"Cuma beda gang doang kan, bukan beda arah kesana." ucapnya sambil menunjuk kebelakang.
"Sama saja" ucapku dingin dan berlalu dari depannya.
"Hei, tunggu!" teriaknya sambil menjalankan mobilnya mengiringi jalanku dari samping.
"elo tuli ya? Gua udah bilang, gua kagak mau pulang bareng elo, mending lo ajak yang mau mau aja, misalnya putri, bukanya kemaren kalian jalan bareng."
"Wah.. Sepertinya elo cemburu ya?"
"ke pedean lo" lirikku sinis
"terus terang aja deh" dia mau mencoba bercanda denganku. Hah! Aku sudah emosi mana bisa.
"udah gua bilang tidak, ya tidak!" teriakku sambil menendang pintu mobilnya yang hendak dia buka. Kutatap sinis dia dan berlalu. Aku tahu dia lagi terkejut dan lagi linglung, karena sudah lama aku berjalan mobilnya belum juga bergerak.
Sesampai di kamar aku lempar tasku ke atas tempat tidur. Dan kubaringkan tubuhku dengan telentang. Aku tertawa sendiri mengingat wajah Satria tadi ketika aku teriak.
Tiba - tiba ponselku berbunyi, ku raba - raba isi dalam tasku untuk mengambil ponsel dari dalam, tanpa melihat jelas nama si penelepon aku tekan hijau.
"Hallo" ucapku dengan pendek seperti biasa.
"Hallo Ca, gi ngapain?"
"ndak ngapain, nih siapa?"
"masa nggak kenal?" Ucap orang di sana, ku angkat ponselku melihat layarnya, nomor baru lagi, ck siapa ini? Pikirku.
"Ya, tidak kenal" karena sepertinya suaranya di rubah.
"Ini Rudy"
"Rudy? Rudy siapa?"
"hmm, lo kagak kenal juga?"
"Enggak"
"Masa ngak kenal, baru tadi siang ketemu."
"lho? Suaranya kok sudah beda?"
"Sorry Ca, ini gua, cuma mau becanda aja tadi, tapi kalau sekarang enggak kok, saya mau serius ngomong sama elo, bisa kan?"
"Ini siapa sih?" aku pura - pura tidak tahu.
"ehem, gua Satria Ca, masa sudah lupa suara gua."
"Nomor baru?"
"enggak, nomor kemaren, elo mungkin tidak ada nyimpan kemaren."
"hmm, mungkin" jawabku singkat.
"Lo mau ngomong apa?" sambungku lagi.
"Begini, gua tuh tidak ada hubungan apa- apa sama Putri, emang sih Putri tuh pengen dekati gua, tapi guanya enggak suka sama dia.."
"Heh? Lo enggak salah? Ngapain curhat ke gua lo. Kita kan tidak saling kenal sebelumnya, baru kenalan kemaren juga. Ngapain cerita ke gua"
"Sorry Ca, hmm.. Sebenarnya gua lebih seneng kalau kita bisa bicara langsung, nanti kan malam minggu, gimana kalau kita ngobrol, gua jemput lo, ok?"
"hmm, lihat nanti deh"
"Jangan lihat nanti dong Ca, sekarang kasih keputusan, biar gua datang jemput lo."
"hmm, ok deh"
"Baiklah, gua datang setengah tujuh" ucapnya dsn mematikan sambungan langsung. Aku termangu, apa - apa ini? Dia ngajak kencan atau gimana?
Tapi tetap saja aku deg degan, Jam 6 aku sudah siap - siap. kuperhatikan wajahku mana tau ada yang kurang, aku memakai makeup mini malis saja, karena aku juga jarang berdandan jadi kurang faham bagaimana caranya. Cuma pakai pelembab, bedak padat dan lipstik pink.
Sementara aku memakai dress putih hitam dengan belahan di bawah, rambut aku belah samping dan di sanggul rapi kebelakang dengan hanya menonjolkan bentuk wajahku yang oval. Memakai sepatu hitam, aku juga kurang mengerti ini cocok buat ngedate atau gimana ya? Aduh gimana ya, seperti orang mau pergi ke kantor saja, timbul lagi pikiran serba salah.
Tapi tiba- tiba aku mendengar suara klakson mobil dari luar, aahh.. Sudah tidak bisa di tukar lagi, pikirku. Aku keluar kamar dan dengan cepat membuka pintu rumah.
Aku melihat Satria sudah berdiri bersandar di mobilnya dengan... Keren! Mataku membulat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments