Eps 2

Rifan terbangun dari pingsannya. Saat ia membuka mata, pandangannya disambut oleh langit-langit yang asing dan dinding-dinding yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Kebingungan melanda dirinya, bertanya-tanya di mana ia berada dan bagaimana ia bisa sampai di tempat ini. Matanya berkeliling ruangan, mencoba mengenali sesuatu, tapi semuanya tampak asing.

Kepanikan mulai merayapi benaknya. Ia mencoba bangkit, tapi tubuhnya masih lemah. Beberapa saat berlalu dalam kebingungan, hingga tiba-tiba, langkah-langkah kaki terdengar mendekat. Seorang pria tua muncul di ambang pintu, wajahnya keriput namun tampak penuh kedamaian.

"Kau sudah bangun," suara pria tua itu lembut namun tegas. Ia berjalan mendekat, membawa sebuah mangkuk berisi makanan yang masih mengepul hangat. "Makanlah ini agar kau cepat sehat, dan pulanglah," lanjutnya, sembari menyodorkan makanan kepada Rifan.

Rifan memandang pria tua itu dengan rasa terima kasih dan sedikit kebingungan. Namun, perutnya yang kosong dan kelemahan tubuhnya memaksa untuk menerima tawaran tersebut. Dengan tangan gemetar, ia mengambil mangkuk itu, merasakan kehangatan yang menenangkan. Meskipun banyak pertanyaan masih berkecamuk di kepalanya, ia merasa sedikit lebih tenang dengan kehadiran pria tua itu.

Rifan yang kebingungan bertanya pada pria tua itu, "Terima kasih, tetapi di mana aku? Mengapa aku bisa berada di sini?" tanyanya penuh kebingungan.

"Makan lah, dan segera pergi dari sini"kata pria tua itu menyuruh rifan pergi, namun tiba tiba ada seorang wanita datang.

Wanita itu memukul Pria tua itu "Guru! Kau tak sopan sekali, menyuruh orang sakit pergi!!"Kata wanita dengan marah.

Wanita itu duduk dekat Rifan, wajahnya penuh kekhawatiran. "Apa kau sudah baik-baik saja? Aku membawa mu ke sini karena aku melihatmu di atap sekolah tergeletak dan penuh luka," kata wanita itu menjelaskan apa yang terjadi.

Rifan mencoba memahami situasinya. "Jadi, kau yang membawa ku ke sini. Terima kasih sebelumnya. Kalau boleh tahu, di mana aku sekarang?" tanya nya menatap wanita itu dengan wajah yang bingung.

Wanita itu tersenyum lembut, berusaha menenangkan Rifan. "Oh, aku lupa kasih tahu tempat ini hehe, Ini di sebuah dojo, Kau jangan khawatir, beristirahatlah dahulu," katanya dengan nada yang lebih ceria. "Jangan dengarkan kata orang tua itu," tambahnya dengan senyum yang menenangkan, seolah berusaha menghilangkan kecemasan Rifan.

Rifan pun bertanya nama wanita itu, dan ia bernama Miyu , Tak lama Pria tua itu datang menghampiri mereka berdua."Miyu sudah tinggalkan dia kau cepat berlatih"Kata pria tua pada menyuruh miyu.

""Baiklah baik," jawab Miyu dengan lemas, seakan tidak ingin berlatih. Rifan yang sadar akan sesuatu menghentikan mereka. "Tunggu! Miyu, kau bilang ini dojo, kan?" tanya Rifan pada Miyu.

"Iya, kenapa?" jawab Miyu pada Rifan dengan bingung.

"Aku ingin bertemu pelatihnya. Apakah boleh?" pinta Rifan pada Miyu.

Miyu pun menunjuk pria tua itu, mengisyaratkan bahwa pria tua tersebut adalah pelatihnya. Rifan langsung bersujud memohon pada pria tua itu. "Pak tua, aku mohon terima aku jadi muridmu," ucap Rifan dengan penuh harap.

