BAB 7

" Bawaan tas gw !! " ucap seseorang melempar tasnya ke arah alexa, yang nyaris mengenai wajahnya.

" Maksud lo apa nyuruh gw bawa tas lo ?? "

Cewek itu memandang remeh penampilan alexa, dia tertawa melihat penampilan alexa yang satu-satunya memakai pakaian tertutup disana. Namanya Monica pacar aksa, dia tahu bahwa alexa adalah siswi baru yang menjadi babu pacarnya.

" Lo tuh babunya cowok gw, jadi lo babu gw juga dong. Gak usah banyak tanya deh gak usah nyolot juga, sadar status lo disini apa !! "

Alexa memejamkan matanya sejenak mencoba untuk menahan emosinya  saat diperlakukan semena-mena oleh orang yang tidak dikenalnya. Suara dentuman motor saling bersaut-sautan, semua kalangan remaja berkumpul untuk unjuk kemampuan mereka.

" Ohh ternyata gw dibawa kesini hanya untuk jadi babu ceweknya " gumamnya, dia ingin marah tapi sadar bahwa dirinya terikat kontrak dengan aksa.

Dia sadar bahwa sekarang bukan tempatnya untuk cari masalah, dia akan kalah kalau berlawanan dengan manusia seperti monica. Mau tak mau dia harus menyandang tas miliknya, dan mengikuti kemana cewek itu pergi. Tatapan alexa menunjukkan raut wajah jijik karena monica memakai pakaian terbuka, centil dan sok cantik disana.

" Semangatttt sayang, kamu pasti menang, kamu kan jagoan "

Aksa tersenyum manis, merangkul pacarnya dan memeluknya, alexa bingung melihat kelakuan aksa. Seingatnya cewek yang dekat dengannya bukan monica, namun kenapa malam ini berubah.

" Terima kasih sayang, aku pasti menang karena sudah dapat semangat dari cewek secantik kamu"

" Dihh najis " ucap alexa, muak melihat gaya pacaran aksa.

" Maksud lo apa ??? "

Aksa mendengar samar-samar alexa mengucapkan kata najis, namun alexa hanya menggelengkan kepala.

" Jagain cewek gw, dan turutin semua permintaannya "

" Iya "

Semangat alexa mendadak muncul saat melihat sosok yang harus aja datang, dia tampak gagah menggunakan jaket kulit hitam dan gambar planet dibelakangnya, dia tidak percaya bisa melihatnya ditempat seperti ini. Dia kira cowok itu anak baik-baik, karena tutur katanya yang lembut dan ramah.

" Lo suka sama dia ?? " tanya monica mengejutkan alexa.

Saking sibuknya dia melihat sosok itu sampai tidak menyadari bahwa aksa sudah pergi dari sana. Para peserta balap mulai mengambil posisi start.

" N-nggak !! " alexa menggeleng dengan cepat, tidak ingin ada yang tahu jika dia menyukai cowok itu.

Dari raut wajah alexa, mudah dibaca bahwa dirinya menyukai edgar. Monica tidak mau ambil pusing, dia lega karena alexa tidak menyukai aksa, dia tidak perlu cemas lagi bahwa miliknya akan diambil oleh cewek berstatus babu tersebut.

" Itu edgar, musuh bebuyutan aksa. Kalau lo mau hidup tentram mending jauhi orang yang aksa gak suka "

Alexa mengangkat bahunya tak acuh, dia tidak peduli dengan peringatan itu. Aksa atau siapapun itu tidak punya hak untuk melarangnya. Menyaksikan balapan secara langsung menjadi pengalaman pertama bagi alexa, pandangannya tidak lepas dari edgar yang sedang bersiap. Kehadiran edgar membuat malamnya jadi tidak sia-sia.

" Semangatttt aksaku !! " teriak monica saat peluit dibunyikan.

Alexa memejamkan matanya sejenak, memanjatkan doa untuk edgar agar dia menang dan selamat. Karena tidak mungkin dia berteriak histeris seperti monica, karena mengingat statusnya sekarang sebagai babu aksa. Berada disebelah monica membuatnya tidak nyaman, pekikannya sudah seperti polusi suara yang menggangu.

" Lo bisa diam gak sih ?? Cowok lo juga gak bakal denger lo teriak-teriak gitu !!! "

" Maksud loh apaa hah ? Sadar diri dong lo tuh cuman babu. Gak berhak untuk ngelarang gw !!! "

" Suara lo tuh cempreng, berisik banget !! Lagian nih ya walaupun lo teriak histeris aksa gak bakal denger lo. Suara motor udah ngebuat telinga gw sakit ditambah lagi pekikan lo " 

" Enak aja, lo nyebut suara gw cempreng !!! " monica mendorong pundak alexa dengan kasar.

" Wahh main fisik, Lo kira gw takut sama lo hah ??"

Alexa membalas perlakuan monica, nyaris membuat cewek centil itu terjatuh, untung saja ada zaidan yang sigap menangkap tubuhnya.

" Wahh parah lo xaa, diaa cewek kesayangan aksa"

" Hiks... Hiksss... sakit bangettt, babu ini nyaris buat gw jatuh. Kalau gw lecet gimana, perawatan tubuh gw mahal banget "

" Cihhh lebayy, kan lo yang mulai ngedorong gw, jangan ngedrama deh !! "

Dadanya sesak karena menahan emosi, ia pun melemparkan tas monica ke wajah zaidan, dia tidak Sudi memegang  barang miliknya lagi.

" Ambilll tas diaa !! " dia beranjak pergi meninggalkan mereka disana.

