BAB 18

" Lo ngapain disini ?? " tanya alexa, dia mendelik tajam.

" Ini acara bokap gw "

" B-bokap ?? "

Alexa bingung, tadi edgar bilang ini acara pamannya, dan sekarang aksa bilang ini acara bokap nya. Apakah mungkin edgar dan aksa itu sepupuan ?? Kalau benar terus kenapa mereka saling bermusuhan seperti itu. 

" Alkoholnya enak yah "

Aksa menjilati bibirnya agar basah, lalu melirik edgar menggunakan sudut matanya,  edgar tampak panik.

" Alkohol ? M-maksudnya ??? alexa menatap edgar dan aksa secara bergantian.

" Gw pergi dulu "

Edgar tidak mau cari masalah di acara orang lain, kalau mereka berdua sudah berada diruangan yang sama mustahil jika perkelahian terelakan. Mending edgar mengalah kali ini, dan di juga tidak ingin kalau rencananya sampi dirusak oleh aksa.

" Ini maksudnya apa sih, gw gak ngerti "

Aksa menyeringai, syukurlah edgar peka, dia tidak perlu repot-repot mengusirnya dari sana. Alexa hanya bisa menatap punggung edgar dari belakang, aksa lalu duduk disamping alexa. Ingin rasanya alexa meminta edgar untuk tetap bersamanya agar bisa bebas dari aksa. Namun dia sadar kalau hal itu akan menciptakan masalah besar.

" Apa maksud semua ini ?? "

" Simpulin sendiri aja, gak usah manjaaa !! "

Aksa menyandarkan punggungnya ke sofa. Matanya menatap penampilan alexa yang sangat feminim malam itu, aksa tidak menyangka gadis seperti alexa punya body yang bagus. Sayangnya selama ini dia menyembunyikannya dibalik seragam sekolah yang over size.

Untung saja  aksa tidak sengaja melihat edgar meminta dua minuman beralkohol pada waiter, karena penasaran aksa mengikuti edgar dan melihat seorang gadis sedang menunggunya di sofa. Butuh waktu lama bagi aksa untuk mengenalinya. Mata aksa langsung mendelik saat menyadari bahwa gadis yang edgar beri alkohol itu adalah alexa. Untung saja dia tepat waktu merebut gelas itu dari alexa. Meskipun minuman itu tidak membuat pengonsumsinya mabuk, tetap saja aksa tidak ingin alexa mencicipinya.

" Lo ngapain disini ?? "

"  Gw nemenin bokap gw " jawabnya tanpa menoleh kearah aksa.

Dia tidak ingin terpukau melihat penampilan aksa, dia akui bahwa aksa tampak sangat gagah dengan menggunakan pakaian formal, bau parfumnya juga menyengat indra penciuman alexa.

" Bokap lo diundang ?? "

" Yaa kalau gak diundang, ngapain gw ada disini. Gila ya lo "

" Gak usah ngegas dong "

Alexa terdiam, matanya memandang orang-orang berlalu lalang didepannya. Dia sedang mencerna apa yang terjadi tadi, alkohol, edgar dan aksa. Tiga kata itu senang menari-nari dibenak alexa. Apa mungkin edgar yang memberikamnya alkohol dan aksa yang menyelamatkannya. Namun apa tujuan edgar, apa dia ingin menjebak alexa??

" Ayo " aksa menarik pergelangan tangan alexa.

" Kemana ? "

" Ketemu bokap gw "

Alexa masih linglung dan hanya mengikuti arah tarikan aksa, banyak pasang mata yang memperhatikan mereka. Alexa juga heran kenapa aksa begitu dihormati diacara ini.

" Lo mau aja gw kemana sa ?? Jangan bilang lo mau nyulik gw ?

Langkah aksa terlalu besar, alexa sampai kesusahan untuk menyeimbangi langkah cowok itu.

" Emangnya lo mau gw culik ?? Kamar gw diatas "

" K-kamar ?? "

" Jangan kek orang bego deh xaa, dari tadi ngelag mulu lo. Padahal lo gak minum alkohol, tapi udah mabuk aja "

" Aksa " panggil pria paruh baya sembari tersenyum.

Dia senang melihat anak bungsunya datang, pandangannya juga beralih kearah gadis yang ada disamping aksa.