Namun, pria tua itu tampak agak tersinggung. "Siapa yang kau bilang pak tua hah! Anak jaman sekarang memohon tapi sambil menghina," jawabnya dengan sedikit marah.

Miyu cepat-cepat meredakan situasi dengan tertawa kecil. "Sudahlah Guru Kau ini memang sudah tua, dia tak salah, Terimalah dia," kata Miyu dengan ekspresi santai, mencoba mengurangi ketegangan.

Rifan merasa sedikit canggung, namun tetap berusaha memperbaiki kesalahannya. "Maaf, Pak... eh, Guru. Saya tidak bermaksud menghina. Saya hanya ingin belajar dari Anda," ucap Rifan dengan sopan.

"Kutolak, aku tak mau punya murid, yang akan menggunakan ilmu dari ku nanti berbuat kejahatan" Tolak pak tua dengan mentah mentah.

""Guru, aku mohon terima aku, Aku akan melakukan apapun untukmu selama kau bisa mengajari ku, Aku tak mau terus jadi sasaran bully, Aku ingin lepas dari semua ini," kata Rifan memohon dengan tulus.

"Mohon Guru terimalah dia, Aku melihatnya tergeletak dengan darah yang mengucur, ajarlah dia agar bisa membela diri," tambah Miyu pada guru dengan rasa mendesak.

Guru itu menatap Miyu, lalu Rifan dengan ekspresi serius. "Kalau bukan karena Miyu, aku tak akan menerima mu, Karena dia adalah murid terbaikku, aku akan menerima mu," jawab guru itu, memperbolehkan Rifan belajar.

"Terima kasih Guru, Aku akan belajar dengan sungguh-sungguh," jawab Rifan dengan kegirangan, seakan melihat masa depan penuh kebebasan.

Namun, kegembiraan Rifan tidak berlangsung lama. "Siapa bilang aku akan menerima mu dengan mudah. Aku beri syarat padamu, dalam sebulan ini aku tak akan mengajari mu dulu," jawab guru dengan tegas, menempatkan tantangan baru di depan Rifan.

"Apa syarat nya guru, aku akan melakukan apa pun selama bisa belajar dari mu" Jawab Rifan dengan semangat.

"Datang lah seriap hari, bersih kan ini selama satu bulan, aku akan melihat keseriusan mu, dan hilang kan lah niat balas dendam mu, jika kau berhasil menghilang kan nya, aku akan mengajari mu, dan kau tak di ijin kan belajar sebelum aku memperbolehkan nya"Jawab guru

"Baik guru, aku akan melakukannya," jawab Rifan dengan senang.

"Kalau begitu, pulanglah dulu," jawab guru menyuruh Rifan pergi.

Rifan pun mengambil barang-barangnya dan pamit pada guru serta Miyu untuk pulang dengan senang, sambil terus memikirkan bahwa ia bebas dari bully.

Mungkin kalian penasaran pada Miyu kan hehe, Miyu adalah seorang atlet sekolah yang terkesan dengan transformasi fisik dan mental Rifan. Meskipun awalnya mereka hanya berinteraksi di Dojo, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan yang dalam. Miyu membantu Rifan memahami arti ketekunan dan kerja keras.

Saksikan perkembangan Rifan terus ya hehe

Terpopuler

Comments

Aiyuki

Aiyuki

sampai sni dlu ya, kalimatnya banyak yg masih rancu, tpi kmu bisa kok lebih menyederhanakan klimat2nya.. over all bagus, krna aku juga masih belajar kita sama2 saling dkung ya 2 iklan +🌹 biar makin semangat 🔥🔥😉

2024-06-16

0

Aiyuki

Aiyuki

urgensi itu apa?

2024-06-16

0

🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️

🍭ͪ ͩ𝕸y💞🅰️nnyᥫ᭡🍁❣️

kopi aja ya.. belum sempat nambah bacaan soalnya

2024-06-16

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!