Jhonatan menatap lampu merah, ia pun berbelok. Jika berjalan lurus ia akan kembali ke mansionnya sedangkan berbelok ia akan menuju ke apartement pribadinya.
Selang beberapa saat dia pun sampai di apartementnya. Dia mengambil segelas air lalu di teguknya hingga tandas. Apartement ini baru-baru ini dia beli untuk menenangkan hatinya dan pikirannya. Dia memejamkan kedua matanya dan mengingat kejadian masa lalu. Dimana ia melihat Selena pergi semua kejadian ia masih merekamnya dengan jelas. Inilah alasannya menceraikan Selena, ia merasa tak pantas untuk Selena.
Di bawah hujan yang deras dan kobaran api, dengan kedua matanya sendiri ia melihat tubuh Selena terbujur kaku, rasa penyesalannya sangat mendalam. Seandainya saja ia dengan cepat pulang, tentu saja Selena hidup, yang lebih menyakitkan baginya saat ia tau Selena tengah mengandung. Rasa penyesalannya semakin tak bisa ia membendungnya.
Ia berharap Selena bahagia, tapi justru saat ia mendengarkan kabar Selena memiliki anak, rasanya hatinya hancur.
Saat ia mendengarkan ucapan sang dokter.
Rahim nyonya Selena lemah tuan, saya takut membahayakan keselamatan nyonya Selena.
"Anak? Aku harus menyelidikinya. Bisa saja dia anak ku dan Selena lebih memilih diam tak ingin mengatakan pada siapa pun."
Ada sebuah harapan, jika memang benar anak itu adalah anaknya. Dia tidak perlu menikah dengan Julia. Dia bisa hidup tenang.
Akan tetapi, dia kasihan pada Julia. Dia sendiri yang mendatangi Julia dan dia sendiri yang menyakitinya.
Jhonatan menggelengkan kepalanya, bukan saatnya ia memikirkan Julia, kini saatnya ia memikirkan Selena dan anaknya.
Ia pun merogoh ponselnya dan mengetik sesuatu. "Awasi daddy Helena dan daddy Arnod. Jangan sampai ada celah sedikit pun."
Jhonatan mematikan ponselnya dan kembali fokus menyetir.
....
Sedangkan Julia, ia merasa kesal. Jhonatan sama sekali tak mendengarkan ucapannya, sepertinya ucapannya tadi di buat hanyalah angin lalu.
"Apa yang harus aku lakukan? Aku harus bertemu dengan Andreas."
Ia kembali menghubungi Andreas dan ternyata Andreas tak butuh waktu lama mengangkat panggilannya.
"Andreas, aku ingin kita bertemu lagi."
"Apa? Kamu tidak bisa?"
Julia menggertakkan giginya, Andreas menolaknya.
"Andreas aku mohon, ini sangat penting. Kau tau aku tidak memiliki siapa pun di sini kecuali dirimu."
"Aku mohon, aku butuh kamu saat ini. Aku tidak memiliki siapa pun," ucapnya dengan nada menangis. "Aku mohon Andreas."
Julia langsung tersenyum, ternyata Andreas mau bertemu dengannya kembali. "Aku akan mengirimkan alamatnya. Terima kasih Andreas, kau selalu ada untuk ku."
Pada malam harinya.
Andreas mencari sosok wanita yang menghubunginya. Ternyata tak jauh darinya Julia menunggunya dan terlihat seorang pelayan restorant yang sudah menyiapkan hidangan.
"Julia." Sapa Andreas. Dia pun duduk di depan Julia.
"Makanlah, aku sudah memesan makanan kesukaan mu."
"Terima kasih," ucap Andreas tanpa menolaknya. "O iya apa yang ingin kau bicarakan?"
"Makanlah dulu, nanti aku akan mengatakannya."
Andreas mengangguk. Pria itu langsung memakan makan malamnya. Setelah keduanya pun saling berhadapan satu sama lainnya.
Julia menunduk sedih, air matanya mengalir. "Tolong aku Andreas, sepertinya Jhonatan tidak mau berhenti mencari Selena. Dia terus mencari Selena. Aku tidak ingin hubungan kami rusak, susah payah aku bersama dengan Jhonatan."
"Kau jangan khawatir aku yang akan menghalanginya."
Julia tersenyum, ia menggenggam tangan Andreas. "Terima kasih Andreas, aku mohon setelah kau menemukan Selena, tolong buat Selena bertemu dengan ku."
"Baiklah, kau jangan sedih. Biar aku yang urus semuanya."
Tanpa mereka sadari, seorang pria merekam pembicaraan mereka dan mengirimkannya pada tuannya.
Jhonatan mendengarkan obrolan Julia dan Andreas dengan sangat serius. Dari obrolannya sangat jelas jika Julia menginginkan sesuatu. Siapa sangka mereka ingin mendahulukan dirinya.