" Ehh lo mau kemana ??? " regan menahan pergelangan tangan alexa.

" LEPASIN !! " bentak alexa seraya menepis tangan regan dengan kasar.

" Udah gan biarin aja. Nanti kalau aksa tanyain bilang aja dia kabur " titah revan.

" Lo tuh baru disini, kalau lo diculik terus dilecehin gimana ?? Ayolah xaa, jangan mudah marah "

regan mengabaikan perkataan revan, dia masih memiliki hati nurani yang masih memikirkan keselamatan alexa. Aksa punya tanggung jawab besar atas keselamatan alexa, karena dia yang membawanya kesana.

" Biarin aja lah, cewek keras kepala kayak dia memang pantas diculik " sahut kelvin.

" Bodo amat !! Gw mau balik aja "

Alexa tidak mempedulikan peringatan regan, dia melangkah pergi. Sekitar area balap dipenuhi orang-orang berbagai kalangan, alexa berjalan mengabaikan godaan yang mulai menyapanya. Dia harus segera pergi meninggalkan lokasi itu.

" Shitttt, gimana caranya gw pulang kalau ponsel gw disita "

Dia baru ingat bahwa ponselnya diambil aksa pas mereka sampai tadi, jaga-jaga kalau alexa berniat kabur saat acara berlangsung. Diapun bergegas mencari tempat paling sepi, sekiranya tidak ada cowok nakal yang menggangunya. Dia sangat bersyukur karena dibekali ilmu bela diri oleh kedua kakaknya, jika ada yang berani macam-macam dia bisa mengeluarkan jurusnya. Tatapan tajam dan wajah angkuh, dia mengabaikan siulan yang tertuju untuknya.

Sorakan orang-orang mengejutkan alexa, dia memicingkan matanya untuk melihat siapa yang jadi pemenangnya. Raut wajahnya seketika berubah saat melihat edgar terlebih dahulu menyentuh garis finish, dia tersenyum lebar, bahkan berteriak kegirangan.

" Yeyyy, selamat edgarr !! " teriaknya, dia tidak berharap edgar mendengar teriakannya.

Namun dugaannya salah, edgar me-notice keberadaannya. Edgar yang tadinya bersalaman dengan teman-temannya kini berlari menghampiri alexa, lesung pipinya terlihat Aat dia tersenyum.

" Alexa kan ?? "

" I-iya gw alexa, yang sering jajan di tempat pak mamat "

" Lo ngapain disini ??? " edgar memperhatikan sekeliling, dia tidak melihat satupun teman atau siapapun yang mendampinginya.

" Lo sendirian ditempat seperti ini ?? "

Alexa menggaruk tengkuknya bingung harus bercerita bagaimana dia bisa berada ditempat seperti itu.

" Selamattt yaa lo menang tadi !!! " alexa mengalihkan pembicaraan.

Edgar kembali tersenyum karena berhasil menerbangkan kupu-kupu diperut alexa. Dia tidak pernah melihat senyuman manis seperti senyuman edgar, dia juga sangatlah sulit jatuh hati apalagi hanya dengan senyuman.

" Terimaa kasihh, tapii gw serius xaa. Lo kesini sendirian ?? Bukannya lo siswi pindahan yahh ? Disini gak aman buat lo" ucap edgar, dia khawatir dengan alexa.

" J-jadi gini, tadi tuh gw dibawa ama seseorang, terus gw nyasar deh. G-gw juga agak bingung sih arah jalan pulangnya dimana " jawabnya terbata-bata. Dia tidak ingin menyebut nama aksa karena tidak ingin edgar menganggapnya musuh.

" Gw anterin lo pulang ya xaa, lo ingat kan arah jalan pulang ?? "

Alexa menggigit bibirnya, lalu menggeleng pelan. Dia tidak ingat jalan pulang kerumahnya sendiri, tapi dia ingat bus yang harus dia naiki saat pulang dan pergi sekolah.

" Loo dibawa ama siapa kesini, sebutin namanya biar gw cari orangnya. Sumpah tempat ini gak aman buat lo, lagian kenapa sih cewek kayak lo dibawa ketempat seperti ini " gerutu edgar.

" Sama gw, emang kenapa ??! " suara itu terdengar berat tapi halus, tangannya langsung melingkar di pinggang alexa, menarik gadis itu agar merapat.

" A-aksa " ucap alexa terbata-bata.

Kedua rahang aksa mengatup keras, tatapan tajamnya membuat alexa tidak bisa berkutik. Edgar geram, tidak percaya bahwa saingannya adalah aksa. Pandangan edgar beralih kepada alexa, seperti meminta bantuan.

" Lepasin gw " titah alexa, yang berusaha melepaskan diri dari genggaman aksa.

" Ternyata lo liar jugaa, dibayar berapa lo?? "

" Jaga mulut lo !! Gw bukan perempuan murahan !! " alexa berhasil melepas tangan aksa dari pinggangnya.

" Jangan banyak bacot dehh, udah gw peringatin jangan deketin cowok ini. Tapi malah ngelanggar !! Bener-bener keras kepala " aksa meninggikan suaranya, aura dingin yang terpancar dari diri aksa berhasil membuat nyali alexa ciut.

" SEKARANG IKUT GW !!! "

Ia pun menarik alexa untuk meninggalkan edgar, salah satu sudut bibir edgar terangkat. Saat melihat semuanya diapun tertarik dengan insiden itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Dyah Ayu

Dyah Ayu

apa aksa udh jadi suka sama Alexa yaa tanpa dia sadar 😏

2024-07-23

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!