Pagi ini aku lebih cepat dari biasanya pergi ke sekolah, dengan alasan agar jangan sampai ketemu dengan Aldo, karena kemaren aku telah memprovokasinya.
Karena menurut cerita dari temanku susi, dia akan membalas dendam kepada orang yang melawannya, apa lagi sesuatu yang membuat dia malu. Bukankah aku suda membuat dia malu kemaren? Hiks.. Hiks.. Mengerikan nasibku.
Dengan mengendap - endap aku memasuki halaman sekolah lewat gerbang depan, dan dengan tidak sengaja aku melihat ke parkiran. Astaga..! Aku melihat mobil Aldo sudah bertengger di sana, aish.. Aku kalah cepat datangnya.
Akhirnya dengan setengah berlari aku memasuki kelas, karena kelas sepi aku menjadi ketakutan, bagaimana kalau dia datang? Setelah aku meletakkan tasku ke dalam laci meja, aku bergegas ke kantin, tepat ramai lebih aman, pikirku.
Setengah berlari aku keluar dari kelasku hendak menuju kantin, tapi tetap terlambat. Aldo sudah berdiri di ambang pintu menghalangi jalanku dengan merentangkan ke dua tangannya memegang kusen pintu kiri dan kanan.
Aku ketakutan dan mundur yang tadinya hampir menabraknya. Aku berdehem dan menetralkan nafasku yang tadi sempat terkejut, aku pura - pura santai.
"kamu mengagetkanku, apa maumu? Jangan menghalang di pintu, aku mau keluar." Aku sok Amnesia masalah kemaren.
Dia tersenyum sinis dan menatap dengan jijik.
"Kamu pasti tahu tujuanku datang kesini bukan?"
"Tidak, minggir jangan menghalangi jalan." ucapku acuh.
"Aku ingin balas dendam kepadamu." ucapnya dingin.
Aku terkejut serasa jantungku hampir copot, mama.. Tolong batinku. Wajahnya terlihat serius, tapi aku kembali menetralkan diriku se rilex mungkin.
"Oh ya...? Jadi kamu mau ceburin aku ke got?"
"Bukan, ck itu kerjaan anak kecil."
"Jadi, balas dendam apa yang kamu rencanakan?" aku sedikit takut dan penasaran juga.
"Tunggu saja, aku akan mempermalukanmu di depan orang banyak."
"Hah? Bukankah kemaren kau juga sudah mempermalukanku? Apa kau belum puas?"
"Belum"
"Emangnya aku punya salah apa lagi padamu? Aku sama sekali tidak mengenalmu sebelumnya dan kita juga tidak pernah bertegur sapa!"
"Tapi kamu mengenal Lisa kan?
"Oh.. Jadi masalah dia, hei.. Begini ya, beritahu sama PACAR mu itu, kalau dia punya masalah denganku, datang saja temui aku. Kita berdua sesama perempuan yang akan menyelesaikannya. Jangan mengadu sama PACAR nya untuk berhadapan sama aku, apa kau tidak malu di Adu Domba dengan masalah yang aku pun tak tahu." Ucapku dengan melipat tanganku di dada dan sesekali aku seperti berpuisi dengan tangku ke kiri dan ke kanan dengan bersemangat.
Aku mengibaskan tangannya dan aku bermaksud untuk keluar, karena tangannya itu yang menghalangi jalanku keluar dari pintu. Tapi tiba - tiba tangannya menarik lenganku membuat aku menjerit kesakitan.
"Hei! Apa - apaan sih, sakit tau" aku mencoba melepaskan lenganku, tapi hanya sia - sia, dia mencengkram sangat kuat.
"Kalau kau meronta, malah lebih sakit" ucapnya yang sudah membuat aku terpojok di dinding samping pintu. Aku menatapnya dengan tajam, tapi tiba - tiba Andi datang.
"Hei! Apa - apaan ini?!"
Tapi dengan cepat tangan Aldo yang satunya sudah mendarat di wajah Andi, diapun terkejut dan terjatuh.
"Kau gila..!" Aku berteriak dan berusaha melepaskan tangan Aldo yang mencengkram lenganku. Dan berhasil, dia merenggangkan sedikit cengkramannya tadi.
Aku mendekati Andi dan mengeluarkan sapu tanganku untuk melap darah segar yang keluar dari hidungnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 56 Episodes
Comments