"Awasi mereka jangan sampai tertinggal sedikit pun."
Apa maksudnya Julia ingin bertemu dengan Selena? Hah
...
Pada malam harinya.
"Andreas kau datang dari mana?" Tanya Mommy Helena. Dia menyipitkan kedua matanya. Menatap curiga pada anak laki-lakinya tersebut.
Andreas tersenyum, tidak mungkin ia mengatakan menemui Julia. "Aku keluar sebentar Mom, o iya Mommy kenapa di sini?"
"Aku memang sedang menunggu mu. Andreas kau tidak menemui teman mu itu kan?"
Andreas sejenak terdiam, ia menggelengkan kepalanya. "Tidak Mom."
"Andreas Mommy tidak suka kamu berbohong. Jangan pernah berhubungan dengan wanita yang sudah menghancurkan kebahagian adik mu."
"Mommy, apa maksud Mommy? Julia tidak mungkin melakukannya." Andreas berusaha meyakinkan mommy Helena. Julia tidak seperti apa yang mereka pikirkan.
"Oh baik, kau mengatakan wanita itu baik. Wanita yang baik-baik, sekalipun mencintai suami orang dia akan menunggu pria itu datang dengan benar bukan malah merebutnya. Dia akan menunggu sampai adik mu sendiri yang menyerahkannya bukan malah datang bersama suami orang."
"Andreas ternyata selama ini kau masih berhubungan dengannya. Jangan sampai kau menemui adik mu, kau sungguh membuat Mommy kecewa."
Mommy Helena pun pergi, ia tak menyangka jika Andreas masih berhubungan dengan Julia. "Hah!"
Tiga bulan kemudian.
Dengan semangat yang tidak mudah mengatakan lelah, rasa sakit yang tertimbun selama beberapa bulan, bahkan makan dan melakukan apa pun teringat bayangannya kini kerja kerasanya membuahkan hasil.
Pria itu tersenyum mendapatkan laporan Daddy Arnod pergi keluar negeri sendirian. "Jerman?"
"Aku akan kesana?"
Tak butuh waktu lama menunggu untuknya terbang ke Jerman. Pria itu langsung begitu saja terbang ke Jerman tanpa menunggu atau mengatakan pada siapa pun. Kini dia berada di sebuah hotel. Di balik kaca mata hitamnya dia menurunkan kaca jendelanya dan melihat sosok yang jauh darinya sedang menggendong seorang anak dan anak satunya di gendong oleh daddy Arnod.
Bibirnya bergetar, hatinya berdenyut nyeri dan sakit. Ia membuka kaca matanya dan menghapus sudut matanya yang berair. "Jadi selama ini kamu menjalani kehidupan mu di sini."
"Aku yakin mereka anak-anak ku yang kau rahasiakan dari ku."
Jhonatan menatap ke arah sopirnya. "Jalan."
"Aku akan kembali pada mu dengan bukti yang kuat, bagaimana pun caranya aku harus membawa bukti agar kau tidak mengelak bahwa mereka anak-anak ku."
Kini Jhonatan mengatur rencana agar kedua anaknya jatuh padanya. Ia ingin membawa kedua anaknya dan Selena.
Sementara itu, Julia menggeram kesal lantaran ia tidak mengetahui kepergian Jhonatan yang begitu saja. Jhonatan tidak menyerah untuk menemukan Selena sekalipun pria itu mengelaknya.
"Aku sangat yakin kau mencari Selena. Aku harus menemukan Selena segera mungkin."
"Andreas juga tak bisa di andalkan."
Selama ini ia selalu bersikap lembut, mencintai Jhonatan dan selalu berharap hatinya terbuka untuknya. Kini ia merasakan Jhonatan dari dulu mencintai Selena tapi pria itu begitu bodohnya tidak menyadarinya dan setelah kepergian Selena barulah Jhonatan merasakan cintanya.
"Aku tidak ingin kehilangan Jhonatan. Dia sendiri yang membawa ku ke dalam hidupnya dan aku tidak akan merelakannya untuk Selena. Aku akan mempertahankan Jhonatan apa pun yang terjadi."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 42 Episodes
Comments
dori
seharusnya kl natan juga hidup kembali, dia merubah alurnya dong. putusin julia eh malah ttp selingkuh.. dasar maruk mau dua2 nya...
2024-11-25
1
Mba Nuur
lah apa natan juga hidup kembali. kok ia melihat selena di depan kobaran api. ?
2024-09-07
0
fiza
jdi Jonathan tu lahir semula jgk la.jdi sbb tu dia tya,salena gandung ke x?...klo dh napal dia bahagia,brambus la..salena bahgia tanpa kp hanat😤
2024-08-29
0