" Lo ngapain disini ?? "
Dia menggeram kesal melihat edgar didepan pagar rumahnya. Dia tidak mau lagi berangkat bersama edgar, bukan karena membencinya namun karena dia lelah jika harus bertengkar dengan aksa terus.
" Gw kan udah bilang ke lo kalau rumah gw deket sini, ya karena sering lewat deket sini makanya gw ajakin lo berangkat bareng " edgar tersenyum, daya tariknya untuk memikat perempuan.
Alexa mendengus, dia berkacak pinggang sembari menatap tajam edgar. Untung saja alterio sudah pergi ke jogja untuk berkuliah, dan aidan juga barusan berangkat ke sekolah karena da urusan. Alexa tidak perlu takut tertangkap basah oleh kedua kakaknya itu.
" Nggak !! Gw bisa pergi sendiri. Lo gak sadar apa, kehadiran lo disekolah gw membuat satu sekolah gempar. Yang ada gw yang kena batunya, atau jangan-jangan lo sengaja ngejebak gw biar aksa terus-terus siksa gw hah ?? " alexa menyipitkan mata, memandang curiga.
Edgar tersenyum tipis, tidak ada niatan untuk menjebak alexa, namun dia hanya ingin membuat aksa panas. Selain itu dia juga tertarik dengan alexa.
" Lo bisa berhemat kalau berangkat bareng gw "
Alexa teringat tentang alkohol semalam, aksa tidak menjelaskan apapun tetapi cowok itu meminta alexa untuk menyimpulkannya sendiri. Minuman itu dibawah oleh edgar, tidak mungkin edgar apa yang dia berikan. Apa mungkin edgar ingin menjebak alexa.
" Maksud lo apa ngasih gw alkohol semalam ?? "
" N-nggak gw gak ngasih lo alkohol "
" Tapi kata aksa lo ngasih gw alkohol "
" Emangnya lo udah nyicip ?? "
" Belum sempat, keburu diminum habis sama aksa "
" Itu cuman jus apel doang, lo mau aja dibohongin ama dia "
Alexa memutar manik matanya, tetap saja dia tidak percaya 100 % dengan ucapan edgar.
" Hubungan lo sama aksa apaan sih ?? Kalian musuhan tapi semalam ada di acara yang sama ?"
" Lo mau berangkat sekolah atau mau interogasi gw ?? "
Edgar memeriksa jam dipergelangan tangannya, 25 menit lagi bel masuk akan berbunyi. Meskipun mereka beda sekolah namun jam pelajaran sama saja.
" Nggak !! Gw gak mau cari masalah lagi ama aksa "
Alexa berjalan mendahului edgar, dia harus menuju halte depan, jangan sampai dirinya terlambat dan dihukum. Edgar mendengus melihat alexa yang pergi begitu saja, sangat sulit menarik perhatian alexa agar bisa nurut dengannya. Padahal dia yakin kalau alexa juga memiliki perasaan yang sama sepertinya.
" Lo seriusan gak mau bareng gw aja ? " motor edgar berjalan lambat mengiringi langkah alexa.
" Gak !! "
" Kenapa lo takut banget sih ama aksa ?? Gw bisa ngelawan dia dan ngebebasin lo dari jeratannya kalau lo mau "
" Gw gak takut sama aksa, tapi gw capek berantem mulu ama dia. Lebih baik lo pergi aja, gw gak mau ikut ama lo. Jangan paksa gw !! "
Edgar menyerah, alexa bicara dengan anda tinggi seolah mengusir keberadaannya. Sesuai rencana dia akan mendekati alexa dengan perlahan, tidak seperti aksa yang bar-bar.
" Yaudah, tapi gw yakin lo bakal terlambat jika naik bus "
" Gak papa, asal gw gak diseret di depan banyak orang "
" Baiklah, kalau gitu lo hati-hati ya xaa "
Edgar pergi meninggalkan alexa, ia tidak mau memaksanya agar dia tetap bisa menunjukkan ketertarikan. Edgar yakin suatu saat nanti alexa akan tunduk padanya, hanya waktunya yang belum tepat dan dia juga belum mengetahui cara untuk mengambil hati alexa.
" Gw pasti telat masuk sekolah nih, karena ngeladenin dia bicara. Uhh jangan emosi dulu xaa, masih pagi haruss kalem dulu " gerutu alexa.
" Astagfirullah, ini kan hari senin. Mampus gw kalau sampai telat "
Langkah kaki alexa semakin cepat, jika dia terlambat dihari senin maka dia harus menunggu diluar pagar sampai upacara selesai. Setelah upacara barulah alexa diizinkan masuk dan akan dihukum. Kemungkinan besar dia tidak akan masuk dijam pertama, sedangkan dijam pertama akan ada ulangan biologi di kelasnya.
" Aduhh, mati gw " gumam alexa.
...----------------...
Mata alexa berkaca-kaca saat gerbang sekolah telah ditutup, dari luar dia bisa mendengar kalau upacara sudah dimulai. Alexa tidak sendirian, dia bersama dengan siswa-siswi lainnya. Ini pengalaman pertama alexa terlambat, dia menyesal karena sudah meladeni edgar, dan dia juga menyesal karna tidak menerima tawaran edgar tadi.
" Terlambat doang udah kayak patah hati aja lo " ucap seseorang mengejutkan alexa.
Alexa menoleh, ternyata dalam radius empat meter tidak ada lagi orang disekitarnya kecuali cowok berpenampilan berantakan. Bajunya keluar, tidak memakai dasi, semua kancing bajunya terbuka semua, sehingga menampakkan baju kaos yang ia kenakan, dan ada head band yang terlingkar di kepalanya, aura badboy cowok itu keluar.
Alexa langsung menghapus air matanya, musuhnya tidak boleh tau kelemahannya. Seringaian tipis menyambut pandangan alexa, membuat gadis itu bergidik ngeri.
" Lo habis berantem ya sa ? "
Sudut bibirnya pecah, dan ada memar dipelipisnya, baru kali ini dia tidak menggunakan motor kesayangannya ke sekolah. Aksa hanya mencebik menjawab pertanyaan alexa, tanpa dia beritahu pasti alexa sudah tau kalau dia habis berantem.
" Lo ngapain nangis gitu ?? "
" G-gw gak nangis "
Aksa tersenyum tipis, dia tidak sengaja melihat alexa diantara murid yang terlambat. Beberapa kali alexa mengusap air matanya, gerak gerik alexa menarik perhatian aksa. Awalnya dia tidak berniat untuk bergabung dilengan siswa siswi yang terlambat.
" Ternyata hanya karena terlambat bisa membuat cewek galak kayak lo nangis " ledeknya.
" G-gw gak nangis, cuman kelilipan doang "
" Ayo ikut gw " aksa menarik alexa pergi dari sana.
" Ehh, mau kemana ?? "
Alexa syok saat melihat tangan aksa melingkar dipergelangan tangannya. Semua murid yang terlambat pura-pura tidak menyadari kehadiran mereka berdua. Mereka semua takut dengan aksa apalagi disaat seperti ini, emosi cowok itu pasti tidak stabil.
" Lo mau bawa gw kemana ?? Lo mau nyulik gw yaa ??? "
Aksa terus berjalan tidak meladeni perkataan alexa, dan membawanya kesamping sekolah. Suasana disana begitu sepi, hanya ada mereka berdua disana. Alexa segera menarik tangannya ketika aksa berhenti melangkah.
" Lo ngapain bawa gw kesini ? "
Aksa masih tidak menjawabnya, dia mendekati tembok yang tampak dipenuhi rumput liar. Ternyata rumput liar itu menutupi pintu setinggi setengah meter, dengan mudahnya aksa membuka pintu tersebut.
" Gw gak suka lihat babu gw nangis hanya karena terlambat doang "
Alexa memalingkan wajahnya ke sisi lain, hatinya terasa hangat mendengar perkataan aksa.
" Lo masuk aja, tapi hati-hati jangan sampai ketahuan osis dan petugas kedisiplinan "
Alexa menggigit bibirnya, peringatan aksa malah membuatnya takut. Kata clarissa lebih baik dihukum guru BK daripada petugas kedisiplinan, kini dirinya dihadapi oleh dua pilihan.
" Kenapa malah diam ?? "
" G-gw takut "
" Yaudah balik kedepan aja, gw cuman bisa bantuin lo sampai sini doang "
" Gimana yaa, mana nanti gw ada ulangan biologi lagi, kalau gw balik ke depan pasti gw gak bakal ikut ulangan. Tapi kalau gw lewat sini terus ketemu petugas kedisiplinan pasti masalahnya bakalan rumit "
Aksa mendengus karena alexa terlalu banyak berpikir.
" Jadi lo mau atau nggak, kalau nggak gw tutup lagi pintunya sebelum ada yang tau "
Hanya anak beatles yang tau dengan pintu itu, digunakan saat ini bolos atau saat terlambat datang sekolah.
" I-iya mau, tapi temenin gw yaa please, gw takut "
Tanpa sadar alexa memegang tangan aksa, meminta aksa untuk menemaninya masuk ke dalam pintu tersebut. Aksa menatap tangan alexa, baru kali ini gadis itu melembut dan memohon. Kedua sudut bibir aksa terangkat, kemudian ia mengangguk. Dia tidak memperdulikan anak beatles lainnya yang sedang menunggu dirinya, saat ini dia harus mengantar alexa ke kelas.
" Yaudah ayo "
Tumben sekali pagi mereka tidak diawali dengan cek cok.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments