" Aksa dan anak beatles lagi gak masuk sekolah yah ?? tanya clarissa yang belum melihat mereka.
Alexa mengangguk pelan, dia memegang beberapa buku untuk di kembalikan ke perpustakaan. Seperti hari ini keberuntungan berpihak padanya, geng beatles pergi berlibur saat itu. Ketidak hadiran aksa sangat menguntungkan alexa, dia tidak perlu repot-repot melayani mereka.
" Syukur Alhamdulillah, akhirnya gw gak istirahat sendrii lagi. Gw ngerasa kesepian banget karena gak ada yang temenin gw " keluh clarissa.
" Lo baik, pintar, lumayan cantik juga. Tapi gw heran kenapa lo bisa kesepian sih "
" Gak kurang tau bergaul, deket ama lo aja anugerah bagi gw. Jarang-jarang gw punya temen"
" Padahal temenan ama lo asik banget, tapi sebagian orang biasanya cuman berteman dengan orang-orang tertentu. Tapi tenang aja sekarang lo punya gw, jadi lo gak bakal sendiri lagi"
" Thanks yaa xaa, kebanyakan orang nganggep gw anak karena sering sendiri tapi sekarang gw ngerasa punya temen sefrekuensi "
Alexa tersenyum kearah clarissa, dia seorang yang mudah bergaul tapi satu hal yang harus diketahui temannya bahwa dia seseorang yang emosinya gampang terpancing. Hanya dengan geng beatles dia melunak karena dia sadar bahwa dirinya sudah melakukan kesalahan pada mereka.
" Oh iyaa temenin gw ke toilet yuk, gw mau cuci muka gw " pinta alexa.
Dia kini rajin mencuci mukanya sejak kejadian kemarin, saat aksa mengusap wajah alexa menggunakan handuk bekas keringatnya. Kelakuan aksa memang sering memancing emosi, untung saja kemarin dia tidak mematahkan tangannya.
" Kalau gak salah lo udah beberapa kali cuci muka lo, emang ada apasih dengan wajah lo itu ?? "
Alexa wajahnya dengan air mengalir, tidak lupa mengeluarkan sabun cuci muka yang ada disaku rok nya, setelah itu dia melap wajahnya menggunakan tisu.
" Kemarin aksa mengusap wajah gw menggunakan handuk bekas keringat dia, bayangin aja seberapa jijiknya itu, muka gw bisa-bisa berjerawat gara-gara kelakuan dia "
" Wahh, ada yang mulai deket nih " ledek clarissa.
" Nggak yahh, andai bukan karena hukuman dan ancaman, gw juga gak bakal mau ngeladenin dia "
" semestinya lo bersyukur sih, karena banyak siswi yang ingin deket sama dia, tapi harus ngemis-ngemis dulu "
" Gw gak minat "
Saat mereka sibuk membicarakan keburukan aksa sampai-sampai mereka tidak menyadari 3 kakak kelasnya ada ditoilet, mereka menutup pintu toilet lalu menatap sinis kearah alexa dan clarissa.
" Ternyataa ini babunya si aksa " ujar siswi tingkat diatas alexa, yang sedang menatap remeh penampilan alexa.
Alexa menatap mereka secara seksama, diantara mereka bertiga ada seseorang yang Alexa kenali, monica pacar aksa yang pernah dia bawah karena balap beberapa waktu silam.
" Ck, cewek gatel yang paling gw gak suka " titah monica.
" Ya kalau gak suka gw, yaudah sih gw juga gak peduli " ujarnya tanpa rasa takut kepada mereka bertiga.
" wah wah wahh, dasar bocah ingusan " balas melati.
Mereka bertiga adalah geng Flowers EHS, mereka bertiga adalah siswi paling cantik semerbak bunga dan paling hits di Elysia High School.
" Geng paling berkuasa disekolah ini aja bisa gw hadapi apalagi kalian "
" Xaa udah jangan ladenin merek " bisik clarissa sembari menunduk karena tdk ingin menatap mereka.
" Lo gak ada malunya yahh !! Lo pikir lo tuh siapa hah ?? Berani banget rebut cowok gw " monica mendorong kasar pundak alexa.
Kemarin dia melihat alexa melap keringat aksa dan saling kejar-kejaran dilapangan basket. Walaupun aksa bilang alexa hanya babunya namun dia yakin bahwa aksa memiliki perasaan lebih pada alexa.
" WTF, cowok lo yang mana ?? Aksa ? Sorry yah gw juga gak minat kali deket-deket dia, dianya aja yang sering deketin gw "
" Parahh sih, makin kesini makin kelewatan nih bocah " titah mawar.
" POKOKNYA GW GAK MAU TAU LO HARUS JAUHIN AKSA !!!! " gerutu monica.
" Lo bicara aja ama cowok lo sendiri, suruh dia buat lepas gw, lagian gw juga malas banget kali ngedekatin dia "
" Udah jangan bertengkar, cuman gara-gara ini " ujar clarissa, dia tidak ingin masalah alexa tambah banyak.
" Wahh ada bocil yang mau jadi pahlawan kesiangan nih " ledek mawar.
Clarissa paling kecil diantara mereka berlima, hinaan dari mawar langsung menusuk hatinya, namun ia hanya diam saja karena dia tau posisinya sebagai siswi biasa disekolah itu. Dia tidak mau ditindas oleh mereka bertiga, dan dia juga takut kalau dirinya dipermalukan didepan seluruh siswa.
Bel berbunyi, pertanda istirahat telah usai. Alexa mengambil bukunya yang dia letakkan di atas keramik kering.
" Ayooo " alexa menarik lengan clarissa.
" Ehh lo mau kabur kemana ?? teriak monica.
" kalau lo mau gw jauh-jauh dari aksa, lo minta kedia agar hukuman gw dihapus aja "
Alexa malah senang jika dirinya disuruh menjauh dari aksa karena memang dia sudah capek ada digenggam cowok itu. Alexa berharap monica menyuruh aksa untuk melepaskan dirinya.
" Lo kenapa malah ngeladenin mereka sih ?? Untung aja tadi gak jambak- jambakkan, andai lo bakalan viral disosmed Elysia High School ' alexa anak pindahan berani menantang geng Flowers EHS ' "
" Karna mereka yang nyolot duluan, malah nuduh gw lagi, dia kira gw sengaja nempel-nempel ana cowok brengsek seperti aksa ?? Dih ogahh yg ada gw alergi ama orang kayak itu !! " balasnya sembari berjalan menuju kelas.
" Aksa kan punya banyak cewek, tapi kenapa hanya lo yang dilabrak ?? "
Selama ini siapapun yang jadi pacar aksa dia tidak pernah melabrak cewek yang dekat ama aksa, karena mereka tau aksa itu tidak cukup hanya satu cewek. Dia dikenal sebagai playboy cap kakap.
" Ya gak tauu "
...----------------...
Sepulang sekolah alexa menunggu dihalte, namun hari ini halte udah mulai sepi karena siswa siswi yang biasanya menunggu bus kini mereka udah memiliki tumpangan masing-masing. Alexa merasa halte itu seperti milik pribadi karena dia bisa menguasai seluruh halte disana. Sembari menunggu bus yang lewat, alexa duduk ditangannya terdapat cilok dan minuman dingin.
" Gw disini dulu aja dehh, kapan lagi gw bisa nikmati cilok dan es teh seperti ini "
Alexa mulai mengunyah ciloknya dan sesekali dia juga menyeruput es tehnya, matanya tidak lepas memandangi kendaraan yang lewat dihadapannya, bus juga sering mampir dan menawari alexa tumpangan namun dia hanya menggeleng lalu melanjutkan makannya sendirian.
" Kalau gw cepat pulang pasti aidan nyuruh-nyuruh gw terus, belum lagi kak alterio pasti dia jahilin gw mulu. Mending gw nikmati waktu gw disini lebih lama "
Alexa mengeluarkan ponselnya dari saku, mengambil earphone lalu memasangnya ditelinga. Dia mendengarkan lagu Taylor Swift yang lagi trending saat itu.
' Gini kan damai, kalau bisa tuh bocah pindah sekolah aja deh atau pindah planet sekalian juga boleh. Jadi gw bisa damai terus ' batinnya sembari tersenyum tipis.
Saking seriusnya dia mendengar lagu, sampai-sampai ia tidak menyadari bahwa ada seseorang yang duduk disebelahnya. Sosok itu tersenyum memperhatikannya sibuk sendiri, dia juga mencoba memanggil alexa namun alexa tidak mendengarnya.
" Ehhh " titah alexa saat salah satu earphonenya ditarik dari telinganya.
" Lo suka taylor juga ? "
" E-edgar "
" Gw juga suka taylor " lanjut edgar.
" L-lo ngapain disini ?? "
" Gw gak sengaja lihat lo duduk sendiri disini, makanya gw samperin "
Alexa menunduk malu, entah kenapa jantungnya berdebar jika berdekatan dengan edgar. Namun dia tetap memasak wajah juteknya, karena tidak mau terlihat murahan didepan edgar. Dia harus tetap jual mahal didepan orang yang ia sukai.
" Oh gitu "
" Lo ngapain disini ?? "
" Gw lagi nungguin bus untuk pulang "
" Mau gw anterin ?? "
Alexa teringat ancaman aksa dan wajahnya saat marah, dia tidak ingin menambah masalah lagi. Mungkin menolak tawaran edgar adalah jalan terbaik untuk keamanannya.
" Gak usah gw bisa naik bus sendiri "
" Lo takut aksa kan ?? Ngapain lo takut ama dia ??"
" N-nggak, ngapain juga gw harus takut ama dia. Lagian gw juga belum mau pulang, gw masih mau menikmati suasana disini "
" Gak baik cewek pulang lambat, ayoo gw anterin aja " ujarnya dan menarik lengan alexa menuju motornya.
" Eh jangan "
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 47 Episodes
Comments