dengan perasaan kecewa yang teramat sangat.
"Tidak ada sedikitpun perasaan sayangku karena perasaan sayangku hanya untuk orang-orang yang peduli dengan kehormatan keluarga." Jawab Ayah Sebastian Subroto.
"Sedangkan orang sepertimu tidak pernah peduli dengan kehormatan keluarga. Kamu hanya peduli pada dirimu sendiri jadi kamu tidak layak membicarakan perasaan denganku." Ucap Ayah Sebastian Subroto.
"Oke. Jangan bicara soal perasaan. Maka kita bicara tentang kerja sama." Ucap Kasandra mengalihkan pembicaraan.
"Kerja sama apa?" Tanya Ayah Sebastian Subroto.
"Beri Aku bagian saham Subroto lima belas persen dan Aku akan menikahi Tuan Muda Vino Felix." Jawab Kasandra.
"Kamu ..." Ucapan Ayah Sebastian Subroto terpotong oleh Kasandra.
"Jika tidak maka Aku tidak akan menikah dengan pria itu." Ucap Kasandra tanpa mempedulikan tatapan tajam Ayah Sebastian Subroto.
"Ingat, sebelum acara pertunangan, saham itu sudah diberikan padaku." Sambung Kasandra sambil membalikkan badannya.
Kasandra pergi meninggalkan mansion tersebut di mana Ayah Sebastian Subroto dan Bu Yuni Subroto dan menatap kepergian Kasandra.
xxxxxxxx
Kini Kasandra berada di apartemen yang baru saja di belinya dengan menggunakan uang tabungannya. Kasandra tidak ingin tinggal di mansion bersama Ayah kandungnya hal itu dikarenakan dirinya malas ribut.
Kasandra tidak ingin Richardo disakiti oleh keluarganya yang sangat jahat dan tidak punya perasaan. Terlebih itu tidak baik bagi perkembangan Richardo yang melihat orang dewasa selalu ribut dan melihat Ibunya di siksa oleh Ayah Sebastian Subroto.
Kasandra berjalan ke arah kamar Richardo sambil membawa kotak obat. Sampai di kamar Richardo, Kasandra melihat putra kesayangannya sedang tertidur di ranjang.
"Berhentilah berpura-pura karena Mommy tahu kalau kamu baik-baik saja." Ucap Kasandra sambil duduk di sisi ranjang.
Richardo langsung membuka matanya sambil tersenyum manis membuat Kasandra membalas senyuman Richardo. Kasandra memegang tangan Richardo di mana tangannya ada bekas gigitan.
"Apakah Richardo sengaja mengigit tanda gigi ini?" Tanya Kasandra.
"Hehehehe..." Tawa Richardo.
"Putraku ternyata tidak ingin dirugikan jadi terpaksa berbohong. Lain kali jangan lakukan itu lagi." Ucap Kasandra sambil mencubit pelan hidung Richardo.
"Baik, Mommy." Jawab Richardo dengan patuh.
'Setelah selesai semua urusanku maka Aku akan pergi lagi ke luar negri dan melupakan apa yang sudah terjadi. Karena itu Aku harus secepat mungkin menyelesaikan balas dendamku terlebih pada keluarga Subroto. ' Ucap Kasandra dalam hati.
Kasandra kemudian mengobati Richardo setelah selesai Kasandra menemani Richardo tidur. Setelah beberapa menit Richardo tidur dengan pulas, barulah Kasandra pergi meninggalkan kamar Richardo namun sebelumnya menyelimuti tubuh Richardo dengan menggunakan selimut.
Kasandra masuk ke dalam kamarnya karena tubuhnya sangat lelah membuat Kasandra tertidur dengan lelap sambil berharap esok lebih baik dari pada hari ini.
xxxxxxxxxxx
Di tempat yang berbeda di mana Bela Subroto, Bu Yuni Subroto dan Ayah Sebastian Subroto berkumpul di ruang keluarga.
"Ibu dan Ayah. Benarkah Kak Kasandra akan bertunangan dengan Tuan Muda Vino Felix dan Kak Kasandra meminta saham lima belas persen?" Tanya Bela Subroto sambil menggenggam tangan Bu Yuni Subroto.
"Ya." Jawab ke dua orang tuanya dengan serempak.
"Lalu, bagaimana dengan diriku jika saham itu diberikan ke Kak Kasandra?" Tanya Bela Subroto dengan wajah cemberut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Mama Kasandra
Terima kasih banyak
2024-08-22
1
Dewi Anggya
waaah rasanya gmna tuhhh ditgglin Richard... dewiiii ulaaaar.....
2024-08-22
0