"Ya, Tuhan. Apakah Aku sudah gila? Aku kembali mencium pria itu lagi.' Ucap Kasandra dalam hati sambil memegangi pipinya yang bersemu merah.
Setelah beberapa saat Kasandra pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Paman Richard William yang baru saja keluar dari kamar mandi menatap kepergian Kasandra sambil tersenyum bahagia.
Paman Richard William memegangi bibirnya yang habis di cium oleh Kasandra setelah beberapa saat Paman Richard William pergi meninggalkan tempat tersebut. Tanpa sepengetahuan mereka kalau seseorang menatapnya dengan tatapan penuh amarah.
Dia adalah Dewi, di mana Dewi sengaja bersembunyi di sudut tembok. Dewi melihat dengan sangat jelas ketika Kasandra keluar dari kamar mandi lalu berlanjut Paman Richard William keluar dari kamar mandi.
'Dulu Aku menyukai Kak Alex William tapi Kak Alex William tidak menyukaiku karena Kak Alex William menyukai Kasandra. Tapi sudah berhasil di rebut oleh Bela dan sekarang Aku menyukai Kak Richard William. Tapi sepertinya Kak Richard William menyukai Kasandra.' Ucap Dewi dalam hati.
'Tidak bisa, bagaimanapun Kak Richard William tidak boleh menyukai Kasandra. Aku harus melakukan apapun asalkan Kak Richard William menjadi milikku.' Sambung Dewi dalam hati.
Dewi kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut sambil menahan amarahnya terhadap Kasandra. Karena Kasandra merebut orang-orang yang disukainya.
Di tempat yang sama namun berbeda ruangan di mana Sebastian Subroto berada di ruang kerja bersama Kasandra.
"Kamu datang ke sini mencoreng nama keluarga jadi Ayah memutuskan kamu untuk menikah dengan Tuan Muda Vino Felix." Ucap Sebastian Subroto.
"Apa?" Tanya Kasandra dengan wajah terkejut.
"Pernikahanmu sudah diputuskan oleh Ayah dengan keluarga Felix. Jadi buatlah janji untuk bertemu dengan Tuan Muda Vino Felix besok." Ucap Sebastian Subroto.
"Jadi Ayah menyuruhku datang kembali ke sini untuk menyuruhku menikah dengan Tuan Muda Vino Felix?" Tanya Kasandra sambil bersidekap dan menatap Sebastian Subroto yang sedang bersiap minum kopi hitam.
Sebastian Subroto hanya menganggukkan kepalanya sambil meminum kopi hitam.
"Aku pikir di suruh datang ke sini untuk merayakan pemakaman Ayah dengan dua wanita jahat itu." Ucap Kasandra.
"Uhuk ... Uhuk ... Uhuk ..."
Sontak Sebastian Subroto langsung terbatuk-batuk sambil menatap ke arah Kasandra dengan tatapan membunuh. Cangkir yang berisi kopi tersebut langsung di lempar ke arah Kasandra namun Kasandra bisa menghindarinya.
Cangkir itupun jatuh ke lantai dan pecah membuat Sebastian Subroto melempar piring kecil ke arah Kasandra namun lagi-lagi Kasandra bisa menghindar.
"Kasandra! Beraninya kamu mengutuk kami!" Teriak Sebastian Subroto dengan wajah kesal.
"Aku tahu kalau Ayah menyuruhku menikah karena Ayah ingin bekerja sama dengan keluarga Felix untuk mendapatkan keuntungan." Ucap Kasandra tanpa mempedulikan teriakan Sebastian Subroto.
"Omong kosong apa yang kamu bicarakan." Ucap Sebastian Subroto sambil menatap tajam ke arah Kasandra.
"Keluarga Felix memberikan suntikan dana sebesar dua ratus lima puluh juta dollar untuk proyek hotel bintang lima jika salah satu putri Ayah bisa menikah dengan Tuan Muda Vino Felix. Apakah yang Aku katakan benar?" Tanya Kasandra.
Brak
"Cukup. Kamu di suruh kembali ke sini bukan untuk menanyaiku. Andai saja kamu berperilaku setengah kebaikan seperti Adikmu maka hubungan Ayah dan Anak tidak akan seperti ini." Ucap Sebastian Subroto dengan nada satu oktaf.
"Ayah memintaku untuk kembali agar Aku menikah dengan Tuan Muda Vino Felix. Ayah, mohon berbaik hati padaku agar Ayah memberikan keuntungan untukku sebanyak dua puluh persen dari hasil menjualku." Ucap Kasandra.
"Kamu ...." Ucapan Sebastian Subroto terpotong oleh Kasandra.
"Apa Ayah mau ada rumor yang mengatakan kalau keluarga Sebastian Subroto menjual putri tertuanya demi uang? Bukankah itu tidak baik untuk reputasi Ayah dan keluarga besar Subroto?" Tanya Kasandra.
"Kasandra, kamu ..." Ucap Sebastian Subroto sambil menunjuk ke arah wajah Kasandra namun ucapannya terpotong kembali oleh Kasandra.
"Ayah, yakinlah kalau Aku bersedia menikah dengan Tuan Muda Vino Felix. Asalkan Aku mendapatkan keuntungan dua puluh persen dari hasil menjualku atau lima belas persen saham milik Ayah yang seharusnya milik Kakekku." Ucap Kasandra.
"Kalau tidak maka Aku tidak akan menikah dengan Tuan Muda Vino Felix dan otomatis Ayah tidak akan mendapatkan suntikan dana sebesar dua ratus lima puluh juta dollar untuk proyek hotel bintang lima dari keluarga Felix." Sambung Kasandra.
"Ka ... Kamu ..." Ucap Sebastian Subroto sambil tangan kirinya memegangi dadanya sedangkan tangan kanannya menunjuk ke arah Kasandra namun ucapannya kembali terpotong oleh Kasandra.
"Aku tidak akan memaksa Ayah hanya saja tunggu perusahaan yang Ayah kelola bangkrut." Ucap Kasandra tanpa mempedulikan kalau Sebastian Subroto terkena serangan jantung.
"Baiklah. Temui Tuan Muda Vino Felix dan rias wajahmu agar kamu tidak memalukan keluarga Sebastian di depan keluarga Felix." Ucap Sebastian Subroto yang tidak mempunyai pilihan lain.
"Baik. Jangan lupa apa yang tadi Aku katakan. Aku sangat senang bisa menemani Ayah dalam berbisnis." Ucap Kasandra sambil tersenyum devil.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Eric ardy Yahya
si Dewi ini sama kayak Bela , sama-sama tidak tau diri . pantas saja semua ulah ini awalnya tuh dari si Bela dan Yuni .
2024-08-06
1