" Xaa kenalin ini bokap gw "

Alexa mendelik, bisa-bisanya aksa membawanya kesituasi seperti sekarang ini. Dengan amat terpaksa alexa harus bersikap sangat baik dan ramah. Dia menjabat tangan arion, papa aksa.

" Kenalin saya alexa, te- "

" Pacar aksa " potongnya.

" Wahh, om nggak percaya aksa bawa pacarnya ke acara ulang tahun om. Salam kenal ya sayang, kamu cantik banget, selama ini aksa belum pernah lo bawa perempuan kesini, cuman kamu doang "

" M-makasih om "

" Maksud lo apa ?? " bisik alexa.

" Jangan banyak bacot "

Alexa hanya bisa tersenyum kaku, bingung harus merespon bagaimana lagi, semuanya serba mendadak dan penuh kejutan. Tidak pernah terbayangkan olehnya kalau dia akan dikenalkan pada papa aksa sebagai pacar nya.

" Via, ternyata kamu disini, papa nyariin kamu kemana-mana lo "

Akhirnya delvano bisa bernapas dengan lega, dari tadi dia mutar-mutar mencari putrinya itu, eh nyatanya dia malah menemui pemilik pesta tersebut.

" Ini anakmu elvan ??

" Iya dia anakku namanya alexa " delvano merangkul alexa, dia bangga punya anak secantik alexa.

" Wah berarti kita bakal besanan dong ya ?? Ini anakku namanya aksa, barusan dia mengenalkan alexa kepadaku. Mereka berdua ternyata pacaran "

" Malam om "

Alexa memijat pangkal hidungnya, kenapa malam berakhir seperti ini. Delvano memandangi aksa dari ujung kaki hingga ke ujung kepala, selera anaknya bagus juga. Delvano menyambut aksa dengan pelukan singkat, namun tetap saja dia bingung kenapa alexa bisa punya pacar, padahal baru sebulan dia ada dikota ini. Apakah anaknya primadona sekolah ??

" Kalian berdua satu sekolah ?? Tolong jagain alexa ya, nak aksa "

" Pasti om, aksa pasti bakal jagain alexa "

Sementara alexa hanya menyimak perbincangan delvano, aksa, dan arion. Susah payah dia menahan ekspresinya agar tetap ramah, padahal didalam hatinya tidak berhenti mengucapkan sumpah serapah untuk aksa. Aksa sangat pandai bersilat lidah, membuat delvano makin percaya untuk menitipkan alexa pada aksa.

" Awas aja nanti " gumam alexa.

" Yaudah sekarang kamu sama aksa duluan aja, papa mau gabung ama teman-teman appa dulu "

" Jangan lama-lama ya pah " alexa tidak mau berduaan terlalu lama dengan aksa.

" Iya tenang aja, jangan sampai hpnya mati ya sayang "

Alexa menghelakan napas berat, dia menatap sinis aksa, cowok itu tertawa puas, ternyataa tidak susah mengambil hati  papa alexa. Sekarang delvano malah mempercayai dirinya untuk menjaga alexa.

" Maksud lo apa sih saa ?? " suara alexa meninggi.

Mereka berdua berada ditaman belakang rumah aksa, tempat paling sunyi. Aksa sengaja membawa alexa kesana agar mereka bisa berdebat dengan bebas tanpa menarik perhatian banyak orang.

" Lo gak akan pernah lepas dari gw alexaa, lo akan selalu dalam genggaman gw "

" Lo nyebelin banget sih Aksa !! "

" Ohh iyaa lo jangan senang dulu, memang gw kenalin lo sebagai pacar gw, tapii pada dasarnya lo tuh cuman babu gw !! " 

" Cihh, siapa juga yang seneng, lo itu seperti parasit di hidup gw. Lihat aja nanti gw bakalan singkirin lo dari hidup gw !! "

Alexa menggeram kesal, sebisa mungkin dia menahan diri untuk tidak memukuli cowok dihadapannya, nanti papanya akan malu jika tau bahwa anaknya memukuli anak pemilik acara tersebut.

" Sabar yaaa, ini juga salah lo siapa suruh main-main sama gw. Sekalian deh gw permainkan saja semua ini " cibir aksa.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!