BAB 9

" sumpah gw gak nyangka banget xaa " clarissa tidak percaya bahwa aksa menjemput alexa dirumahnya.

Alexa mendesah berat, clarissa salah paham dia bermaksud bahwa aksa mulai tertarik dengan alexa, padahal maksudnya bukan itu. Dia membawanya kesana agar pacarnya punya teman dan bisa dia andalkan sebagai babu. Pagi itu alexa sengaja tidak menyambut anak beatles dia lelah jika harus membawa barang-barang milik mereka semua. Seperti dia sudah tidak sanggup menjadi babu mereka disekolah.

" Apa jangan-jangan dia suka lagi ama lo ?? "

" Ciihhh gila lo ?? Dia nyuruh gw kesana hanya untuk jadi babu monica "

" Monica ?? Kakak kelas kita ? Cewek paling hits disekolah kita ? "

Raut wajah alexa berubah, dia tidak tau harus menjawab apa kepada clarissa. Selama menjadi babu aksa entah berapa banyak cewek yang dekat dengannya, setiap hari berganti-ganti. Sampai alexa bingung sendiri siapa sebenarnya pacar dia, mereka semua juga tidak ada yang protes dengannya ketika dia dekat dengan banyak cewek.

" Entahlah clar, tuh cowok terlalu playboy. Terus gw juga gak pernah lihat monica disekolah ini, tiba-tiba aja semalem dia muncul dan ngaku sebagai pacarnya aksa "

" Kayaknya monica pacar barunya aksa deh. Seingat gw nih yaa monica itu pacaran ama seangkatannya "

" Biarin lah, gw juga gak peduli. Aksa sudah ngerusak hari-hari gw, sejak gw masuk kesini sampai detik ini gw gak ada bahagia-bagiannya sekolah disini "

" Salah lo sendiri sih cari masalah mulu ama mereka, lagian lumayan juga kalau lo jadi babunya. Hitung-hitung lo bisa deket terus ama dia "

" Lo pikir enak jadi babu ?? Gw punya dia kakak dan gw anak bungsu dikeluarga gw, setiap hari kakak gw selalu mancing emosi gw, sedangkan disekolah gw ketemu 5 cowok yang ketuanya nyebelin bangett, semua itu bikin gw hipertensi. Kalau lama-lama gini terus gw bisa stroke lalu mati "

Clarissa memijat pelipisnya, suara alexa mendominasi dikelas. Tidak hanya dia namun seluruh murid disana mendengar keluh kesah alexa.

" Sekarang tenangin diri lo, tarik napas dalam-dalam, kemudian hembuskan secara perlahan. Lakukan berulang sampai jiwa raga lo tenang "

Alexa mengikuti perkataan clarissa, dia melakukan semuanya berulang kali sampai dirinya tenang. Bel berbunyi pertanda siswa siswi harus berkumpul di lapangan, upacara bendera segera dimulai.

" Lo cari apa ?? "

" Topi gw. Aduh gw lupa bawaa topi !! "

Dia mengusap wajahnya dengan kasar, menyalahkan diri sendiri karena lupa membawa benda yang sangat berharga dihari senin.

" Kenapa bisa sihh ?? Mana aturan disekolah ini kalau gak bawa topi barisannya pisah lagi "

" Mana gw tau kalau topi gw tertinggal. Perasaan tadi pagi gw udah masukin topi kedalam tas gw " alexa mencarinya sembari mengingat-ingat.

" Ishhh ini pasti kerjaan aidan, awas ajaa ya, bentar kalau gw dah balik mampus loo !! " gerutu alexa.

" Aidan siapa ?? "

" Kakak gw, kami tuh cuman beda setahun. Nyebelin banget sih tuh anak "

" Lah lo punya kakak ?? Kenapa gak satu sekolah aja ?? "

" Bukannya gw udah cerita yah kalau gw punya dua kakak "

" Iyaa, tapi gw gak tau kalau jarak umur kalian gak jauh beda "

" Gw gak mau kalau teman-temannya jahil, bukannya melindungi gw malah ikutan ngebully gw. Mending beda sekolah "

" ehh tungguu, kenapa malah bahas si aidan sih. Ini gimana ceritanya ? Masa gw harus pisah barisan dan kena hukuman. Aaaaa, gw gak mauu clar tolong cariin gw solusi "

Clarissa berpikir keras, dimana dia akan mendapatkan topi untuk alexa, koperasi belum terbuka jam segini, dan jarang ada murid yang membawa dua topi.

" Xaa bisa gak sih lo gak mengguncang tubuh gw ?? Gw lagi mikir nihh !! "

" M-maaf, tolong beriii gw solusi, lo satu-satunya teman gw disini. Apa lo gak kasian lihat nasib sial gw ? "

" Kita nggak bisa beli topi karena koperasi belum buka jam segini. Atau gini aja Gita periksa seluruh laci dikelas ini, biasanya ada yang nyimpan topinya dilaci "

" Ide yang bagus, ayoo bantuin gw "

Untung saja tidak banyak siswa-siswi dikelasnya sisa sedikit, jadi alexa dan clarissa bisa memeriksa laci dengan leluasa. Suara guru yang meminta semua murid berkumpul mulai terdengar.

" Lo yang tabah yah xaa, nggak papa ini hukum pertama lo disini. Palingan juga cuman disuruh pungut sampah disekitar sekolah aja " ucap clarissa sembari mengusap pundak alexa.

Alexa menghelakan napas berat, pundaknya langsung merosot kebawah. Seperti memang dia harus mencicipi hukuman dari guru Elysia High School. Clarissa menarik tangan alexa untuk segera keluar kelas, mereka harus segera kelapangan sebelum tim kedisiplinan datang dan memberi mereka hukuman berat.

" Lo langsung baris disana aja "

" Sial bangett gw hari ini !! "

" Sabarrr, kalau gitu gw kebarisan kelas kita yahh, nanti kalau upacaranya selesai gw pasti tungguin lo "

Alexa berjalan pelan kearah barisan siswa-siswi yang melanggar, dia tersenyum tipis saat bergabung dengan mereka. Sepertinya semesta tidak berpihak kepadanya, upacara belum dimulai tapi sinar matahari sudah mulai menyengat kulitnya. Kulitnya langsung memerah, ia memilih untuk tunduk, menghalangi sinar matahari yang mengenai wajahnya yang mulai memanas.

Tubuhnya terasa menegang saat ada yang meletakkan sesuatu di atas kepalanya, dia segera menegakkan kepala dan dia merabanya ternyata ada sebuah topi dikepalanya. Dia menoleh kesini kanan, melihat cowok bertubuh tinggi berdiri disebelahnya, dia tidak percaya sosok yang ia benci memberinya topi.

" Lo baris aja dibarisan kelas lo !! " perintahnya.

" t-ta... "

" Cepatt alexa!! Upacara udah mau dimulai "

" M-makasih, nanti gw balikin topinya "

Alexa bergegas kembali ke barisan kelasnya, clarissa kaget melihat alexa bergabung dibarisan kelas mereka, dan dia sudah menggunakan topi dikepalanya. Clarissa menutup mulutnya agar tidak berteriak saat membaca nama yang tertulis ditopi tersebut.

" Fiks, pangkat lo pastii berubah setelah ini. Percaya deh ama gw !! "

" Pangkat apaan ?? "

" Gw yakin status babu lo bakalan berubah jadi ratu "

" Clarissa !! Alexa !! Berhenti berbicara, upacara akan segera dimulai " tegur bu agnes selaku wali kelasnya.

Mereka berdua seketika terdiam dan menghadap kedepan, alexa berada dibarisan paling belakang. Dari sana dia bisa melihat dengan jelas barisan murid yang melanggar aturan, dia mencari keberadaan aksa yang tidak terlihat dibarisan manapun.

" Gak usah dicari " suara berat tapi halus itu mengejutkannya.

Perlahan dia menoleh ke sumber suara, matanya mendelik ketika melihat aksa disebelahnya, dia bergabung dengan anak kelas alexa.

" Ingattt ini semua gak gratis Alexa Olivia Johnson " ucap aksa sembari tersenyum kearah alexa.

Alexa yang mendengar ucapannya bergidik ngerii.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!