Manik mata aksa tidak lepas memperhatikan gerak-gerik gadis yang duduk di hadapannya. Gadis itu risih dan tidak nyaman berada disana.
" Lo kenapa sih xaa ?? "
Akhirnya dia bertanya, padahal selama di kantin mereka berdua kebanyakan diam, sibuk dengan diri masing-masing sembari menunggu pesanannya diantar.
" Gw risih banget diliatin mulu "
Aksa melihat seisi kantin yang dipenuhi siswa-siswi, hampir semuanya memandangi mereka berdua, semua itu sudah biasa bagi aksa, malah dia suka jika jadi pusat perhatian. Berbanding terbalik dengan alexa.
" Acuhkan aja mereka "
Bagaimana dia bersikap cuek kalau secara terang-terangan siswi-siswi penggemar berat aksa melempar tatapan penuh kebencian. Mereka semua merasa iri dengan alexa yang bisa satu meja dengan aksa, selain itu alexa juga bisa bebas memandangi wajah ganteng cowok populer itu. Namun alexa tidak pernah memanfaatkan kesempatan itu, malah dia lelah dibawah kemanapun oleh aksa.
" Inii bos " ucap gabriel sembari membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanan aksa dan alexa.
Gabriel adalah anak buah aksa, tugasnya hampir sama dengan alexa tetapi dia ikhlas melakukan semua itu karena berutang nyawa dengan aksa.
Hari ini aksa berperilaku baik kepada alexa, dia tidak diminta untuk memesan makanan dan minuman untuk aksa. Aksa tau pasti gadis itu lelah diperintah terus, tetapi alexa harus tau. Setiap perbuatan yang kita lakukan pasti ada konsekuensinya.
" Lo bayarin gw ?? "
" Kalau lo yang bayarin gw, berarti ada sesuatu yang tidak diberes di kepala lo, karena gw tauu lo tuh manusia pelit "
Aksa mengingat kejadian saat dia menyuruh alexa membelikannya air seharga Rp.3000,00 dikantin, namun dia mendesak aksa untuk mengganti uangnya saat itu juga.
" Bukan soal pelitnya, tapi gw bukan emak lo yang mau ngebayarin semua kebutuhan lo "
" Udah, gak usah banyak bicara. Mending lo makan "
Mereka memakan menu makanan yang sama, karena aksa lagi pengen makan nasi goreng saat itu. Alexa tersenyum, dia senang karena uang jajannya aman tidak tersentuh. Sementara itu aksa diam-diam memperhatikan alexa, dia bertanya-tanya sendiri bagaimana cara menaklukkan hati alexa. Kecuekan alexa membuatnya penasaran untuk mendapatkannya, hal itu seperti tantangan baginya.
" Jam tiga gw ada latihan basket "
" Harus ya ?? " alexa mendesah kasar, lagi-lagi ia terpaksa pulang lama.
" Ya harus lah, kalau gw haus siapa yang bakalan ambilin gw minum ?? "
" Lo punya kaki untuk berjalan, masih punya tangan untuk mengambil tumbler di tas. Harusnya lo manfaatin itu semua "
" Terus guna babu gw yang anggota tubuhnya masih lengkap apa dong ?? Masa iya gw sia-sia itu semua "
Alexa menggeram kesal, lebih baik dia menikmati makannya daripada meladeni aksa, nanti kalor yang ada dalam tubuhnya terbakar semua hanya karena meladeni cowok seperti dia, bisa-bisa kelulusan nanti dia kelihatan kurus karena tekanan batin.
...----------------...
Alexa melihat-lihat sekelilingnya, hanya dia sendiri yang duduk diatribun. Dia seperti sedang menyamar sebagai pacar aksa yang menunggunya latihan. Mata alexa tidak lepas memperhatikan aksa yang bermain basket, tubuhnya sudah dibasahi oleh keringat.
" Aksa..." panggil zaidan, dia belum dapat kesempatan sama sekali untuk memasukkan bola ke dalam ring.
Aksa melempar bola kearah zaidan, setelah itu dia menepi. Dia mengatur napasnya yang terengah-engah karena sudah sejam bermain tanpa henti, yang lainnya juga sudah mandi keringat. Aksa memicingkan matanya mencari keberadaan alexa.
" ALEXA !!! "
Alexa langsung berdiri dari tempat duduknya, membersihkan roknya yang kotor karena duduk diatribun. Dia pun berjalan menghampiri aksa sembari membawa tumbler berisi air dan handuk untuk melap keringatnya
" NIHH MINUM !! " cetusnya, dia memberikan tumbler berisi air dingin sesuai request aksa.
Aksa meneguk air tersebut hingga tersisa setengah botol, dia memandang alexa yang sejak tadi memandang bola terus, sepertinya dia ingin bermain juga.
" Handuk " mintanya.
" Ini ambil "
Aksa hanya mengangguk, tanpa mengambil handuk tersebut.
" Lah kok gak diambil sih ?? "
" Dia tuh maunya lo yang ngelapin dia, peka dikit dong xaa " ledek revan
" Buruan "
" Banyak mau banget sih "
Alexa terpaksa jinjit untuk menggapai pelipis aksa, dia melap keringat aksa menggunakan handuk, kemudian tangannya turun ke leher, dia melihat sekitar wajah dan leher aksa memastikan tidak ada keringat yang tersisa. Aksa tersenyum puas,kapan lagi dia dilayani oleh cewek seperti alexa.
" Coba aja lo jual tuh handuk ke penggemar aksa, dijamin laku keras " ujar regan.
Mereka semua menepi untuk beristirahat, dan ikut minum karena melihat aksa tadi.
" Dijual ?? Emang ada yang mau ? "
" Banyak, coba aja kalau gak percaya " balas zaidan.
" Kalau udah fanatik mah, kadang kelakuan mereka diluar nalar " revan menimpal.
" Tumbler minum dia aja dibeli seratus ribu" zaidan mengingat saat dia menjual tumbler milik aksa.
" Oh iyaa bukannya lo pernah ngejual handuk bekas keringat aksa ke penggemarnya ? " tanya zaidan 0ada regan.
" Iyaa saat itu ge cuman iseng dong, eh ternyata laku "
" Ngapain lo ngelihatin gw kayak gitu ? " tanya aksa pada alexa.
" Fans lo pada gila, handuk bau kayak gini masih dibeli juga. Kalau gw jadi mereka mending gw tabung duitnya "
Aksa mendengus kesal dia merampas handuk kecil, ia merentangkan handuk tersebut. Tanpa aba-aba dia menutup wajah alexa menggunakan handuk itu.
" AKSAAAAA !!! " teriak alexa murka.
Aksa menertawakannya, begitu pula dengan anak beatles lainnya. Wajah alexa memerah, meskipun tidak bau tetap aja wajahnya akan berjerawat karena bakteri yang melekat dihanduk itu.
" Awas yaa lo, gw patahin tulang lo !! " alexa berlari mengejar aksa.
Mereka berdua mengelilingi lapangan basket, aksa mencoba menghindari alexa dia tau bahwa alexa marah besar padanya. Dia menoleh sesekali ke belakang dan menertawakan gadis itu, alexa tidak berhenti bergumam sendiri, dia mengutuk kelakuan aksa yang menyebalkan itu.
" Lamban banget sih lari lo " ledek aksa.
" Awas aja ya kalau gw dapat bakalan gw kirim lo ke neraka "
" Gw gak takut "
Anggota beatles menonton tontonan gratis sembari menertawakan alexa yang sudah dikuasai amarah, jarang-jarang aksa sebahagia itu.
" Gw lihat-lihat mereka berdua cocok deh " ujar zaidan.
" Bener, lagian aksa juga belum pernah dapat cewek yang galak, pasti ceweknya selalu pasrah tidak berani melawan " timpal regan.
" Nama mereka juga serasi " ujar revan.
" Arrggghh..... ampun xaa, gw ngaku salah deh " teriak aksa saat alexa melintir tangannya.
" Bodo amat, kalau bisa gw patahin tangan lo sekalian !! " gerutu alexa.
" I-iyaa gw mintaa maaf, please lepasin gw " pinta aksa memohon.
Alexa masih mempunyai hati nurani, dia tidak tega melihat aksa kesakitan sampai-sampai suaranya bergetar.
" Tangan gw hampir patah gara-gara lo " sungut aksa sembari memijat tangannya.
" Biarin, itu akibatnya jika lo jahilin gw, kalau muka gw sampai jerawatan gimana ? " alexa melotot tajam.
" Pijitin " aksa menyodorkan tangannya ke arah alexa.
" OGAHH !! "
" Kalau lo nolak, lo bakal lama disini " aksa selalu mengulang kata-kata senjatanya jika alexa menolak keinginannya.
Dengan berat hati dia memijit tangan aksa yang digelintirnya tadi, aksa tersenyum puas saat alexa memijitnya. Dia terus menatap alexa yang bergumam sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments